
" Keyla"
Aku membawa mobilku keluar dari halaman Gerry, satpam yang sedang ngopi di pos keamanan rumah Gerry sedikit heran ketika aku meminta izin untuk keluar di jam seperti ini...
Jika aku menunggu pagi nanti aku yakin tidak akan mudah keluar dari rumah Gerry, entahlah aku merasa seperti tidak bisa untuk tidak menuruti semua yang Gerry ucapkan...
Mobilku mulai melaju di jalanan yang masih terlihat sepi, hanya ada beberapa mobil yang melintas..
Apartemenku cukup jauh dari sini, namun karena belum ada kemacetan di jam seperti ini membuatku cepat mencapai Apartemenku...
Masuk kedalam bastmen khusus orang - orang yang memang tinggal di gedung ini. Tidak berapa lama lift yang membawaku naik berhenti di lantai tempat unitku berada.. Aku langsung masuk kedalam kamarku dan istirahat di ranjang kesayanganku..
Hari ini jadwalku tidak terlalu padat, Bram belum ke kantor hari ini, hanya memintaku mewakili pertemuan pemegang saham di SN Company.
Rasanya baru sedikit terlelap getaran ponsel di dalam tas yang berada di atas meja samping tempat tidurku terus bergetar...
" Hmm." Jawabku malas, setelah mengeser ikon berwarna hijau di layar ponselku.
"Hei gadis pemalas, ini sudah pagi dan kau masih belum bangun dari mimpi indahmu ?" ah suara itu aku kenal, Paman Gagasnya Flora menghubungiku sepagi ini.
"Hi paman kesyangnnya Flora, aku masih mengantuk ada apa menelfonku sepagi ini ?" Tanyaku.
"Bukankah semalam kamu membaca pesanku ? meskipun kamu tidak membalasnya tapi aku yakin kamu membacanya semalm." Kata Bagas.
Mendengar perkataan Bagas aku langsung membuka mataku yang sebenarnya masih sangat ingin menutup.
"Mungkin semalam aku tidak sengaja membukanya Gas, maaf yaa." Jawabku karena aku sama sekali belum membuka pesan apapun, dan aku tau siapa yang dengan sangat lancang membuka privasiku jika bukan si laki - laki egois itu.
__ADS_1
"Apa masih belum menyimpan kontakku di ponselmu ?" Tanya Bagas
dan aku terdiam mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Bagas.
"Hei kenapa diam saja Key, tidak apa - apa jika belum ingin menjadikan aku teman sedekat Rosa dan Bram. Bacalah pesanku dan pertimbangkan." Kata Bagas yang membuatku sedikit tidak enak.
"Key kau masih disitu ?" Tanyanya lagi
"Iya Gas aku masih disini." Jawabku tidak tahu lagi harus berkata apa.
" Baiklah, sebelum ke rumah sakit aku akan mampir melihatmu. tidak perlu di dalam apartemen aku hanya akan menunggumu di depan Apartemen.. bisa kan ? aku ingin melihatmu." kata Bagas lagi yang semakin membuatku tidak enak.
"Baiklah aku akan bersiap sekarang." Jawabku menyetujui permintaan Bram untuk menemuinya di depan Apartemen.
"Baiklah kalau gitu aku tutup sekarang." Pamit Bram
" Iya Gas." Kataku dan setelah itu Bagas mengakhiri percakapan kami.
Setelah selesai dengan acara mandi singkatku, aku berjalan menuju ruang ganti dan memakai stelan rok hitam selutut juga blouse dan blezer yang selalu aku gunakan jika itu menyangkut pertemuan penting di dalam perkantoran.
Keluar dari apartemenku turun menuju bastmen dan masuk kedalam mobil. Mobil sport kesukaanku mulai meninggalkan area apartemen menuju jalan raya, dan yah itu dia laki - laki dengan jas dokternya sedang berdiri bersandar di pintu mobil miliknya.
Aku berhenti dan keluar dari mobilku setelah mobil sport kesayangnku terparkirkan di bahu jalan tepat di belakang mobil berwarnah putih yang entah sudah berapa lama menungguku di jalan ini.
Bagas tersenyum melihatku ketika aku berjalan mendekat padanya, akupun membalas senyuman itu seperti biasanya.
