
Kirana mendorong tubuh Alexandre agar terlepas, "jadi biarkan aku sendiri lagi jika sudah waktunya maka aku akan datang" kata Kirana sedikit sarkas, Alexandre menggeleng.
"aku bawa kamu ke depan Popi dan memintamu secara resmi. aku salah telah menjauhi mu selama beberapa waktu belakangan ini tapi bukan berarti aku tidak berkomunikasi dengan kedua orangtuamu, K" geleng Alexandre, Kirana membelalakkan netranya tidak percaya dengan kelakuan Alexandre.
"haahhh, kenapa kamu tidak menemui ku selama ini, tapi kamu menemui Popi dan Momi di belakangku" lipat tangan Kirana didepan dadanya. Alexandre mencoba mendekati namun Kirana memilih mundur kebelakang.
"kamu yang memintaku untuk meninggalkanmu sendiri, kamu yang menginginkan ku menjauh darimu" kata Alexandre tidak habis pikir. Kirana menatap tajam Alexandre dengan penuh amarah.
"baiklah, sekarang aku memintamu kembali untuk menjauh dari hidupku, biarkan aku hidup tenang" angguk Kirana akhirnya.
"tidak, aku tidak mau" tatap Alexandre tajam menghunus netra Kirana.
"lalu apa bedanya permintaan ku dulu dan sekarang saat ini aku memintamu untuk menjauh" kata Kirana menahan amarah yang mendidih.
Alexandre terhenyak sesaat, ia merutuki sikapnya yang tidak peka terhadap Kirana dulu, ia menyadari bahwa ucapan yang dikatakan Kirana dulu memang benar-benar dilakukannya dan sekarang dia meminta hal yang sama kembali, membuatnya terjebak dengan sikapnya yang tidak perasa.
"maaf" ucap Alexandre tegas menatap Kirana dan melangkah maju untuk mendekapnya erat, Kirana memundurkan langkahnya hingga tidak dapat lagi melarikan diri. Alexandre memeluk tubuhnya erat tanda menyesal karena tidak berpikir lebih jauh mengenai sikap Kirana yang memintanya untuk menjauh dahulu. justru sikapnya yang tidak berpikir panjang itu membuatnya harus menahan kesedihan, kesepian, kerinduan dan kehangatan yang sangat diinginkannya.
"maafkan aku, yang. aku benar-benar minta maaf tanpa berpikir panjang aku segera menjauh tanpa memikirkan semuanya, tentang perasaanmu, hatimu. aku tidak tahu jika itu sangat menyakitimu. aku kira dengan aku pergi kamu merasa tenang dan damai, karena saat itu aku melihatmu tidak bahagia jika aku terus ada di sisimu, aku melihatmu dengan rasa sakit saat mengetahui gara-gara aku dirimu melalui hal yang tidak menyenangkan dulu" hela nafas Alexandre pelan diceruk leher Kirana yang berdiri kaku.
"aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk mendapat perhatian mu, yang. aku berpikir jika aku pergi darimu masalah akan selesai tapi ternyata aku justru semakin tersiksa dan kamu juga merasakan hal yang sama. butuh waktu lama untukku memiliki keberanian menemui mu sekarang karena aku ketakutan kehilangan mu kembali dan meminta ku untuk tidak berada di dekatmu" tatap Alexandre menangkup kedua pipi Kirana.
"aku meminta hal yang sama dulu dan sekarang. kenapa kamu tidak kembali menjauh" senyum sinis Kirana.
"yang" tatap Alexandre lemah tak berdaya.
"kenapa.. kenapa... kenapa kamu harus begini sih kak" geleng kepala Kirana.
"maaf, yang. I'm really insensitive about your feelings. I am really, really sorry"
Kirana menghela nafasnya dan menghapus air mata yang terus keluar saking kesal dan marah yang bercampur jadi satu tapi tidak bisa ia keluarkan melihat Alexandre yang juga tidak berdaya. banyaknya luapan emosi yang seharusnya dilepaskannya selama ini berbanding terbalik saat melihat sikap dan kelakuan Alexandre yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
"pulanglah kak, aku mau sendiri saja. aku minta maaf karena saat itu mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatimu" pejam mata Kirana.
