
Sunrise dan Sunset sama-sama punya keindahannya tersendiri, dan akan sangat berarti jika bisa menikmati dua moment berbeda waktu ini dengan orang yang kita cintai. Tidak banyak orang yang bisa menikmati Sunrise, karena sebagian besar orang memilih melanjutkan mimpi semalam. Berbeda dengan laki - laki yang tidak bisa menutup matanya sejak semalam, matanya masih setia menatap pada matahari yang berwarna kuning keemesan yang baru terlihat sedikit di atas gunung di sebuah taman yang sengaja di buat berhadapan langsung dengan tempat terbitnya matahari agar bisa memberikan kemudahan untuk pasien mencari sinar matahari pagi yang di percaya menyehatkan itu.
Gerry masih duduk di bangku taman dengan seorang gadis yang kini terlelap meringkuk di dadanya. Setelah puas memukuli, mengamuk dan menangis padanya, Keyla kembali terlelap beberapa menit yang lalu. Semalam Gerry tidak tahan lagi melihat gadisnya sedang sesegukan sendirian di kursi taman, dia memberanikan diri mendekat dan duduk di bangku yang sama dengan Keyla dan berakhir dengan beberapa bekas luka cakaran di lengannya akibat amukan kucing kesyangannya.
Tangannya kini mendekap erat tubuh Keyla yang terlihat lebih kurus dari sebulan yang lalu. Terus menghujani kecupan di kepala gadis yang sulit untuk dia lepaskan kali ini, meskipun alasannya untuk kebaikan Keyla, sungguh dia tidak bisa melakukannya. Benar apa yang di katakan Anggun semalam, dia sudah lebih dulu menyerah sebelum berjuang.
Bram kembali berbalik menuju ruangan Keyla, sedikit lega melihat adiknya baik-baik saja. Panik yang tadi dia rasakan ketika tidak mendapati Keyla di dalam ruangan kini sudah pergi entah kemana ketika melihat laki-laki yang selalu membuatnya marah kini memeluk erat adiknya di bangku taman. Kali ini dia akan membiarkannya, setidaknya Keyla tidak sedang menangis sendirian disini.
Matahari sudah mulai naik sepenuhnya, Keyla masih terlelap di pelukannya, pelukan yang selalu terasa nyaman, pelukan yang sudah seperti obat tidur untuk Keyla. Berharap di setiap harinya akan selalu terlelap dalam pelukan ini. Pelukan laki-laki yang sudah merubah rencana hidupnya.
Gerry memutuskan untuk membawa Keyla kembali ke ruangannya agar bisa beristirahat dengan nyaman. Sedikit takut jika Bram sudah bangun dari tidurnya dan akan mengamuk padanya karena melihat Keyla kini bersamanya, kasiahan sekali nasibnya selalu saja mendapatkan amukan dari dua bersaudara, luka di sudut bibirnya belum membaik lalu kembali mendapatkan beberapa luka cakaran dilengannya. Dengan hati-hati Gerry mengangkat tubuh Keyla agar tidak mengganggu si putri tidur yang selalu saja terlelap dalam pelukannya.
Masuk kembali kedalam rumah sakit, sudah ada beberapa perawat dan petugas kebersihan yang terlihat mulai beraktifitas. Gerry menguatkan hatinya mungkin saja kini luka di tubuhnya akan kembali bertambah ketika melihat Bram yang kini sudah berdiri di pintu Ruangan dan membantunya membuka pintu agar memudahkannya membawa masuk Keyla kedalam ruangan.
Bram ikut masuk dan memilih duduk di sofa, membiarkan Gerry membawa adiknya ke bed pasien. Sesekali melirik kearah ranjang tempat kini Keyla terlelap dan Gerry yang merapikan selimut untuk menutupi tubuh adiknya yang sudah terasa dingin karena semalaman duduk di luar hanya memakai baju pasien.
"Bram aku akan menikahi Keyla." Kata Gerry langsung ke intinya setelah mendaratkan tubuhnya di sofa yang sama yang kini di duduki Bram. "Aku mencintainya Bram, sungguh aku tidak bisa mengabulkan permintaan Om Han untuk melepaskannya." Sambung Gerry. dia sudah tidak lagi perduli jika bibirnya kini akan kembali meneteskan darah karena kelancangannya ini.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Alisa Prasetyo ? Wanita yang rela membuat si brengsek Sanjaya melukai adikku ?" Kata Bram sarkas. "Bukankah semalam kau merayakan ulang tahunnya ? Aku tidak akan mengizinkan siapapun menyakiti adikku Gerry, aku akan melakukan apapun untuk melindunginya meski nyawaku taruhannya." Sambung Bram tegas.
Gerry masih diam, berusaha membuat dirinya setenang mungkin, meakipun kata-kata sinis dari laki- laki disampingnya ini benar adanya, tetap saja sedikit sakit ketika Bram kembali memaki sang papa yang selalu dia hormati meski selalu membuatnya kecewa.
