
"trus" usap punggung Popi Pram lembut, Kirana menghela nafas sesaat tanpa berbicara.
"kita ngobrol lama, walo penuh dengan amarah, air mata dan dendam" desis Kirana. Popi tertawa ngakak mendengar cerita Kirana, putrinya cenderung lebih terbuka setelah mengalami kejadian yang menyebabkan dirinya dibawa hingga harus mengalami hal yang tidak mengenakkan. dia tidak lagi menempatkan banyak penjaga disekitar putrinya karena Alexandre telah menempatkan orang-orang yang lebih baik walau harus dengan berolahraga dengan Wilaga dan Pramana tanpa membalas sedikitpun apa yang mereka berdua lakukan terhadapnya. Alexandre membuktikan bahwa dia adalah seorang ketua yang benar-benar berbahaya, dia tahu saat untuk bertahan dan menyerang, mana lawan maupun kawan, mana yang layak dipertahankan dan dibinasakan.
Kirana mengerucutkan mulutnya tanda tidak suka melihat popi nya membela Alexandre.
"Popi tau, Popi tau. tapi bukan berarti dia bisa seenaknya sekarang karena bertemu denganmu secara langsung" ingatkan Pram, Kirana mengangguk meninggalkan ranjangnya.
"c'mon Pop, kita ketemu granddad. sekalian minta ijin untuk berkunjung kerumah kakek" senyum Kirana.
"baiklah, kita sudah janji memberimu waktu untuk menjenguk kakek bersama Momi" anjak Pram sembari menghela nafas mengikuti langkah putri tersayangnya itu, Kirana menepuk pundak popinya dan meloncat dengan cepat dipunggungnya.
"aish, malu dong dek. ada Al tuh, udah gede gini" tepuk bahu Kaila geleng kepala. Kirana nyengir merebahkan kepala dibahu Popinya.
"Wijaya" seru Pramana. Wijaya menoleh menatap Kirana tajam, hingga Kirana segera turun dari punggung Popinya.
"biarin aja kak Wijaya. kan ada Popi, jika dia macam-macam akan Popi hadapi" elus kepala Pram. Kirana memeluk popinya erat.
Alexandre menerima secangkir kopi hitam dari seorang pekerja rumah Bagaskara, "mau, sweet" sodor Alexandre pelan, Kirana menggeleng meminum air mineral yang sudah ada didepan.
"kita berangkat 3 hari lagi, hanya kita berdua" senyum Kaila, Kirana mengangguk pelan merebahkan kepalanya di lengan sofa. "mom" panggil Kirana.
"apa boleh melakukan kegiatan disana". Kaila menganggukkan kepalanya mengerti maksud Kirana.
"lakukan apapun yang mau kamu lakukan dek, nggak ada yang akan menghalangimu melakukannya"
"thanks Mom, ada beberapa yang K inginkan"
"aku akan menyusul 2-3 hari kemudian" kata Al pelan.
"no" buka netra Kirana lebar-lebar.
"U promise" geleng Alexandre, Kirana terdiam.
"bukan berarti harus dengan mu setiap saat kan kak, lakukan yang harus kamu lakukan jangan membuat orang lain menunggumu"
"denganmu" senyum Al menyeruput kopi hitamnya. Kirana memejamkan netranya menghindari keposesifan Alexandre yang semakin menjadi-jadi.
__ADS_1
"Mom, aku ingin ke Alaska" kata Wilaga, Popi mengangguk mengiyakan.
"kalau begitu kita berkumpul di collage sekalian ya, granddad akan menyusul kesana nanti" angguk granddad. Kaila dan Pram tersenyum menatap paras granddad yang terlihat senang jika berkumpul bersama dengan anak dan cucunya.
Alexandre mengekor kemana Kirana pergi hingga membuat Kaila sering tersenyum mengingat kelakuan suaminya yang dulu juga seperti itu.
"honey, stop right there" hembus nafas Kirana menahan kesal. Alexandre segera duduk diam mendengar suara Kirana.
"mana ponselmu" ulurkan tangan Kirana meminta ponsel Alexandre, ia segera menyerahkannya kepada Kirana.
"hello" salam Kirana setelah menerima panggilan dari seseorang.
"dimana" tanya Kirana mengerutkan keningnya sesaat.
"baiklah, aku akan antar kak Al. hhmm... makasih" tutup Kirana menghembuskan nafas.
"Mom, adek antar kak Al ketemu client nya dulu, barusan kak Seth menghubungi" tatap Kirana melangkah keruangan pribadinya.
"kenapa, ada Damian bukan" kerut Alexandre menyilangkan kedua tangannya.
"ayolah kak, mau aku temeni nggak" toleh Kirana setelah mengganti pakaian casual nya. Alexandre beranjak dengan malas, memeluk Kaila pelan untuk berpamitan mengikuti langkah kekasih hatinya.
"kakak akan berganti pakaian disana" pejam netra Kirana. Alexandre menoleh melihat Kirana yang terlihat elegan.
