
**Teman - taman, saat membaca tolong tinggalkan likenya ya, biar tambah semangat nulisnya..
Happy Reading yaa 🤗🤗**
" Mau request ? malam ini kamu rajanya karena ini dirumahmu aku akan memasak apa saja yang kamu inginkan." Kata Keyla yang masih sibuk memilih - milih sayur yang segar didalam kulkas.
" Steik bisa ?." tanya Gerry masih setia menatap Keyla yang sibuk dengan bahan makanan yang ada di dalam kulkasnya.
" Steik ?" Keyla melihat kearah Gerry, lalu matanya kembali melihat ke arah tempat peralatan masak yang tertata rapi dan alat panggang yang dicarinya ada disana. " Oke, kita makan malam dengan steik ala chef Keyla malam ini." Kata Keyla dengan senyum manisnya
" Key." Panggil Gerry.
" hmm." Jawab Keyla yang masih tetap fokus mencuci daging dan sayuran yang akan dia masak sebentar lagi.
" Bisa ngga setiap hari kita seperti ini ?" Tanya Gerry.
Keyla mematikan keran air yang sedang dia gunakan untuk mencuci bahan makanan di westafel dan berbalik menatap Gerry yang juga sedang menatap lekat padanya.
" Kalo gitu nikahi aku." Jawab Keyla datar.
Gerry terdiam kaget, matanya membulat menatap Keyla yang saat ini juga sedang menatapnya dengan senyum manisnya yang menggoda.
"Kamu yakin mau nikah sama aku ?" Tanya Gerry masih tidak percaya dengan kata yang baru saja keluar dari mulut Keyla.
" Yah ngga mungkinkan kamu minta aku jadi pembantu untuk menyiapkan makanan kamu setiap hari. Gerry aku punya banyak uang, gajiku 30 juta sebulan sebagai asisten Bram punya 7 persen saham di HG Group, punya yayasan sendiri dan bahkan punya 2 persen saham diperusahaan papamu. dan kesibukanku sebagai sekretaris dari Bramntyo luar biasa jadi jika si bos sudah kembali dari liburannya aku tidak akan punya waktu sebanyak ini untuk bersantai, dan rasanya mustahil aku akan dengan santainya berada disini dan main - main rumahan denganmu." Jawab Keyla
" Aku akan menikahimu !" Kata Gerry tegas
" Lalu bagaimana nasib dari Alisa Parsetyo jika calon suaminya menikah denganku. Ayolah Gerry kita bukan lagi anak umur 20 tahun yang senaknya mengambil keputusan tanpa memikirkan orang lain.. aku yakin pak Sanjaya akan menendangmu keluar dari perusahaan jika anaknya bandel." Kekeh Keyla yang kemudian kembali melanjutkan aktifitasnya yang tertunda.
" Dan kamu harus tahu, aku ngga mau nikah sama gelandangan" Lanjut Keyla yang semakin tertawa lebar..
"Aku ngga akan jadi gelandangan Key, aku punya banyak tabungan juga keahlian. Mungkin papa akan marah jika aku mengecewakannya, namun harus kau tahu dia tidak akan pernah bisa membuangku, aku satu- satunya pewaris dikeluargaku, jadi kamu tidak perlu khawatir jika aku akan jadi pengangguran." Jawab Gerry percaya diri sambil melangkah mendekati Keyla.
__ADS_1
" Dan sekarang ada yang bisa ku bantu ?" Tanya Gerry yang sudah berdiri disamping Keyla.. dia sengaja ingin mengalihkan topik pembicaraan yang menurutnya sangat sensitif dan membuat dirinya kembali kesal. Melihat Keyla seperti ini sudah cukup baginya, malam ini sangat menyenagkan dan Gerry tidak ingin merusaknnya.
"Baiklah calon suami idaman tolong panggang ini disana," sambil memberikan daging yang sudah diberi bumbu pada Gerry. "Aku akan merebus sayurannya apa sekalian mau dibuatkan sambal ?" tanya Keyla.
"Ngga usah, aku tidak suka makanan pedas." Jawab Gerry.
" Baguslah, sepertinya kita memang berjodoh aku juga tidak suka makanan pedas." Jawab Keyla masih dengan senyum di bibirnya dan itu tidak lepas dari tatapan Gerry.
"Apa Paris menyenangkan ?" Tanya Gerry sambil membolak - balik daging di atas panggangan.
"Sangat menyenangkan." Jawab Keyla singkat.
"Lalu kenapa tidak tinggal dan bekerja disana ? aku rasa dengan jebolan Universitas sebaik itu sudah banyak perusahaan yang menunggumu." Tanya Gerry lagi.
Keyla mengangguk, " ada bebrapa perusahaan yang memintaku." jawab Keyla
"Lalu kenapa tidak bekerja dan menetap disana ? pasti menyenagkan disana." Kata Gerry dan di benarkan Keyla. Paris sangat menyenangkan meskipun ada banyak duka yang dia lalui disana karena laki - laki yang ada di sampingnya ini.
"Paris memang menyenangkan tapi Rosa dan Bram sangat berarti dalam hidup aku. Sebelum pergi aku sudah janji pada mereka berdua hanya dua tahun lamanya, selesai atau tidak dengan kuliahku, aku akan tetap kembali tepat waktu." Jawab Keyla sambil melihat kearah panggangan
Setelah semuanya tertata rapi di atas piring, Gerry membantu Keyla membawa makanan mereka ke meja makan dan mulai menikmati makan malam mereka.
" Wah aku ngga sangka kamu sepintar ini soal masak," kata Gerry jujur setelah mulai memakan satu suapan steik dimulutnya.
