Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Penjelasan Atas Segalanya


__ADS_3

Gerry masih fokus mengendarai mobil menuju perusahaan, macet di Jakarta saat jam makan siang seperti ini tidak perlu di pertanyakan lagi. Terik matahari yang terasa membakar dan polusi udara yang membuat orang - orang sulit bernafas tidak akan mengurungkan niat para pemburu dolar untuk mengisi nutrisi dalam tubuh mereka agar bisa kembali beraktifitas.


Perjalanan yang hampir memakan waktu dua jam membuat Gerry merasakan perih di perutnya. Dia belum sempat makan siang karena sejak pagi terus menemani Keyla.


Setelah sampai di depan perusahaan, Gerry memberikan kunci mobilnya pada petugas keamanan untuk di bawa ketempat parkir khusus. Masuk kedalam lift naik menuju tempat dimana ruangannya berada.


"Selamat siang pak." Sapa Rachel sekertaris pribadinya ketika melihat Gerry berjalan menuju ruangannya.


"Siang Rachel, apa mama masih menunggu di dalam ?" Tanya Gerry pada sekartarisnya.


" Iya pak, Ibu Nia masih masih menunggu di dalam". Dengan sigap Rachel membuka pintu ruangan tersebut kemudian masuk kedalam mengikuti Gerry.


Setelah mendapatkan perintah untuk membawakan makan siang ke dalam ruangan, Rachel segera keluar dari ruangan bosnnya tersebut. Sedangkan Gerry berjalan mendekati sang mama yang entah sudah sejak kapan menunggunya di ruangan ini.


Di jalan menuju kantor, Gerry mendapat telefon dari Anggun jika mama mereka sedang menunggu adiknya untuk pergi mengunjungi sang papa yang masih menjadi tahanan tersangka kecelakaan Keyla satu bulan lalu.


" Gerry makan siang dulu ya Ma, habis itu kita langsung berangkat." Kata Gerry pada sang mama ketika sudah mendaratkan tubuhnya disamping Nia.


Sedangkan Nia hanya mengangguk mengiyakan.


"Apa semua baik - baik saja ?" Tanya Nia pada putranya.


"Semuanya sudah baik-baik saja, meskipun tidak berjalan sesuai apa yang aku inginkan." Jawab Gerry tenang. Dia tidak ingin menampakan kesedihannya di depan mamanya, wanita terbaik dalam hidupnya ini juga merasa sedih semenjak papanya masuk penjara.

__ADS_1


"Apa keluarganya tidak menerimamu nak ?" Tanya Nia menyentuh sudut bibir putranya yang sedikit terluka.


"Aku bisa memakluminya ma, semua ini salahku. Papa melakukan hal nekat itu juga karena aku." Jawab Gerry tenang meskipun dadanya kini sesak mengingat Keyla tidak akan bisa lagi bersamanya.


" Maafkan papamu Gerry, mama yakin dia menyesalinya sekarang. semuanya hancur, dia merusak kebahagiaan putranya dengan tangannya sendiri." Kata Nia yang kini sudah mulai meneteskan air mata di pipi tanpa kerutan meskipun umurnya tidak lagi mudah.


Gerry tidak lagi membalas apapun, segera meraih tubuh sang mama lalu memeluknya erat. Sesungguhnya dia sangat sulit memaafkan sang papa. Papanya itu bukan hanya merusak masa depan yang sudah dia rancang bersama Keyla. Tetapi laki- laki paruh baya yang selalu dia hormati itu hampir saja membuat wanita yang mati-matian dia perjuangkan kehilangan nyawa.


Rachel mengetuk pintu ruangan kemudian masuk kedalam membawa makan siang untuk bosnya. Hari ini dia merasa kewalahan harus mengatasi berbagai keluhan dari para klien karena membatalkan semua jadwal Gerry hari ini.


Setelah menyiapkan makanan di atas meja di depan Gerry dan mamanya juga mendapatkan terimakasih dari Gerry Rachel segera pamit keluar dari ruangan tersebut.


Pertama kali Gerry berkunjung ke perusahaan yang sudah hampir sepuluh tahun dia bekerja ini, Rachel sudah menaruh hati padanya. Namun ketika seorang wanita yang bernama Lisa Prasetyo menjadi perbincangan di area kantor sebagai tunangan dari putra bos yang sudah di layaninya, dia kembali menutup hatinya rapat. Merasa rendah diri harus bersaing dengan putri salah satu pemilik perusahaan konstruksi.


Hingga sebulan lalu Gerry terlibat scandal dengan gadis yang sama profesi dengan dirinya juga gadis yang bernama Lisa itu sudah tidak ada lagi mencuat dari bibir beberapa pegawai, dia kembali percaya diri jika dia pun punya kesempatan yang sama untuk mendekati Gerry. Meskipun tidak secara terang - terangan, perlahan namun pasti.


" Ma kita berangkat sekarang." Ajak Gerry pada mamanya stelah menyelesaikan makan siangnya.


