Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Aku memilihmu


__ADS_3

** Warning !! mengandung 21 ++ 🤭😅 Happy reading semuanya **



Mentari yang tidak begitu menyengat semakin menambah betah sepasang pengantin baru menikmati alam terbuka di balkon kamar hotel. Setelah kembali dari Bandara, Gerry dan Keyla memilih kembali ke hotel dan melihat pemandangan Kota Paris dari lantai tertinggi kamar suite Sangri La Hotel.


Pemandangan yang selalu menjadi favorite Keyla kurang lebih tiga tahun lalu, dan kini dia sedang menikmatinya bersama Gerry. Nikmat Tuhan mana lagi yang tidak harus dia syukuri dalam hidupnya. Orang-orang baik yang Tuhan kirimkan unuk kehidupannya selama ini, adalah yang paling berharga. Dan Keyla tidak pernah lupa untuk selalu mensyukurinya.


Duka yang beberapa tahun lalu di kota ini, meluap entah kemana di gantikan hari bahagianya beberapa hari lalu. Pernikahan yamg tidak pernah dia bayangkan akan terjadi dalam hidupnya setelah dia memilih unttuk meminta waktu lebih pada Gerry dan membatalkan pertunangan mereka yang sudah di pelupuk mata. pernikahan yang membuatnya terus merutuki kebodohannya. Laki-laki yang di kecewakan di Bandara di tanah kelaharinya beberapa minggu lalu, tidak berhenti untuk memeperjuangakan semuanya. Dan lebih membuatnya merasa bersalah laki-laki itu berjuang sendirian.


"Maaf membuatmu harus berjuang sendirian, harusnya aku ada di sana untuk menemani dan berjuang bersama mu. Aku akan merekam semua moment yang kita lewati disini, dan menyimpannya dengan aman di otakku." Ucap Keyla pelan yang kini sudah bersandar di bahu suaminya.


" Aku tahu apa yang aku lakukan hari ini tidak bisa menghapus deritamu di kota ini karena perbuatanku dulu, namun aku berharap kita bisa memulai cinta yang baru di kota ini. Memulai semuanya dengan baik dari awal di kota ini. Aku tidak bisa menjanjikan cinta yang sempurnah, namun akan ku pastikan akan memberikan cinta sebanyak yang kau mau Key." Kecup Gerry di puncak kepala Keyla. "Maafkan kebodohanku dulu, maafkan keegoisanku dulu. Kamupun dulu berjuang sendirian disini tanpa aku, hingga membuat makhluk kecil yang tuhan titipkan untuk aku jaga, kembali di ambil olehNYA. Aku akan mengganti kenangan menyedihkan itu dengan kenganan indah kita disini Key, rekamlah dan simpan di memori teramanmu" Sambungnya lagi.


"Tidak ada cinta yang sempurnah Gerry, semua adalah perjuangan. Kita hanya bisa memilih dengan siapa kita akan berjuang bersama, dan aku memilihmu." Ucap Keyla. Dia membawa tubuhnya menghadap sang suami. Memberikan usapan lembut pada rahang tegas yang selalu membuatnya jatuh cinta itu.

__ADS_1


Sungguh dia merasa sangat bahagia, meskipun menikah dan akan menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan Gerry seperti sekarang, tidak pernah ada dalam angannya setelah malam panas mereka beberapa tahun lalu, namun dia tidak bisa memungkiri jika dia juga sangat menginginkan pernikahan ini setelah pertemuan kedua mereka bebrapa bulan lalu. Dia memang jatuh cinta pada laki-laki yang menidurinya, namun dia tidak pernah berharap lebih untuk bisa kembali bertemu dan akan menghabiskan hidup dengan Gerry. Namun takdir sudah tercatat rapi disana, dan kini todak ada lagi yang akan di lakukan selain mensyukuri pemberian terindah dari Tuhan ini.


"Aku mencintaimu Key, Sungguh sangat mencintaimu." Gerry meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya dan kembali memberikan hujaman ciuman di kepala istrinya.


