Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 58


__ADS_3

Kaila memeluk anak-anaknya bergantian, ia tersenyum lebar mengelus paras ke lima anaknya sebelum masuk ke dalam pesawat pribadi, "inget dek, selalu nurut apa kata Al" senyum Kaila, Kirana mengangguk tersenyum, Alexandre mengusap kepala Kirana tersenyum.


"tentu, Mom. dia selalu menurut apa kata Al" bela Alexandre, Kaila dan Kirana tersenyum lebar.


"sweet, jika dia melakukan hal yang membuatmu sedih beritahu Popi agar segera membawamu" peluk Popi melirik Alexandre yang tertawa kecil mendengar ayah mertua nya masih sedikit tidak rela melepas anak gadis satu-satunya untuk menjadi miliknya, Kaila menepuk punggung suaminya itu keras hingga Pram tergelak berganti memeluk Kaila erat menciumi rambutnya. Wilaga menghela nafasnya melihat drama orangtuanya jika pergi.


"hari sudah semakin malam, Mom, dad" tatap Wilaga, Pram mencebik melihat putra keduanya dengan kesal karena selalu mengganggu waktu manja nya bersama Kaila.


"ayo, honey. Mereka sudah tidak membutuhkan kita lagi, mereka ingin kita pergi menjauh" isyarat dagu Pram, anak-anaknya tampak menghela nafas bersamaan melihat Popi nya. "aisshh... Kalo Popi dah gini tambah panjang durasi dramanya" silangkan tangan Wijaya di depan dadanya, "bang ipat, salam buat istrinya yaa... Semoga lekas sembuh dan tolong jaga Popi yang tambah tua" seru Wijaya, Popi tertawa kecil mendengarnya.


"udah dibilang lebih matang, anakku" tatap Pram, Wijaya memberi thumbnail dengan jemarinya, Pram dan Kaila segera masuk.


"aku akan membawa Kirana sebentar" kata Alexandre, Pramana mengangguk kemudian berbincang dengan salah satu penjaga keluarga Bagaskara. Alexandre menggenggam jemari istrinya dan menuju kendaraan yang sedari tadi menunggu mereka.


"hanya kita berdua" toleh Kirana, Alexandre mengangguk menjalankan kendaraan dengan cepat. Kirana menyandarkan kepalanya dan memejamkan netranya karena waktu telah lewat dinihari. Ditatapnya paras cantik Kirana yang sudah tertidur, ia berhenti disebuah rumah yang jauh dari keramaian, segera turun dan mengangkat tubuh Kirana ala bridal style masuk kedalam rumah, diletakkannya Kirana ditempatnya tidur, melepas sneaker, lapisan baju untuk menahan dingin.


"hello" duduk Alexandre disamping Kirana sembari meminum kopi hitamnya.


"tidak apa, dia sedang berada di sisiku" kata Alexandre mengusap pipi tembem istrinya sambil menjawab seseorang di ponselnya.


"biarkan dia disana untuk sementara waktu agar dapat memberitahu dimana posisi yang lainnya" kata Al pelan.

__ADS_1


"hhmm... Jika kakakku bertanya abaikan saja, agar dia juga mengerti perbuatannya telah menyakiti Kirana" ujar Alexandre mematikan sambungan telepon segera, Ia menciumi pipi Kirana yang putih bersih.


"aku sedang melakukan pembalasan terhadap mereka yang dulu menyakitimu, sweet. Kenapa baru sekarang aku melakukannya karena aku ingin kamu menjadi milikku yang kuat di mata hukum terlebih dulu sebelum aku membalasnya dengan rasa sakit yang pernah kita lalui bersama kala itu" bisik Alexandre.


"maafkan aku yang terkesan diam tapi percayalah aku tidak bisa tenang melihat perbuatan mereka, jangan harap aku akan memberi kelonggaran lagi. semenjak aku mengatakan kata-kata sakral untuk mengikatmu maka kewajibanku membalas mereka yang menyakitimu karena aku" kecup pipi Alexandre, Kirana menggeliat pelan. Alexandre tersenyum menatap Kirana yang semakin lelap dalam tidurnya. "thanks honey for everything, aku sangat mencintaimu maka ijinkan aku untuk melakukan olahraga bersama dengan mereka, aku tidak akan melepaskan mereka yang membuatmu terluka, tidak akan aku biarkan mereka tertawa lebih lama lagi diatas kesedihan mu, honey" kecup kening Alexandre membenarkan posisinya dan merebahkan dirinya memeluk Kirana erat.


