
Hembusan angin menambah dinginnya udara disekitar Kirana yang sedang menatap lalu lalang pasangan muda yang mendominasi jalanan, ia menyesap pelan minuman coklat panasnya, dari depan cafe tampak seorang pemuda membuka pintu melihat sekeliling sebelum menuju ke arah Kirana, ia memesan terlebih dahulu coklat panas dan makanan.
"yang" usap kepala Alexandre mengecup ubun-ubun rambut Kirana berulangkali.
"kenapa tidak membangunkan ku"
Kirana menggeleng memejamkan netranya enggan menatap Alexandre, "aku mau pulang" kata Kirana pelan. Alexandre menahan bahu istrinya agar kembali duduk, Kirana menuruti kemauan Alexandre untuk tetap duduk bersama dengannya.
"makan, yang" pandang Alexandre mendekatkan makanan ke mulut Kirana yang segera mengunyahnya pelan.
"berapa lama disini" tanya Alexandre
"sekitar 30 menit"
"mereka bilang lebih dari satu jam" senyum Alexandre
Kirana menyunggingkan senyum disudut bibirnya "benarkah, kenapa aku tidak terasa selama itu" tatap Kirana tajam, Alexandre tertawa mengusap netra Kirana agar melembut.
"mau kemana, yang. Akan aku temani" suapi Alexandre, Kirana menggeleng.
"tidak mau kemana-mana, kemarin sudah selesai berlibur bersama keluarga"
Alexandre tersenyum lebar mendengar perkataan istrinya yang masih berkeras hatinya belum mau membuka hatinya
"aku sudah bertemu dengan Alexandria dan dia tidak bisa menerima perlakuan ku kepada suaminya" ujar Alexandre pelan. Kirana menggenggam jemari Alexandre erat.
"tidak apa, yang. Aku jauh lebih tenang ketika bersamamu seperti ini, sejujurnya memang tadi malam aku pulang, saat kamu tidak mau mengangkat panggilan dariku, aku baru dalam perjalanan"
"ayah dan ibu telah mengetahui semuanya dan mereka menahan Alexandria di rumah tidak boleh keluar, sedangkan putrinya baik-baik saja tidak terpengaruh oleh keadaan kedua orang tuanya"
"ayah marah besar mengetahui perbuatan suaminya mencelakai mu hingga seperti ini dan aku juga diberi ultimatum untuk segera membawamu pulang dan selalu bersama"
Alexandre mengatakan semua yang ingin didengar dan diketahui oleh Kirana tanpa ada yang disembunyikan lagi, Kirana menitikkan airmata mendengar perkataan Alexandre barusan.
"jika Momi dan Popi tau, aku tidak tau harus berbuat apa, yang" hela nafas Alexandre, Kirana menatap sosok laki-laki yang memiliki beban di pundak melebihi kemampuannya.
"mereka sudah mengetahuinya kemarin, saat kita berkumpul setelah melalui hari yang berat. Pada awalnya Momi terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa lagi sedangkan Popi terdiam cukup lama memikirkan apa yang terjadi" hela nafas Kirana, Alexandre mengeryit menatap Kirana menunggu kelanjutan cerita istri nya "dan, apa yang mereka katakan"
"apa yang kamu pikirkan" tanya Kirana balik.
"I don't know and don't want to guess" geleng Alexandre, Kirana menatap Alexandre lekat.
"pulang" minum coklat hangat Kirana menghabiskan semuanya dan segera beranjak tanpa menunggu Alexandre yang hanya dapat mengikuti langkah Kirana yang menunggu nya. Alexandre memeluk tubuh istrinya berjalan bersama dengan pelan.
__ADS_1
"mereka menyerahkannya kepadaku, apa aku mau terus bersamamu ato mau berhenti disini bersamamu" toleh Kirana, Alexandre menghela nafas menatap lekat istrinya dengan perasaan yang campur aduk.
"dan apa jawabanmu, yang" tanya Alexandre penuh harap, Kirana mengangkat bahunya tanda tidak mau membahasnya lebih lanjut.
"aku masih belum memberi jawaban, aku tidak tau... Menurutmu mana yang haru aku pilih, terus bersamamu ato melangkah bersama yang lain" tanya Kirana balik.
"aku terserah padamu, yang. Aku hanya bisa menunggu jawaban dan menuruti kemauan mu, tapi aku ingin kita selalu bersama, tidak akan berpisah. Karena aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu lagi, hanya dirimu yang bisa menjadi matahari di hidupku, semenjak aku mengatakan kalimat suci untuk menjadikanmu bagian dariku maka kamu sepenuhnya adalah tanggung jawab ku" kata Alexandre, Kirana tersenyum tipis.
"aku marah Al"
"aku tau"
"aku benar-benar belum bisa memaafkan mu"
"aku mengerti"
"kamu bilang akan selalu menghubungiku, tapi apa kenyataan nya beberapa hari kami tidak menghubungiku"
"ya, maafkan aku, yang"
"aku memaafkan mu, yang. Jauh sebelum kamu meminta maaf berulangkali, karena aku tau dan mengerti jika kakak melakukan hal yang terbaik untuk ku tanpa aku minta dan yaa.... Aku ingin kita selalu bersama sampai sisa hidup kita" senyum Kirana, Alexandre terhenyak menoleh menatap paras istrinya tidak percaya apa yang didengarnya barusan, ia segera memeluknya dan mengangkat tubuhnya ke udara. Kirana tergelak berpegangan erat kepada suaminya takut terjatuh, Alexandre tertawa lebar mengecupi paras istrinya tidak menyangka dengan jawaban yang diberikan Kirana.
