
Didalam mobil yang melaju menyusuri jalanan masih hening, Keyla masih setia memandangi jalanan lewat jendela mobil yang terbuka lebar. Sedangkan Gerry masih tetap berkonsentrasi dengan kemudinya, sesekali melihat wanita disampingnya yang tetap terlihat tenang sekan tidak perduli dengan kekesalannya.
" Gerry, apakah aku bisa meminta sesuatu padamu ?" tanya Keyla.
"Mintalah apapun asal jangan meminta aku untuk menjauh dan melepaskanmu." Jawab Gerry tegas seakan sudah bisa menebak apa yang diinginkan wanita disampingnya ini.
Keyla tidak lagi melanjutakan pembicaraan dan memilih kembali melihat mobil- mobil yang berlalu lalang di jalanan.
Tidak ada pembicaraan lagi hingga mereka sampai ditempat tujuan.. Mereka keluar dari mobil, Gerry kembali meraih tangan Keyla untuk digenggamnya dan masuk kedalam supermarket.
Menuju tempat dimana seluruh bahan - bahan makanan di jual, dengan cepat Keyla memilih apa saja yang diperlukannya kemudian langsung membawanya menuju kasir.
Lagi - lagi Gerry melakukan apapun sesukanya, tanpa menunggu persetujuan Keyla Gerry membayar seluruh barang belanjaan Keyla, dan Keyla membiarkan apa saja yang ingin di lakukan oleh laki - laki yang berdiri tepat disampingnya ini. Tentu saja dia tidak suka dengan sikap Gerry yang seenaknya, namun dia lebih memilih untuk tidak berdebat karena hasilnya juga pasti akan sangat percuma. Lagipula dia sudah tidak punya lagi tenaga untuk meladeni laki - laki sialan ini.
Setelah selesai dengan urusannya di kasir Keyla segera meraih belanjaannya dan berlalu meninggalkan Gerry, dengan sedikit berlari kemudian masuk kedalam taxi yang terparkir di depan supermarket tersebut.
" Apartemen X jalan sekarang pak." Perintah Keyla
"Baik Neng." Jawab sang sopir.
Menyadari Keyla yang sudah masuk kedalam taxi, Gerry langsung berlari menuju taxi tersebut namun sayangnya taxi segera pergi dari sana.
Brengsek Keyla.. Teriak Gerry kesal. Dia tidak lagi perduli beberapa pasang mata yang sedang menatap kearahnya.
Didalam taxi Keyla masih diam, menghindari Gerry seperti ini tidak ada gunanya, Gerry pasti akan datang menggedor apartemennya. namun sungguh dia sudah sangat muak dengan sikap seenaknya Gerry padanya. Gerry sama sekali tidak ingin memberinya kesempatan untuk bicara apa yang diingankannya, hanya terus meminta Keyla menuruti semua kemauannya.
"Neng lagi berantem sama suaminya yaa ?" tanya sopir taxi yang tadi sempat melihat Gerry berlari menuju taxinya.
" Iya pak." Jawab Keyla. Bukannya dia tidak mau menjelaskan jika Gerry bukan suaminya, namun tenaganya sudah terkuras dan lagipula sopir ini tidak tahu siapa dia jadi untuk apa menjelaskan panjang lebar.
"Semoga masalahnya cepat selesai neng." Jawab sang sopir yang melihat Keyla melalui spion..
"Terimakasih pak." Jawab Keyla singkat.
__ADS_1
Taxi yang membawa Keyla berhenti di depan Apartemen, setelah membayar tagihan Taxi Keyla dengan cepet masuk kedalam lift menuju unitnya.
Keyla kembali mengunci pintu apartemennya dan berjalan menuju dapur untuk mengatur bahan makannya didalam kulkas. Setelah selesai Keyla masuk kedalam kamarnya untuk memebersihkan tubuh dan fikirannya...
Sedangkan Gerry yang baru saja tiba di Alartemen Keyla, diantar oleh satpam masuk kedalam lift menuju unit yang ditempati Keyla..
