
Sudah satu bulan berlalu setelah kecelakaan itu, namun Keyla belum juga sadar. kata Anggun sebagai dokter yang menanganinya dia sudah baik - baik saja namun sepertinya Keyla masih ingin menikmati mimpi yang sedang menemani tidur panjangnya.
Seseorang yang sudah sejak satu jam lalu sampai di Rumah Sakit hanya bisa melihat ruangan Keyla dari kejauhan. Baru kali ini dia kembali mengunjungi gadisnya di rumah sakit ini setelah pertemuannya dengan Anggun saat kecelakaan Keyla.. Dia melakukan yang terbaik, membawa papanya kepihak yang berwajib untuk mengakui semua perbuatannya.
Setelah media memberitakan tentang keterlibatan Sanjaya dengan kecelakan yang menimpa Keyla, SN Company terpuruk, satu bulan ini Gerry mati - matian berusaha untuk menstabilkan kembali perusahaan milik sang papa karena ada banyak orang yang bergantung di prusahaan tersebut. dan kini semua sudah berjalan dengan baik. Untung saja masih ada beberapa investor yang masih percaya padanya dan tidak membatalkan kerja sama.
Gerry masih setia berdiri dari kejauhan karena keluarga gadis itu sedang berkunjung. Dan Gerry sudah mengetahui siapa Bagas. Seorang pimpinan Rumah sakit tempat kakanya bekerja juga tempat Keyla dirawat dan selalu memberikan perhatian khusus pada Keyla. Gerry sedikit merasa lega karena laki - laki itu belum terlihat sejak dia tiba di Rumah sakit pagi ini.
Rasanya baru kali ini Gerry merasa kesulitan untuk mendapatkan sesuatu, ingin menggapai Keyla rasanya sangat sulit, melihat Bagas yang sudah Gerry tahu namanya sejak pertama kali dia membawa Keyla kerumahnya. Paman Gagas yang di bicarakan keponakan Keyla begitu sangat perhatian pada Keyla membuat Gerry sedikit pesimis. Laki - laki itu mengalahkan Gerry dari sisi manapun, dukungan keluarga, masa depan dan pastinya dia laki - laki yang memulai semuanya dengan baik..
Sekitar hampir satu jam Gerry melihat ruangan ICU tempat Keyla berada, beberapa orang yang berada di kaca depan ruangan tersebut mulai beranjak pergi.. Bram dan Rosa juga sudah keluar dari dalam Ruangan dimana Keyla berada untungnya laki - laki yang bernama Bagas itu sejak tadi belum terlihat batang hidungnya membuat dirinya sedikit lega hari ini..
"Mau ikut aku bertemu Keyla ?" Kata Anggun yang tidak tahu sudah sejak kapan berada di dekat adiknya.
"Boleh ?" Tanya Gerry.
"Aku akan memeriksannya, mungkin ini kesempatanmu." Kata Anggun. "Lagi pula pak Bagas sudah pergi dari tadi pagi sebelum kamu sampai, ada pertemuan yang harus dia hadiri di luar kota." Sambungnya
Gerry mengangguk kemudian melangakah mendekati ruangan dimana Keyla berada dan ikut masuk kedalam bersama sang kaka.
Gerry melihat kearah Keyla yang masih terbaring di atas ranjang pasien. bekas luka di kepala bagian samping sudah tidak terlihat, semua terlihat sudah baik - baik saja namun entah mengapa gadis yang masih setia dengan mata tertutupnya tidak ingin bangun...
Gerry masih berdiri sedikit jauh dari ranjang tempat Keyla terbaring, membiarkan kakanya melakukan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya..
Setelah selesai pemriksaan rutin yang setiap hari dia lakukan, Anggun meminta Gerry untuk lebih dekat di ranjang gadis itu. Sudah dua minggu gadis ini sadar namun Anggun tidak mengerti mengapa dia masih saja menutup matanya rapat ketika keluarganya datang, dan dia pun masih enggan bertanya pada Keyla.
Keluarganya rutin berkunjung setiap hari, Rosa dan Bram akan menghabiskan waktu berjam - jam diruangan ini namun gadis ini sama sekali tidak ingin menyapa.. Keyla akan bangun meminta bantuan Anggun untuk mengisi nutrisi pada tubuhnya jika semua keluarganya sudah pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
Gerry dengan perlahan duduk di kursi yang ada di samping ranjang, berharap tidak akan menghasilkan suara apapun dan mengganggu Keyla. Dengan sangat hati - hati Gerry membawa tangan Keyla kedalam genggamannya, dan Keyla membalas menggenggam tangan laki - laki yang sudah di tunggunya sejak dua minggu lalu.
"Kak Anggun, Key kak dia menggenggam tanganku." Kata Gerry pada kakanya. Namun Anggun terlihat biasa saja, dia hanya tersenyum lega, orang yang ingin di sapa lebih dulu oleh Keyla adalah Gerry adiknya.
