Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 17


__ADS_3

"hhmmm, kayaknya kamu salah orang" jawab Kirana kalem. ia tertawa lebar mendengar jawaban Kirana.


"begitu kah, maka kita liat saja apa dia akan segera menemui kita disini" ujarnya mendekat kearah Kirana.


"not bad" tatap Kirana mengendikkan bahu.


"thanks, U looks beautiful too" senyum nya.


Kirana menyunggingkan senyum disudut bibirnya, "nyalimu ternyata tidak kecil"


"aahh, terimakasih atas pujiannya. aku juga tidak menyangka dibalik parasmu yang elok tersimpan kata-kata yang menusuk" angguk nya.


"kamu terlihat belum berumur 18" telisik nya.


"aku tidak pernah melihat Al dekat dengan perempuan, tapi denganmu berbeda"


"aku juga tidak mau melihat tampang mu tapi nyatanya aku terseret kedalam masalah kalian. sungguh membuatku muak" desis Kirana, ia tertawa lebar.


"kamu sungguh berbeda, tidak heran jika Al menyukaimu"


"ciihh, sayangnya aku nggak ada rasa sama dia, jadi jangan libatkan aku dalam keadaan yang membuatku muak" tatap Kirana dengan kilatan marah.


"wow... wow... aku juga tidak ingin menimbulkan masalah bagi siapapun nona, tapi aku hanya dibayar untuk melakukan pekerjaanku"


"kalo begitu, lepaskan ikatanku dan kita dapat ngobrol dengan tenang. kamu akan dapat bayaranmu dan aku dapat tahu siapa yang memerintahkan mu jadi tidak ada yang dirugikan bukan. jika kamu bersikeras seperti ini maka akan berakibat buruk bagimu"


"hhmm, tidak buruk bernegosiasi denganmu"


"tentu, jangan mempersulit sesuatu jika bisa dengan mudah kita selesaikan"


"tapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya. kamu tau bagaimana bukan"


"kenapa tidak mencoba sesuatu untuk mendobrak circle ini" endikkan bahu Kirana.


"hhmm"


Kirana meluruskan kakinya yang terasa pegal. ia memejamkan netranya menahan amarah yang sudah sampai diujung lidah.


suara gaduh terdengar dari luar, Kirana tersenyum disudut bibir dengan hanya mendengarnya dari kejauhan.


"tampaknya mereka sudah menemukan keberadaan mu" dekatnya.


"K" gelegar Wilaga menendang pintu yang tertutup rapat.


"welcome kak" sambut Kirana melihat dengan santai. Wilaga mempererat kayu yang ada ditangannya.


"apa kamu baik-baik saja, tidak diapa-apakan kan" tatap Wilaga.


"as you can see"


mereka terlibat perkelahian sengit, Kirana memandang dengan kesal.


Alexandre segera mendekat, melepas setiap ikatan yang membelit tubuh Kirana.


"maaf, sweet. aku lama menemukan mu" usap pipi Alexandre merasa bersalah.


"hhmm" gumam Kirana menggerakkan seluruh badannya yang kebas karena terlalu lama terikat.

__ADS_1


"aku ingin pulang" tatap Kirana, Alexandre mengangkat tubuh Kirana dan segera membawanya keluar dari ruangan kosong yang jauh dari pemukiman.


"Momi" serahkan ponsel Alexandre. Kirana meraihnya dengan gemetar.


"ya, Mom. Kirana baik-baik saja" tatap Kirana menyandarkan kepalanya. Wilaga dan Pramana bergegas masuk, kendaraan segera melesat pergi.


"dek" tatap Kaila lekat


"takut mom" isak Kirana. Kaila menekan dadanya melihat putrinya.


"bentar lagi kamu pulang. ada popi dan Momi disini, kita menunggu mu pulang" senyum Kaila. Kirana mengangguk meneteskan airmata yang turun dengan deras.


Wilaga meraih ponsel Al dan mematikannya segera. Pramana merengkuh kepala Kirana kedalam pelukannya. Kirana berteriak sekuat tenaga melepaskan kegetiran yang baru saja dilaluinya. Alexandre menoleh menatap Kirana yang terlihat bergetar hebat.


"keluar dek, kita semua menunggu" isyarat kepala Pramana, Kirana menghembuskan nafasnya panjang. melangkah keluar dari kendaraan dimana semua orang menunggu dengan kelegaan melihat keberadaan Kirana.


Popi memeluk Kirana dan Momi yang telah berpelukan, Momi mengusap punggung Kirana berulangkali. Popi mengusap kepala Kirana.


"maafkan Kirana mom" tatap Kirana. Kaila menggeleng mengusap buliran air mata Kirana.


"Momi yang minta maaf tidak bisa menjagamu" jawab Kaila. Kirana menggeleng mengecup telapak tangan Kaila.


