Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 14


__ADS_3

"jangan berpikir terlalu jauh, Al telah memperhitungkan semuanya dengan teliti. dia melindungi mu dengan menempatkan orang terbaiknya berarti kamu memang sangat berharga" acak rambut Pramana, Kirana menatap kembaran pertamanya kesal.


"ada banyak musuh yang bersembunyi untuk terus menyerang, kamu harus lebih berhati-hati" kata Wilaga, Kirana menghela nafasnya panjang.


"seperti burung dalam sangkar kembali"


"aku rasa lebih dari itu. jika kamu bersama Al maka kehidupan akan lebih terselubung"


"kita tidak akan tahu rahasia Tuhan tentang jodoh kita siapa, kak. jalanin aja apa yang ada dihadapan kita dengan hati yang ikhlas maka semua jalan akan terlihat lebih lapang" semangati Icha.


"bolehkah kata itu untuk kak Laga aja ma, biar dia tidak tebar pesona" tatap Kirana. Wilaga menyunggingkan senyum disudut bibirnya.


"kamu harus lebih berhati-hati terhadap orang lain" kata Saka, Kirana mengangguk pelan.


"apa nanti aku yang menjemput Devina sekolah" toleh Wilaga.


"boleh. kalian berempat boleh menjemputnya" senyum Icha lebar.


lima hari telah berlalu, Kirana sedang dalam perjalanan menggunakan kereta menuju daerah lain. tiba di stasiun kereta yang dituju, ia segera melangkah keluar gerbong bersama dengan yang lain. Ia tersenyum lebar melihat pemandangan yang memanjakan netranya sekarang.


tiba-tiba seseorang menggenggam tangan kanannya dari belakang, ia menoleh dengan cepat dan mendapati Alexandre telah berada disampingnya.


"mau kemana kita" senyuman lebar tersungging di bibirnya. Kirana menatap datar paras Al yang tampan.


"maafkan aku yang baru sekarang menemanimu" tatap Al lembut, Kirana melepaskan genggaman tangan Al namun tidak bisa.


Alexandre melangkahkan kakinya hingga ia terpaksa mengikuti langkah lebar Alexandre, "tidak usah lebar-lebar langkah kakinya, aku ingin menikmati suasana bukan untuk lomba jalan" dengus Kirana pelan, Al tersenyum tipis dan memperlambat laju langkahnya agar Kirana tidak kesusahan.


"bagaimana keadaanmu selama seminggu ini" toleh Alexandre, Kirana mengangkat bahunya pelan malas menanggapi perkataan Al yang pasti sudah tahu bagaimana dirinya selama di negara kincir angin ini.


"apa kamu tidak merindukan ku sweet" senyum Alexandre. Kirana menggeleng pelan, Alexandre meremas pelan tautan jemari tangan mereka.


"haaah, begitu rupanya. berarti hanya aku yang sangat merindukanmu selama ini".


"makan dulu ya, aku sangat lapar" toleh Alexandre, Kirana mengerutkan keningnya sesaat melihat penampakan Alexandre yang sedikit berantakan. mereka melangkah menuju kedai kecil yang tidak jauh, Al segera memesan minuman dan makanan sesaat setelah mereka sampai.


"apa kamu baik-baik saja kak" tatap Kirana lekat, Al tersenyum mengangguk. seorang penjaga kedai membawa pesanan mereka, Al segera meminum coklat panasnya dan memakan dengan cepat makanan yang dipesannya. Kirana menyeruput pelan coklat hangat yang dipesan Al sambil memperhatikan Alexandre yang terlihat seperti tidak makan dan tidur berhari-hari. Al hanya tersenyum melihat kekasih hatinya ada didepannya, ia menghabiskan dengan cepat makanannya.


"I really, really miss you K, for some reason I want to finish everything quickly and immediately fly to meet you. that much I can't be away from you" tatap Alexandre, Kirana menyandarkan punggungnya kebelakang dan menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"aku harus memastikan mereka tidak bisa berdiri tegak lagi agar mereka mengerti bahwa diamku bukan tanpa arti" ucap Alexandre.


"sedikit lebih lama dari yang aku perkirakan untuk menyelesaikan semuanya namun mereka sudah mengerti apa yang kita inginkan walau harus dengan olahraga agar kita sama tujuannya" tawa tipis Alexandre, Kirana menatap tajam Alexandre.


"maaf, sweet. aku tidak bisa menemanimu beberapa hari ini" sesal Al, Kirana memutar bola netranya dan melihat kearah suasana lain.


"kita lanjut" tanya Al menenggak habis coklat Kirana hingga sang empu minuman membulatkan netranya kesal, Alexandre tergelak dan berdiri melangkah meninggalkan Kirana yang segera mengikuti langkahnya dengan terpaksa.


"dua minggu disini sudah cukup bagimu berlibur" tanya Alexandre.


