Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 15


__ADS_3

Alexandre mengangkat tangan kanannya mengusap rambut Kirana lembut, "U looks more beautiful, yang" tatap Alexandre, Kirana membalas tatapan Alexandre dengan kilatan netra kesal.


"maaf jika aku tidak bisa berjauhan lebih lama darimu hingga tidak menyadari keberadaan lawan. maafkan aku membuatmu merasa sakit" usap pipi Alexandre. Kirana tidak menggubris kelakuan Alexandre dan tetap fokus menyelesaikan tugas nya. ia menyeka sisa-sisa foam dari dagu Alexandre.


"pakaian ganti ada disini, bersihkan dirimu setelah itu kita tidur dan akan melanjutkan perjalanan besuk" tatap Kirana, Alexandre mengangguk dengan patuh seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.


Kirana sedang melakukan percakapan melalui ponselnya saat Alexandre keluar dari bathroom setelah membersihkan dirinya sendiri.


"tidak apa, aku akan mengabari jika sudah sampai kerumah, terimakasih banyak atas pemberitahuannya. tidak apa-apa" kata Kirana. Alexandre melirik sekilas notifikasi dari ponselnya.


"kami baru ada diluar kota untuk beberapa hari ini, hhmm... iya, maaf jika tidak bisa bergabung dulu"


"baik, kabari jika ada apa-apa" tutup Kirana menghela nafasnya dan mengetuk kan ponsel ke keningnya, ia menoleh menatap Alexandre.


"kita tidur, sofa itu terlalu kecil jadi kita akan berbagi bed, aku orangnya banyak gaya ketika tidur jadi sebaiknya kakak yang sebelah sini agar aku tidak membuatmu kesakitan nantinya" jelaskan Kirana sebelum tidur.


Alexandre menatap Kirana dan segera membaringkan tubuhnya membelakangi Kirana. Kirana mengangkat bahunya dan segera merebahkan diri disamping Alexandre.


"siapa"


"hhmm, teman sekelas. mereka akan mengadakan camping sebelum selesai liburan. aku bilang sedang bersama keluarga keluar kota jadi tidak bisa ikut" gumam Kirana memejamkan netranya.


"kenapa harus ketos nya yang menghubungimu" balik badan Alexandre cepat.


"karena aku tidak memberikan nomor ke sembarang orang. saat itu ada acara yang mengharuskan kita saling berkomunikasi jadi aku tidak mungkin memberikan nomor Wijaya"


"eehhmm"


"apa dia sering menghubungimu"


"tidak juga, jika ada kegiatan di school maka kita akan berkomunikasi satu dengan yang lain"


"beri alasan lain"


"untuk apa aku membuat alasan sih kak, tidak ada yang harus di bahas dengan dia" buka netra Kirana, Alexandre menutup netranya dengan cepat saat Kirana menatapnya.


"aku tidak akan peduli dengan cowok yang memberi perhatian lebih karena mereka tidak akan dengan mudah menembus barikade yang dibuat keluargaku agar bisa mendekatiku begitu saja jadi jangan membuatku harus mengucapkan perkataan yang seharusnya tidak aku keluarkan" sungut Kirana, Alexandre membuka netranya tersenyum melihat ekspresi Kirana yang menggemaskan.


"aku tau, hanya saja rasa tidak suka jika kamu dekat dengan laki-laki lain mendominasi pikiran dan hati"


Kirana tergelak menepuk keningnya pelan, "tidak suka, tidak mungkin semuanya aku hindari. jika boleh aku ingin kamu menjauh, bisakah"


"kamu sudah tau jawabannya bukan" geleng Alexandre. Kirana mendengus pelan.


"egois jika kamu begitu, melihatku berbicara di ponsel aja membuatmu kebakaran gitu, apalagi jika aku ngobrol secara langsung"


"akan aku patahkan kaki dan tangan nya"


"tidak mengaca dirinya sendiri" cibir Kirana kesal.


Alexandre tertawa lebar mendengar jawaban Kirana. "serius, sweet. jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain"


"aku tidak bisa melakukannya kak, kakak tau sendiri kan sebagian besar keluargaku laki-laki, setiap keluarga hanya ada satu anak perempuan dan penjagaku juga laki-laki semua" pejam mata Kirana.

__ADS_1


Alexandre terdiam lama "itu membuatku kesal" tatap langit-langit ruangan Alexandre.


pagi hari


"yang" elus kepala Alexandre pelan. Kirana menggeliat pelan membuka perlahan netranya.


"lima menit lagi mom" naikkan cover Kirana menutupi seluruh tubuhnya. Alexandre tersenyum dan bergegas ke bathroom.


