
Keyla kembali duduk disamping Gerry, dengan hati - hati Keyla membersihkan luka di sudut bibir Gerry dengan antiseptik kemudian memberinya obat merah.
"Hati - hati Key, sakit banget ini." Rengek Gerry.
"Bram mewakiliku untuk menghancurkan bibir yang sudah lancang menciumku, ah jika Bram tahu kau sudah mencimku aku yakin bibirmu tidak akan pernah kembali kebentuk semula." Keyla lagi - lagi tertawa melihat keadaan Gerry saat ini dengan sesekali menekan luka disudut bibir Gerry yang membuat si empunya meringis perih.
"Mereka sangat khawatir padamu Key." Kata Gerry.
"Mereka mungkin sudah berada di apartemenmu sejak pagi." Sambungnya lagi dengan menatap lekat pada Keyla. oh jantungnya terus berpacu ingin keluar dari tempatnya melihat wajah Keyla sedekat ini...
"Aku tahu. Mereka selalu seperti itu jika sedikit masalah datang mendekatiku, untuk itu aku selalu menghindari siapapun yang berpotensi memberikan masalah dalam hidupku. Kau tahu Gerry, Bram akan melakukan apapun untuk melindungiku termasuk mememutuskan kerja sama dengan SN Company milikmu, jadi berhentilah sampai disini." Kata Keyla sambil merapikan obat - obatan kemudian membawanya kembali ketempat semula.
"Bagaimana jika aku tidak bisa melakukannya Key ? Bagaimana jika aku tidak bisa berhenti dan ingin terus mencintaimu ?" Tanya Gerry lirih sambil menatap pada Keyla yang sedang berdiri di dekat kulkas.
"Maka kamu harus siap menerima resikonya. Kamu harus tahu, aku juga punya perasaan yang sama denganmu. Aku jatuh cinta padamu malam itu, malam lima tahun lalu saat aku datang menawarkan kesucianku untuk ditukar dengan uang. Malam itu semua harga diriku sudah tidak berbentuk lagi l, tapi aku melakukannya dengan perasan membuncah, aku menikmatinya, aku menikmati sentuhanmu, sentuhan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, sentuhan yang sampai sekarang tidam pernah aku dapatkan dari orang lain. aku berfikir kau akan memperlakukan aku dengan hina sama seperti jalang tapi aku salah, sentuhan penuh penghargaan atas tubuhku membuatku jatuh cinta padamu. Namun Gerry aku harus kembali menegaskan padamu, kita tidak bisa lebih dari ini, mungkin ada banyak hal yang tidak kamu inginkan jika mengetahui seperti apa kehidupanku selama ini, dan aku sulit percaya padamu jika kali ini kau tidak akan menipuku." Kata Keyla tenang masih dengan wajah datar tak terbaca miliknya.
"Kalu begitu beri aku kesempatan untuk mengenalmu, mari saling membuka diri dan saling kenal, katakan apa yang tidak membuatmu yakin denganku agar aku bisa memperbaiki segalanya." Kata Gerry yakin.
"Baiklah." Jawab keyla
"Tapi tanpa ikatan namun harus saling menghargai permintaan. Lakukan semua dengan perlahan dan tanpa saling mengganggu apalagi mengatur karena kita berdua punya kesibukan masing - masing. Dan satu lagi berhentilah bersikap seperti tadi, itu tidak akan ada gunanya hanya akan membuat citra buruk pada diri kita berdua." Sambung Keyla lagi.
"Baiklah deal." Kata Gerry dengan senyum di wajah tampannya yang sudah babak belur. "Permintaan pertamaku hari ini, kamu menginap disini dan tidak boleh pulang sebelum aku bangun besok pagi." Kata Gerry kemudian beranjak dari kursi berjalan menuju Keyla.
"Yah aku juga tidak ingin pulang malam ini, Bram dan Rosa pasti juga sudah pulang kerumah tante Ratih dan om Han, lagi pula tidur di dalam pelukanmu lumayan nyaman, gratis pula." Jawab Keyla singkat dengan senyum khasnya kemudian berlalu dari sana menuju kamar tidur milik Gerry.
__ADS_1
Dengan hati yang sangat bahagia juga senyum yang dari tadi tidak pernah lepas dari bibirnya, Gerry mengikuti Keyla dan ikut masuk kedalam kamar.
Karena sudah tertidur sangat lama, Keyla tidak lagi merasa ngantuk dan memilih mengambil tasnya yang ada di atas nakas samping ranjang kemudian duduk di sofa. Sedangkan Gerry langsung menuju kamar mandi untuk membersihakn tubuhnya.
