Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Virus Berbahaya


__ADS_3

Gerry yang sudah terlihat segar juga dengan senyum yang tidak surut dari bibirnya keluar dari kamar mandi, sedangkan Keyla masih membungkus tubuhnya yang menyisakan dalaman berenda yang berwarna hitam. Selimut putih itu menutupi hingga ke bagian kepala. wajah yang sudah semerah kepiting rebus karena menahan malu mengingat aksi mereka tadi.


Gerry mengambil pakaian baru dari dalam koper kemudian dia kenakan dengan santai sembari terus menatap pada tubuh yang tidak lagi terlihat karena sudah tertutup selimut hingga bagian kepala menyisakan rambut yang berwarana kecoklatan hanya nampak terlihat ujungnya.


"Kamu ngga mau bersih-bersih Key ? itu dalaman kamu sudah kotor loh tadi." Kata Gerry santai sambil mengulum senyumnya ketika mengingat kembali making out yang mereka lakukan hampir setengah jam tadi.


"Tutup mulut kamu dan cepat keluar dari kamar aku Gerry." Teriak Keyla masih berada di balik selimut. Dia juga ingin segera membersihkan diri, tubuhnya yang sudah terasa lengket dengan cairan sialan milik calon suaminya itu sungguh membuat Keyla tidak nyaman.


"Kenapa ?" Tanya Gerry semakin melancarkan godaan pada gadisnya. "Aku sudah melihat semuanya Key, apa yang ingin kamu sembunyikan dariku ?." sambungnya sambil melangkah menuju tempat tidur. Dengan cepat Gerry menyelipakn tangannya di bawah tubuh mungil yang masih terbungkus selimut lalu membawanya ke kamar mandi.


"Gerry apa yang kau lakukan ?" Teriak Keyla frustasi dengan kelakuan lelaki ini.


"Memandikanmu." Jawab Gerry singkat. Dengan cepat wajah yang masih memerah itu keluar dari persembunyiannya. Keyla sudah menatap Gerry dengan tatapan membunuhnya namun Gerry sama sekali tidak perduli dan mendaratkan kecupan di pipi dan bibir yang baru saja di cicipinya tadi.


"Gerry !" Teriak Keyla lagi ketika mereka sampai di dalam kamar mandi.


"Aku belum puas, masih ingin melakukannya lagi di kamar mandi. Masih ingin Mendengar desahan dari bibirmu seperti tadi." Kata Gerry sembari mendudukkan tubuh Keyla di atas wastafel yang beralaskan marmer di dalam kamar mandi.


"Kok jadi mesum banget sih" Kata Keyla sambil mengangkat tangannya menyentuh rahang Gerry, membiarkan selimut yang membungkus tubuhnya ikut luruh dan mengekspos tubuh mulus bagian atas miliknya. "Aku ngga mau malam pernikahan kita jadi ngga spesial lagi karena sudah terlebih dulu dinikmati." Sambungnya masih menatap lekat pada laki-laki yang masih berdiri mematung di depannya.


"Kamu tetap akan selalu menjadi spesial Key, tapi baiklah aku akan bersabar menanti malam pernikahan kita." Ucap Gerry sambil kembali mengecup bibir yang entah sudah keberapa kalinya pagi ini.


"Turunkan aku dulu." Ucap Keyla ketika melihat Gerry yang sudah mau keluar dari dalam kamar mandi.


Gerry terkekeh meraih tangan Keyla yang sudah bergelayut di bahunya kemudian mendekap tubuh Keyla untuk membantu gadis itu turun dari sana. "Aku akan menunggumu di luar, jangan lama-lama di kamar mandi sudah hampir waktunya pesawat mendarat dan kita sudah harus berada Bandara." Ucap Gerry kemudian di angguki oleh Keyla. Gerry segera keluar dari dalam kamar mandi setelah kembali mendaratakan ciuman di pipi gadis itu.


********


Charles De Gaulle Airport

__ADS_1



Rombongaan dari kedua pihak keluar sudah tiba di terminal kedatangan Charles De Gaulle Airport Paris, Prancis.


Keyla dan Gerry juga sudah menunggu dengan beberapa mobil yang memang di sediakan dari Sangri La Hotel tempat empat keluarga besar itu menginap.


"Kenapa mereka tidak menginap saja di hotel yang sama dengan tempat kita menginap ?" Tanya Keyla pada Gerry.


