Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 23


__ADS_3

"wow, kak. ruanganmu nyaman" lihat Kirana setelah sampai, Bian meminta Kirana untuk duduk disampingnya dan segera menyalakan peralatan untuk mereka berdua bermain bersama, Alexandre duduk dengan Seth untuk berbicara lebih lama.


Bian dan Kirana sudah asyik bermain dengan peralatan yang mutakhir, sembari sesekali saling berbicara satu dengan yang lainnya hingga seseorang mengetuk pintu untuk membawa pesanan makanan Kirana. Alexandre menerimanya dan membuka beberapa bungkus makanan yang dipesan Bian untuk Kirana.


"yang, makan dulu" toleh Alexandre.


"tunggu sebentar kak, baru nanggung" longok kepala Kirana melihat makanan yang ada dan kembali serius bermain. Alexandre menghela nafasnya panjang melihat kelakuan gadis kecilnya itu. Seth menatap sahabatnya itu tidak percaya bagaimana bisa laki-laki yang terkenal gahar ini tunduk pada seorang gadis yang jauh dari lingkarannya selama ini, padahal banyak gadis yang berebut dan saling sikut untuk mendapatkan perhatian, cinta dari Alexandre.


"sweet" panggil Alexandre lembut, Kirana menghela nafasnya meletakkan stik kembali.


"makan dulu kak Bian, big boss manggil tuh ntar malah panjang urusannya" kata Kirana cepat beranjak dari tempatnya menuju kearah Alexandre.


"what do you want to eat first" senyum Alexandre menatap manik netra Kirana yang meraih coklat panas dan meminumnya perlahan.


"nasi nggak ada" cengir Kirana menatap beberapa makanan yang ada dimeja, Alexandre menggeleng.


"wanna rice" tanya Alexandre menatap Bian. Kirana menggeleng menyadari jika nanti yang direpotkan oleh Alexandre adalah yang lain.


"bentar lagi bisa makan nasi sepuasnya setiap hari, jadi untuk sekarang tidak begitu menginginkannya" raih makanan Kirana dan memakannya dengan cepat.


"mau kemana" tanya Alexandre melihat gelagat Kirana.


"main lagi sama kak Bian, kak Al kan baru ngurus kerjaan sama kak Seth jadi nggak enak kalo ngganggu kakak berdua" senyum Kirana.


"aku nggak ada kerjaan. mereka yang punya, kita pulang aja kalo begitu" geleng Alexandre, Kirana mengerucutkan mulutnya melihat kearah Alexandre dan Seth bergantian segera duduk kembali disamping Alexandre. lama-kelamaan Kirana tidak bisa menahan netranya untuk menutup hingga tidak sadar dirinya menyandarkan kepala di bahu Alexandre.


"apa kita break dulu" lihat Seth, Alexandre menggeleng pelan mengusap rambut Kirana lembut yang tertidur dengan tenang di pangkuannya.


"tidak, kita akan terus membahas semuanya hingga nanti dia bangun", Bian segera mendekat dan bergabung dengan kedua sahabat sekaligus rekan kerjanya.


"hhhmmm, masih ngobrol" kerjap netra Kirana melihat ketiga orang itu sedang tertawa bersama. "aku ketiduran berapa lama" tatap Kirana merasa tidak enak, Alexandre membantunya duduk tegak.

__ADS_1


"tidak lama, hanya satu jam lebih" senyum Alexandre merapikan rambut Kirana dan mengikat nya model bun. Kirana mengusap parasnya pelan dan meminum air mineral yang disodorkan Alexandre.


"aahh, sudah bangun" datang Damian tersenyum dari pintu ruangan. Kirana mengerutkan kening melihat Damian.


"om Damian" kata Kirana, mereka menoleh melihat Kirana yang memanggil Damian dengan sebutan berbeda. Damian tertawa pelan menyalami Kirana.


"kenapa kalian melihatku seperti itu, keluargaku mengenal keluarganya dengan baik dan dengan silsilah keluarga maka dia harus memanggilku dengan sebutan itu" kata Damian tenang duduk dihadapan Kirana.


"apa om bagian dari mereka" kerut Kirana, Damian mengangguk pelan membenarkan ucapan Kirana barusan.


"kami adalah teman lama dengan berbagai masalah didalamnya dan pada akhirnya laki-laki yang memaksa mu ini menjadi bos yang tak terlihat" tawa Damian.


"aahh, begitukah. jika tau kak Al sahabat om maka aku akan langsung ngilang" ujar Kirana mengangkat bahu pelan, Alexandre mengusap kepala Kirana lembut.


"tapi kenapa kamu tidak pernah mengatakannya" tatap Alexandre tajam.


"no, aku tidak mau menambah pikiranmu, kamu bukan orang yang gampang untuk diajak bicara beberapa waktu ini" geleng Damian, Alexandre mendengus pelan.


