Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 33


__ADS_3

Mereka bertiga mengobrol sembari makan, sebenarnya lebih ke Tania yang banyak bercerita tentang perjalanannya kali ini menuju ke daerah Timur Nusantara dimana kemarin berbarengan dengan kabar kakek yang masuk rumah sakit. Beberapa kali mereka tertawa dan tersenyum lebar mengobrol dengan seru berdua hingga mengabaikan sekitarnya membuat beberapa orang menaruh perhatian saat menatap kedua gadis berparas cantik itu, Alexandre melihat sekitar dengan tenang membiarkan kedua gadis itu mengobrol lama, Bian datang menghampirinya dengan Jack yang tampak segar.


"baru datang, makan" senyum Kirana menyapa kedua sahabat Alexandre. Tania tersenyum lebar melambaikan tangan ke arah mereka berdua,


"makan kak, keburu laper. Nggak tahan laper soalnya" ceria Tania, Jack tersenyum mengangguk.


"oh, ya kak. Kak Wilaga kemana" bisik Tania merasa tidak enak karena ketiga laki-laki yang berada di dekatnya sedang mengobrol dan terlihat sangat serius.


"apa kakak tidak ada dikamar kakek tadi"


"aku tidak melihatnya ato mungkin kita memang tidak memperhatikan saat dia berkata tadi pergi ke mana" tekankan Tania, Kirana mengerutkan keningnya sesaat kemudian mengangguk.


"kayak jelangkung pergi nggak diantar pulang nggak dijemput"


"iihhh, nonton yuk kak. Jadi pingin nonton nih, kan asyik rame-rame gini" kata Tania, Kirana menggeleng.


"kakek sedang dirawat, Tania. Masak iya kita nonton sekarang" tatap Kirana merasa bersalah, Tania memperlihatkan deretan gigi putihnya dengan senyuman.


"spontan hingga tidak sadar" lihat Tania.


"kalian mau nonton apa" tanya Alexandre, Kirana menggeleng.


"tidak, hanya asal ngobrol aja. Ntar bisa nonton drakor diruangan kakek tanpa ada yang protes"


"Tania" sapa seseorang saat melintas di dekat mereka, mereka menoleh bersamaan untuk melihat siapa yang menyapa.


"hai, ngapain disini" senyum Tania ceria.


"nganter saudara menjenguk seseorang di rawat inap, apa kamu juga" senyumnya.


Tania mengangguk pelan, "ya, ini baru makan"


"lanjut aja, aku harus kembali segera" angguk nya melambaikan tangan meninggalkan mereka, Tania membalasnya.


"yang, aku keluar sebentar dengan mereka berdua" ujar Alexandre, Kirana mengangguk.


"udah tambah mesra nih kak" goda Tania melihat mereka berdua, Alexandre mengangguk pelan mengusap kepala Kirana sebelum beranjak pergi.


"hello" salam Kirana menempelkan ponsel ke telinganya sembari masih memejamkan netranya.


"yang"

__ADS_1


"hhmmm"


"aku ada di X selama dua hari"


"hhmmm"


"kabari jika kemana-mana, kapanpun itu"


"ya"


"luv U, honey"


"Oke"


Kirana meletakkan ponselnya dan kembali tidur.


"kakek pulang hari ini" senyum Kaila menatap Kalai yang mengangguk membantu membereskan perlengkapan kakek. Tania mendekatkan kursi roda agar kakek tidak terlalu capek selama recovery, Kirana menggenggam jemari kakeknya erat membantunya untuk duduk.


"kembali kerumah" senyum kakek senang setelah beberapa hari harus menginap di rumah sakit, Kirana tersenyum lebar mengangguk.


"kek, ntar kita jalan kebelakang kompleks yuk. Mumpung pada ngumpul, kayaknya seru kalo ke belakang main" kata Tania, kakek mengangguk bersemangat. Kirana tersenyum melihatnya, "bawa ini K" serahkan momi Kaila. Kirana meraih bag kecil Mominya yang berisi ponsel, beberapa pekerja dan penjaga rumah membawa perlengkapan selama mereka dirumah sakit.


Kirana melangkah keluar ruangan dan melihat Alexandre berjalan mendekat. "pulang hari ini" senyum Alexandre mengusap punggung Kirana. Mereka berjalan mengikuti rombongan keluarga besar, "kak, kita akan mampir ke peristirahatan terakhir keluarga" toleh Tania kebelakang menghadap ke arah mereka berdua, Kirana mengangguk.


"selesai seluruhnya belum. Tapi setidaknya sebagian besar sudah ditangani lebih oleh yang lain, karena dengan kekuatan lengkap maka sedikit banyak membuat mereka langsung habis" genggam jemari Alexandre mengecupnya berulangkali.


