
beberapa laki-laki melihat Kirana dengan tatapan yang menggoda, Alexandre melihat kekasihnya tidak terganggu dengan tatapan mereka karena Kirana terlihat cuek dengan sekitar.
"nggak habis, kak" tatap Kirana menyodorkan tempat makannya kedepan Alexandre yang segera menghabiskan makanan Kirana.
Bian memperhatikan dalam diam karena melihat Alexandre yang terlihat berbeda jika bersama Kirana.
"apa mau makan ice" tanya Alexandre, Kirana tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya senang. seorang penjaga memberikan pesanan dessert untuk Kirana.
"hhmm" suap Kirana merasakan manisnya ice cream buah, Alexandre mengusap rambut Kirana lembut.
"jemput momi" toleh Alexandre, Kirana mengangguk.
"bentar, aku hubungi Momi dulu apa sedang bersantai atau keluar" kata Kirana mengeluarkan ponselnya.
"Momi baru keluar bersama temannya, kemarin ketemu saat kita menginap di resort yang sama" perlihatkan Kirana, Alexandre mengangguk.
"aishh, nggak kemana-mana pasti para gadis selalu mencuri pandang" hela nafas Kirana, Bian mengerutkan keningnya sesaat.
"tuh dari tadi para gadis di meja sana selalu mencuri pandang kearah kita. gini inih kalo jalan sama cowok yang bening" topang dagu Kirana melihat chat dilayar ponselnya, Alexandre menatap Kirana lekat. "bukannya dari tadi kamu yang diliatin banyak cowok. nggak nyadar"
"masak sih kak, kayaknya salah liat deh. orang yang banyak dilirik kalian berdua lho, saat sedang jalan ama mereka bertiga juga gini, terkadang pingin kabur aja. jadi nggak bebas"
"baru tau pesona suamimu"
"aishh, masih sendiri juga, jadi bebas menentukan perempuan lain kan. bener kan kak Bian" geleng Kirana meminta tanggapan Bian.
"banget" angguk Bian.
Alexandre melirik Bian yang tersenyum kikuk karena keposesifan Alexandre.
"yang" kata Alexandre pelan.
"udah kubilang hanya kamu"
"benarkah, kok aku mencium bau nggak jujur ya" bau Kirana di udara sekitar Alexandre. Bian tersenyum tipis melihat tingkah Kirana yang selalu menyanggah perkataan Alexandre.
"apa ada perempuan lain sekarang"
"ada, mau aku tunjukin orangnya saat sedang bersamamu" angguk Kirana memperlihatkan beberapa moment kebersamaan Alexandre dengan beberapa perempuan yang berbeda di berbagai kesempatan.
"Bian" tatap Alexandre datar. Bian yang merasa dituduh menggelengkan kepalanya bahwa bukan dia yang memberikan semua itu pada Kirana.
"kamu pikir kita nggak bisa mencari tau sendiri apa, kita juga punya seseorang yang seperti kak Bian" tatap Kirana tidak terima disepelekan. Alexandre berdecak kesal karena itu diluar perkiraannya, Bian menatap interaksi keduanya yang sama-sama tidak mau mengalah.
__ADS_1
"pulang, yang" ujar Alexandre merasa bersalah. Kirana beranjak dari duduk berjalan dengan tertatih, Alexandre meraih pinggang ramping Kirana dan menahan beban tubuhnya agar tidak terlalu menekan kakinya.
"aku nggak papa, kak" toleh Kirana, Alexandre mencium sekilas bibir Kirana agar terdiam. mereka berjalan dengan pelan menuju kendaraan yang telah menanti didepan. tiba-tiba seseorang berdiri didepan saat mereka melangkah. Kirana mengerutkan kening sesaat dan menatap Alexandre meminta penjelasan, Alexandre tersenyum mengusap perut Kirana yang menempel erat dengannya
"nona Weni" angguk Alexandre menyapa perempuan muda itu segan.
"hello tuan Alexandre, kebetulan kita bertemu disini. kenapa tidak memberi kabar jika berada di Indonesia" senyumnya hangat.
"apakah ada keharusan untuk memberitahu anda nona"
"tentu saja tidak, tapi setidaknya saya bisa menemani dan membantu anda selama disini" senyumnya menggeleng.
"saya tidak kekurangan orang untuk hanya sekedar menemani, jika tidak ada hal lain maka kami akan pergi, istri saya sedang tidak nyaman untuk berjalan" ujar Alexandre datar. Kirana berjalan kembali setelah Alexandre selesai berbicara, gadis itu sedikit bergeser untuk memberi jalan mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan, Bian mengucapkan beberapa patah kata dengannya sebelum kembali mengikuti langkah mereka berdua.
"dia ingin bertemu besuk di Bali, big. karena tau jadwalmu untuk membicarakan pekerjaan"
"kan ada Damian dan Seth yang mengurus pekerjaan, aku sudah tidak dominan disana" kata Alexandre.
