Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Takdir Tuhan


__ADS_3

Oh hebat sekali dirimu Key, kamu mandi dan tidak membawa pakaian gantimu kedalam kamar mandi.. Omel Keyla pada dirinya sendiri


Hanya ada handuk putih tergantung rapi di dalam kamar mandi yang hampir sama luas dengan miliknya di apartemen. Meskipun ini sedikit lebih mewah dan luas.


Perlahan Keyla mebuka satu persatu kancing kemeja, Sialan Gerry, umpat Keyla dengan wajah memerah ketika melihat tanda merah keunguan di tulang selangkanya. *Di*a itu manusia bukan sih kenapa jadi seperti maniak gini, hei hati yang bodoh kenapa sih kamu senang banget dia memperlakukan kamu seperti ini.. Masih terus mengomel karena hatinya yang merasa senang dengan perlakuan Gerry.


Selesai dengan acara bersih - bersihnya di kamar mandi Keyla meraih handuk dan memakaikan pada tubuhnya, beruntung sekali Keyla punya tinggi badan yang tidak seberapa, jadi handuk itu bisa menutupi pahanya namun tidak dengan tiga tanda merah di atas dadanya..


Dengan pelan Keyla membuka pintu melihat kedalam kamar, dan laki - laki gila itu sedang berbaring santai dengan serius mengotak - atik layar ponsel Keyla diatas ranjang besar dengan beralaskan seprei juga badcover putih bersih itu.


"Gerry dimana baju yang akan kau pinjamkan padaku ?" Tanya Keyla


Gerry seketika beralih dari ponsel Keyla yang entah apa yang dia cari disana, melihat kearah kamar mandi, bibirnya tertarik ketika melihat Keyla hanya kepalanya saja yang terlihat di antara pintu yg sedikit terbuka.


" Di ruang ganti sana, cari dan pilih sendiri yang bisa kamu pakai." Jawab Gerry sambil menunjuk kearah pintu kecil yang tidak jauh dari kamar mandi.


" Bisa kamu ambilkan saja ? terserah yang bagaiman yang penting harus kaus yang besar." Kata Keyla memohon.


" Kenapa harus aku ?" tanya Gerry lagi pura - pura tidak tahu kenpa Keyla memintanya untuk mengambil pakaian ganti.


" Aku hanya menggunakan handuk Gerry, cepatlah aku kedinginan." Kata Keyla sudah mulai kesal.


" Kamukan masih pakai handuk, lagipula apa sih yang ingin kau sembunyikan dariku, aku sudah melihat semuannya lima tahun lalu." Jawab Gerry santai sambil menyeringai melihat expresi kesal yang sangat jarang di tunjukan Keyla dan jangan lupa pipi yang sudah memerah semakin terlihat menggemaskan.


" Brengsek Gerry." Umpat Keyla lantang sambil keluar dari kamar mandi menuju pintu kecil yang kata Gerry adalah ruang ganti.


Melihat Keyla seperti itu, Gerry dengan cepat turun dari ranjang dan berlari kearah pintu yang sedang menjadi tujuan Keyla dan bersandar disana...

__ADS_1


" Mau menggodaku dengan handuk itu nona ?" Tanya Gerry sambil tersenyum licik melipat tangannya didada bersandar di pintu kecil yang menjadi rujuan Keyla.


" kamu apa-apaan sih ?" Keyla semakin kesal juga malu sambil memegang lilitan handuk di atas dadanya.


Gerry semakin menyeringai melihat reaksi yang ditunjukan Keyla padanya, dan yah tanda kepemilikannya disana terlihat sangat kontras dengan kulit putih Keyla..


" Kenapa ? memangnya apa yang aku lakukan ? aku hanya berdiri disini." Kata Gerry acuh yang semakin membuat Keyla salah tingkah.


" Keluar dari situ Gerry aku kedinginan." Pinta Keyla.


" Butuh pelukan hangat ? Olaf akan senang memberikannya." Kata Gerry dengan menggerakan alisnya menggoda Keyla.


" Sialan Gerry minggir kataku !" Dengan cepat Keyla mendorong Gerry dan masuk kedalam ruang ganti lalu menguncinya dari dalam...


Gerry tertawa melihat tingkah galak menggemaskan Keyla, tingkah laku yang dulu tidak sempat dilihatnya.. Tentu saja dia tidak tahu, gadis yang lima tahun lalu datang padanya sama sekali tidak dia kenal. Ketika selesai dengan acara kelulusan di kampus yang bahkan sang papa tidak bisa menghadirinya, Gerry ingin membuat pesta kecil untuk dirinya sendiri.


Dan iklan yang dia pasang di salah satu situs 21++ menarik beberapa wanita panggilan, namun Gerry penasaran dengan wanita yang dengan akun email palsu. Satu-satunya gadis yang tidak ingin di ketahui identitasnya mengusik fikiran Gerry. Dan berakhirlah mereka di sebuah kamar hotel milik orang tuanya. Tatapan sendu, takut namun tulus milik gadis cantik yang sedang duduk diatas ranjang besar kamar hotel suit membuatnya jatuh hati. Selama ini tidak ada gadis yang mampu membuatnya seperti ini, dari mana saja gadis ini ? Jika saja Gerry sudah mengenalnya jauh sebelum ini mungkin dia akan memintanya jadi pacar.


Dan malam itu lima tahun lalu, ketika Keyla sudah terlelap karena kelelahan setelah pertempuran nikmat di atas ranjang, Gerry sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dia jatu hati pada gadis ini dan merasa bersalah sudah membohonginya.