"yang"


"sweetie"


"honey"


"hhmm, aku bangun" duduk Kirana masih memejamkan netranya


"kewajibanmu belum kamu kerjakan" usap kepala Alexandre, Kirana membuka netranya lebar-lebar dan bergegas melakukan ritual kewajiban paginya.


"let's go" tatap Alexandre. Kirana mengikat rambutnya ekor kuda, memakai sweater rajut dan sneaker nya.


"hello Mom" sentuh pelan di layar ponsel Kirana.


"akan jalan dek" lihat Kaila lekat, Kirana mengangguk menggigit pelan roti selai coklatnya.


"apa tadi malam tidur nyenyak" senyum Kaila, Kirana mengangguk.


"hello aunty" senyum Alexandre lebar menggeser tubuh Kirana.


"hai, Al. apakah kamu baik-baik saja sekarang" senyum Kaila.


"hhmmm, syukurlah kalo kamu sudah mendingan. jaga diri baik-baik kalian berdua. jika ada apa-apa kirim asap, Ok" tatap Kaila lekat.


"tentu aunty. aku akan menjaga Kirana dengan baik" senyum Alexandre patuh, Kaila mengangguk pelan.


"apa kakak sudah memberi kabar"


"sudah dek, jika kalian beruntung maka akan saling bertemu" angguk Kaila.


"Popi dimana"


"dimana lagi, kalo bukan dengan papa Saka. ini momi dengan mama sedang berjalan di market tradisional"


"hhmm" lambai tangan Kirana melihat kesibukan keduanya.


"see U dek, kabari setiap saat" lambai Kaila, Kirana mengangguk dan menutup panggilannya.


"yang, mau berjalan keatas" ajak Alexandre.


"tentu, ayo" sambut Kirana semangat. Alexandre mengikuti langkah Kirana keluar dari ruangan.


"naik itu" kata Alexandre berjalan cepat. Kirana mengikuti nya cepat. Alexandre segera mengemudikan mobil keluar dari halaman depan.


"pake itu, yang"

__ADS_1


Kirana mengambil paper bag dari belakang, memakai jaket tebal dan sarung tangan.


"tuan" sambut seseorang, Alexandre mengangguk sekilas, menunggu keberadaan Kirana. "yang" isyarat Alexandre cepat. mereka bergegas naik kendaraan yang akan membawa mereka ke atas.


"bisa nggak kalo manggil biasa aja, bikin orang lain salah paham" ucap Kirana lirih.


"kenapa, aku tidak mau laki-laki lain memanggilmu berbeda" tatap Alexandre.


"nggak usah melibatkan orang lain jika hanya kita berdua" hela nafas Kirana.


"that's my point" senyum Alexandre.


"Al" seru Kirana kesal.


"what, sweet. kamu ingin apa" tangkupkan kedua jemarinya dipipi Kirana.


"isshh"


"jangan mengerucutkan mulut seperti itu di depan pria lain. ingat, kamu separuh nyawa Alexandre Berardi sekarang"


"tidak"


"iya"


"tidak"


"iya, jangan berdebat lagi. tidak ada gunanya. aku tidak akan memperlihatkan parasmu tanpa persetujuanmu, hanya jika saat kita bersama seperti ini maka mereka akan tau dengan sendirinya" jelaskan Alexandre.


"Al, bisakah kamu bersama yang lain. aku tidak melihat ada kecocokan diantara kita" ujar Kirana.


"tidak, aku sudah menemukan gadis yang membuatku tidak bisa berpaling lagi. sudah aku katakan bahwa aku akan menunggumu untuk membuka hati, asalkan aku tetap berada di dekatmu"


"jika kita berdekatan maka tidak akan ada gadis yang berani mendekatimu" hela nafas Kirana.


"aku tidak menginginkan gadis lain selain dirimu" ucap Alexandre lirih.


tidak terasa mereka sudah sampai diatas, mereka segera turun dari kereta gantung dan melihat sekeliling dengan perasaan yang takjub. Alexandre merengkuh tubuh Kirana dari belakang. "speechless, yang"


Kirana hanya mengangguk merentangkan kedua tangannya ke atas dan melihat pemandangan yang mempesona.


"really awesome, harus minta ijin Popi untuk naik gunung seperti Momi"


"tidak" geleng Alexandre


"iya"


"yang"


"don't do it with out me"


"apaan sih kak, nggak jelas gini jadi orang. nggak sesuai dengan aura pemimpin jika begini" kata Kirana mencoba lepas dari rengkuhan Alexandre.


"biarkan begini untuk beberapa saat, sweet. hanya dengan mu aku menemukan ketenangan" sandarkan kepala Alexandre di bahu Kirana.

__ADS_1


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2