Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 24


__ADS_3

Kirana melajukan langkahnya menyusuri jalan pedesaan yang sangat artistik, ia menghentikan laju kendaraan dan segera melangkahkan kaki memasuki pasar tradisional yang berada dipinggir jalan. memesan makanan dan minuman yang menjadi favorit para pengunjung yang ada di kedai kecil itu.


"hello" salam Alexandre.


"ada di pasar X di daerah lombok, baru makan" jawab Kirana.


"tunggu disitu" tutup Alexandre segera. Kirana menatap layar ponselnya yang sudah redup.


"kebiasaan kalo nutup seenaknya" gumam Kirana memasukkan ponsel kedalam kantong bajunya. ia segera memakan makanan yang sudah disodorkan kepadanya, sembari makan beberapa orang yang juga berkunjung mengajaknya mengobrol, dengan senang hati Kirana membicarakan beberapa hal yang menjadi topik hangat yang tengah terjadi di perbincangan mereka saat ini.


"K" duduk Alexandre disamping Kirana.


"Momi menginap di Bali, kenapa kamu sampai sini" usap kepala Alexandre pelan.


"besuk mau diving, udah janjian dengan yang lain" senyum tipis Kirana menyodorkan segelas minuman. Alexandre segera menenggaknya hingga tak bersisa.


"kapan datang" tanya Kirana menopang dagunya menatap Alexandre yang terlihat ganteng.


"baru aja dan langsung mencari mu sesaat setelah sampai, ngabari Momi dulu sebelum kesini dengan mereka" isyarat dagu Alexandre, Kirana menggeser kepalanya untuk melihat berapa orang yang dibawa oleh Alexandre kali ini. Bian tersenyum melambaikan tangan ditemani oleh seseorang yang Kirana belum mengenalnya.


"belum tidur" tanya Kirana pelan.


"di perjalanan tadi, sudah terbayar dengan melihatmu baik-baik saja sekarang" senyum Alexandre lekat. Kirana memutar bola netranya malas, membayar makanan yang telah dipesannya tadi.


"mau ikut aku atau mereka" anjak Kirana dengan segera Alexandre mengikuti langkah Kirana menaiki motor matic yang disewanya.


"pegangan yang bener, sweet" toleh Alexandre tidak suka.


"begini lebih enak kak, aku ingin menikmati keindahan alam lebih banyak" kerucut mulut Kirana menolak, Alexandre mengangguk mengerti.


"ikuti jalan aja kak, kita seharian menikmati perjalanan" tepuk bahu Kirana senang. Alexandre tersenyum melajukan motor meninggalkan tempat mereka semula. Kirana merentangkan tangannya keatas berteriak kencang saat berada di bukit yang memerlukan tenaga ekstra untuk mendakinya. ia duduk memejamkan netra menikmati keheningan yang sangat terasa. Alexandre hanya duduk memandang hamparan panorama alam yang menyejukkan pagi itu.


"mau liburan terus disini" toleh Alexandre, Kirana membuka netranya menatap kedepan.


"nope, jika selalu disini maka tidak akan ada getaran hati saat kembali lagi kesini. recharge batin ketika penat adalah obat yang paling mujarab. kedamaian akan datang saat ketenangan jiwa terpenuhi. ketenangan akan didapat saat pikiran tidak dimasuki niat jahat" kata Kirana pelan.


Alexandre diam mendengarkan, "apa ada yang mengganggu pikiranmu K" raih jemari Alexandre.

__ADS_1


Kirana menggeleng, "nope, hanya berkata pada diri sendiri, menyemangati diri sendiri agar selalu bersyukur" geleng Kirana pelan.


Alexandre merengkuh tubuh Kirana. "a miss your body odor".


"bagaimana kamu menjalani dua tahun tanpaku" tanya Kirana pelan.


"tersiksa batin dan raga" senyum Alexandre sinis. "banyak orang yang tidak mau berurusan denganku setelah tahu" tawa Alexandre hambar.


"aku juga tidak tau kenapa begitu, padahal aku ganteng kan, yang" toleh Alexandre, Kirana menoleh tertawa lebar mengangguk karena kehabisan kata-kata. Alexandre mengusap kepala Kirana lembut.


"senyum yang banyak kak" kata Kirana.


"ogah, ntar dikira ada orang gila baru" geleng Alexandre, mereka saling memandang dan tertawa lebar.


"lucu kali ya, orang pada mikir ini orgil baru tapi kok ganteng. coba kalo nggak gila pasti banyak yang mau jadi kekasihnya" ujar Kirana.


"sembarangan, gila aja masih ganteng apalagi nggak gila. tambah bejibun cewek yang antri buat dijadiin istri" naik turunkan alis Alexandre, Kirana tersenyum lebar.


"sok atuh, kak. cari sebanyak-banyaknya, ada banyak pilihan kan. jadi nggak salah pilih nantinya" angguk Kirana membenarkan.


