
"kek, temani Kira sampai nanti" tangis Kirana tak terbendung.
"Kira minta maaf jika sampai saat ini Kira belum bisa memenuhi harapan kakek, belum bisa membahagiakan kakek" tatap Kirana menghapus air matanya menggunakan t-shirt nya, kakek tersenyum menggeleng mengelus bahu cucu perempuan nya tenang.
"Kirana, lihat kakek" naikkan dagu kakek pelan, Kirana kembali membuka netranya memandang kakek, "jangan terlalu menyakiti hati mu sendiri, ada Popi dan Momi yang bisa kamu jadikan sandaran. Kuatkan hati mereka karena kamu adalah harapan mereka" senyum Kakek, Kirana mengangguk kuat.
"jangan kuatir, kakek akan menemanimu selama kakek bisa dan mampu. Tuhan adalah sutradara terbaik sepanjang masa, apapun yang Tuhan kehendaki pasti akan terjadi, ikhlaskan hati dan kuatkan iman agar dapat melakoni peran yang Tuhan berikan" usap kepala Kakek, Kirana tersenyum sembari meneteskan airmata.
"udah ah, Kira. Besuk kamu akan memulai babak baru dalam hidup selanjutnya, tidak baik jika mereka melihatmu dalam keadaan bengkak nanti" usap airmata Kakek, Kirana mengangguk menghapus airmata yang turun tanpa aba-aba.
Alexandre membuka pelan pintu ruangan pribadi Kakek dan melihat Kirana yang terlihat tidak baik-baik saja.
"aaahh, masuk nak Al. Kirana nih kayak anak kecil aja, selalu nangis kalo ngobrol ma kakek" tawa kakek pelan, Alexandre tersenyum mencium punggung tangan kakek sebelum meraih bahu Kirana agar bersandar di dadanya.
"kalo begitu, Al bawa keluar Kirana dulu kek. Abis dari belakang rumah tadi belum membersihkan badannya" senyum Alexandre mengangguk, Kakek tersenyum mengangguk dan melihat kedua cucunya keluar, hingga akhirnya menghilang. Ia segera menekan dadanya yang terasa sakit saat melihat Kirana menangis sesenggukan, menghirup udara sebanyak-banyaknya agar rasa sakit tidak terlalu menderanya.
Alexandre mengangkat tubuh Kirana melewati beberapa orang yang terlihat heran kenapa nona muda Bagaskara harus dibawa seperti itu, Kirana melingkarkan tangannya ke leher Alexandre dan menyembunyikan parasnya di dada Alexandre agar tidak terlihat menyedihkan.
Popi yang melihatnya mengangguk mengerti tanpa bertanya lebih lanjut, ia tau jika Kirana baru saja dari ruangan kakeknya dan dapat dipastikan Kirana menangis sesenggukan. Pram membuka ruangan pribadi Kirana agar Alexandre dengan mudah masuk, ia menghela nafasnya dan menutup pintu setelah Alexandre menaruh Kirana di bed besarnya.
"honey" usap pipi Alexandre lembut, Kirana membuka netranya menatap Alexandre yang terlihat kabur karena kelopak netra nya penuh dengan airmata.
"mau membersihkan badam sekarang, akan aku siapkan dan aku tunggu disini" tanyanya lembut, Kirana menggeleng.
"itu akan membuat pikiranmu menjadi lebih jernih dan tenang jika terkena air"
"aku akan membantumu jika kamu mengijinkannya. Aku tidak akan melakukan lebih" senyum Alexandre.
Kirana menghapus airmata nya pelan dan bangkit menuju bathroom, Alexandre menghela nafasnya panjang melihat Kirana yang menghilang di balik pintu hingga seseorang membuka pelan pintu ruangan pribadi Kirana, Alexandre menoleh dengan cepat.
"dia baru saja membersihkan dirinya, Mom. Setelah mengunjungi kakek dan tentu saja menangis" mengerti Alexandre, Kaila mengangguk pelan meletakkan minuman jahe panas di nakas.
"tokong temani dia, pasti dia akan lebih senang berada disini selepas membersihkan badannya nanti" tatap Kaila mengusap bahu Alexandre.
"tentu, Mom. Aku mengerti". Kaila menoleh menatap pintu bathroom Kaila sebelum keluar dari ruangan pribadi anak perempuannya.
__ADS_1
Alexandre segera beranjak ke walk closet mengambil t-shirt dan joger Kirana. Ia mondar-mandir didepan pintu bathroom karena Kirana belum juga keluar setelah setengah jam lebih, ia membuka pelan pintu dan mendapati Kirana memejamkan netranya didalam bathtub.
"yang" tepuk pipi Alexandre berulangkali agar Kirana membuka netranya sadar. Kirana membuka netranya pelan mendapati Alexandre yang menatapnya cemas.