Gerry begitu terkejut ketika mengalihkan tatapannya dari tangan dan melihat kearah Keyla yang juga kini sedang menatapnya dengan tatapan sendu sama seperti pertama kali mereka bertemu di kamar hotel beberapa tahun lalu..
"Ka Anggun bisakah aku bicara dengan Gerry berdua ?" Tanya Keyla.
"Tentu Key." Jawab Anggun dengan tersenyum. Ah dia merasa lega sekaligus terharu, cinta adik laki - lakinya tidak bertepuk sebelah tangan, Keyla juga mencintai adiknya.
"Kak Anggun tahu Keyla sudah sadar ?" Tanya Gerry pada kakanya yang terlihat tidak terkejut, namun tatapannya tetap mengarah pada wajah pucat Keyla.
"hmm, Keyla sudah sadar sejak dua minggu yang lalu." Jawab Anggun.
"Dan kakak membohongi keluarganya ?" Kali ini Gerry sudah menatap kakanya.
Anggun keluar dari ruangan tersebut, namun sebelumnya dia menarik tirai untuk menutupi kaca pembatas agar pemandangan di dalam ruangan tersebut tidak bisa terlihat dari luar..
"Terimakasih ka." Kata Keyla ketika melihat Anggun menutup tirai sebelum dia memintanya.
Sepertinya kalian butuh privasi, jawab Anggun tersenyum menggoda Keyla, dan wajah datar gadis itu tetap bertahan namun tidak bisa menutupi rona merah yang muncul di pipi pucatnya..
Cup.. Gerry mengecup pipi Keyla.. "Jangan memerah gitu Key, gemas aku." Kata Gerry yang masih menatap lekat pada gadis di hadapannya, sungguh dia sangat bahagia hari ini.
Melihat sikap adiknya yang tidak memperdulikan masih ada orang lain yang berada di dalam ruangan, Anggun segera berlalu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dengan perlahan..
Keyla bangun dari ranjang kemudian duduk menghadap kearah Gerry, kakinya dibiarkan menggantung di sisi tempat tidur kemudian mengangkat tangannya kenyentuh wajah laki - laki yang selalu datang menemani mimpinya selama hampir dua minggu tidak sadarkan diri. Gerry dengan cepat meraih tangan Keyla yang ada di pipinya dan mengecupnya berulang kali.
__ADS_1
"Aku rindu, kata Keyla lirih. aku menunggumu masuk keruangan ini. Ah sangat tidak menyenangkan berpura - pura pingsan selama dua minggu Gerry, tubuhku terasa kaku dan sakit." Rengek Keyla.
"Ckk gadis ini." Kata Gerry kesal tidak habis fikir dengan sikap Keyla. "Butuh pelukan ?" Tanya Gerry.
Keyla mengangguk.. Gerry berdiri dari tempat duduk lalu membawa kepala Keyla dan terbenam di dadanya.
"Maafkan aku Key, karena cintaku membuatmu terluka seperti ini." Kata Gerry lirih.
"Keyla menggeleng di dalam dekapan Gerry. Aku yang harusnya minta maaf, pasti kamu sangat sedih saat membawa papa kamu ke penjara." Kata Keyla dan kini air matamya sudah membasahi kemeja yang melekat ditubuh Gerry. "Maaf karena aku kamu harus melakukan hal sulit ini." Sambungnya.
"Tidak, aku baik - baik saja, papa harus bertanggung jawab atas segalanya." kata Gerry kemudian membawa wajah Keyla kembali menatap padanya..
"Kamu tahu semuanya ? apa ka Anggun yang menceritakannya ?" Tanya Gerry
"Tidak, ka Anggun hanya diam saja. Dia bahkan tidak pernah bertanya mengapa aku melakukan hal bodoh selama dua minggu ini." Jawab Keyla. "Aku mendengar semuanya dari Rosa dan Bram. Aku pura - pura tidak sadar selama dua minggu ini Gerry, banyak hal yang aku ketahui. Mereka membohongiku selama bertahun - tahun, Rosa berulang kali meminta maaf padaku karena tidak bisa jujur karena menghargai Bram." Sambung Keyla yang kini sudah sesegukan dengan air mata yang membanjiri wajahnya.
"Maaf aku juga tidak bisa mengatakannya padamu, aku mengetahui hal itu dari papa." Kata Gerry.
Gerry segera membawa Keyla kembali kedalam dekapannya.. menghujani ciuman di kepala gadis itu..
"Mungkin Rosa punya alasan yang sama sepertiku, Bram punya hak sepenuhnya untuk menjelaskan semuanya Key." kata Gerry.
"Penjelasan bahwa aku putri yang tidak di akui di keluarga besar Handoko, akan lebih baik jika aku tidak mengetahui apapun Gerry." kata Keyla masih dengan tangisan yang menyayat hati.
Gerry sudah tidak lagi berkata apapun, hanya memeluk erat tubuh Keyla berharap pelukannya bisa membuat Keyla sedikit lebih baik.
"Love you Key, and stay with me.. Aku ngga bisa kehilangan kamu." kata Gerry sambil terus memberikan ciuman di kepala Keyla.
__ADS_1