"kebanyakan ngayal deh kamu, yang. kalo kita ketemuannya bisa lebih cepat maka aku akan jadi orang yang benar-benar waras" senyum Alexandre. Kirana meregangkan badannya agar lebih rileks.


"apa dia tau"


"mungkin, tapi aku tidak pernah menampakkan jika aku mengaguminya" senyum tipis Kirana.


"apa dia menyentuhmu" tanya Alexandre pelan, Kirana menggeleng.


"hanya dirimu yang berani. aku mengenalnya seiring waktu karena sering bertemu, bukan karena ingin bertemu. kebetulan bertemu dan mengobrol bersama yang lain jadi tau bagaimana orangnya. hanya itu saja" geleng Kirana.


"kak Jack pasti sudah memberi tau dengan siapa saja teman yang berada disekitar ku, kan. pasti kak Al tau tanpa aku katakan" toleh Kirana, Alexandre mengangguk dan meraih kepala Kirana untuk menyatukan kening mereka berdua.


"tentu dan aku sangat senang karena kamu mau mengatakannya kepadaku tanpa ragu" senyum Alexandre. Kirana menjauhkan tubuh Alexandre agar tidak terlalu dekat.


"kenapa selalu dekat sih kak, nggak nyaman tau nggak. lagian kenapa selalu itu tangan nggak pernah diam" kerucut mulut Kirana, Alexandre tertawa kecil melihat ekspresi gadis kecilnya itu.


"ibu ingin bertemu dengan mu" kata Alexandre pelan, Kirana menoleh terkejut.

__ADS_1


"aku belum siap kak, ibu mu pasti tahu bagaimana aku tidak menginginkan mu bukan, aku tidak ingin menambah kekuatiran ibu mu" geleng Kirana, Alexandre tersenyum lebar.


"ibu adalah orang yang paling tau tanpa aku mengatakan apapun. just like Momi"


"meskipun begitu aku belum berani bertemu dengan beliau, aku merasa canggung" geleng Kirana menghela nafas hingga kedua bahunya sedikit terangkat.


"apa kamu juga takut padaku" toleh Alexandre.


"sedikit" angguk Kirana cepat, Alexandre mengusap punggung Kirana.


"itu berarti kamu melihatku sebagai kekasih yang pantas dihormati, kan" kata Alexandre, Kirana kembali merentangkan kedua tangannya keatas.


"betapa menakjubkan lukisan Tuhan jika kita benar-benar bisa meresapi karunia-Nya" lihat Kirana lepas, Alexandre menatap kedepan.


"kita menginap di bungalow ini" turun Kirana tidak menyangka jika ditempat yang jauh dari rumah penduduk terdapat penginapan yang sangat artistik. Alexandre meraih jemari Kirana mengajaknya masuk kedalam.


"hanya kita berdua" senyumnya penuh arti. Kirana menoleh mengerutkan keningnya dan melihat sekitar bungalow yang penuh dengan tatanan yang alami.


"aku mandi kak, gerah seharian menikmati hari" lepas sneaker Kirana berjalan kedalam ruangan yang ditata seperti orang sedang liburan honeymoon. ia segera membersihkan diri dibawah guyuran shower di bilik dengan tatanan tradisional. ia menyelesaikan ritual mandi dengan badan yang dibalut bathrobe hitam.


"tidak mandi" lihat Kirana meminum air mineral yang tersedia diatas nakas didepan Alexandre.


"kenapa, ingin mandi bersama" senyum smirk Alexandre, Kirana memutar bola netra malas beranjak keluar, duduk memandang keluar dengan tatapan terpana melihat senja yang berangsur angsur berganti dengan kegelapan malam.


sinar rembulan terlihat bersemangat untuk menerangi gelapnya malam yang terlihat tenang, suara sahutan binatang malam saling bersahutan. jangkrik yang mengerik berirama dengan desiran angin malam menambah syahdunya suasana.


"kenapa" kecup bahu Alexandre duduk dibelakang Kirana hanya mengenakan joger selutut setelah mandi, Kirana berjenggit kaget karena kemunculannya yang tiba-tiba.


"kamu mengganggu suasana malam yang tenang, kak" gumam Kirana, Alexandre memeluk tubuh Kirana semakin rapat.


"selalu berada di dekatku, sweet. aku sudah tidak lagi mampu berjauhan lebih lama" ucap Alexandre menghembuskan nafas ditelinga Kirana pelan.


"hhmm" gumam kirana pelan.


"aku nggak tau harus melakukan apa agar kamu bisa selalu didekatku dan tidak lagi berjauhan, aku tidak tahu berkata apa lagi agar kamu percaya hanya kamu yang berhak atas diriku" kata Alexandre pelan. Kirana ingin beranjak dari pelukan tubuh Alexandre namun ditahan oleh tangan kekar yang melingkar diperutnya.


"jangan selalu berusaha menjauh jika seperti ini, Kirana. apa kamu tau bagaimana usahaku untuk menahan hasrat dan gejolak untuk melakukan lebih padamu" kata Alexandre merasa putus asa.

__ADS_1


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2