"apa kakak sendirian sekarang"


"tidak, masih ada dua orang yang menjaga dari jauh" geleng Alexandre.


"apakah berarti penjagaku juga berkurang"


"ya, karena kita sedang bersama" senyum Alexandre.


"mereka masuk kedalam box ajaib yang membawa mereka turun ke lantai dasar.


"apa ada yang terluka" tatap Kirana teduh, Alexandre menatap manik netra Kirana dan menggeleng melingkarkan lengannya di pinggangnya agar menempel erat.


"bagaimana harimu" bisik Alexandre, Kirana mengangguk pelan.


"biarkan aku membawamu sendiri" tahan tubuh Alexandre ketika mereka melangkah keluar dari box ajaib menuju masing-masing kendaraan yang telah menanti mereka. Wilaga mengangguk dan meninggalkan mereka berdua menuju kendaraan Alexandre yang sudah disiapkan penjaganya, Kirana segera masuk menunggu Alexandre yang menyusul.

__ADS_1


"aku merindukanmu" usap pipi Alexandre menatap Kirana penuh dengan kerinduan.


"hhmm" angkat alis Kirana disalah satu netranya menatap Alexandre lekat.


"really miss U babe" hela nafas Alexandre melajukan kendaraannya mengikuti rombongan keluarga Bagaskara yang sudah berjalan lebih dulu.


"wanna stay in home with me" tanya Kirana menatap keluar dari jendela samping. Alexandre melirik kearah gadis kecil nya yang terlihat letih.


"which house, you, me or our house" senyum smirk Alexandre. Tidak ada jawaban dari mulut Kirana yang hanya menatap keluar.


"baby" sentuh jemari Alexandre pelan, Kirana berjenggit kaget akibat sentuhan Alexandre yang tiba-tiba.


"ada apa" usap kepala Alexandre kemudian menciumnya berulangkali, Kirana menjauhkan paras Alexandre dari tubuhnya.


"yang bener kak, ini di jalan gede"


"ini udah bener, yang. Tanganku tetep mengemudi" tawa Alexandre menatap kekasihnya yang sedang dalam mood jelek. Kirana melipat kedua tangannya di dada terdiam tidak mau membalas perkataan Alexandre.


"apa kamu tidak ingin tau, siapa yang menjadi partner olahraga kemarin hingga membuatku harus jauh darimu"


Kirana menggeleng bergelung, bersandar di kaca jendela samping. "aku tidak begitu suka dengan detailnya, yang aku tau kamu pulang dengan selamat dan sehat. Hanya itu saja yang aku harus tau. Jika sudah selesai melakukannya kabari aku agar aku mengerti keadaanmu dan bagaimana dirimu disana. Sejujurnya, aku sangat takut" gumam Kirana, Alexandre meraih tubuh Kirana dengan cepat dan memeluknya mengecupi ubun-ubun rambut nya berulangkali menggunakan salah satu tangannya.


"I will always do it, don't be afraid" usap bahu Alexandre mengerti dan merasa tidak berdaya. Kirana mendongak menatap lekat paras Alexandre, "tentu" senyum tipis Kirana pelan.


Kendaraan beriringan memasuki pelataran parkir peristirahatan terakhir. Mereka berbarengan keluar dari kendaraan dan berjalan bersama masuk ke area peristirahatan terakhir keluarga, Wilaga menggenggam jemari Momi yang selalu bersedih jika menemui nenek. Mereka berdoa dengan khusyuk dan tenang.


"Kirana ingin mengenalkan seseorang, nek. Grandmom. Dia seorang pemuda yang baik, entah apa yang dilihat dari pemuda ini terhadap Kirana yang nggak ada cantik-cantik nya" ujar Momi Kaila, membuat Kirana yang mendengarnya tersenyum tipis mengangguk membenarkan.


"anaknya tampan dan gagah, jika dilihat dengan Kirana sangat serasi. Walau tau Kirana gadis yang keras kepala tapi anak laki-laki ini sangat sabar dan menyayanginya"


"ijinkan mereka meminta restu untuk melangkah ke hal yang lebih serius agar mereka melangkah ke arah yang direstui Tuhan" kata Momi Kaila menatap Alexandre dan Kirana bergantian yang mengangguk pelan.


"yang, ikut aku sebentar. Aku sudah meminta ijin kepada Popi tadi" raih tangan Alexandre saat mereka selesai berpamitan.


"kemana" kerut Kirana tidak mengerti arah pembicaraan mereka kali ini, Alexandre mendorong bahu Kirana pelan menuju kursi penumpang disampingnya mengemudi.


"kamu akan tau nanti" jalankan kendaraan Alexandre membiarkan Kirana menebak apa yang menjadi kejutan buatnya.


Hai .... hai .... hai ..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya.


luv ....luv .... luv U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....

__ADS_1


stay healthy all...


__ADS_2