"masuklah terlebih dahulu, biar dia dapat membersihkan dirinya dan segera makan agar tidak kenapa-kenapa" tatap granddad. mereka mengangguk dan berjalan masuk kedalam rumah, Kaila membawa Kirana kedalam ruangan untuk membersihkan dirinya, Icha membuatkan coklat panas untuknya.


"mau didalam aja atau mau diruang tengah" usap bahu Icha.


"ditengah aja ma, lebih nyaman" angguk Kirana mengenakan sweater. Kaila mengangguk mengiringi langkah Kirana.


"gimana kak rasanya, seru nggak" senyum smirk Devano.


"lumayan" peluk Kirana.


"besuk kalo kejadian gini lagi, Vano ikutan ama Devina" antusias Devano. Icha mengusap kepala Devano lembut.


"jangan lagi ah dek, cuman kali ini aja, jantung mama sama Momi nanti beneran copot kalo kejadian lagi"


"tapi seru lho ma, kayak di film-film action gitu" geleng Devano memperagakan adegan dalam film yang ditontonnya.


"hahaha, kalo gitu ikut pulang ke Indonesia nanti sama kak Laga" datang Wilaga setelah membersihkan dirinya.


"ayo, pa. kita pulang" rengek Devina, Saka tersenyum mengusap kepala putrinya.


"iya, tanya granddad. boleh pulang ke Indonesia nggak" angguk Saka.


"tentu saja boleh sweet, setelah papa mengurus semuanya. pulang ke Indonesia" angguk granddad tertawa.


"Devina pulang, kakak semua ada dirumah granddad. kalian berdua jagain Kakek" goda Wilaga.


"aahh, kakak..." kesal Devina. mereka tertawa lebar melihat kekesalan Devina karena ulah Wilaga.


"belum ada hitungan hari dibilangin hati-hati" acak rambut Pramana, Kirana mengerucutkan mulutnya.


"kurang jauh jalannya jadi kesasar" ledek Wilaga, Popi mengeratkan pelukan kepada putrinya.


"tidak apa, jadi pengalaman berharga bahwa penjaga memang diperlukan" ciumi kepala Pram, Kirana mengangguk semangat.


"tuh, yang dipojok sedang tegang. karena menunggu sidang" lirik Wilaga, Alexandre tersenyum lebar.

__ADS_1


"tidak, dia juga sudah bergerak cepat dengan seluruh kekuatan bawah" tatap Pram, Alexandre tersenyum tipis.


"diumur segitu dia sudah memiliki kekuatan hebat, tidak salah jika granddad menerima permintaan nya memiliki Kirana"


"no" geleng Kirana


"aku setuju, jika ada yang lebih dari dia akan aku ijinkan" angguk Wilaga.


"Momi oke"


"akan Popi pikirkan dulu" geleng Pram. Kaila menepuk lengan pram pelan.


"yaa..." menyerah Pram.


"Kirana masih belum mau, masih lama. kenapa mbahas ini sih" kerucut mulut Kirana.


"tidak ada yang mengharuskanmu untuk memiliki ikatan dengannya tapi setidaknya kamu punya orang yang pas untuk melindungi" kata granddad.


"pop" rajuk Kirana.


"tenang dek, akan Popi bela sampai akhir"


"makasih Pop, memang paling the best" senyum lebar Kirana, Alexandre mendekati Kirana setelah beberapa saat.


"are U Ok, sweet" tatap Alexandre tepat di manik netra Kirana yang menggeleng pelan.


"I'm really sorry I couldn't take care of you"


Kirana mengangkat bahunya pelan menekuk kedua lutut kakinya dan bersandar di sofa.


"yang" panggil Al lirih, Kirana tidak bergeming.


"honey"


"sweet"


"sugar baby"


"Adi Kirana Bagaskara" sentuh jemari Alexandre, Kirana menoleh pelan.


"maafkan aku" pinta Alexandre, Kirana menghela nafasnya dan mengangguk pelan.


"aku maafkan, tapi aku minta tolong. jangan temui aku lagi" tatap Kirana nanar. Alexandre terpaku mendengar perkataan Kirana yang tepat menusuk jantungnya.


"K" ulang Alexandre pelan.


"hhmm, aku tidak mau terlibat dengan kehidupanmu" jawab Kirana cepat.


"tapi K..."


"please, biarkan aku hidup dengan tenang" geleng Kirana. Alexandre merasa lemah, seperti tidak mempunyai keinginan untuk hidup. Ia berjalan gontai keluar dari ruangan tengah menuju ke depan hingga tak lama sebuah Chopper mendarat di helipad rumah dan membawanya pergi.


"mana Al, dek" datang Kaila daei dapur.


"hhmm, sudah pergi. aku memintanya untuk pergi mom, agar hidupku lebih tenang" toleh Kirana. Kaila mengelus kepala putrinya yang terlihat tidak baik-baik saja saat ini.


"Momi mengerti dek" angguk Kaila, Kirana memejamkan netranya mencoba untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah sangat lelah.

__ADS_1


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2