Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 18


__ADS_3

Alexandre membuat kegaduhan besar, setiap orang yang diajak olahraga akan mengalami cedera parah atau setidak-tidaknya tidak bisa bangun dua-tiga hari setelah bertarung. sebagian besar anggota klan-nya mundur teratur saat disuruh untuk maju menghadang laju Alexandre. tatapan dingin dan hawa gelap menguar dari sekitar tubuh Alexandre yang sudah bermandikan peluh akibat menghajar puluhan orang klan-nya.


"A" senyum seseorang menghentikan sekejap aksi Alexandre, ia sama sekali tidak bergeming saat sibuk berolahraga.


"ada kabar dari 'dia', mau sekarang apa nanti" ujarnya santai. Alexandre seketika berhenti dan segera berjalan menjauh, seluruh klan mengambil nafas lega karena aksi ketua nya berhenti, mereka segera mengangkat dan mengobati rekan-rekan mereka yang sudah tergeletak roboh karena ulah Alexandre.


"apa yang mau kamu katakan" tatap Alexandre tajam setelah meminum habis air mineral.


"hhhmmm, apa kamu tidak bosan mendengar kabarnya setiap hari tanpa bisa menemuinya" duduknya sambil menyilangkan kaki.


"Jack" desis Alexandre menaikkan satu oktaf suaranya.


"Ok... Ok..." jawab jack mengeluarkan beberapa lembar moments Kirana bersama teman-temannya.


"hampir dua tahun, A. kamu selalu begini. aku rasa dia bahagia tanpa kamu ada didekatnya" ujar Jack tenang, Alexandre memberi tatapan membunuh kearah Jack yang menyunggingkan senyum lebarnya.


"kenapa orang-orang ini berbeda dari biasanya" kerut Alexandre memperhatikan dengan seksama lembaran moments Kirana.


"hhhmmm, itu karena dia akan kuliah"


"aaahhh begitu rupanya, dimana ini" tatap Alexandre tidak henti-henti nya di lembaran moments itu.


"German"


"what"


"no doubt" angguk-angguk Jack tenang. Alexandre duduk terhenyak menatap Jack datar.


"apa yang ada dipikirannya, kenapa dia harus pergi lagi sejauh itu" usap rambut Alexandre frustasi.


"don't know, aku rasa dia tertarik dengan study major nya" senyum Jack.


"dia tanpa pengawalan disana" kata jack sesaat kemudian.


"what, apa Popinya setuju" terkejut Alexandre.


"tentu, makanya dia ke German dengan tenang"


"lihat saja, dia memotong pendek rambutnya" tunjuk jack disalah satu lembaran moments Kirana sedang tertawa lebar memakai topi basketball. Alexandre menegakkan punggungnya dan segera melihat lebih detail.


"oh, God. what the hell. ada apa dengan dia"


"mungkin perubahan suasana, dia sudah selesai sekolah dan sekarang akan ke major yang berbeda. mungkin dia ingin terlihat berbeda"

__ADS_1


"why"


"kenapa kamu nggak tanya sendiri dengannya. kenapa aku yang harus menjawabnya" kesal Jack, Alexandre menatap tajam kearah Jack yang tersenyum kecut.


"aku mengganti orang" kata Jack, Alexandre hanya mengangguk.


"dia dulu juga mengagumi gadismu" tatap Jack.


"what, siapa" jawab Al cepat.


Jack menyerahkan sebuah lembaran moments seseorang.


"dia adalah anak klan yang baru bergabung. prestasinya bagus dan tidak pernah gagal dalam menjalankan misi yang diberikan. tipikal yang kamu sukai, tidak banyak kata dan senyap" jelaskan Jack.


"ketemu dengan gadismu saat di toko buku, dan sering bertemu tanpa bertegur sapa. saat kita menawarkan untuk melakukan penjagaan dia dengan sukarela mengajukan dirinya" kata Jack.


"selain itu dia tidak tahu apa hubunganmu dengan gadismu. dia akan bekerja seperti biasanya, senyap" kata Jack. Alexandre menghembuskan nafasnya.


"kenapa harus dia, jika K menyadari akan sangat riskan" tatap Alexandre, Jack menggeleng.


"apa kamu kira gadismu itu bodoh haa... tentu saja dia selalu tahu jika sedang dijaga, kamu aja yang terlalu bodoh" kata Jack kesal.


"kamu mau mati" tatap Al datar, Jack nyengir mengangkat kedua tangannya di sampling kiri dan kanan.


"apa dia sudah berangkat"


"sudah, tapi dia masih harus bolak-balik pulang ke rumah, semua keluarga nya akan menemani"


"apa, kenapa nggak bilang dari tadi" kesal Alexandre, Jack mengangkat bahunya acuh.


