
Alexandre mengerjapkan netranya karena mentari sudah jauh menampakkan sinarnya melewati peraduannya, ia meraba samping yang sudah dari tadi kosong karena Kirana melakukan diving. Alexandre membuka netranya cepat dan menyadari keberadaan Kirana yang tidak ada disampingnya.
"yang" panggil Alexandre pelan beranjak dari tidurnya, ia mendapati secarik kertas dari Kirana disamping ponselnya.
"ah, iya dia menikmati kedalaman laut saat ini" baca Alexandre merebahkan dirinya kembali.
"****, aku lupa dia akan memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan pakaian diving" gegas Alexandre membersihkan dirinya dan memakai pakaian santainya.
"telat 5 jam bos" lihat Bian dengan tenang saat Alexandre melintas didepannya. seorang yang lain membukakan pintu kendaraan dengan cepat Bian mengikuti bos nya duduk disampingnya, mobil meninggalkan bungalow segera.
"kenapa aku tidak dbangunin" tatap Alexandre tajam.
"Kirana yang tidak memperbolehkan kami mengganggu waktu istirahat mu Al, jika kami melakukannya maka dia mengancam akan meninggalkan kami ditengah lautan" toleh Bian, Alexandre tersenyum lebar mendengar ancaman Kirana.
"ternyata sifat nya sebelas dua belas dengan lakinya" kata Bian, Alexandre mengusap dagunya senang.
"ada banyak kejutan dibalik tubuhnya yang kecil, terkadang aku sampai nggak ngerti darimana energi berlebih itu berasal" gumam Alexandre.
"kayaknya gen dari Momi nya, keempat kembar itu mempunyai postur yang sama, tidak terlalu besar" analisa Bian, Alexandre menatap Bian.
"berarti ada kemungkinan anakku besuk kembar 4 juga kan" penasaran Alexandre, bian mengangguk.
"bisa jadi malah langsung 6. siap-siap untuk menjadi Daddy 6 anak perempuan, betapa hebatnya jika semua perempuan. mereka akan diperebutkan oleh laki-laki nantinya" senyum Bian membayangkan hal itu, Alexandre berdecak kesal mendengar pemikiran Bian.
"bisa jadi begitu kan, bos. jika itu terjadi jangan terlalu keras kepada calon menantu mu, ingat mereka juga butuh pasangan dan menikah. sama sepertimu sekarang yang memperjuangkan seorang anak perempuan satu-satunya dikeluarga yang menjaga privasi agar tidak diketahui" tatap Bian, Alexandre semakin kesal dengan ucapan Bian yang seakan membuatnya tidak rela jika putrinya dimiliki orang lain nantinya.
"Kirana masih diving, kita akan menunggunya disini" kata Bian menerima laporan dari seseorang, Alexandre mengangguk dan duduk sembari melihat kearah laut. Bian menerima panggilan dari Damian.
"kapan kamu kembali kesini, Bian. pekerjaanmu sudah menumpuk tau" lihat Damian merasa kesal karena hanya mereka berdua yang bersenang-senang, Bian tersenyum tipis mendengarnya.
"thanks to the bos" sulang minuman Bian dilayar ponselnya.
"argh, kalian hanya bisa pamer. membuatku kesal tau nggak, aku tidak bisa kemana-mana" hela nafas Damian.
"siapa suruh selalu bekerja" cetus Alexandre, Damian komat-kamit tidak jelas. Bian tertawa pelan melihat Damian yang kesal.
"dimana Kirana, aku tidak melihatnya" perhatikan Damian dengan seksama.
__ADS_1
"dia sedang menyelam ke dasar lautan, kemarin dia sendirian ke lombok hanya untuk diving sedangkan Mominya berada di Bali. Al sudah tidak sabar untuk berada didekatnya dan pagi ini dia ditinggal lagi karena bangun kesiangan" cerita Bian, Damian tertawa terbahak-bahak mendengar laporan Bian yang membuat Alexandre kesal.
"rasain, ditinggal lagi. ikat kalo perlu agar tidak bisa kemana-mana" kompori Damian kepada Alexandre.
"betul juga ya Dam, kenapa tidak terpikir untuk mengikat nya agar tidak jauh lagi" toleh Alexandre cepat, mereka segera menatap Alexandre horor.
"itu idemu lho Dam, aku rasa itu benar" lihat Alexandre tanpa merasa bersalah.
"lupakan ide konyol itu Al, aku salah memberimu ide yang buruk itu, aku keliru mengatakannya. anggap saja aku kepleset saat ngomong" kata Damian memijit pelipisnya karena rasa kesalnya melihat Alexandre yang seperti tidak memiliki akal jika sudah menyangkut hal mengenai Kirana.
"itu terlihat seperti Kirana sudah naik keatas" kata Bian memberi isyarat, Alexandre mengangguk.
"apa kita dekati sekarang" toleh Bian.
