Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 60


__ADS_3

Kirana melepaskan genggaman tangan Alexandre sembari menatap lekat deretan awan yang terlihat diantara sela-sela kaca. Ia berjalan pelan menuju bathroom yang ada di ujung, ia beranjak pelan mencengkeram dengan kuat seat yang dilaluinya karena tubuhnya seperti tidak mempunyai tulang yang menopang dengan tegak, penjaganya berjaga-jaga ketika melihat Kirana tidak baik-baik saja.


Daniel menyentuh bahu Alexandre pelan memberi isyarat jika Kirana berjalan menuju bathroom, Alexandre menoleh dan melihat istri nya sedang masuk ke dalam, ia beranjak kedepan pintu bathroom, Kirana berada lama di dalam membuat Alexandre menghela nafasnya panjang menantinya, terdengar suara seperti orang yang mengeluarkan isi makanan dari perutnya tanpa henti, Alexandre terkejut mengetuk pelan pintu bathroom memanggil nama istri nya.


"yang, honey, sweet. Open the door please. Are U Ok, let me in" ujar Alexandre tenang, Kirana masih tidak membuka pintu, dari dalam masih terdengar ia mengeluarkan isi perutnya.


"K... Kirana" gedor Alexandre tidak sabar. Pramugari segera datang setelah mendengar suara yang keras. Ia mengambil kunci cadangan dan membuka nya untuk Alexandre.


Kirana terduduk lemas dibawah closet, ia kembali mengeluarkan isi perutnya dengan susah payah. Alexandre meraih tissue dan mengelap paras istrinya itu, membersihkan sisa kotoran yang disebabkan Kirana, membasuh paras istrinya dengan air. Mengangkat tubuhnya yang lemah kembali ke seat tempatnya tadi. Pramugari segera memberikan minyak pereda mual kepada Alexandre, ia membalurkan ke tubuh istrinya dengan cepat, menyodorkan air mineral ke mulut istri nya itu.


"lebih nyaman" tatap Alexandre, Kirana mengangguk merebahkan kepalanya ke belakang.


"aku ingin minuman dingin" ujar Kirana dengan netra yang sayu, Alexandre menoleh tanpa kata ke arah Daniel yang segera mengangguk berjalan ke belakang.


"apa ada yang kamu inginkan lagi, yang" elus kepala Alexandre, Kirana terdiam memejamkan netranya menahan mual.


"hanya ini yang ada" serahkan beberapa minuman Daniel, Kirana mengulurkan tangannya mengambil satu diantaranya. Alexandre segera membuka tutup dan menyerahkan nya kembali ke istrinya, Kirana meneguknya pelan tanpa kata.


"berapa lama lagi kita sampai" tanya nya.


"tidak lama lagi, hari sudah siang jika kita tiba disana" senyum Alexandre


"sesampainya segera pulang ke rumah dan carikan aku buah yang masam" kata Kirana pelan, Alexandre menatap istrinya heran tidak mengerti kenapa dengannya saat ini.


"tentu, aku akan meminta mereka memberikan permintaan mu" angguk Alexandre.


"dan tolong jangan dekat dengan ku tanpa aku minta, aromamu membuatku mual" geleng Kirana meminta Alexandre segera menjauh.


"yang" protes Alexandre. Kirana meringkuk membelakangi Alexandre yang terlihat semakin bingung dengan sikap Kirana yang tiba-tiba berubah kepadanya.


senja menyambut kedatangan Kirana dan Alexandre ketika pesawat pribadi landing dengan selamat di bandar udara yang dekat dengan kediaman mereka, Kirana menapaki tangga turun dari pesawat dengan pelan, Alexandre berada sedikit jauh darinya sesuai dengan permintaan Kirana sendiri. Daniel dan Sean berjalan lebih dulu menunggu Kirana dan mengarahkannya menuju lorong tempat mereka ke kendaraan menanti mereka di luar. "honey, pake motor aja" berhenti Kirana melihat Sean membuka pintu kendaraan belakang untuknya, Alexandre melebarkan netranya menatap Kirana yang tidak seperti biasanya dan akhirnya mengangguk tersenyum.


"tentu, yang. Biarkan mereka menyiapkannya terlebih dahulu. Apa menginginkan sesuatu yang lain"

__ADS_1


"minuman dingin, please. Coklat dingin" angguk Kirana berjalan menuju tempat menunggu di lounge yang disediakan.


"honey, kenapa nggak make Chopper aja" Alexandre pelan, Kirana menggeleng, menyeruput secangkir coklat dinginnya.


"hello" salam Kirana.


"dah sampai" tanya Popi


"dah, baru aja Pop, menunggu motor yang akan membawa kita kerumah" kata Kirana.


"kenapa nggak pake Chopper aja lebih cepat, apa Al nggak mau. Biar Popi pesankan sekarang" tanya Popi, Kirana tergelak mendengar ucapan Popi nya. Alexandre hanya menghela nafas panjang melihat istrinya dengan pasrah.


"no, kak Al sudah menyiapkan kendaraan tadi tapi Kirana ingin naik motor aja, sebelum Popi usul kak Al sudah menawarkan memakai Chopper juga tapi adek nggak mau"


Popi terdengar menghela nafasnya mendnegar jawaban anak perempuan satu-satunya itu.