"yang" sentuh jemari Kirana, Alexandre menoleh cepat tersenyum.


"jika mereka memberitahumu saat itu apa kamu juga akan mendengarkan mereka, tidak kan. bahkan akan lebih membuat mu menjadi tidak karuan lagi. bersyukur mereka semua menemanimu saat aku jauh. jadi jangan lampiaskan amarahmu pada orang lain tanpa alasan" senyum Kirana beranjak dari tempatnya duduk


"aku mau pulang, jika kakak masih mau melanjutkan perdebatan dengan mereka, silahkan aja. aku tidak mau mendengarkan apalagi melihatmu menghajar teman baikmu sendiri" ujar Kirana sarkas.


Alexandre mengikuti langkah Kirana tanpa menoleh kepada tiga orang itu, mereka saling bertatapan dan menghela nafas lega setelah melihat Alexandre dan Kirana berlalu. "untung pawangnya udah ketemu dan dia nurut. kalo nggak kita siap-siap jadi samsak hidupnya" tatap Seth pias mengetahui sifat Alexandre, Damian mengangguk setuju.


"hello" salam Alexandre pelan.


"dimana sekarang" tahan jemari Alexandre, Kirana menoleh dan menunggu.


"apa yang kamu lakukan" ujar Alexandre menahan suara agar Kirana tidak terganggu.

__ADS_1


"baiklah, kita akan kesana" hela nafas Alexandre cepat.


"hello, kalian bertiga segera keluar, ada yang harus di urus" kata Alexandre segera mematikan sambungan ponselnya.


"yang" tarik Alexandre masuk kedalam box ajaib untuk membawa mereka turun. Kirana menabrak tubuh Alexandre yang menariknya dengan cepat.


"kita masih ada urusan sebentar" kecup kening Alexandre saat tubuh mereka merapat. box membawa mereka meluncur dengan cepat.


"kalian sudah disini" tatap Alexandre datar. mereka mengangguk dan segera mengikuti langkah Alexandre yang telah lebih dulu masuk kendaraan.


tiba ditujuan, mereka berempat masuk kedalam sebuah bangunan tinggi berkelas. "kalian datang" sapa Jack dengan paras datar dan menggeser posisi agar mereka masuk. disudut ruangan terdapat seorang perempuan dan laki-laki tanpa mengenakan apapun. Alexandre segera menutup netra Kirana dan mendekapnya erat tanpa kata.


"kenapa kamu lakukan ini" tanya Damian tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. disudut ruangan itu tampak perempuan yang disayanginya sedang bermesraan dengan laki-laki lain. Resha hanya terdiam tanpa kata setelah Damian melihat semuanya.


Damian menatap lama kekasihnya itu dan tidak mengatakan sepatah kata apapun lagi. Alexandre segera membawa Kirana keluar dari sana sesaat sebelum Damian menghancurkan apapun yang ada di ruangan itu. keempat sahabat Damian membiarkan Damian melampiaskan amarah dan kekesalan hatinya saat itu juga, sedangkan Kirana membenamkan parasnya di dada Alexandre.


"bentar, yang. aku tidak bisa meninggalkannya saat ini" elus kepala Alexandre, Kirana hanya terdiam tidak berani untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Damian didalam sana. mereka menunggu dengan tenang dan sabar atas kelakuan Damian yang tidak terkontrol.


"sweet" raih kedua pipi Alexandre, Kirana menatap manik netra Alexandre. "tunggu hingga dia selesai dengan hatinya, maka kita akan pulang" senyum Alexandre, Kirana mengangguk pelan. mereka hanya duduk diam menunggu selama beberapa waktu.


"kenapa kalian tidak mengatakannya kepada ku" tatap Damian nanar tidak terima dengan pengkhianatan kekasihnya.


"Aku sudah memberimu beberapa bukti tentang dia selama ini tapi seperti biasa kamu mengira aku tidak suka dengan hubungan kalian bukan" kata Jack tenang. Damian berdecih tidak suka.


"setidak-tidaknya kalian harus memberikan informasi berulangkali" usap paras Damian yang terlihat lelah.


"ayo, aku akan menemanimu" tepuk bahu Seth pelan mengerti dengan apa yang sedang berkecamuk dihati sahabat baiknya saat ini. mereka mengerti tanpa harus banyak kata menenangkan. sikap yang sama mereka tunjukkan saat Alexandre juga merasakan kehampaan saat Kirana menghilang dan membuatnya hilang kendali.


"sweet, kita pulang" usap Alexandre dipunggung Kirana setelah Damian melangkah pergi, Jack memberi tanda kepada beberapa orang untuk membereskan kekacauan yang dibuat oleh Damian. mereka mengangguk dan melaksanakan tanpa banyak kata.


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...

__ADS_1


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2