"tunggu sebentar, biar kan dia menyelesaikan urusannya setelah itu kita hampiri" geleng Alexandre menatap dengan seksama setiap pergerakan Kirana dengan beberapa orang yang ada di Tim nya.
"udah selesai" tatap Alexandre, Kirana mendongak dan mendapati Alexandre sudah berdiri dengan sikap sempurna tidak jauh dari kapalnya.
"udah sampai sini, udah dari tadi" lihat Kirana, Alexandre berdehem. Kirana segera merapikan peralatan yang tadi dipakainya saat melakukan penyelaman.
"aku tidak tega melihatmu yang tidur dengan nyenyak karena perjalanan jauh hanya untuk melihatku" senyum Kirana mengusap rambut Alexandre yang berantakan.
"jika aku ada didekatmu itu jauh lebih aman, K" gumam Alexandre kecil agar tidak terdengar oleh orang lain disekitar mereka.
"ada berapa penjaga yang kamu berikan agar aku aman" tanya Kirana, Alexandre mendengus pelan mendengar jawaban kekasihnya yang benar adanya.
"ayo, kita makan. aku merasa sangat lapar" anjal Kirana setelah kapal bersandar, Alexandre mengikuti langkah gadisnya menuju meja panjang dimana yang lain audah berkumpul.
"hari semakin senja, nggak terasa hari sudah mau berganti kembali" lihat sekitar Kirana sembari memakan makanannya yang terlihat yummy. Alexandre menatap Kirana yang makan dengan lahap.
"nggak makan kak" lihat Kirana, Alexandre menggeleng tersenyum.
"melihatmu sudah membuatku kenyang, lagian nggak ada yang menyuapi jadi nggak selera" kata Alexandre, Kirana tertawa pelan melihat kelakuannya yang merajuk.
"kalo begitu selamat makan angin kak, tidak baik untuk lambung. apalagi umur yang sudah kepala 2" goda Kirana, Alexandre menatap Kirana tidak berkedip karena tidak tau harus bagaimana menghadapi sifat usilnya itu.
"kenapa, kelamaan liat nanti suka lho. berabe kalo ketahuan Popi dan Momi anak perempuan satu-satunya disukai cowok" angkat dagu Kirana, Alexandre tersenyum disudut bibirnya.
__ADS_1
"sekalian, ketiga kakaknya suruh kesini. biar lengkap buat ngelamar anak gadis satu-satunya sekarang" tambahin Alexandre, Kirana tertawa kecil menggelengkan kepalanya.
"emang berani, nggak takut kena pukulan bertubi-tubi lagi tanpa bisa membalas" naik turunkan alis Kirana, Alexandre mengangguk.
"berani, asal adik perempuan satu-satunya itu jadi istriku. tidak ada penolakan dan melarikan diri lagi" tatap Alexandre. Kirana menghentikan kunyahannya dan menatap Alexandre lama.
"makan, yang" senyum Alexandre mengerti, Kirana menggeleng meminum air mineral dengan cepat.
"tetap duduk jangan kemana-mana, habiskan makananmu" lihat Alexandre memahami gelagat Kirana.
"aku tidak bisa" geleng Kirana pelan.
"apanya" topang dagu Alexandre mengeryit.
"topik ini terlalu berat diperbincangkan saat makan. itu membuat perutku menjadi penuh" jawab Kirana.
Alexandre meraih makanan Kirana dan menghabiskannya segera.
"hargai setiap proses yang membuat makanan ini ada dihadapanmu. mereka yang menyediakan makanan ini mengeluarkan keringat dan lelah agar bisa layak dihidangkan. itu yang membuat setiap makanan memiliki arti, kebaikan orang-orang didalam setiap prosesnya membuat nilai lebih makanan itu sendiri" jelaskan Alexandre.
"maaf" cicit Kirana, Alexandre mengusap kepala Kirana lembut.
"aku mencintaimu karena hatiku menginginkan nya, aku menyukaimu karena pikiranku hanya tertuju padamu" satukan jemari Alexandre. Kirana beranjak dari tempatnya.
"ingin berjalan sebentar" isyarat Kirana, Alexandre beranjak tanpa melepas tautan jemari mereka, ia meraih bahu gadis kecilnya itu untuk merapatkan tubuh mereka.
"aku akan menemani mu di Jerman nanti" tatap Alexandre lurus kedepan sembari menjejakkan kaki di pasir pantai.
Kirana menghela nafasnya tidak menanggapi nya.
"jika boleh aku menginginkan pernikahan segera, hanya keluarga inti pun aku sudah merasa senang" hembus nafas Alexandre merasakan tekanan di hatinya sedikit berkurang.
"aku tidak tahu harus bagaimana jika tidak melihatmu. perasaan yang kurasakan adalah ketidaknyamanan melihat mu berinteraksi dengan laki-laki lain" kecup ubun-ubun kepala Alexandre.
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all
__ADS_1