"Aku tahu, Kamu sudah sering mengatakan itu." kekeh keyla dalam dekapan suaminya.


"Aku akan terus mengatakan sampai kamu bosan." Ucap Gerry.


"Dan aku tidak akan pernah bosan mendengarnya, aku akan menantikannya setiap hari di sisa hidupku." Ucap Keyla yang kini sudah menatap wajah tampan yang tidak pernah dia lupakan.


"Aku akan memastikan itu akan sampai padamu setiap hari." Gerry mengcup bibir yang selalu menjadi candunya itu. Namun Keyla ikut membalas kecupan dan berakhirlah ******* dan gigitan-gigitan kecil kini sudah mulai di lancarkan Gerry di bibir yang selalu saja membuatnya tidak bisa menahan ledakan gairah.


Entahlah sudah berapa lama waktu yang mereka habiskan di atas ranjang, bahkan mereka melupakan makan siang. Kenikmatan surga dunia ini melupakan rasa lapar mereka siang ini. Aktivitas panas menggelora, dengan decitan ranjang juga suara desahan memenuhi seisi kamar.


Jika saja kamar ini tidak di pasang alat kedap suara, mungkin saja desahan nikmat yang terus lolos dari mulut Keyla ketika berulang kali mencapai puncak kenikmatan akan sampai ketelinga pengunjung lain yang ada di lantai ini.

__ADS_1


"Sekarang Key, aku ngga bisa lebih lama lagi," Gerry menggeram dengan memeluk erat tubuh mungil itu. Gerakan yang sudah tidak lagi teratur dan terkesan terburu-buru, membuat Keyla ikut menggila.Terpaan puncak kenikmatan yang entah sudah keberapa kalinya siang ini, kini kembali melandanya.


"Love you." Kecup Gerry di kening istrinya setelah selesai dengan aktivitas panjang mereka.


Dengan nafas yang masih memburu dari keduanya, perlahan Gerry melepaskan penyatuan mereka lalu berbaring di samping Keyla, sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dari sapuan pendingin ruangan juga udara yang masuk dari pintu balkon.


Setelah nafas mereka sudah kembali normal, Gerry kembli memberikan rangsangan dintubuh mungil itu. Sungguh dia masih ingin mengulang aktivitas menyenangkan yang baru saja terhenti.


"Udah aku lelah, mau tidur." Kata keyla datar. Gerry baru saja melepaskan semuanya masuk kedalam tubuhnya. Meskipun kecil harapannya namun Keyla sangat berharap, apa yang baru saja Gerry lepaskan kedalam dirinya bisa bersemayam lama di rahim miliknya. Dia merasa sangat lelah, seluruh tubuhnya terasa remuk dan kini tangan nakal itu kembali ingin menggerayanginya.


"Masih ingin Key, aku baru sekali." Protes Gerry tidak terima saat tangannya yang sudah kembali menggerayangi tubuh mungil Keyla di tepis oleh pemiliknya.


"Tapi aku sudah berulang kali Gerry, aku lelah." Keyla memelas. Dia benar-benar sangat kelelehan dan pastinya Gerry selalu mengalah jika sudah seperti ini. "Bangun nanti kita lanjutin di kamar mandi." Ucap Keyla karena melihat raut kecewa suaminya, dan seketika wajah kecewa itu berganti binar senang di mata Gerry.


"Apa kamu ngga mau makan dulu ?" tanya Gerry lagi.

__ADS_1


"Nanti saja, aku belum lapar hanya lelah." Kata Keyla menggeleng. Kini dia sudah beringsut masuk kedalam tubuh Gerry. Dekapan hangat suaminya selalu saja seperti obat tidur, dan benar saja tidak butuh waktu lama suara dengkuran halus dari nafas Keyla sudah terdengar.


"Terimakasih." Bisik Gerry sambil memberikan banyak ciuman di kepala istrinya. Mengusap pelan perut istrinya, meskipun tidak berharap lebih namun dia mendo'akan yang terbaik di sana.


__ADS_2