"don't like that Pop, aku bisa mendengar deru tarikan nafas Popi barusan, disini juga kak Al sering menghela nafas seperti itu dan membuatku tidak suka" kata Kirana tegas.


"Ok" kata Popi.


"nope, nothing happen"


"Ok, Popi tunggu dirumah" tutup Popi.


"tanya ke-tiga laki-laki yang mempunyai paras sama denganku udah sampai mana" kata Kirana, Alexandre mengangguk segera men chat kakak laki-laki Kirana. Kendaraan roda dua sudah tiba lebih awal dari yang diperkirakan Kirana, ia beranjak dan memakai helmet yang disodorkan oleh Daniel kepadanya.


Ia mengangguk pelan tanda terimakasih sebelum menaiki motor yang akan dikendarainya, Alexandre menatap Kirana dengan pandangan yang tegas melarangnya untuk naik sendirian. "kak Al ikuti dari belakang dengan yang lainnya aja, jangan memandangku seperti itu. Kita ketemu di rumah" tutup visor Kirana sembari melambaikan tangan melajukan motor dengan kecepatan diatas rata-rata, Alexandre bergerak cepat dengan yang lain mengendarai kendaraan menyusul kepergian Kirana.


"apa terlihat" ucap Alexandre dingin.


"saat ini terlihat tapi dengan kondisi seperti ini kita akan kehilangan jejak karena nona bisa lebih bebas bergerak" kata Daniel, Alexandre menggeram panjang menghubungi seseorang,


"tepikan kendaraan di tempat yang bisa kita gunakan. Kita tidak akan naik ini untuk menyusul Kirana, dia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Akan ada orang yang membawakan motor buat kita" kata Alexandre, Daniel dan Sean mengangguk tegas. Mereka menepi di pinggir menunggu seseorang.

__ADS_1


"tuan" tunduk mereka menyerahkan helmet dan kunci motor. Alexandre bergegas menaikinya tanpa menunggu yang lain, mereka berkoordinasi satu sama lain sebentar dan menyusul Alexandre.


Kirana duduk ditepi jalan sembari memakan asinan buah yang dibelinya, Alexandre melihatnya dan memarkir tidak jauh dari motornya.


"yang" panggil Alexandre mendekat, Kirana menoleh tersenyum menepuk tempat duduk sebelahnya untuk Alexandre. Kirana menyuapkan buah asinan ke mulut suaminya, "aku melihatnya dan menginginkannya jadi berhenti sebentar agar dapat memakannya ditempatnya langsung, setelah itu akan pulang" kata Kirana, Alexandre mengangguk mengunyah pelan.


"mau bersamaku pulangnya" tanya Alexandre, Kirana menggeleng.


"no, aku sendiri aja, kakak bisa mengikuti dari belakang. Mereka berdua juga ada menunggu kita disana, aku hanya ingin mengendarai ini sendirian sekarang" geleng Kirana, Alexandre akan mengucapkan kata-kata mutiara untuk istrinya namun Kirana segera menyuapi buah asinan kembali ke mulutnya hingga membuat Kirana menyunggingkan senyum disudut bibirnya melihat suaminya.


"makasih pak" kata Kirana membayar makanan menggunakan uang yang diberikan penjaga dari rumah keluarga Bagaskara.


"honey, let me drive" kata Alexandre, Kirana berhenti menatap Alexandre lama.


"tinggal beberapa menit aja udah sampai, yang. Aku tidak apa-apa" pake helmet Kirana kembali, meninggalkan Alexandre yang tidak memperbolehkannya. Ia terpaksa mengikuti laju kendaraan Kirana dengan beberapa penjaganya yang juga mengikutinya.


Sesuai dnegan perkataan Kirana jika ia langsung menuju kediaman Bagaskara, motor terparkir dengan sempurna di garasi rumah, Alexandre dan yang lainnya mengikuti dari belakang. Kirana melangkah melewati anak tangga dari rumah tengah milik kakeknya


"dek" peluk Kaila melihat kedatangan Kirana, mereka saling berpelukan erat menatap satu sama lain dengan netra yang berkaca-kaca.


"Kirana akan membersihkan badan dulu, setelah itu akan menemui kakek" urai pelukan Kirana, kaila mengangguk mengusap kedua bahu putrinya itu pelan. Kirana memeluk popinya setelah mencium punggung tangannya.


"apa kamu baik-baik saja" lihat Pram mengusap netra Kirana yang terlihat bengkak.


"tidak tapi Kirana jauh lebih tenang jika berada di sini" angguk Kirana, tak lama kemudian berjalan menuju rumah timur dimana kamarnya berada.


"yang, ayo kita membersihkan badan dulu" berhenti Kirana meminta Alexandre meninggalkan perbincangan dengan yang lainnya.


"ketiga kakak mu akan pulang berurutan karena penerbangan mereka yang berbeda-beda" kata Alexandre, Kirana mengangguk menaiki box ajaib yang akan membawa ke lantai ruangan pribadinya.


"yang. Aku ingin kamu membersihkan tubuhku" kata Kirana melepaskan semua pakaiannya dan menaruhnya di box laundry, Alexandre menekan kode ruangan dengan cepat agar tidak ada yang membukanya saat Kirana berada di bathroom.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...

__ADS_1


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....


stay healthy all...


__ADS_2