"luv U more, sweet" tangkup pipi Alexandre hingga bibir Kirana mengerucut.
"Luv U too honey"
"kita pulang sekarang, yang. Aku menginginkanmu sekarang" kata Alexandre sayu, Kirana menggeleng.
"no.... kenapa harus buru-buru, kak. Aku ingin berkeliling sebentar dan menikmati nge date berdua" senyum Kirana. Alexandre membawa tubuh istrinya dibelakang.
"kamu benar-benar menyayangi ku kan, yang" toleh Alexandre, Kirana merebahkan kepalanya di bahu Alexandre.
"sangat, aku tidak merasakan perasaan seperti ini dengan laki-laki lain. Entah itu dengan mereka yang menyukaiku atau aku yang melihatnya berbeda" ucap Kirana lirih.
"iya kah, kenapa aku merasa kamu lebih menjaga sikap denganku daripada yang lain"
"karena aku tidak mau memberi harapan pada diriku sendiri, iya kalo kakak beneran menyayangiku kalo hanya bermain dengan perasaan maka aku tidak akan terlalu sakit hati" jawab Kirana mendekap erat dada suaminya
"kenapa kamu tidak percaya kalo aku menyukaimu"
"karena kamu seorang Alexandre Berardi, laki-laki misterius yang direkomendasikan Popi bahkan granddad juga tapi aku tidak pernah melihatmu dan mengenalmu"
"and..."
__ADS_1
"dan aku mulai mencari tau seorang Alexandre, ternyata seorang pemuda yang berbahaya" desah Kirana, Alexandre tertawa kecil mengecup hidung kecil istrinya.
"tapi sangat sayang padamu, kan"
"iya dan itu membuat orang-orang disekitarmu menjadi dua, merestui dan membenci. Mengakui dan memusuhi"
"no, aku jadi lebih bisa menghargai orang yang memang benar-benar setia padaku atau mereka berkhianat" senyum Alexandre.
"laki-laki ini yang telah membuatku jatuh kedalam cintanya" tepuk-tepuk Kirana di dada Alexandre keras membuat Alexandre tersenyum lebar tidak peduli dengan sekitar.
"pulang, yang. Kita harus menghabiskan malam ini berada didalam ruangan"
"kenapa tidak menginap di hotel dekat sini" senyum smirk Kirana, Alexandre berhenti seketika menoleh melihat paras istrinya yang tersenyum smirk, ia kembali berjalan dengan cepat menuju bangunan tinggi yang berada didekat mereka berada. Daniel bergegas masuk memberikan password masuk ke dalam ruangan hotel dan segera menghilang, Alexandre membawa Kirana ke dalam box ajaib menuju ruangan.
"apa Popi masih mau menemui ku, yang" tanya Alexandre
"tentu saja kak, karena bagaimanapun Popi dan Momi memberi restu kepada kita untuk menikah. Hanya saat itu merasa sedih kenapa anak perempuan satu-satunya yang diperlakukan begitu. Ketiga kakak laki-laki ku memberi pengertian kepada Momi dan Popi hingga mereka mengerti"
"jadi pingin ketemu mereka langsung" hela nafas Alexandre.
"pulang menemui mereka dulu, yang. Agar mereka juga mendengar penjelasan mu. Toh, semuanya juga bukan sepenuhnya kesalahanmu dan diluar kendali mu"
Alexandre mengangguk mengerti.
Seorang wanita terkejut saat akan memasuki box ajaib dimana ada Alexandre dan Kirana yang berada didalam nya.
"Al" tatapnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Alexandre hanya diam tanpa ekspresi sedangkan Kirana tidak berkata apa-apa. Wanita itu masuk dan menekan lantai yang akan dia tuju. Mereka hanya diam menunggu pergerakan box ajaib.
"lama tidak berjumpa, Al" tolehnya, Kirana menoleh menatap paras perempuan itu yang terlihat dewasa.
"ada keperluan di sini" tanyanya pelan tanpa Alexandre menjawabnya. Kirana meminta Alexandre untuk menurunkannya, Ia berdiri disamping Alexandre yang menggenggam erat jemari Kirana hingga tiba di lantai yang dituju. Kirana melangkah lebih dulu namun tertahan oleh Alexandre, ia segera menoleh dan melihat perempuan itu menahan lengan Alexandre agar tetap tinggal.
"bisakah keluar terlebih dahulu baru membicarakan hal-hal yang ingin dibicarakan" tatap Kirana, perempuan itu tidak bergeming mendengar perkataan Kirana.
"anda adalah orang yang terpelajar kan, jika ada sesuatu yang mau disampaikan maka kita akan selesaikan baik-baik" ucap Kirana tenang. Perempuan itu menoleh menatap Kirana lekat, Alexandre mengibaskan tangannya hingga cekalan perempuan itu terlepas bergegas keluar menarik Kirana dari situ.
"wanita itu yang selalu membuatku muak, kedekatan nya dengan Alexandria membuatnya leluasa mendekatiku" kata Alexandre pelan menahan amarah, Kirana menoleh.
Hai... Hai.... Hai.... all readers terimakasih telah mampir membaca karya baruku ini. terimakasih telah me like karyaku ini. dukungan kalian sangat berarti bagi kami yang selalu memberikan karya terbaik untul all readers di mangatoon.
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng.
__ADS_1
terimakasih banyak semuanya.
stay healthy all.