"kurang lebih, karena setelah itu kita harus mengikuti ujian kenaikan kelas"


"apa akan di Indonesia dulu"


"tentu, karena kita berasal dari sana dan itu tanah kelahiran keluarga besar ku"


"apa tidak berpikir untuk pindah dari sana" kerut Alexandre. Kirana menghela nafasnya panjang merasa sesak yang menghimpit dadanya.


"Popi memberi kami waktu sebulan lagi setelah kembali ke Indonesia untuk berkumpul bersama dengan granddad" ucap Kirana lirih.


"what, really" toleh Alexandre cepat.


"jangan terlalu berharap banyak mengenai hal itu. aku belum memberikan jawaban apapun"


"sweet"


"baby" panggil Al berkali-kali.


"Al" tatap tajam Kirana, Alexandre seketika terdiam mendengarnya.


"aku ingin pulang saja kerumah papa" balik badan Kirana, Alexandre menahan pergelangan tangan kekasih nya itu erat.


"maaf, aku begitu sangat senang mendengar kamu akan dekat dengan ku" tatap Alexandre memelas.


"aku akan menunggu apapun yang kamu putuskan dan lakukan. maafkan aku jika terlalu memaksakan kehendak" ucap Alexandre, Kirana melepaskan jemari Alexandre.


"maafkan aku juga tidak bisa mengontrol perkataan" hela nafas Kirana merasa kelepasan.


"tidak, aku merasa senang saat melihatmu melepaskan semuanya jika bersamaku, aku merasa kamu menghargai dan melihatku lebih dari orang lain jika kamu begitu" senyum Alexandre menyatukan jemari mereka dan melangkah pelan.

__ADS_1


"ini sudah mulai malam, apa kita akan menginap disini atau mau langsung pulang ke rumah uncle Saka" tanya Alexandre pelan.


"kita menginap, akan memakan waktu lama jika harus bolak-balik pulang kesana. aku sudah meminta ijin untuk kembali menjelajah kota-kota di sini daripada hanya berdiam dirumah, kakakku yang lain sudah bepergian dari dua hari yang lalu. ini kesempatan untuk berjalan sendiri and.... tetep aja ada yang ngikutin" geleng Kirana. Alexandre tertawa.


"apa kami tidak boleh mengkuatirkan mu jika sendirian kemanapun"


"bukan kah penjaga cukup melihat dari jauh" tatap Kirana lelah.


"tidak, kamu sangat berharga bagi kami" geleng Alexandre.


"kita akan menginap disana, dekat dengan stasiun kereta dan beberapa kedai makanan" isyarat dagu Alexandre, Kirana menoleh dengan cepat menuju tempat yang di isyaratkan Alexandre.


"itu terlalu berlebihan kak" isyarat tangan Kirana, Alexandre menarik bahu Kirana untuk menyeberang masuk.


"for U always priority" bisik Al ditelinga Kirana dan menggigit pelan cupingnya. Kirana memukul pinggang Alexandre kesal.


"aahhh" ringis Alexandre memegang pinggang kirinya refleks. Kirana terkejut dan membuka kemeja Alexandre keatas, ia membelalakkan netranya melihat darah merembes keluar dari balutan perban putih.


"suruh mereka membeli first aid" tatap tajam Kirana, Alexandre hanya mengangguk pelan, Kirana berjalan dengan cepat agar segera sampai.


"sweet" lirih Alexandre menahan laju Kirana agar tidak tergesa-gesa. Kirana segera membuka kancing kemeja Al, menarik t-shirt hitamnya agar lepas dari tubuhnya hingga suara ketukan menghentikan perlakuannya. ia segera membuka pintu sedikit mengangguk pelan mengambil sesuatu dari tangan penjaganya.


dengan cekatan ia segera mengganti balutan luka yang ada di pinggangnya. "sweet" lirih Alexandre, Kirana menatap tajam Alexandre hingga terdiam melihat Kirana yang sudah dalam posisi singa.


"baru kemarin lukanya, karena aku lengah tidak melihat pergerakan lawan dari sebelah kiri" ucap Alexandre.


"apa sudah diberi perawatan"


"sudah tapi aku bersikeras langsung kemari"


Kirana menghela nafasnya sembari menutup luka Alexandre kembali, ia segera meraih paper bag yang berisi pakaian ganti Alexandre.


"ayo, aku akan membantumu membersihkan badan" isyarat kepala Kirana melangkah menuju bathroom yang ada diruangan itu. Alexandre menahan nafas dan berjalan mengikuti langkah Kirana.


"aku akan membantumu merapikan diri" dekati Kirana dan melakukannya dengan cepat, Alexandre menatap manik netra Kirana lekat saat dia membantu membersihkan parasnya.


"luv U, yang" ucap Alexandre tiba-tiba.


"maaf, tapi aku tidak merasa sama" balas Kirana.

__ADS_1


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2