"Al, semua keputusan besar ada di tanganmu, tentu saja Damian dan Seth tetap harus menunggu persetujuan mu bukan. dia meminta ijin untuk bertemu besuk dengan mu karena persetujuan Seth sebelumnya. besuk dia sudah tiba disini dan akan menemanimu menemuinya jadi jangan mempersulit langkah mu sendiri. semakin kamu menolak maka semakin tersita waktumu untuk berlibur bersama Kirana" jelaskan Bian pelan.
"kalian mengancamku kah"
"aishh, bukan begitu Al. jika tanpa persetujuanmu kita juga tidak bisa bergerak lebih jauh lagi kan. please K" tatap Bian membujuk Kirana.
"kenapa kalo sama Bian senyum terus tapi sama aku nggak" tanya Alexandre.
"iya kah, perasaan ketemu kak Al bawaannya serem plus dingin. jadi nggak tau mau gimana" kerucut mulut Kirana menatap Alexandre yang datar.
"hhmm, satu lagi. aku merasa seperti cotton candy saat berjalan dengan sugar daddy" senyum smirk Kirana. Bian tertawa terbahak-bahak mendengar nya, ia sama sekali tidak menyangka Alexandre menemukan gadis yang sangat berani mengatainya.
"baiklah, jangan salahkan aku akan mengurungmu karena aku sugar daddy mu" angguk Alexandre menggeser tubuh Kirana agar lebih nyaman duduknya. Kirana komat-kamit tidak jelas setelahnya, Alexandre tertawa bahagia melihat Kirana yang begitu.
"honey, sudah sampai" tepuk Alexandre pelan dipipi. Kirana membuka netranya melakukan peregangan karena pegal, mereka keluar berurutan.
"mom" salam Kirana mencium punggung tangan Kaila setelah melihat Mominya sedang duduk santai.
"gimana kakinya" peluk Kaila melihat kebawah, Kirana duduk disamping memperlihatkan kakinya yang sudah bisa digerakkan dengan nyaman.
"lebih baik mom" angguk Kirana, Alexandre mencium punggung tangan momi Kaila setelah dekat.
"aahh, makasih karena terus direpotkan Kirana nak Al" senyum Kaila melihat Alexandre yang duduk disamping Kirana sembari membawa air mineral.
"minum dulu, yang" serahkan Alexandre tersenyum kepada Momi.
__ADS_1
"Momi udah makan" tanya Alexandre, Kaila mengangguk mengganti channel TV.
"belum lama, tadi ketemu sama teman lama trus ditraktir makan" senyum Kaila.
"asyik mom, kalo tau Kirana ikut"
"kamu mending diving sih dari pada ikut Momi" elus kepala Kaila.
"hhmmm, menggoda hati kemarin liat pada nawarin. seru tapi mom ikutan liat bawah laut, tau gitu Momi ikutan aja" angguk Kirana senang.
"lama nggak nyelam juga. kapan-kapan momi ikut" senyum Kaila, Kirana memberi tanda Ok dengan jemarinya.
"aishh, ntar Popi yang marah" tatap Alexandre, Kirana menjulurkan lidahnya.
"kalian nggak liat suasana malam diluar tuh" isyarat dagu Kaila, Kirana mengendikkan bahu berjalan ke kamarnya.
"aku mau ganti baju dulu, ntar nyusul kedepan" toleh Kirana sesaat sebelum menutup pintu.
"mom, ibu ingin bertemu" senyum Alexandre.
"benarkah, apa beliau mau bertemu dengan Momi" ulang Kaila, Alexandre tersenyum mengangguk.
"Momi sudah bertemu beberapa kali dengan ibu, bukan. jadi nggak usah lebay, Mom"
Kaila tertawa kecil melihat ekspresi Alexandre yang seperti Kirana saat sedang merajuk.
"hhmmm, kapan ya terakhir bertemu. Momi sepertinya lupa, apalagi ibu mu termasuk perempuan yang sibuk" ingat-ingat Kaila sembari mengetuk keningnya beberapa kali.
"2 weeks ago, Mom" ulang Alexandre, Kaila tersenyum lebar mengangguk.
"aku tau, ibu dan Momi sering bertemu secara tidak sengaja, atau malah disengaja yah biar ketemuan nya pas" kerut kening Alexandre, Kaila tertawa lebar.
"namanya juga mak-mak kalo udah ketemu pasti banyak yang diobrolin"
"tentu, mom. Al justru merasa senang jika ibu dan Momi saling berkomunikasi. itu berarti tinggal selangkah lagi mendapat restu Popi dan Kirana sah menjadi nyonya Alexandre Berardi" senyum Alexandre.
"ngobrolin apaan" lipat tangan Kirana didepan dadanya melihat kedua orang itu berbincang seru.
"hanya ngobrolin tentang ibu dan Momi aja, yang" anjak Alexandre mendekati Kirana dan menuntunnya keluar menikmati senja.
Kirana berbaring di kursi panjang menatap kilauan sinar mentari yang mulai tenggelam menampilkan lukisan senja yang menakjubkan. Kirana merentangkan kedua tangannya keatas melihat dengan jelas jika sang Surya tampak gagah menenggelamkan sinarnya diujung membuat pendaran cahaya sangat indah.
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
__ADS_1
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all