"Apa saya perlu menekan bellnya Nak Gerry ?" tanya satpam ketoka mereka sudah berada di depan pintu Apartemen Keyla
"Tidak perlu pak, saya tahu passwordnya." Jawab Gerry
" Baikalah, kalau begitu saya permisi nak Gerry." kata pak Satpam tersebut kemudian berlalu dari sana.
Gerry mengangguk lalu mengucapkan terimakasih.
Perlahan Gerry mendekati pintu Apartemen Keyla, sedikit ragu namun dia tetap memberanikan diri menekan beberapa digit angka yang sama yang dia gunakan untuk membuka ponsel Keyla tadi.
Dan klik, pintu Apartemen itu terbuka, tebakannya memang benar. Gadis ini tidak suka dengan hal - hal yang ribet.
Gerry masuk kedalam dengan hati - hati namun jika Keyla akan mengamuk padanya, dia sudah sangat siap, karena dia sadar apa yang dilakukanya kali ini sudah sangat melewati batas.
Tidak tahu harus melakukan apa Gerry merebahkan tubuhnya disofa, namun entah karena sofa ini yang terlalu nyaman ataukah memang dirinya terlalu lelah dan akhirnya diapun terlelap di sofa tersebut.
Sedangkan Keyla yang masih memanjakan dirinya di dalam bathup yang di penuhi busa segera beranjak dari sana dan menuju shower untuk membasuh tubuhnya. Setelah emua busa sabun yang menempel ditubuhnya kini sudah tidak lagi terlihat, Keyla meraih badrobe yang tergantung rapi di dalam kamar mandi lalu keluar dari sana menuju ruang ganti.. Ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya namun peringatan dari cacing di perutnya minta untuk diberi makan.
Mungkin karena terlalu lama berendam Keyla jadi terasa lapar sebelum waktunya makan siang. Memakai terusan rumahan selutut berwarna putih Keyla keluar dari kamar dengan rambut yang masih sesikit basah tergerai begitu saja kemudian langsung menuju dapur sama sekali tidak menyadari jika ada laki - laki yang ingin dia hindari sedang tertidur nyenyak di sofa ruang tamu miliknya.
Gerry terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara berisik dari arah dapur, dan dia sudah menebaknya wanita yang ingin dia temui pasti berada di dapur sekarang.
Dengan perlahan Gerry berjalan menuju pintu pembatas dapur dan berdiri mematung di tempatnya ketika melihat Keyla dengan rambut panjang yang masih sedikit basah, mungkin sudah jadi kebiasaan gadis ini tidak mengeringkan rambutnya seusai mandi.
Mencuci mata sesiang ini, tidak bukan karena Gerry tidak pernah melihat wanita sexy, tahulah bagaimana keadaan di Inggris namun kali ini berbeda. Gadis ini membuat jantungya semakin berdetak.
Gadis dengan terusan selututnya yang saat ini membelakangi Gerry, ?masih serius mengaduk masakan yang ada di wajan. Rambut panjang tergerai indah di punggunya dan juga celemek yang melingkar ditubuh mungil Keyla membuatnya semakin terlihat ****. Sungguh ini pemandangan yang mebuat Gerry berulang kali menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
Keyla masih belum menyadari ada orang yang memperhatikannya dengan intens dari belakang. Dengan santainya Keyla mengambil piring di kabinet yang ada di atas kepalanya kemudian menyalin sedikit nasi goreng dari wajan ke piring yang ada di tangannya.
Setelah melepaskan celemek yang melindungi terusan putihnya dari percikan minyak, Keyla berbalik menuju meja makan dengan piring dan satu gelas berisi air putih.
Sialan Gerry.. umpat Keyla karena terkejut dengan laki - laki yang sudah seperti hantu berdiri tepat di samping meja makan yang menjadi tujuannya.