"karena kamu tidak tanya"


"kamu membuatku hilang kesabaran Jack" desis Alexandre menahan amarah.


"kamu yang justru membuat kami di sekitarmu hilang kesabaran Al. berapa bulan kamu menahan rasa, berapa lama kamu menghitung hari untuk tidak menemuinya. berapa lama lagi kami harus menahan keganasan mu yang selalu kamu lampiaskan setiap hari" ujar Jack. Alexandre mengusap rahangnya sesaat.


"apa kita ada rencana untuk ke German dalam waktu dekat"


"tidak tapi pasti kamu akan mengadakan kunjungan kesana jika tidak ada pun" kesal Jack, Alexandre memperlihatkan senyum devilnya.


"beri tau yang lain, kita akan terbang kesana" bangkit Alexandre dari sofa kebesarannya.


"Al, jangan begitu. kamu membuatnya tidak nyaman nanti" seru Jack.

__ADS_1


"kamu sendiri yang bilang agar aku menemuinya secara langsung" picing netra Alexandre tenang.


"biarkan dia menikmati masa muda sendirian" geleng Jack penuh penekanan, Alexandre hanya melambaikan tangan kirinya tanpa menoleh kebelakang.


Jack hanya mengumpat karena kesal Alexandre mengambil tindakan yang tergesa-gesa. lawannya sekarang banyak yang bertekuk lutut mengakui kegarangannya selama jauh dari Kirana, ia sudah melakukan banyak sekali penyerangan agar tidak menghambat kehidupannya seperti saat Kirana mengalami kejadian tidak terduga dahulu.


Alexandre yang sekarang bukanlah orang yang gampang tersenyum apalagi memiliki belas kasihan, ia menjadi sosok yang lebih dingin dan tidak banyak kata untuk menghabisi lawannya.


jika ada yang menghalangi satu langkahnya maka bersiaplah untuk menerima lima langkah dari Alexandre, hingga orang yang mengetahui sepak terjangnya dalam kurun waktu dua tahun ini akan memilih untuk tidak menyinggungnya.


Alexandre merapikan dirinya, sejak jauh dari Kirana ia sama sekali tidak memperdulikan penampilannya. terkadang rambutnya panjang dengan jambang yang lebat hingga parasnya tidak terlihat dengan jelas. ia tidak sering muncul diarea publik karena orang-orang kepercayaannya yang menjalankan bisnis yang dimilikinya.


Alexandre menyentuh layar ponselnya saat getaran panggilan dilihatnya.


"kita berangkat satu jam lagi" terdengar suara seseorang dari seberang.


"Bian akan menjemputmu, sebentar lagi dia sampai" katanya lagi.


"aku tidak mau kamu menjadi sosok yang menakutkan baginya, jadi penampilan mu harus lebih baik" ancamnya. Alexandre segera mematikan panggilan tanpa kata walau dia tahu lawan bicaranya tadi akan mengumpatnya habis-habisan diseberang sana. Alexandre berjalan pelan meninggalkan ruangan pribadinya, ia terlihat segar dan tampan setelah membersihkan dirinya.


"kenapa penampilan mu terlihat segar Al" senyum ibunya lebar merasa senang melihat perubahan drastis putra semata wayangnya itu. Alexandre tersenyum lebar memeluk ibunya tercinta.


"aku akan ke German menemui Kirana"


"aahh, apa dia mau menemui mu sekarang" usap punggung ibunya, Alexandre menggoyang kekanan dan kekiri ibunya.


"dia tidak tahu bu tapi aku akan menemuinya tanpa dia tahu"


"baiklah, ibu merestuimu. dapatkan hatinya kembali" usap bahu ibunya.


"thank you bu, hanya ibu yang paling tahu tanpa aku berkata apapun" angguk Alexandre berjalan keluar setelah Bian terlihat didepan pintu rumahnya.


"apa kabar bro" senyum Bian melihat penampilan Alexandre yang lebih rapi, Alexandre tidak menanggapi dan segera naik kendaraan yang akan membawanya pergi menemui gadis yang paling dirindukan selama ini. Bian yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Alexandre segera melajukan kendaraan meninggalkan rumah keluarga big bosnya itu.


"kita langsung ke bandara" ujar Alexandre, Bian mengangguk mengiyakan. perjalanan tanpa suara dari kedua orang tersebut hingga tiba di bandara dimana sudah ada lebih dari tiga orang menunggu kedatangannya.


"kami tau jam berapa sekarang, ini jam 9 malam, waktunya untukku tidur" katanya berkacak pinggang.


Alexandre hanya menepuk pundaknya pelan dan bergegas masuk kedalam kabin jet yang akan membawanya pergi, keempat orang terdekatnya itu segera mengikuti langkah Alexandre menaiki anak tangga menuju kedalam.


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all

__ADS_1


__ADS_2