"tidak, aku tidak mau meninggalkan mu lagi. jika kau ingin melampiaskan segala amarah, dendam dan ketidaksukaanmu padaku maka aku akan rela menerima semuanya tapi jangan memintaku untuk pergi dan menjauh darimu lagi, yang"
"bukan begini caranya agar aku mengerti apa yang kamu inginkan sebenarnya, aku tidak pintar menebak apa yang kau inginkan, aku tidak pandai memahami apa maksud dibalik sikapmu. ajari aku untuk semua yang aku tidak ketahui, ajari aku memahami mu lebih jauh karena dengan begitu aku akan lebih dapat menghargai mu, sweet. tapi tolong jangan memintaku untuk tidak berada di dekatmu lagi, untuk menjauh darimu dengan berbagai alasan. aku tidak mau melakukannya" jawab Alexandre tegas.
Kirana menghela nafasnya kembali dan melangkah untuk mengambil air mineral dan meneguknya hingga tandas.
ia melangkah masuk kedalam ruangannya dan berbaring untuk memejamkan netranya kembali, Alexandre menatap tingkah laku Kirana dan segera mengikutinya, mengusap rambutnya dan pipi yang tidak lagi chubby seperti dulu.
__ADS_1
"maafkan aku, yang. aku akan menemanimu mulai sekarang jadi jangan lagi memintaku untuk menjauh apalagi pergi" kecup pipi Alexandre.
"aku tau"
"jangan mengusirku", Kirana tertawa kecil menggeleng.
"udah siap belum, dek" buka pintu Wijaya, Kirana mengangguk mengunyah roti isinya.
"kelamaan di negeri orang aku jadi kangen nasi" tunjukkan Kirana, Wijaya tersenyum lebar. mereka bergegas masuk kedalam kendaraan yang akan membawa mereka ke bandara.
"hello, yang" senyum Alexandre menghampiri Kirana yang keluar dari kendaraan. Kirana hanya mengangguk pelan mengikuti langkah lebar ketiga orang yang sudah berjalan masuk.
"coklat hangat" sodorkan Alexandre, Kirana mengambil alih minumannya.
"K, arah delapan" isyarat netra Wilaga, Kirana menoleh pelan dan mengamati dari kejauhan sepasang insan sedang mengobrol akrab.
"got it" angguk Kirana pelan meminum coklat hangatnya. Alexandre menerima panggilan tanpa mengalihkan perhatian kepada Kirana yang sedang mengamati sekitar.
"kalo ada waktu maka aku akan pulang ke Indonesia" toleh Kirana ketika melihat Alexandre menyelesaikan panggilan nya.
"kapan lebih tepatnya" raih jemari Alexandre. Kirana mengendikkan bahunya belum memastikan.
"awas kalo potong rambut lagi" bisik Al, Kirana menggeliat pelan saat merasa ada yang mengganggunya tidur, Al tersenyum lebar mengusap punggung gadis kecilnya itu.
"kenapa" kata Alexandre pelan dengan seseorang menggunakan ponsel sembari menarik pelan jemari Kirana agar mengikuti kedua orang di depannya.
"beri aku waktu luang 2 hari" kata nya pelan
"no" datar Alexandre.
"with my lil' girl" jawab nya menutup panggilan.
"Damian memintaku untuk menghadiri perjamuan"
"its Ok" angguk Kirana.
"no, dia aku tugaskan untuk menangani hal-hal seperti itu dengan Resha"
"Jack"
"untuk keamanan"
__ADS_1
"Bian"
"hacker"
"Seth"
"orang yang dapat aku andalkan disaat-saat genting" jawab Alexandre. Kirana mengangguk mengerti.
"aku akan pergi keluar beberapa waktu" Kirana menoleh cepat.
"aku berjanji akan pulang" senyum Alexandre melihat manik netra Kirana.
"kamu yang membuatku tetap waras, yang" elus kepala Alexandre menggunakan tangan satunya.
"aku akan menginap di rumahmu sebelum aku pergi jadi tidak akan ada yang merasa kehilangan"
Kirana masuk setelah Alexandre membukakan pintu kendaraan yang akan membawa mereka pulang kerumah menyusuri jalan darat.
"Mom" peluk dan cium tangan Kirana sesampainya didalam bergantian dengan Popinya.
"sehat dek" perhatikan Pram.
"yap" jawab Kirana.
Alexandre tersenyum sesampainya didalam rumah mengikuti langkah Kirana.
"oh, my.. kenapa Al ada disini" terkejut Kaila tidak percaya.
Kirana terus melangkah menuju ruangan pribadinya untuk berganti pakaian.
"dek" ketuk Popi masuk kedalam.
"kenapa Pop"
"apa kalian bersama lagi, apa yang terjadi kemarin" senyum Popi Pram, Kirana meletakkan bathrobe ketempatnya kembali.
"kemarin saat kita semua ngumpul makan tiba-tiba dia muncul setelah sekian lama" jawab Kirana.
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all
__ADS_1