Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 20


__ADS_3

bergantian masuk kedalam kereta yang terintegrasi ke seluruh kota membuat mereka nyaman pulang pergi kemanapun menggunakan mode transportasi itu, Kirana memilih untuk duduk didekat pintu masuk, Wilaga menggeser pantat adik perempuan nya itu agar dia dapat dipinggir. Kirana menatap Wilaga yang selalu usil jika dirinya tenang dan damai, Ia menyandarkan kepalanya kebelakang memejamkan netranya sejenak hingga tiba-tiba kepalanya diraih oleh Alexandre dan disandarkan ke pundaknya.


"nggak usah kak, nggak ngantuk hanya melewati waktu untuk merenung" duduk tegak Kirana.


"K" ucap Alexandre


"hhmmm"


"bagaimana kabarmu selama ini"


"baik, bagaimana dengan kakak sendiri"


"tidak baik"


"why, U looks more dangerous. handsome, rich, young, apalagi yang mau dicari dari seorang Alexandre Berardi nih" toleh Kirana.


"seorang Adi Kirana Bagaskara" jawab Alexandre, Kirana tertawa pelan.


"benarkah"


"selalu, kadang aku merasa tidak berguna karena tidak berani menemui mu selama ini"


"hhmm"


"hingga membuatku menjadi mayat hidup hanya bekerja, berolahraga, bekerja, berolahraga"


"begitu kah"


"aku merasa tidak berdaya tanpamu sweet"


"tapi masih sempat untuk setiap hari melihat laporan penjagamu kan perihal diriku"


Alexandre menoleh, "kamu tahu"


"aku bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa. temanmu yang selalu memberi perintah untuk mengikutiku pun kita tahu"


"sweet"


"it's okay I'm fine"


"aku tidak bisa melepas mu"


"aku tau dan aku tidak menyalahkan mu"


"benarkah"


"ya, asalkan mereka tidak menggangguku. itu tidak masalah bagiku malah terkadang mereka menyulitkan orang yang menyulitkan langkahku dan aku sangat berterimakasih untuk itu, penjagaku sampai mengenal baik dengan penjaga yang kamu kirimkan untukku" cerita Kirana.


"begitu ya"


"ehhmm, aku sampai nggak habis pikir ada apa dengan mereka" geleng kepala Kirana.


"kamu semakin cantik walo dengan rambut pendek seperti ini" hela nafas Alexandre, Kirana tertawa pelan.


"Popi yang tidak rela jika harus sependek ini"


"aku juga tidak suka melihatnya, K. kamu mantap kuliah disini"


"yap, karena kita harus pindah bersama jadi tidak mengapa. itung-itung sambil liburan dan mencari teman banyak"


"K, menikahlah denganku" tatap Alexandre. Kirana tersenyum menoleh menatap manik netra Alexandre.


"Ok" angguk Kirana kalem, Alexandre menegakkan badannya terkejut.

__ADS_1


"benarkah, apa kamu..."


"tidak begitu pasti sih, tapi setidaknya hanya dirimu yang tidak meninggalkan ku selain keluargaku"


"benarkah, apakah aku bisa sekarang melamarmu" antusias Alexandre.


"nggak usah lebay deh kak, aku mengiyakan tapi tidak mengatakan sekarang kan" kata Kirana.


"yang" kesal Alexandre tidak terima dengan sikap Kirana yang seperti mempermainkannya.


"apa" lirik Kirana kesal


"kenapa tidak sekarang" ujar Alexandre lirih.


"kenapa, tidak terima" tantang Kirana, Alexandre menggelengkan kepalanya cepat melihat singa betinanya.


"kak, pindah gih. gerah lihat kak Al" toleh Kirana kesal, Alexandre menjauh dari Kirana segera setelah menyelesaikan kalimatnya. Pramana yang melihatnya tertawa tertahan melihat kelakuan leader yang ditakuti banyak orang itu.


"mau apapun lakukan sendiri" buka apartement Kirana, Alexandre mengangguk mengerti.


Kirana masuk kedalam ruangan pribadinya dan tidak keluar lagi. Alexandre mengetuk pelan pintu, "K"


"masuk" seru Kirana, Alexandre memutar handle pintu dan mendapati Kirana bergelung di ranjang kecilnya. ia mendekat dan duduk disamping ranjang.


"kamu nggak makan, sweet"


"hhhmmm"


"aku lapar, yang. mau makan" usap kepala Alexandre lembut. Kirana membuka netranya pelan, membuka cover bed dan beranjak keluar.


"ada banyak makanan disini" tatap Kirana melihat meja yang penuh dengan beberapa jenis makanan.


"aku nggak mau sendirian". Kirana menghela nafas dan mengambil air mineral.


"kak"


"yang" geleng Alexandre.


"kak"


"honey" geleng Alexandre


"kak"


"darling" geleng Alexandre kembali.


"nggak lucu kak" sungut Kirana.


"lovely" geleng Alexandre. Kirana mengunyah pelan makanannya.


