
** Selamat Hari Raya idul Adha teman - teman semua Maaf Lahir Bathin ππΌππΌ
Hari lebaran di masa pandemi , tetap jaga kesehatan ya ππ€
dan selamat membaca teman - teman semua.
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya yaa πππΌ **
Gerry membawa tubuhnya dan duduk di samping Keyla yang masih fokus dengan benda pipih yang ada di genggamannya.
Memeriksa kembali beberapa website resmi milik stasiun TV yang sempat memberitakan dirinya dan Gerry pagi tadi.
"Apa ada pekerjaan ?" tanya Gerry.
Keyla menggeleng, "hanya sedikit memeriksa beberapa website yang tadi sempat memberitakan kita, namun sepertinya berita tentang kita sudah tidak ada lagi, om Han sudah mengatasinya." kata Keyla dengan masih tetap fokus pada apa yang sedang di periksanya.
"Key." Panggil Gerry.
"Hm." Jawab Keyla singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Tidak tahan lagi dengan sikap acuh Keyla, Gerry menarik tubuh Keyla hingga ponsel yang di genggaman Keyla terjatuh di atas sofa karena terkejut dengan perbuatan Gerry padanya. Kini tubuhnya sudah duduk di pangkuan laki - laki yang sialnya membuat hatinya berdesir juga pipi polos tanpa polesan itu terasa panas.
"Gerry." Teriak Keyla dengan wajah yang sudah merona karena keusilan laki-laki dihadapannya ini.
Cup.. Kecupan mendarat di pipi merona Keyla.. kok merah sih, gemesin tahu." kata Gerry dengan menatap lekat wajah cantik Keyla.
"Gerry." Panggil Keyla.
__ADS_1
Yes sayang.. jawab Gerry singkat dan masih terus menatap intens pada Keyla kembali merekam wajah gadis yang membuatnya tidak pernah berpaling selama lima tahun ini.
"Jangan manis - manis dong nanti aku baper terus sakit hati gimana ? emang kamu mau tanggung jawab ?" Kata Keyla dengan senyum khasnya juga sedikit manja. sedangkan tubuhnya masih ada diatas pangkuan Gerry dan tangan laki - laki yang sedang menatapnya lekat padanya itu melingkar erat di pinggangnya.
Gerry tersenyum dengan sikap manja yang baru kali ini dia lihat dari Keyla...
Cup.. kali ini bukan lagi pipi merona Keyla yang menjadi sasaran kecupan Gerry, namun bibir merah mudah alami tanpa polesan yang dari tadi terus mengganggunya menjadi pendaratan bibirnya.
Keyla tersenyum, hatinya menghangat dengan perlakuan Gerry kali ini, tidak ada ciuman kasar seperti yang terjadi dua kali di dalam mobil.. Dengan perlahan mengangkat tangannya menyentuh pipi Gerry, memberi usapan lembut pada memar yang di berikan Bram hari ini...
"Maafkan Bram yaa." Kata Keyla pelan.
Gerry menggeleng, "aku senang ada orang lain yang siap melakukan apa saja untuk melindungimu Key. Bram melakukan ini karena dia menyayangimu. Aku mengerti karena aku cinta kamu Key." kata Gerry, ikut menggenggam tangan Keyla yang berada di pipinya.
Keyla tersenyum dan mengecup bibir Gerry, dan kali ini Gerry juga tidak akan memebiarkan sesuatu yang di mulai oleh Keyla akan cepat berakhir.
Dengan cepat Gerry menahan tengkuk Keyla untuk memperdalam ciuman mereka.. Gerry terus menyesap bibir Keyla dengan lembut, Keyla membalas dengan suka rela meskipun terlihat sangat kaku dan itu menarik sudut bibir Gerry. ah gadis yang lima tahun lalu dia cumbui di ranjang kamar hotel masih sama kakunya, menandakan bahwa benar selama ini tidak ada yang menyentuhnya. Hati Gerry senang membayangkan hanya dialah laki - laki yang menyentuh gadis yang ada di pangkuannya ini.
"Love you Key, Love you so much." Kata Gerry.
Dia tidak akan pernah bosan untuk mengatakan jika dia mencintai wanita yang sedang berada di pangkuannya ini. kata yang tidak terungkap sejak lima tahun lalu..
"Aku tidak bisa melepasmu apapun resikonya Key." Kata Gerry sambil membawa Keyla dalam dekapan hangatnya. "Ayo kita menikah dan hidup dengan bahagia Key, walau mungkin tidak akan ada lagi kemewahan seperti sekarang kita rasakan. tidak masalah bukan ? hanya akan ada Kehidupan sederhana namun bahagia, kita berdua dan anak - anak kita nanti." Kata Gerry tenang.