"Kalo soal masak memasak aku ahlinya." kekeh Keyla. "Waktu kami bersama di Paris Ka Anggun dan Dokter Robby sampai ngga mau makan diluar karena ketagihan masakan aku." Jawab Keyla dengan bangga
" Kenapa bisa sepintar ini ? sudah selevel mama loh ini, ka Anggun saja tidak se jago ini." Kata Gerry jujur.
" Yah terimakasih untuk pujiannya malam ini, nikmati makananmu dan berhentilah berbicara saat makan." Kata Keyla yang mulai memakan makanannya setelah semua dagingnya terpotong kecil - kecil.
Mereka menikmati makanan dalam diam, sepertinya ini kebiasaan Keyla jika sedang makan. dia akan sangat menikmati makan dihadapannya bagaimanapun keadaan disekitarnya.
Setelah selesai makan malam, Keyla membersihkan meja makan dan membawa piring bekas mereka ke wastafel.
__ADS_1
" Ngga usah di cuci Key, besok pagi asisten mama akan datang untuk bersih - bersih." Kata Gerry ketika melihat Keyla sudah mulai memindahkan piring bekas mereka ke tempat cuci piring.
" No Gerry, biasakan setelah makan harus di bersihkan jangan menunggu orang lain melakukan hal yang harusnya bisa kita lakukan sendiri." Jawab Keyla santai dan mulai mencuci piring.
"Lgipula ini hanya dua, bukan pekerjaan yang sulit." Lanjutnya.
" Beruntungnya aku jika kau mau jadi istriku Key." Kata Gerry sambil tersenyum.
Setelah menyimpan kembali piring yang sudah bersih di tempatnya semula, Keyla berjalan kearah Gerry dan bersandar di meja makan tepat dihadapan Gerry.
" Tidak akan seberuntung itu Tuan muda Sanjaya karena di dunia ini tidak ada yang gratis. Aku wanita yang penuh perhitungan, semua harus ada timbal baliknya, jika kamu mau menjadikan aku istrimu, maka kamu harus siap dengan semua aturanku tanpa membantah. Akupun begitu, aku siap menuruti semua aturanmu. jika sudah berkomitmen dengan sesuatu, aku paling benci jika seseoraang melanggarnya. Sepertinya kamu dulu sempat membuat kepercayaanku hilang, so jika kamu memintaku jadi istrimu aku harus memikirkannya dengan baik, agar tidak akan ada masalah yang akan menimpa hidupku di kemudian hari." Kata Keyla panjang lebar
"Maksudmu ?" tanya Gerry.
"Cepat atau lambat kamu akan mengetahuinya, jika kita masih punya waktu berdua seperti ini aku sendiri yang akan menceritakan semuanya padamu.. dan karena besok kamu harus menghadiri rapat dewan direksi, setelah itu menemui para pemegang saham dan termasuk aku juga akan berada disana.. jadi sepertinya saat ini bukanlah waktu yang tepat.. kita berdua harus segera beristirahat.. besok pagi Bram dan Rosa akan ke apartemenku dan jika aku tidak berada disana mereka akan menginterogasiku, dan aku paling susah berbohong pada mereka berdua." Kata Keyla kemudian berlalu dari sana menuju kamar tidur Gerry.
Gerry segera beranjak dari tempat duduk dan mengikuti Keyla dari belakang. Tidak ada lagi pembahasan apapun, Gerry masih mencerna semua kalimat yang Keyla bicarakan tadi..
Apa ini berkaitan dengan kebohongannya lima tahun lalu ? apa terjadi sesuatu pada Keyla saat itu ? Banyak dugaan yang datang berkecamuk dalam benaknya. Sungguh Gerry merasa sangat bersalah jika sampai terjadi sesuatu pada Keyla dan membuat Keyla menderita sendirian.
Keyla masuk kedalam kamar diikuti Gerry dan segera naik ketempat tidur...
" Kamu tidur disini juga ?" Tanya Keyla ketika melihat Gerry juga ikut berbaring di sampingnya
" Tentu saja, memangnya dimana lagi. Jangan berfikir yang aneh - aneh nona, aku tidak akan melakukan apapun." jawab Gerry kemudian ikut naik keatas tempat tidur.
Keyla hanya diam kemudian menarik selimut hingga ke batas dada.
" Key, apa aku boleh peluk kamu malam ini ?" Tanya Gerry.
"Hmm untuk malam ini sepertinya bukan ide yang buruk dan pelukanmu sepertinya sangat nyaman mungkin bisa membantuku semakin cepat terlelap." Jawab Keyla kemudian menggeser tubuhnya mendekati Gerry.
Gerry segera membawa tubuh Keyla kedalam pelukannya, aku ingin tidak hanya malam ini Key, aku ingin masih ada malam - malam selanjutnya bersamamu seperti ini.. batin Gerry yang seakan mengerti sikap manis Keyla malam ini tidak akan dia dapati lagi untuk hari - hari berikutnya. Bukanlah masalah besar, dia sudah berjanji akan memberikan waktu sebanyak yang Keyla butuhkan. Gerry kembali menguatkan hatinya, kali ini dia akan benar - benar berjuang dan memulai semuanya dengan baik.
__ADS_1
Tidak berapa lama Keyla sudah tertidur lelap dalam pelukan Gerry, dan Gerry masih belum ingin terlelap.. tidak, dia tidak ingin tidur malam ini, dia hanya ingin menikmati rasanya memeluk Keyla seperti ini.. Sama seperti lima tahun lalu yang rasanya terasa singkat karena di begitu cepat terlelap saat memeluk Keyla.