"yang" usap pipi Alexandre lembut, Kirana membuka netranya pelan.
"tidak, aku akan menemanimu untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus kamu lakukan sebelum aku pulang nanti" toleh Kirana, Alexandre mengecup pipi kekasihnya.
"nggak usah, yang. pasti bukan hal yang penting ini" geleng Alexandre merutuki panggilan Seth tadi. Kirana menatap keluar.
"kamu juga punya keluarga untuk dijaga kak, jangan selalu seenaknya begini" gumam Kirana pelan.
"aku tau, makanya ada banyak orang yang membantuku untuk melakukan setiap pekerjaan yang menjadi kewajiban mereka karena aku membayarnya" senyum smirk Alexandre. Kirana menoleh cepat.
"apa yang aku katakan memang benar bukan" senyum Alexandre, Kirana terdiam. Alexandre memeluk Kirana dari samping dan merebahkan kepalanya di bahunya.
"yang" elus punggung tangan Kirana pelan. Alexandre membuka netranya menyadari sudah sampai tujuan. Bian sudah menunggu kedatangan mereka berdua dengan membawa mereka keruangan Alexandre dipojok. Kirana mempersiapkan pakaian Alexandre yang akan digunakan.
__ADS_1
"apa kalian berdua yakin baru kembali bertemu kemarin" lihat Seth, Alexandre memberi tatapan datar. Kirana tidak memperdulikan perkataan sahabat Al tersebut dengan merapikan pakaian Alexandre.
"kalian terlihat seperti sudah lama bersama" usap dagu Seth menatap interaksi mereka berdua dari tadi. Alexandre mengecup kening Kirana pelan dan mengikuti langkah Bian yang sedari tadi memberikan penjelasan hal apa saja yang akan Alexandre lakukan.
Seth memperhatikan Kirana yang mengamati sekeliling, "Kirana" panggil Seth pelan, Kirana menoleh mengangguk masuk kedalam sebuah ruangan.
"hello mr Seth" senyum seseorang mengulurkan tangan, Seth tersenyum memberikan balasan.
"apa kita akan memulainya sekarang" tanya seseorang yang lain sopan, Bian menganggukkan kepalanya agar orang tersebut segera memulai pertemuan mereka. seorang gadis melihat Kirana dengan tatapan yang menyelidik, ia sama sekali belum pernah melihat Kirana selama bekerja sama dengan Seth. Kirana menyandarkan punggungnya melihat dengan seksama apa yang sedang mereka bahas. Alexandre sesekali melirik ke arah Kirana memastikan bahwa gadis kecilnya itu tidak bosan, Bian memperhatikan interaksi keduanya dnegan seksama tanpa kata.
beberapa kali pembahasan akhirnya membuah kan kesepakatan kerjasama, Seth tersenyum puas memberikan hasil yang terbaik. Alexandre hanya mengangguk mengetahui bahwa pertemuan itu menguntungkan perusahaan lebih banyak lagi, Bian segera memberikan air mineral kepada Kirana yang tampak mulai bosan.
"thanks kak" angguk Kirana tersenyum menerimanya, Alexandre menahan tangan Kirana, "kenapa" kerutnya
"biar aku yang memegang" geleng Alexandre, Bian menghela nafasnya menyadari keposesifan teman baik sekaligus bos mudanya jika ada yang dekat dengan Kirana, hal yang tidak pernah dilakukan Alexandre sebelumnya terhadap perempuan yang bukan kakak maupun ibunya.
Seth bergumam tidak jelas melihat kelakuan Alexandre tadi, Kirana tertawa pelan menyadari sikap ketiganya yang kikuk.
"nggak usah dipikirin kak Bian" kibas tangan Kirana beranjak dari kursi dan segera keluar daei ruangan, Alexandre dnegan cepat melangkah mengikuti Kirana.
"begini ini, kalo udah bucin parah. nggak inget sahabat" kesal Seth melangkah mengikuti kedua nya, begitu juga dengan Bian.
"yang. pulang" tatap Alexandre.
"no, ada hal yang harus kita bicarakan" geleng Seth.
"aku akan menunggumu, kak" angguk Kirana mengerti.
"makasih, Kirana. denganmu ada didekatnya maka akan lebih mudah berkomunikasi dengan nya" senyum Seth.
"apa yang mau kamu makan" tanya Bian, Kirana mengatakan beberapa makanan. Bian mengangguk mengetik sesuatu diponselnya.
"kak, bisakah kita bermain game" toleh Kirana memastikan maksudnya, Bian menoleh sesaat menatap kedua laki-laki yang lainnya.
"apakah kamu bersedia keruanganku" angguk Bian hati-hati, Kirana mengangguk antusias karena tahu pasti.
"kalo begitu kita bicara diruangan Bian aja, menemani mereka berdua" lirik Alexandre, Seth menghela nafas mengiyakan permintaan Alexandre. Kirana dengan semangat mengikuti langkah lebar Bian yang memimpin jalan menuju ruangannya.
__ADS_1
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all