"Aku belum bisa memutuskan apapun sekarang, aku masih harus membicarakan semuanya dengan Bram dan Rosa hanya mereka berdua keluargaku Gerry." Kata Keyla lirih. Dia sudah jatuh cinta pada laki - laki yang sedang mendekapnya erat ini sejak lama, demi apapun dia juga ingin hidup bersama Gerry. membangun keluarga kecil bahagia, dia juga memimpikan hal itu, dan sekarang terasa sangat membuncah ketika membayangkan menikah bersama laki - laki yang dia cintai juga.
Namun lagi - lagi keraguan datang padanya, dia belum bisa memastikan apa yang akan terjadi besok. bagaimana dengan anak - anak asuhnya di panti asuhan dan dia belum membicarakan apapun pada Rosa dan Bram tentang Gerry, selama ini hanya Bram dan Rosa keluarganya. dia harus membicarakan tentang ini pada mereka terlebih dahulu sebelum memutuskan...
__ADS_1
"Kamu memang harus membicarakan terlebih dulu pada mereka Key, aku akan menunggu." Kata Gerry tenang dan kembali membawa wajah Keyla untuk menatapnya kemudian merapikan anak rambut yang menutupi wajah Keyla.
"Aku harus tidur." Kata Keyla dan segera beranjak dari pangkuan Gerry ketika merasa tangan Gerry mulai terlepas dari pinggang dan mengusap pipi merah meronanya dengan sayang dan jangan lupakan tatapan Gerry yang seakan membuat Keyla gila. Dengan cepat Keyla segera berbalik menuju ranjang dan masuk kedalam selimut. Sikap menggemaskan Keyla membuat Gerry terkekeh, sangat terlihat jelas jika Keyla sedang sedang salah tingkah karena perlakuannya.
Gerry juga ikut naik keatas tempat tidur dan masuk kedalam selimut yang sama, sedangkan Keyla sudah menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut sampai kepalanya.
"Mau pelukan hangat gratis Nona ?" Tanya Gerry dengan senyum tampannya..
Keyla mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut kemudian mendongak menatap Gerry yang segera mendapatkan kecupan di dahinnya, Keyla tersenyum mengangguk kemudian masuk kedalam dekapan hangat Gerry..
Wajahnya terbenam di dada Gerry, sedangakan Gerry mengecup puncak kepala Keyla berulang.. "Love you Key, and have a nice dream." Ucap Gerry.
"Cinta kamu juga Gerry," kata Keyla lirih yang sayangnya hanya di dalam hatinya...
Selalu seperti ini, entahlah karena pelukan Gerry yang sangat nyaman sehingga tidak akan membutuhkan waktu lama untuk Keyla terlelap..
Namun tidak dengan Gerry, matanya seakan tidak ingin di ajak pergi ke alam mimpi yang mungkin akan mempertemukannya dengan Keyla seperti malam - malam sebelumnya. Makian sang papa di kantor tadi pagi terus terngian - ngiang di telinganya dan membuatnya susah untuk terlelap malam ini...
Hinaaan yamg keluar dari mulut sang papa yang ditunjukan pada gadis yang berada di dalam dekapannya ini tidak akan bisa di terima oleh siapapun..
Bukan karena dia tidak bisa membela Keyla, dia bisa melakukan apapun untuk Keyla, namun sebesar apapun pembelaanya pada Keyla tetap saja sikap dari papanya akan menyakiti wanita yang di cintainya ini. Gerry sangat takut Keyla akan menjauh darinya karena sikap sang papa...
Setelah memastikan Keyla tertidur dengan nyenyak, Gerry bangkit dari ranjang kemudian meraih ponselnya yang berada di atas nakas di samping Keyla. Sedari tadi ponsel tersebut terus menyala, Gerry sengaja membuat ponselnya tanpa nada ataupun getar.. Dan benar saja ada beberapa panggilan dari sang kaka, juga mamanya...
Tidak ada sama sekali panggilan dari papanya setelah pertengkaran mereka diruangan yang sudah menjadi ruangannya tadi.. Sepotong kacah mewah yang bertuliskan nama Gerry yang baru saja di letakkan oleh sang sekertaris di atas meja kerja di hancurkan oleh papanya...
Mungkin saja dia akan segera di tendang dari perusahaan,, dia tidak khawatir soal itu.. dia bisa hidup tanpa semua itu, namun yang dia khawatirkan adalah jika wanita yang sedang terlelap di ranjangnya ini tidak akan mau menjalani hidupnya dengan pernikahan yang dikutuk oleh papanya dan Gerry tidak ingin itu terjadi..
__ADS_1
Tidak ada yang lebih diinginkannya di dunia ini selain hidup dan menua bersama dengan Keyla. Beberapa kali Gerry mencium kepala, dahi juga pipi Keyla kemudian bangkit dari ranjang berjalan keluar dari dalam kamar tidurnya menuju ruang tamu rumahnya...
Dia ingin menghubungi mama dan kaka perempuannya yang mungkin sampai sekarang masih terus mengkhawatirkannya dan menunggu kabar darinya...