Melakukan one night stand dengan aman. omong kosong, Gerry tidak melakukan semua dengan semestinya sesuai pembicaraan mereka, dia ingin Keyla terjerat dengannya dan Keyla yang masih sepolos itu tidak tahu jika laki- laki yang baru saja menidurinya tidak melakukannya dengan aman dan akan berakibat fatal jika malam ini adalah masa suburnya. Gerry berniat akan menjelaskan ketika mereka bangun di pagi hari nanti, dan akan bertanggung jawab apa yang sudah dia lakukan, namun naasnya ketika dia bangun sudah siang, dan gadis itu sudah tidak lagi berada disana. Hanya nomor rekening atas nama Keyla Aprilia yang ada di atas nakas di samping tempat tidur.


Tidak ada nomor telephone atau apapun yang dia ketauhi, akun email yang menghubunginya kemarin sudah di nonaktifkan.. Satu - satunya penghubung antara dirinya dan Keyla hanyalah kertas yang bertuliskan nomor rekening.. merasa tidak bisa lagi melakukan apapun untuk bisa menemukan Keyla, Gerry akhirnya mengirimkan uang dua kali lipat dari tarif yang di minta Keyla, berharap gadis itu kembali menghubunginya namun tidak ada.. Gadis itu tidak menghubunginya, setelah transaksinya selesai akun bank tersebut sudah di nonaktifkan...


Gadis itu hilang bagai di telan bumi, tidak ada jejak sedikitpun yang dia tinggalkan. Hingga suatu hari Gerry baru mengetahui bahwa gadis yang dia cari adalah salah satu mahasiswa di Universitas yang sama dengannya.


Menemukan alamat Keyla lewat kampus tidaklah sulit mengingat orangtuanya adalah donatur tetap di Universitas tersebut, dan sangat disayangkan setelah Gerry tiba di alamat tersebut, Keyla tidak lagi ada disana. Tanah tempat rumahnya berdiri kini akan di bangun sebuah panti asuhan. Buntu sudah, tidak ada lagi apa - apa tentang gadis itu..

__ADS_1


Hingga Semalam mereka kembali bertemu, sungguh takdir sangat baik padanya. Percayalah jika sesuatu yang sudah menjadi takdir Tuhan sejauh apapun kita pergi pasti akan kembali dipertemuka. Takdir akan kembali menuntun dan sekarang mereka bahkan berada di dalam kamar yang sama..


Gerry kembali naik keatas tempat tidur dan memriksa semua isi ponsel Keyla. namun nihil tidak ada apapun disana.. hanya ada delapan kontak yang tersimpan disana termasuk miliknya yang dia simpan sendiri pagi tadi. Namun ada banyak nomor yang tidak terdaftar dalam kontak menghubunginya tercatat diriwayat panggilan.


Ponsel yang sangat membosankan, tidak ada apapun disana. apakah dia tidak bosan dengan kehidupan datar seperti ini, dia memang gadis aneh dan langkah yang pernah aku temui.. Ucap Gerry yang kemudian kembali meletakkan ponsel Keyla di atas nakas di samping tempat tidur..


Karena sudah terlalu lama Keyla berada di dalam ruang ganti miliknya, dengan tidak sabar Gerry kembali lagi ke depan pintu tersebut dan mengetuknya kuat...


" Kenapa lama sekali Key ? kamu tidur didalam ?" Tanya Gerry tidak sabaran. "Keluarlah Key aku lapar mau makan." Rengek Gerry lagi.


Dengan kesal Keyla membuka pintu dan berjalan keluar melewati Gerry..


" Katanya lapar kenapa masih berdiri disitu." Ketus Keyla ketika dia sudah hampir mencapai pintu keluar dan Gerry masih diam metapanya..


"Moode datarnya sudak kembali aktif." Ucap Gerry pelan namun masih bisa di dengar oleh Keyla.


Mereka berjalan kearah dapur, dan sialnya tidak ada makanan apapun disana.


" Kita makan diluar saja Key, aku lupa tidak ada yang memasak disini. Asisten mama hanya datang membersihkan rumah, dia akan memasak jika aku memintanya." Ajak Gerry ketika mereka sudah berada di dapur.


" Aku ngga suka makan diluar Gerry, roti atau apapun tidak masalah yang penting tidak harus makan diluar." Jawab Keyla


" Periksa saja di kulkas, biasanya mama sering datang mengisi kulkasku." Jawab Gerry kemudian menarik salah satu kursi yang ada di meja makan dan duduk disana.


Keyla melangkah menuju kulkas dan melihat isinya, dia tersenyum melihat ada banyak bahan makanan disana. " Aku mau masak, bisa menunggukan ?" Tanya Keyla pada Gerry namun dia tetap fokus pada isi kulkas.


" Tentu saja, memesan makanan diluar juga kita tetap harus menunggu bukan ? masaklah aku ingin lihat apakah masakanmu seenak masakan mama. " Jawab Gerry riang dia sangat senang hari ini.

__ADS_1


Apa boleh dia berharap ingin selalu melihat Keyla seperti ini setiap hari dirumahnya. Rambut terikat tinggi asal - asalan, memakai baju kebesaran miliknya dan memasak makanan untuknya..


Namun Gerry kembali tersadar bahwa harapannya teralalu tinggi dan itu sulit untuk digapai, Keyla sudah mengatakan padanya jika dirinya tidak masuk dalam daftar impian Keyla. Itu berarti ada banyak daftar impian yang masih ingin di wujudkan Keyla, dan dirinya masih belum termasuk didalamnya.


__ADS_2