"Jangan membasahi wajahmu dengan air malam ini, luka di bibirmu akan infeksi nanti." Kata Keyla yang masih tetap menatap layar ponselnya memeriksa beberapa panggilan juga pesan dari Rosa dan nomor yang tidak tersimpan di kontaknya namun dia sudah tahu siapa itu. Bagas berulang kali menghubunginya juga ada tiga pesan teks dari pamannya Flora itu.
"Sudah mulai perhatian padaku nona ? apakah kita pacaran sekarang ?" Tanya Gerri dari balik pintu kamar mandi yang masih sedikit terbuka.
"Jangan kekanakan Gerry, kita bukan lagi berada di umur yang pantas untuk menikmati sifat alay begitu." Tegas Keyla sambil menatap pada Gerry.
"Baiklah.. Baiklah.. ngga ada manis - manisnya sikapmu Key, untung saja wajahmu sudah manis." Gerutu Gerry lalu menutup pintu kamar mandi.
Keyla kembali fokus pada layar ponsel yang ada di tangannya, dengan jantung yang berdetak Keyla segera menghubungi Rosa dan seperti biasa pada deringan pertama teriakan dari Nyona Bramantyo hampir membuat gendang telinganya pecah.
"Ya Tuhan Keyla, kau dari mana saja gadis nakal. Selalu saja membuatku khawatir." Ochean dari suara Rosa membuat Keyla terkekah juga hatinya ikut menghangat.
"Apa yang terjadi Key ?" Tanya Rosa yang kali ini tidak ada lagi suara teriakan..
"Aku akan menceritakan semuanya besok, okey. Aku ingin istirahat sekarang. Sampaikan terimakasih ku pada Bram dan Om Han karena sudah mengurus media." Kata Keyla lagi.
"Baiklah Key istirahatlah.. aku akan bertemu denganmu besok di kantor Bram." Kata Rosa yang kemudian segera mengakhiri percakapan mereka.
"Sudah berbicara dengan Rosa ?" Tanya seseorang yang dengan santainya berdiri di depan kamar mandi hanya menggunakan handuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
Keyla mengangguk, sedikit terkejut melihat laki - laki yang tidak tahu malu berdiri santai melihat kearahnya hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya.
__ADS_1
"Pakai bajumu Gerry." kata Keyla datar.
"Kenapa, apa kau tergoda dengan bentuk tubuhku nona ?" Tanya Gerry yang mode jail diwajahnya sudah aktif kembali. dengan perlahan Gerry melangkah mendekati Keyla dan Braakk.... Tas Branded yang ada di sofa samping Keyla duduk terbang dengan indah menghantam wajah babak belur Gerry.
"Key.." Teriak Gerry kaget ketika dengan cepat tas tangan tersebut mendarat diwajahnya.
"huh adik kaka sama saja, sama - sama pemarah." Omel- omel kecil dari mulut Gerry yang tidak terlalu terdengar jelas ditelinga Keyla karena Gerry sudah berbalik arah menuju ruang ganti.
Stelah Gerry berlalu dari sana Keyla kembali fokus pada layar ponselnya.. Ada beberapa panggilan tidak terjawab juga pesan dari nomor yang tidak terdaftar di kontaknya.. Keyla membuka satu persatu pesan dari paman Gagasnya Flora tersebut.
" Key apa kau tidak jadi datang ? "
" Key apa yang terjadi ? ada bebrapa stasiun TV memberitakanmu"
" Key kenapa mengabaikan panggilanku ? "
Sedangakan Gerry setelah selesai memakai bajunya keluar dari dalam ruang ganti namun masih berdiri di depan pintu ruang ganti tersebut karena melihat Keyla yang sedang menghubungi seseorang diponselnya.
Keyla segera menghubungi nomor Bagas dan benar saja laki - laki itu segera menjawab panggilannya, mungkin dia memang sedang menunggu Keyla menghubunginya
"Key apa semua baik-baik saja ? aku berada di depan apartemenmu sekarang, apa kamu bisa keluar ?" Tanya Bagas yang sedikit terdengar oleh Gerry.
"Aku baik Gas, sampaikan maafku pada Oma ya. Pada Om Evan, tante Tania juga mami papi kamu karena hari ini tidak bisa mengunjungi mereka dan maaf aku tidak sedang di apartemen sekarang." kata Keyla.
Gerry mengepalkan tanganya ketika mengetahuin siapa yang sedang berbicara dengan Keyla di balik ponsel
__ADS_1
"Tidak masalah Key, yang terpenting kamu baik-baik saja." Kata Bagas. "Istirahatlah, temui aku di rumah sakit kapanpun kamu punya waktu aku tutup yaa." Lanjutnya yang kemudian mengakhiri pembicaraan dirinya dan Keyla
Gerry melangkah mendekati Keyla dan ikut duduk di sofa yang ada di dalam kamar miliknya.