Pagi hari, suasana masih terasa dingin. Kirana menggeliat pelan merasakan ada yang menimpa perutnya, dirabanya ada tangan yang melingkar sempurna diperutnya dan kaki yang membelit tubuhnya, ia memejamkan netranya sesaat sebelum benar-benar sadar untuk melepas tubuh Alexandre, "kak, aku mau ke bathroom. Panggilan alam" tepuk Kirana di lengan Alexandre. "hhmm" gumam Alexandre mempererat pelukannya. Kirana memindahkan lengan dan kaki Alexandre cepat, segera berlari menuju bathroom hingga beberapa waktu lamanya ia masih berada didalam bathroom, Alexandre menggeliat pelan tidak mendapati istri kecilnya di tempatnya tidur, Ia meraih ponsel menjawab panggilan. Kirana membuka pintu bathroom mendapati suaminya sedang berbincang dengan seseorang diujung sana, ia melihat paper bag diatas sofa panjang, berjalan menghampiri untuk melihat isinya, memakai underwear yang ada di dalamnya beserta pakaiannya. Sebuah tangan melingkar diperutnya tiba-tiba hingga membuatnya berjenggit kaget, Alexandre mengecup bahu Kirana yang polos.


"kita sambung lagi nanti" tutup Alexandre dan melempar ponselnya ke sofa, membalikkan badan Kirana dan menyesap leher jenjang nya. Kirana memejamkan netranya merasakan sentuhan, Alexandre beralih ke bibir ranum Kirana yang setengah terbuka. Lidah mereka saling beradu, mengabsen setiap detail yang ada didalamnya, Alexandre menarik pelan bibirnya memberikan Kirana kesempatan untuk menarik nafas. ia menautkan kening, meletakkan tangannya dibelakang leher istrinya, "morning activity" kecup bibir Alexandre, Kirana membuka netranya tersenyum mengangguk. Al mengangkat tubuh istrinya, menidurkannya di tempatnya tidur melepas celana boxer dan underwear pants Kirana dengan cepat. Aktivitas pagi yang mereka lakukan menjadikan suhu tubuh mereka semakin panas, ******* dan teriakan tertahan Kirana beberapa kali membuat Alexandre semakin menaikkan tempo permainan. Kirana dibuatnya tidak bisa bergerak dengan leluasa, "honey, done" Ujar Kirana pelan menggigit bibir bawahnya menahan sensasi, Alexandre menggeleng memberikan sentuhan ditubuhnya lebih intens, Kirana menutup mulutnya agar tidak berteriak saat kenikmatan melanda, Alexandre menahan jemarinya agar tidak menutup bibirnya.


"say it loud" bisik Alexandre menyesap benda kenyal candunya yang berada diatasnya, Kirana berteriak melepaskan sensasi kenikmatan dan ambruk di tubuh suaminya, Alexandre tertawa pelan mengecup rambut nya berulangkali. "that's right, little wife. Don't hold back, U have to enjoy it too" kata Alexandre, Kirana bergulir ke sisi samping. Alexandre menghadap ke arahnya, mengusap benda kenyalnya. "let's go again" senyum Alexandre menyesapnya dan kembali memberikan sentuhan yang membangkitkan Kirana kembali.


Alexandre menyuapi Kirana dengan cepat setelah makanan di sajikan "apakah enak, kamu tidak apa-apa" usap pipi Alexandre merasa kuatir, Kirana mengunyah cepat saking kelaparan.


"maaf" cicit Alexandre melihat Kirana yang terlihat pucat. Alexandre menyodorkan coklat hangat ke mulut Kirana, "maafkan aku, yang" tatap Alexandre merasa bersalah, Kirana menepuk-nepuk punggung tangan nya mengangguk tanpa berucap apa-apa.


"biarkan aku makan dengan tenang dulu" kata Kirana, Alexandre mengangguk mengerti dan diam menatap istri kecilnya yang sedang lahap menyantap beberapa makanan yang mereka pesan.


"aku hanya ingin makan, itu saja. Karena aktivitas tadi membuat energi ku harus di recharge" lap mulut Kirana setelah selesai menyantap makanan berat. Alexandre menopang dagunya dengan tangan kiri menatap kecantikan wanita miliknya itu.


"ingatkan aku untuk selalu menyediakan makanan di sekitarmu" genggam jemari Alexandre, Kirana tersenyum tipis melihat sekeliling tempat mereka makan.

__ADS_1


"suka tempat ini" tanya Alexandre menyesap coklat panasnya. Kirana mengangguk menopang dagu "tenang"


"hhmmm, jauh dari keramaian maksudnya" senyum Alexandre memutar-mutar cincin pernikahan Kirana yang ada di jemari manisnya, Kirana tersenyum.


"luv U little wife" gumam Alexandre, Kirana tersenyum.


"luv U more, big"


"really miss U body" desah Alexandre, Kirana mengerutkan keningnya sesaat.


"so, U don't luv me and just miss my body" tatap Kirana, Alexandre tertawa pelan meraih jemari Kirana dan mengecupnya pelan.


"kamu tau apa yang aku maksud"


"yeah" lihat Kirana ke arah pintu masuk.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....


stay healthy all...

__ADS_1


__ADS_2