Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 34


__ADS_3

mereka sampai di tempat yang lumayan jauh dari keramaian, "ngapain kesini, tumben" turun Kirana melihat ke arah bangunan tempat untuk berlatih. Alexandre tersenyum, memberi isyarat agar Kirana mendekat masuk. Kirana menghembuskan nafasnya panjang sebelum melangkah kembali, ia menatap lama bangunan besar yang terlihat bersih dan terawat walau merupakan bangunan lama. Alexandre menggenggam jemari gadis kecilnya melangkah masuk ke dalam bangunan.


"mau olahraga denganku" buka pintu Alexandre menatap gadis kecilnya lembut, Kirana melebarkan netranya ketika melihat banyak orang sedang melakukan latihan. Ia menatap dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan.


Seseorang datang menghampiri mereka "akhirnya datang juga, big. lama tidak berjumpa" sapanya ramah tersenyum ceria, Alexandre menjabat tangannya mengangguk pelan.


"ini Kirana, dia akan ikut aku latihan sore ini" toleh Alexandre menatap Kirana yang tersenyum mengangguk memberi salam.


"boleh, tentu saja boleh. Aku sangat senang jika kalian berdua mau latihan disini" angguk nya memberi hormat.


"ini Pras, salah satu pengurus di tempat latihan ini. dia teman masa kecil Jack waktu di Indonesia" ujar Alexandre, Kirana tersenyum mengerti. Penjaga Alexandre masuk memberikan Dogi untuk mereka latihan.


"silahkan berganti disebelah sana" kata Pras mengantar kedua tamunya itu untuk mempersiapkan diri sebelum bergabung latihan bersama mereka.


"aku bantu" senyum Alexandre, Kirana mengangguk sembari memakai Dogi yang disiapkan untuknya. Alexandre merapikan Kirana bergantian dengan dirinya.


"ready, baby" toleh Alexandre, Kirana mengangguk melangkah keluar, mereka melakukan pemanasan dengan Pras sebelum bergabung latihan dengan yang lain.


"sudah lama disini kak" tanya Kirana menatap Pras setelah sesi pemanasan berakhir. Pras menggeleng, "tidak begitu lama, baru dua tahun bergabung disini. setelah lama ikut Jack baru pulang ke tanah air" kata Pras.


"aku tidak pernah melihatmu di dekat mereka" tanya Pras pada akhirnya karena penasaran


"aahh, karena memang jarang bertemu dengan mereka" senyum Kirana, Alexandre menyentuh bahu Pras.


"kita berlatih" isyarat paras Alexandre, Pras tertawa mengangguk. Mereka duduk melingkar ditepi latihan memberikan kesempatan Alexandre dan Pras melakukan latihan, Kirana melihat dengan seksama kecepatan dan kelincahan keduanya melakukan serangan dan pertahanan. Tak berapa lama mereka menyudahi latihan dengan peluh yang bercucuran.


"tidak menyangka masih gesit seperti biasanya, big" tawa lebar Pras duduk disamping Alexandre meminum air mineral bottle. Alexandre tersenyum tipis, "kamu juga Pras, masih tetap seperti yang dulu"


"apa kamu mau ikut mereka berlatih atau ingin seperti kami tadi" toleh Alexandre menyeka peluhnya dengan handuk kecil.


"bolehkah"


"tentu saja boleh, apa mau melawan dengan sesama perempuan atau dengan siapapun bebas" tanya Pras mengangguk.

__ADS_1


"terserah kak, aku tidak memilih berdasar gender" angkat bahu Kirana tersenyum, Alexandre tersenyum melihat Kirana yang sudah melangkah ke arena latihan. "don't judge her by his small body" minum Alexandre, Pras mengerutkan keningnya sesaat mendengarnya dan meminta salah satu rekannya untuk menemani Kirana berlatih. Seorang perempuan maju untuk menemani Kirana berlatih, mereka saling memberi salam sebelum memulai.


Kirana memperhatikan lawannya dengan seksama, ia mengamati setiap gerakan yang di layangkan kepadanya. Setelah mengetahui keadaan teman latihannya ia mulai mengimbangi dengan gerakan yang seimbang.


"gosh, so excited" senyum lebar Kirana mendekat setelah selesai melakukan latihan dengan salah satu rekan Pras tadi.


"wanna fight with me, honey" senyum Alexandre. Kirana meminum air mineral bottle mengangguk dan segera kembali ke tengah latihan. Alexandre mengikuti langkah Kirana dan saling memberi hormat sebelum bertanding kembali


"do U best, don't hold back" senyum Alexandre, Kirana mengangguk segera melakukan serangan demi serangan terhadap Alexandre tanpa jeda. Pras memperhatikan keduanya dengan intens, sedangkan yang lain melihat dengan takjub latihan mereka yang tampak lebih gahar.