"Kita akan menikah disana dalam dua hari ini, jadi mereka akan langsung kesana dan kita akan menyusul nanti." Jawab Gerry singkat.


"Dua hari ? Secepat itu ?" Tanya Keyla lagi dan hanya di angguki oleg Gerry.


Keyla yang ingin kembali bertanya namun terhenti ketika gadis kecil sedang berteriak memanggil dengan suara cempereng sambil berlari kearahnya.


"Aunti aku lindu." Ucap Flora dengan cadel khasnya.


"Bialkan saja Tevin." Ucap Flora yang membuat Keyla semakin gemas.


"Bukan Tevin Flo, tapi Kevin." Interupsi Kevin lagi.


Keyla semakin terkekeh dengan perdebatan dua anak kecil di dekatnya ini. Keyal menurunkan Flora dari gendongannya kemudian berlututu mensejajarkan tingginya dengan anak laki-laki dengan wajah dingin.


"Hii Kevin, Senang bertemu denganmu lagi," Ucap Keyla riang.


" Iya Aunti, Kevin jiga senang bisa bertemu lagi dengan orang secantik aunti." Jawab anak laki-laki itu dengan mata berbinar.


Keyla kembali terkekeh dengan ucapan manis dari anak kecil yang berdiri di hadapannya ini. Sedangakan Gerry langsung mengetuk kepala keponakannya itu dengan jarinya.


"Kecil-kecil sudah mulai belajar menggombal." Ketus Gerry pelan dan Keyla semakin terkekeh.

__ADS_1


Flora kembali lagi masuk ke tubuh Keyla dengan tangannya memeluk erat lehernya.


"Aku masih lindu." Rengek gadis kecil itu.


Rosa yang juga sudah berada di sana dengan rombongan keluarga besar hanya bisa tersenyum melihat putrinya yang selalu saja bersikap seperti itu pada tante kesayangannya ini.


Keyla masih berlutut di lantai mengangkat pandangannya, dan begitu sangat terkejut ketika melihat orang-orang yang sudah berdiri di hadapannya. Bagas dan Rachel juga terlihat berada disana. Tante Tania dan Om Evan juga Mami dan Papinya Bagas ikut berada disana.


Keyla kembali mengangkat tubuh Flora dalam gendongannya menyapa bebrapa orang tua yang ada disana, termasuk calon Papa mertuanya juga di sapannya dengan sopan.


Meskipun masih sedikit canggung, Keyla juga menyapa Rachel. Gadis yang sudah membuatnya cemburu dan hampir saja mengambil keputusan bodoh. Ah dia sudah mengambil keputusan bodoh itu beberapa minggu yang lalu.


Keyla berjalan di samping Rosa masih dengan Flora yang berada dalam gendongannya ikut melangkah keluar bersama rombongan keluarga menuju mobil-mobil yang sudah terparkir di area Bandara. Ayah Han dan Calon mertuanya Sanjaya memilih untuk langsung ke Hotel dan memilih untuk makan siang disana.


"Cepat banget luluhnya." Bisik Rosa pada Keyla dengan senyum mata mengejek.


Keyla hanya mendengus mendengar godaan dari sahabat kesyangannya itu.


"Huu kamu juga gitu, mana bisa ngga luluh dengan rayuannya Bram." Ejek Keyla membalas dan di sambut dengan kekehan Rosa.


"Jadi apa sampai berkeringat di tempat tidur sama seperti aku dan Bram ?" Tanya Rosa sambil menutup teling putrinya agar tidak mendengar kalimat vulgar yang keluar dari mulutnya.


Keyla melotot dengan wajah yang sudah memerah. Bayangan pergumulannya dengan Gerry pagi ini kembali melintas di pelupuk matanya.


"Ih ngomong jorok banget sih, kalo ngomong di filter dong nanti keponakanku akan terjangkit virus omongan jorok kamu itu." Ketus Keyla dengan wajah yang sudah memenas.


" Vilus omangan jolok apa aunti ?" Tanya gadis kecil yang masih berada di dalam gendongannya.


"Ngga sayang, itu omongan mami kamu bahayanya sama seperti Virus yang lagi trend saat ini. Jadi harus rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak dari mami kamu." Ucap Keyla. Rosa semakin terkekeh mendengar ucapan Keyla dan terus berjalan beriringan dengan sahabat sekaligus adik iparnya itu.

__ADS_1


__ADS_2