Gerry dan sang mama keluar dari ruangan menuju lift dan langsung turun menuju lobi kantor kemudian berlalu dari sana menuju kantor polisi tempat papanya di tahan untuk sementara waktu. Kasus ini masih belum sampai ke pengadilan, karena belum ada tuntutan dari pihak korban. Sanjaya hanya di tahan sementara karena sudah dengan suka rela datang menyerahkan diri.


Di tempat lain di sebuah Rumah Sakit tempat Keyla berada sepasang suami istri kini sedang berada di samping ranjang. Di ranjang itu Keyla sudah duduk dengan diam, menunggu dengan diam penjelasan dari sepasang suami istri yang masih bungkam tanpa sekatapun dari tadi. Sedikit merasa kesal juga karena laki- laki yang sejak pagi tadi menemaninya sudah tidak terlihat batang hidungnya.


" Apa ada yang ingin Om Han dan tante Ratih ingin beritahukan padaku ? " Tanya Keyla. Sungguh dia sudah tidak tahan lagi dengan keheningan ini.

__ADS_1


Namun ketika Handoko hendak bercerita, Dokter Anggun masuk untuk memeriksa kondisi Keyla. Sebenarnya sudah tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan, gadis ini sudah baik- baik saja sejak seminggu yang lalu. Harusnya gadis yang masih duduk dengan diam di atas bed pasien ini sudah bisa pulang ke rumah sejak satu minggu yang lalu.


" Bagaimana Kondisinya Dok ?" Tanya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


" Dia sudah baik- baik saja Dok, bahkan jika ingin, dia sudah bisa kembali kerumah." Jawab Anggun.


"Jangan memanggilku Dokter, aku sudah bukan lagi seorang Dokter sekarang." Kata Ratih tersenyum miris ketika mengingat kembali impiannya terputus di tengah jalan karena drama kehidupannya.


Bunda dari Bram ini adalah Dokter senior yang memilih berhenti dari pekerjaanya karena skandal perselingkuhan. Kisah cinta dari Dokter Ratih ini banyak menggetarkan hati para pegawai Rumah sakit ini. Siapa yang tidak kenal sahabat karib dari Dokter Tania putri dari pimpinan Rumah Sakit yang tertarik dan jatuh cinta pada putra seorang pasien miskin yang dirawatnya saat itu. Namun karena terlahir dari keluarga kaya sebagaimana mestinya, Dokter Ratih mau tidak mau harus menerima takdir yang menyayat hati. Sebagaimana putra putri konglomerat lainnya, siap hidup dengan rumah tangga yang menyesakkan dada.


Untung saja zamanya sudah tidak ada lagi hal seperti itu. Meskipun sang papa kerap kali memaksakan lehendaknya namun dia menikah dan hidup bersama Roby yang sangat dia cintai juga mencintainya. Anggun merasa bersyukur ketika mengingat kembali kisah cinta legenda Rumah Sakit tempatnya bekerja ini.


"Ka Anggun, Gerry kemana ?" Tanya Keyla yang menyadarkan Anggun dari lamunannya tentang kisah cinta wanita paruh baya yang cantiknya tidak luntur di hadapannya ini.


" Dia tidak pamit padamu ?" Tanya Anggun merasa heran.


Keyla menggeleng. " Aku tertidur sebentar tadi." Jawabnya.


" Mama memintanya pulang tadi, mereka akan mengunjungi papa di tahanan" Jawab Anggun kemudian meminta izin permisi pada Keyla dan sepasang suami istri di hadapannya karena masih ada beberapa pasien yang harus dia periksa.


Setelah kepergian Anggun, Keyla kembali menatap laki- laki dan wanita yang sudah menyayanginya sejak lama ini. Dan Handoko sepertinya mengerti, Keyla meminta dirinya untuk menjelaskan segalanya. Handoko meraih tangan Putrinya dan menggenggamnya erat. Berharap gadis di hadapannya ini tidak akan membencintya ketika mendengar semua penjelasannya.


Dengan menahan dada yang sudah terasa sesak, Handoko menjelaskan segalanya pada Keyla yang kini tetap saja dengan tangisannya yang menyayat hati meakipun dia sudah mengetahui kebenaran ini sejak dia sadar dua minggu yang lalu.

__ADS_1


Sedangkan Handoko segera meraih tubuh istrinya yang sudah bergetar, dia merasa sangat bersalah pada Adrian yang sudah pergi selamanya sebelum dia mengucapkan terimakasih dengan benar karena sudah merawat putrinya dengan baik.


Ratih segera berdiri dari tempat duduknya, meraih tubuh putrinya yang sudah terlihat kurus. "Maafkan kami nak, maafkan Ayah dan Bunda, maafkan kedua kakekmu yang sudah pergi dan mungkin sekarang bertemu dengan Ayah Adrian dan memohon pengampunan karena sikap mereka yang dulu." Kata Ratih lirih.


__ADS_2