" Sebulan lalu papa kamu yang nekat ingin membunuh Keyla, tidak menutup kemungkinan besok akan ada orang lain yang akan melakukannya lagi karena kecewa dengan kebersamaan kalian, dan aku tidak ingin itu terjadi." Kata Bram masih dengan nada sarkasnya.
"Aku akan memastikan semua itu tidak akan terjadi lagi Bram. Sama seperti dirimu aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri." Kata Gerry.
Bram hanya diam, menatap tajam pada mata laki-laki di sampingnya. Ingin mencari keraguan disana namun dia tidak mendapatinya. Bram mengalihkan tatapannya pada ranjang tempat Keyla yang masih terlelap dengan nyaman.
"Semua keputusan ada padanya Gerry, berjuanglah untuk meyakinkan Keyla, jika Keyla bersedia maka tidak ada alasanku untuk tidak mengizinkannya." Kata Bram. kali ini dia tidak bisa lagi terus egois, dia yang paling tahu jika adiknya juga mencintai Gerry.
"Pulanglah, kamu butuh istirhat." Kata Bram. sudah beranjak dari sofa menuju ranjang tempat adiknya berada.
"Aku ingin bersamanya." Kata Gerry membuat Bram kembali menghentikan langkahnya berbalik menghadap laki-laki yang masih duduk di sofa.
"Aku tidak ingin saat Ayah dan Bunda datang kau masih berada di ruangan ini, biar aku yang akan bicara dengan ayahku Gerry. Dia tidak akan mengizinkan kamu menikahi Keyla jika kamu yang berbicara dengannya. Tidak ada yang mengenal dekat Ayahku selain aku." Kata Bram panjang lebar agar laki-laki yang sudah di bodohi oleh cinta ini mengerti.
__ADS_1
"Aku ingin berpamitan padanya Bram." Kata Gerry yang kini sudah mengalihkan pandangannya pada ranjang.
"Pulanglah, nanti aku akan menjelaskan pada Keyla saat dia bangun nanti. Tinggalkan nomor ponselmu, pegawaiku akan datang membawa ponsel untuk Keyla agar dia bisa menghubungimu nanti. Kamu butuh istirahat agar perusahaanmu tidak bangkrut. Ngga lucu jika adikku akan menikah dengan gelandangan." Kata Bram mengejek. Dia tahu stelah penarikan tujuh persen saham milik HG Group juga dua persen milik Keyla pribadi, SN Company mengalami banyak kerugian. Di tambah lagi bebrapa perusahaan memutuskan kerja sama hampir saja membuat Perusahaan itu bangkrut. Bram mengakui jika laki-laki yang mencintai adiknya ini sungguh luar biasa. Hanya dalam waktu satu bulan, dia membuat SN Conpany kembali berjalan dengan baik.
Sedikit kesal karena harus berpisah dari Keyla, namun Gerry tetap mematuhi Bram. Dia berjalan menuju ranjang tempat Keyla berada. Melewati Bram yang masih berdiri di tempatnya tadi. Tidak perduli dengan tatapan membunuh Bram, Gerry mengecup kepala juga mata Keyla yang masih terus terlelap dalam tidurnya.
Stelah itu dengan santai dan tidak tahu malu Gerry kembali melewati Bram yang sudah ingin menerkamnya. Gerry tertawa dalam hati ketika Bram tidak melakukan apapun, padahal selalu saja mengancamnya.
"Benar-benar tidak tahu malu." Umpat Bram, meskipun tidak bisa di pungkiri, Bram merasa sedikit lega karena ada banyak orang yang juga mencintai adiknya.
Ketika Gerry sedang berjalan ke arah pintu untuk keluar dari ruangan, ceklek, pintu baru saja di buka dari luar. Bagas di ikuti kakanya Anggun masuk kedalam ruangan. Bagas menatap kearah Gerry, baru kali ini dia melihat laki-laki ini. Sedangkan Bram sedikit terkejut melihat kedatangan Bagas sepagi ini, dia tahu laki-laki ini sedang mengurus Rumah Sakit yang baru saja beroperasi milik keluarganya di Bali. Sedangkan Anggun melewati Gerry yang juga menatap atasannya menuju ranjang dimana Keyla masih terlelap.
Setelah beberapa saat Gerry kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu dan keluar dari ruangan tersebut tanpa bicara. Meraih pegangan pintu kemudian keluar dari sana.
"Cih dia masih kalah tampan dari aku, aku ingin mematahkan tangannya yang sudah lancang menyentuh rambut milik keylaku." Kata Gerry kembali menatap kesal ke arah pintu yang baru saja dia tutup kembali.
Ah moodnya tiba -tiba saja memburuk melihat Bagas di dalam ruangan Keyla tadi. Tidak boleh menunda waktu lagi, dia harus cepat bergerak agar Keyla akan segera menjadi miliknya.
__ADS_1
Hanya miliknya !