Seketika Gerry tersadar dari kekagumannya pada tubuh wanita didepannya ini saat mendengar kata Sialan yang meluncur indah dari bibir manis yang baru tadi pagi dicicipinya.
" Aku juga lapar." Kata Gerry santai dan menarik kursi didepan Keyla...
Keyla sudah duduk dengan diam ingin segera menikmati makan siangnya tanpa memperdulikan laki - laki yang ada dihadapannya ini, namun laki - laki dewasa yang bertingkah seperti anak kecil ini kembali membuat Keyla terpaksa harus menunda suapan pertamanya.
" Key aku lapar." rengek Gerry lagi
" Bukan urusanku Gerry, jika kau ingin makan pulanglah kerumahmu aku tidak perduli dengan urusanmu." Kata Keyla kesal.
" Seperti ini kamu memeperlakukan tamu dirumahmu, sangat tidak sopan Key." kata Gerry sambil melipat tangannya di atas dada.
" Oh ayolah Gerry, aku sama sekali tidak merasa mengundang seseorang kedalam rumahku, jika orang itu penyusup apa aku harus memeperlakukannya dengan baik, dan jangan berbicara omong kosong tentang tata krama padaku, kamu harusnya sadar apa yang sedang kamu lakukan dirumahku itu salah." Kata Keyla panjang lebar.
Melihat Gerry yang tetap bungkam Keyla kembali melanjutkan acara mengocehnya.
"Kita tidak ada hubungan apa - apa, bahkan untuk dikatakan teman saja tidak Gerry. Aku baru mengenalmu tadi malam, dan kau sudah memperlakukan aku seperti kita sudah berteman sejak lama. Kau tidak mengenalku, dan aku tidak ingin mengenalmu jadi aku minta berhentilah mengusik hidupku." Setelah selesai Keyla kembali melanjutkan makannya. Seperti inilah Keyla, dia akan tetap menikmati makannya meskipun moodnya sudah tidak sesuai dengan keinginanya. Baginya Tuhan masih memberinya makan hari ini adalah hal yang patut untuk di syukuri.
" Aku mengenalmu Key, aku mencari tahu semua tentangmu sejak malam itu, tidak pernah dalam sehari selama hampir lima tahun setelah malam itu aku tidak memikirkan tatapan sendumu." Jawab Gerry kali ini terlihat serius namun lirih.
Keyla tidak lagi menaggapi, dia terus fokus dengan makananny, setelah makanannya habis Keyla mengangkat kepalanya menatap Gerry tegas.
" Itu urusanmu Gerry. Malam itu tidak ada yang spesial bagiku, kita hanya sedang bertransaksi jual beli setelah kau selesai menikmati tubuhku dan aku menerima bayaranku, bagiku tidak ada lagi yang tertinggal disana. dan jika saat ini aku menolakmu, maka itu adalah hakku dan kau berkewajiban menghargai keinginanku." Jawab Keyla tenang namun tidak dengan hatinya serasa diremas, sakit..
"Aku tidak yakin, kau mau menjadi salah satu dari pengusaha yang mensponsoriku ? tanpa ikatan hanya kebutuhan menghangatkan diranjang dan kamu tahulah sebagai imbalannya kehidupan mewahku ini, tanpa takut uangku habis." Senyum miris dari bibir Keyla ketika melihat tangan Gerry yang terkepal diatas meja juga rahang yang mengeras menahan luapan emosi..
Gerry beranjak dari duduknya meninggalkan Keyla yang masih ada diruang makan. Gery terus melangkah kakinya menuju pintu dan keluar dari apartemen Keyla. Terdengar pintu Apartemen kembali tertutup dan Keyla yakin Gerry sudah keluar dari apartemennya.
__ADS_1
tess, tess, Air mata yang selama ini tidak pernah keluar dari tempatnya jatuh tanpa diminta Keyla. Dia tidak bisa mencegah air matanya, hatinya terasa sakit ketika mengucapkan kata - kata yang menjijikan itu pada Gerry.
Maafkan aku Gerry,, sungguh maafkan aku.