"bertarung atau hanya bertahan" lihat Kirana tidak puas, Alexandre tertawa pelan mengendikkan bahunya melakukan penyerangan, Kirana yang sekarang melakukan pertahanan. "fokus, yang" tangkap Alexandre sebelum Kirana jatuh keatas matras.


"makasih, tapi setidaknya jangan lengah" banting Kirana dengan cepat membalikkan keadaan, Alexandre tertawa lebar terlentang sesaat setelah dirubuhkan oleh Kirana.


"not bad" duduk Alexandre menatap Kirana yang sudah berdiri tegak di seberang Alexandre, Mereka saling memberi salam setelah selesai latihan.


"wow, nice move nona" senyum lebar Pras mendekati mereka berdua, Kirana meminum dengan cepat air mineral yang telah tersisa. "makasih kak, kak Al terlalu banyak mengalah. Healing yang menyenangkan" seka peluh Kirana menyandarkan badannya ke belakang. Alexandre memberikan towel kecilnya agar Kirana menyeka keringatnya.


"merasa lebih baik" toleh Alexandre, Kirana mengangguk. Pras meninggalkan mereka berdua untuk berlatih dengan yang lainnya.


"wanna bath in hotel" tanya Alexandre, Kirana tertawa pelan. "what are you planning, kak" picing netra Kirana merasa ada sesuatu yang tidak beres, Alexandre menggeleng.


"tidak ada, hanya ingin menghabiskan hari ini berdua setelah seminggu tidak bertemu, terlalu lama meninggalkanmu"


"Aku baik-baik saja, seperti yang terlihat" gaya Kirana, Alexandre tersenyum menatap Kirana yang berlagak kuat.


"really, do U"


"tentu, aku ada ditengah-tengah keluarga besar sekarang. Itu hal yang sangat-sangat berharga" angguk Kirana kuat.


"tidak akan ada yang tahu dan melihat mu saat ini, yang" angkat bahu Alexandre memberi kesempatan Kirana untuk mengeluarkan beban di hati beberapa hari ini, hal itu terlihat jelas dari parasnya.


"benarkah, kenapa malah aku sendiri yang tidak menyadari" senyum garing Kirana meneteskan airmata tiba-tiba tanpa diminta. Alexandre menatap lurus kedepan tidak mau melihat kekasihnya tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"kenapa" teriak Kirana tidak mampu mengendalikan hatinya, ia menangis sesenggukan meluapkan amarahnya, merasakan sesak di dadanya.


"yang" kuatir Alexandre melihat Kirana seperti orang sesak nafas, ia memukul pelan punggung Kirana agar membantunya bernafas dengan teratur.


"Kira" seru Alexandre segera menepikan mobil dengan cepat setelah melihat lalu lintas sekitar. Ia melihat sekitar adakah rumah sakit yang dapat memberikan pertolongan, segera melaju ke sebuah klinik tidak jauh dari tempatnya sekarang, Ia memarkir kendaraan dan membawa keluar Kirana segera.


"ia dalam keadaan sedih" letak Alexandre dikursi pasien, segera seorang dokter jaga memberikan pertolongan pertama kepada Kirana dibantu oleh seorang perawat jaga. Alexandre menyeka air mata Kirana. Penjaganya segera mendekat memberikan ponsel Alexandre dan segera menepi berjaga-jaga. Kirana terlihat lebih tenang dan mulai teratur menghirup oksigen.


"feel better"


Kirana membuka netranya menatap Alexandre yang terlihat panik saat menghadapi keadaan nya saat ini, ia menggerakkan tangannya pelan bahwa dia sudah lebih baik. Alexandre mengangguk dan bernafas lega melihat Kirana, setelah beberapa saat alat bantu nafas dilepas dari hidung Kirana. Alexandre menggenggam erat jemari Kirana, ia mengusap paras gadis kecilnya itu sesering mungkin.


"U can't go home like this" kata Alexandre, Kirana mengangguk pelan. Alexandre melakukan panggilan dengan ponselnya, "ya"


"Kirana tidak baik-baik saja saat ini" perlihatkan Alexandre di layar ponselnya, Wijaya duduk tegak.


"dimana" tanya Wijaya menatap Kirana yang terlihat tidak baik-baik saja.


"di klinik"


"bawa pulang aja, kakek nggak akan tau, kita semua akan menjaganya, kakak bisa disisinya selalu" angguk Wijaya mengerti


"Ok, aku akan bawa dia pulang"


"makasih kak, aku tunggu di depan nanti" matikan Wijaya.


Alexandre segera membawa Kirana keluar dan menidurkannya di seat kendaraan.


"baby, kita pulang" usap pipi Alexandre, Kirana hanya diam memejamkan netranya lelah. Alexandre segera melajukan kendaraan ke arah rumah keluarga Bagaskara dan Bimantara.


hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya.


luv....luv....luv U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....

__ADS_1


stay healthy all...


__ADS_2