Tidak ada jantung yang berdetak hebat namun dia laki - laki yang baik dan nyaman hanya saja aku tidak ingin terlalu banyak orang dalam duniaku apalagi memberikan harapan lebih pada laki - laki sebaik Bagas. Namun aku tetap menghargai dengan baik siapapun yang mencoba mendekatiku meskipun aku selalu menolak dengan tegas.
__ADS_1
Bagas berbeda, tidak ada tatapan penuh minat, tatapannya sehangat tatapan Bram padaku. Dia tidak pernah terlihat menginginkan aku seperti teman - teman Bram yang lain. Bagas seperti Bram, mengajaku menjadi teman namun perhatiannya tidak seperti Bram yang sudah seperti kakak bagiku.
Namun aku tidak terlalu memusingkan apapun yang menurutku tidak perlu, seperti pagi ini dia memintaku untuk menemuinya di jalan raya depan apartemen, aku akan dengan senang hati melakukannya karena aku menghargainya. Dia selalu memperlakukanku dengan baik, tidak ada salahnya jika aku melakukan hal yang sama.
"Hai wanita karir." Sapa Bagas ketika aku sudah berdiri di hadapannya.
" Hai Paman kesayangannya Flora." Sapaku balik masih dengan senyum yang biasa aku berikan pada orang - orang seperti biasanya.
"Ingin mengajak sarapan bareng, tapi aku yakin kamu akan menolaknya." kata Bagas.
"Dan kamu tahu aku tidak ingin keluar dari zona nyamanku." Jawabku sambil terkekeh. "Aku akan mampir ke RS setelah selesai pertemuanku katakan pada Oma aku juga merindukannya." Lanjutku. terlihat senyum cerah dengan binar mata hangat dari Bagas ketika aku mengatakan akan mampir ke Rumah Sakit tempat dia bekerja.
"Baiklah oma pasti akan sangat senang Key, tapi aku harus pergi sekarang ada pertemuan pagi ini dengan beberapa petinggi Rumah Sakit." Kata Bagas sudah mau membuka pintu mobilnya namun kembali menghadap padaku.
"Biasakan keringkan rambutmu setelah keramas Key, kamu akan sakit jika terus seperti ini." Kata Bagas mengusap rambutku yang memang masih sedikit basah karena aku tidak suka menggunakan hairdrayer.
"Aku hanya mengangguk dan Bagas kembali masuk kedalam mobilnya, tidak lupa dia melambaikan tangannya padaku ketika mobilnya sudah mulai melaju meninggalkan tempatku berdiri. Akupun melakukan hal yang sama melambai padanya.
Bagas laki - laki yang baik, mungkin masuk kriteria calon suami idaman. Masa depan yang cerah, calon penerus sebuah Rumah Sakit yang masuk dalam daftar Rumah sakit terbaik di Jakarta.
Rosa dan Bram sudah sering memintaku untuk membuka hati pada Bagas, namun kembali lagi aku belum ingin hidup di bawah aturan orang lain.
Hidup sendiri seperti ini, bebas melakukan apapun tanpa harus meminta izin dari orang lain adalah hidup yang aku inginkan.
Setelah mobil Bagas tidak lagi terlihat, aku masuk kedalam mobilku berlalu dari sana menuju kantor Bram, ada beberapa berkas yang akan aku siapkan sebelum menuju SN Company.
Semangat Keyla, batinku. Ada dua jadwal hari ini, menghadiri pertemuan di SN Company lalu ke RS bertemu Oma.
__ADS_1
" Semua akan kembali seperti biasa, meskipun sebentar lagi akan kembali bertemu denganya tetaplah seperti ini Keyla, dan hati ku mohon mengertilah." Omel Keyla pada dirinya sendiri di dalam mobil yang masih terus melaju sedang membelah jalanan ibu kota yang sudah mulai terlihat banyak mobil yang berlalu lalang.
Dalam perhajanan aku menghubungi seseorang yang bertanggung jawab mengurus Yayasan dan Panti Asuhan milikku. ada beberapa hal yang harus aku sampaikan karena hari ini tidak bisa berkujung. Jadwalku berubah harusnya hari ini aku pakai untuk mengunjungi panti asuhan terpaksa harus aku cancel karena sudah berjanji pada Bagas akan ke Rumah Sakit.