"aku ketiduran" jawab Kirana pelan, Alexandre meraih bathrobe dan membungkus tubuh Kirana dengan cepat dan membawanya menuju bed nya, ia mengelap air yang menetes di badan gadis kecilnya, segera memakaikan t-shirt dan joger nya. Menyodorkan segelas jahe yang sudah agak dingin.
"mau yang hangat lagi" tatap Alexandre didepan Kirana, ia mengangguk pelan, Alexandre meraih gelas dan membawanya keluar ruangan.
"Mom, jahe nya masih ada" tanya Alexandre, Kaila mengangguk dan kembali ke dapur.
"dia ketiduran di bathroom dan baru saja keluar" ujar Alexandre, Kaila terdiam sesaat dan mengangguk pelan.
"dia sedang terguncang, temani Kirana kalo begitu" serahkan gelas Kaila, Alexandre mengangguk dan segera kembali menemui Kirana.
"minum lagi, baby" ucap Alexandre menyodorkan gelas di mulut Kirana yang segera menyesapnya pelan.
"udah, geleng Kirana pelan dan menyandarkan punggungnya ditepian bed.
"yang" usap punggung tangan Alexandre, Kirana mendongak dan menatap manik netra calon suami nya itu.
Kirana mengangguk diam.
"wanna talk"
Kirana menggeleng pelan.
"duduk di sampingku, big" ucap Kirana pelan, Alexandre segera naik dan duduk bersandar disamping Kirana. Ia segera menyandarkan kepalanya di bahu Alexandre, memejamkan netranya. Alexandre meraih jemari Kirana memberi kekuatan.
"jika kamu ingin meninggalkanku maka sekarang kesempatannya sebelum semuanya terjadi" ucap Kirana sesaat kemudian.
"nope" jawab Alexandre.
"jika ada gadis yang membuatmu lebih menyukainya dari pada aku, maka pilihlah dia sebelum besuk datang"
"nope"
__ADS_1
"adakah hal yang membuatmu berat di dalam hati maka sekarang saatnya kamu keluarkan dan katakan"
"I love U hingga nanti"
"thanks, Al. for everything, I will be a part of you from now on. and wish me and you to become one"
"sure, honey. We always one. For better or worse, U always be my baby" kecup rambut Alexandre, Kirana mengangguk.
Popi dan Momi membuka pelan pintu ruangan Kirana dan melihat mereka berdua sedang duduk mengobrol, akhirnya menutup kembali pintu ruangan Kirana.
"nanti setelah kamu tidur, aku akan kembali ke hotel bersama ayah dan ibuku, is it alright with U"
Kirana mengangguk, "apapun yang kamu lakukan selalu kabari aku agar tidak mempunyai pikiran yang macam-macam. Apapun selalu katakan kepadaku" kata Kirana.
"yap"
"Bisakah selalu melihatku, yang dimanapun kamu berada" tanya Alexandre, Kirana mengangguk.
Alexandre melingkarkan lengannya memeluk erat Kirana dan mengecupi rambutnya berulangkali.
"sleep, baby. U must take a deep sleep 'cause tomorrow U spesial day" usap pipi Alexandre lembut, Kirana mengangguk merasa nyaman di pelukannya.
"jika bisa aku ingin memakanmu sekarang, yang. Tapi pasti yang diluar akan heboh dan akan membatalkan acara besuk" peluk Alexandre erat membuat Kirana tersenyum.
"itu tau, makanya tunggu sampai besuk pagi. Hanya beberapa jam lagi bukan" dusel kepala Kirana, Alexandre tersenyum mendengar jawaban kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"I can't wait" gumam Alexandre.
Alexandre menceritakan beberapa kejadian yang terjadi dibeberapa hari yang lalu hingga membuat Kirana tertidur, Alexandre tersenyum dan mengecup kening serta bibir ranum Kirana, ia menghela nafas membenarkan posisi tidur Kirana, menyelimuti dengan cover bed hingga kebawah bahunya, mengusap pelan rambut hitam legamnya milik gadis kecilnya itu kemudian melangkah keluar dengan pelan agar tidak membuat Kirana terbangun, dilihatnya Popi dan Momi menunggunya keluar dari ruangan pribadi Kirana, Alexandre segera menghampiri mereka dan menceritakan semuanya, Popi mengangguk saling menatap Momi saat Alexandre menjawab semua pertanyaan yang mereka ajukan.
ia segera meminta pamit untuk kembali ke hotel dimana kedua orang tuanya menginap untuk pagi harinya menuju ke rumah keluarga Bagaskara kembali.
Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya.
luv....luv....luv U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....
__ADS_1
stay healthy all...