Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Harapan Yang Menyakitkan


__ADS_3

" Gerry "


Aku bangun tepat sebelum jam enam pagi, berharap Keyla masih berada di ranjang yang sama denganku tapi hatiku seketika mencelos, lagi- lagi aku tidak mendapatinya diatas ranjang milikku. tempat kosong di sampingku sudah terasa dingin, itu berarti wanita yang terlelap disitu sudah pergi sejak tadi.


Kejadian lima tahun lalu di kamar hotel tempat kami menginap dulu seakan terputar kembali di ingatanku. Aku menghirup nafasku pelan dan menghembuskannya perlahan karena kesal.


drrttt...drrtt...drrttt


"Ada apa Rachel ?" Tanyaku sedikit kesal. Bukan kesal pada Rachel namun kesal dengan keadaanku sendiri.


"Maaf pak, saya hanya memberikan informasi jika paket sudah saya kirimkan dan diterima oleh petugas keamanan dirumah bapak." Jawab Rachel.


"Baiklah Rachel, terimaksih." Kataku kemudian segera mengakhiri panggilan dari sekertaris papa yang sedikit lagi akan menjadi sekertarisku.


Tidak ingin menunggu lebih lama aku segera turun dari ranjang menuju kamar mandi. Aku ingin menemui Keyla terlebih dahulu sebelum kekantor papa.


Aku mengerti dengan sikapnya yang ingin menjauh, mungkin dia tidak ingin terlalu dekat denganku. Biar bagaimanapun kami benar - benar kenal baru dua hari ini. Baiklah bukan masalah, hari ini aku hanya ingin melihatnya walau hanya dari kejauhan.


Aku memakai pakaian resmi yang sudah tersedia di ruang gantiku karena hari ini adalah pertemuan penting dengan para dewan direksi untuk pengangakatanku sebagai Presiden Direktur yang baru menggantikan papa.


Setelah memastikan semuanya rapi, aku keluar dari rumahku menuju garasi tempat mobilku yang lain berada. karena aku meninggalkan mobilku di kantor papa kemarin, hari ini aku memakai mobilku yang lain. Perlahan keluar dari pelataran rumahku menuju jalanan. ini masih sangat pagi namun jalanan sudah mulai terlihat banyak kenderaan yang barlalu lalang.


Mobilku berhenti di sebarang jalan tepat di depan Kafe namun aku tidak keluar dari mobilku. Seperti kataku tadi, aku hanya ingin melihatnya dari kejauhan.


Dan tidak berapa lama mobil sport yang aku kendarai kemarin keluar dari area Apartemen di seberang sana dan berhenti di belakng mobil berwarna putih..


Hatiku seperti diremas kuat, sungguh sangat sakit rasanya melihat Keyla dengan stelan kantor juga rambut tergerai sedikit basah keluar dari dalam mobil dengan senyum manis khasnya menyapa laki- laki dengan jas putih yang sedang bersandar di pintu mobil..

__ADS_1


"Apa karena ini dia cepat pergi dari rumahku tadi pagi ? apa karena sudah janjian dengan laki - laki yang menunggunya di pinggir jalan ini." Ah ternyata sesakit ini jika terlalu berharap. sakit melihatnya dengan tanpa beban berbicara dengan laki - laki di depannya, Sesekali aku menarik nafasku yang terasa sakit, namun aku tidak ingin beranjak pergi dari tempatku.


Kulihat laki - laki yang bisa kutebak seorang dokter itu sudah membuka pintu mobilnya, sepertinya pertemuan mereka sudah selesai, namun laki - laki itu kembali mengurungkannya. sepertinya dia melupakan sesuatu, entah apa itu yang jelas dia kembali mendekati Keyla.. Hatiku semakin sakit ketika laki - laki itu menyentuh rambut basah Keyla yang tergerai dengan sayang, jangan lupakan tatapan hangatnya, meskipun Keyla meatapnya datar sama seperti menatapku tetap saja aku sakit melihat ada laki - laki lain yang menyentuhnya.


" Sialan, brengsek." Aku mencengkram kemudi mobilku dan segera berlalu dari sana. Sungguh aku tidak ingin melihat adegan selanjutnya yang akan membuatku semakin terluka.


Mungkin dia laki - laki yang mengirimkannya pesan semalam. Sudahlah mengharapkan sesuatu yang tidak bisa kita raih akan sangat menyakitkan. Melepaskan mungkin lebih baik dari pada harus memaksakannya juga percuma karena pasti hasilnya tidak akan baik.


Memang butuh waktu untuk menghapus perasaan ini, namun pasti perasaan ini akan hilang.. aku hanya belum berusaha dengan benar selama ini. Hampir lima tahun ini aku hanya selalu berharap takdir akan mempertemukan kami lagi dan dia akan menyambutku dengan baik. Namun lagi - lagi kennyataan menamparku, bahwa tidak semua hal yang kita inginkan akan selalu berjalan dengan semestinya.