"panggil aku dengan berbeda agar aku tau hanya ada aku dihati dan hidupmu"


"apaan sih" tatap Kirana.


"apa mau aku sebutin satu persatu laki-laki yang mendekatimu dan aku beri pelajaran olahraga" kata Alexandre. Kirana meletakkan makanannya dengan tatapan tak percaya.


"apa yang kamu lakukan kepada mereka Al" tanya Kirana menaikkan satu oktaf suara.


"apa, aku tidak melakukan apa-apa. kamu yang membuatku melakukan apa-apa" tatap Alexandre.


"kak"


"honey"

__ADS_1


"kak"


"sweet"


"aaahhh, Alexandre Berardi" kesal Kirana. Alexandre hanya menatap paras Kirana dalam diam hingga membuat Kirana menundukkan kepalanya sedikit.


"aku tidak mau mengulang perkataanku lagi" ujar Alexandre.


"yang" gumam Kirana.


"apa, aku nggak denger tuh" tatap Alexandre.


"yang" lirih Kirana.


"nggak denger" ulang Alexandre.


"ayang" seru Kirana, Alexandre mengangguk tersenyum lebar mengusap kepala Kirana.


"see, nggak susah kan mengucapkan kata itu" ujar Alexandre mengendikkan bahunya.


"berat, aku nggak suka" geleng Kirana. Alexandre berhenti mengusap rambutnya.


"trus mau mu apa" tanya Alexandre.


"biasa aja, nggak usah pake panggilan gituan" suap Kirana sembari kesal. Alexandre menopang dagunya di meja dan menatap tajam Kirana yang sedang mengunyah makanannya terpaksa.


"kamu yang janji mau menikah denganku, kamu yang tadi menjawab Ok saat aku tanya menikahlah denganku. kamu yang menjawabnya" kata Alexandre cepat sebelum Kirana menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar ia berhenti berbicara.


"iya, iya, iya" kesal Kirana merasa terjebak sendiri dengan keputusan besarnya.


"trus kenapa sekarang kamu bersikap begini kepadaku, apa mau aku bawa ke penghulu dan saat ini nikah. apa begitu maumu" tanya Alexandre. Kirana segera beranjak dari duduknya meninggalkan Alexandre.


"kita harus bicara, kamu yang banyak memberikan penjelasan untukku, yang" ikuti Alexandre.


"apa, apa yang harus ku jelaskan" seru Kirana berbalik dan menatap tajam Alexandre tidak suka.


"kita tidak bertemu selama berapa tahun, toh kamu tidak kenapa-napa. lalu kamu minta penjelasan apa" seru Kirana.


"kamu pergi gitu aja tanpa ngasih penjelasan tanpa pernah bertemu tapi kenapa kamu selalu mengirim orang yang seringkali berbeda hanya untuk menjagaku" tusuk Kirana menggunakan jemari telunjuknya didada kanan Alexandre keras.


"buat apa kamu melakukannya tapi kamu tidak pernah melihatku, menghubungiku. tidak usah pura-pura perduli padaku seperti ini" tatap Kirana marah.


"kamu bukan siapa-siapa bagiku, kamu tidak berarti bagiku" luapkan amarah Kirana hingga menitikkan air disudut netranya.


"aku tidak butuh perlakuan yang pura-pura darimu Alexandre Berardi" usap air mata Kirana dengan tatapan membunuh. Alexandre segera meraih kedua bahu Kirana dan mendekapnya erat, Kirana meronta-ronta agar lepas dari dekapan Alexandre yang semakin mengeratkan pelukannya. Kirana menangis sesenggukan dalam dada Alexandre lama, Alexandre menghela nafasnya panjang mengusap kepala Kirana lembut berulangkali, mengucapkan kata maaf berulangkali, mengecupi rambut Kirana berulangkali.


Kirana hanya berdiri diam tergugu dalam pelukan hangat Alexandre yang dengan sabar dan diam menenangkan kemarahannya.


"apakah sudah selesai amarahnya yang selama ini kamu pendam, yang"


"apakah kita bisa bicara dengan tenang sekarang" usap Alexandre. Kirana mengusap lelehan airmata yang keluar dan menjauh dari tubuh Alexandre namun ditahan oleh tangan yang jauh lebih kuat dari tubuhnya.


laki-laki yang tidak berperawakan besar namun memiliki otot yang terlatih, laki-laki yang tidak terlihat punya kekuatan dibalik tubuhnya yang kecil namun mampu membuatnya tidak bisa melawan maupun menolaknya.


"maafkan aku, K. maafkan aku" tatap Alexandre tepat di manik netra Kirana.


"aku minta maaf tidak memahami perasaanmu hingga tidak memberimu kabar selama ini"


"aku menyesal tidak segera menemui mu untuk membicarakan tentang kita" usap pipi Alexandre lembut.


"tidak ada yang harus kita bicarakan" geleng Kirana pelan.


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...

__ADS_1


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2