Sesekali aku menarik nafasku dalam, lalu kembali menghembuskannya perlahan. berharap sesak didadaku ikut keluar dengan hembusan nafasku.


Tidak ingin lagi perduli dengan apapun, aku terus memacu mobilku menuju perusahaan yang mulai hari ini akan menjadi milikku. Aku akan sibuk mulai hari ini, dan ini keberuntungan bagiku. Mungkin aku akan mulai belajar melupakannya dengan kesibukanku.


Sampai di kantor ternyata papa belum ada disana, ini masih terlalu pagi namun aku tetap melangkahkan kakiku menuju ruangan papa..


Terlihat Rachel sudah duduk dikursinya tepat di depan ruangan papa mungkin sedang mempersiapkan berkas yang akan di gunakan hari ini, sedikit terkejut ketika melihat kedatanganku. Namun dia tetap mempersilahkan aku masuk kedalam ruangan papa, karena papa belum datang.


Aku melakukan semua malam itu dengan perasaan membuncah, aku menikmati tubuhnya juga takut menyakitinya. Aku melakukanya dengan cinta, aku memperlakukanya sebagai wanita berharga dalam hidupku walau kisah kami hanya satu malam. Namun tetap saja semuanya tidak berarti baginya.. yang dia tahu aku adalah seorang pembeli dan dia penjual..


Cairan bening itu keluar lagi lewat sudut mataku ketika aku menutupnya, nafas yang aku hirup saja terasa sakit, dadaku terasa sesak ketika kembali memikirkan Keyla yang tidak akan bisa aku raih.


"Aku ingin bersamanya, hanya dia aku tidak ingin yang lain..


Key aku mencintaimu." Ucapku lirih.


Entah sudah berapa lama aku terlelap di sofa yang ada diruangan, aku terbangun dari tidur lelapku ketika mendengar pintu yang di dorong dan terlihat papa sudah duduk di sofa yang sama denganku.

__ADS_1


" Apa ada masalah nak ?" tanya papa.


"Tidak pa." Jawabku sembari bangun dari sofa.


" Kata Anggun kamu membawa Nona Keyla kerumahmu." Tanya papa.


"Ckk.. ka Anggu mulutnya bocor banget." Kataku Kesal.


"Jangan terlalu dekat, Handoko sangat tegas jika menyangkut keluarganya." Kata Papa. "Lagi pula anak itu hasil perselingkuhan Ratih dengan kekasih miskinnya. Sudah banyak yang datang meminta gadis itu namun Handoko seakan menjaganya dengan ketat. jangan merusak reputasimu hanya karena gadis seperti itu, Alisa gadis yang tepat untukmu." Sambung papa.


Deg.. Aku terdiam dengan kenyataan yang aku dapat hari ini. rahang yang mengeras, bukan hanya karena mendapati kenyataan jika Keyla anak dengan kisah yang begitu tragis tapi aku tidak ingin siapapun yang menghinanya termasuk papa.


"Jangan pernah mengusiknya jika papa masih berharap aku akan berada di perusahaan ini." Kataku tegas Kemudian beranjak dari sofa tempatku duduk lalu keluar dari ruangan papa dengan kesal.


Aku memutuskan untuk melepaskan Keyla, namun entah mengapa aku tidak ingin jika ada orang yang merendahkannya. Aku terus membawa langkah kakiku hingga ke lobi perusahaan, entah kemana aku ingin pergi.. Terlihat beberapa kolega bisnis papa yang memang menanam saham mereka di sini berjalan masuk kedalam lobi perusahaan..


Dan itu dia, dengan Rok hitam juga Blezer yang terlihat pas ditubuh rampingnya. dan jangan lupa rambut panjangnya yang tergerai begitu saja semakin membuatmya terlihat cantik.. Aku terdiam menatapnya, dia terlihat tenang dengan senyum khasnya ikut mendekat ke arahku untuk menyapa bersama kolega papa yang lain.


Ini masih pagi namun karena ini memang acara yang sangat penting di perusahaan, sudah terlihat ramai di perusahaan papa.


Papa dan juga Rachel yang setia berdiri di belakang papa ikut mendekat dan menyapa para tamu undangannya hari ini.


Terimakasih sudah hadir Nona Keyla Aprillia.. Sapa papa pada Keyla, terlihat ramah padahal tadi baru saja dia mengatai gadis di depanku ini.


Keyla tersenyum mendengar sapaan basa basi dari papa. Papa mengajak semua kolega juga beberapa petinggi perusahaan untuk masuk kedalam ruangan yang sudah di siapkan..


Akupun ikut berjalan di samping papa, sesekali aku melihat kebelakang di mana Keyla berada.. Tatapan kami bertemu, tatapan sendu dengan wajah datar itu sungguh membuat hatiku kembali berdesir..

__ADS_1


" Apakah aku bisa melupakannya ?" batinku


Keyla sunggu kau sudah merusak duniaku..


__ADS_2