Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Kehamilan Keyla


__ADS_3

** Epispde 55 di tolak terus sama pihak aplikasi. kerangka cerita jadi kemana-mana. pusing aku. Masa iya eps 56 udah ada 55 belum. gimana bacanya coba 😔😔 bolak balik buat ngerivew ulang.. haddeh pusing aku**


Di sebuah klinik pribadi milik Dokter Robby, Keyla masih duduk dengan tenang sambil mendengarkan penjelasan dari sang dokter yang sudah menjadi keluarganya ini.


"Jika kamu memaksakan kehamilan, ini akan sangat bereaiko Key. Bicaralah dengan Gerry terlebih dahulu. Minta pendapat darinya." Jelas Robby masih terus melihat ke arah layar yang menampilkan rahim dari istri adik iparnya ini.


"Gerry tidak akan menginginkannya Ka, dia tidak akan mau sesuatu yang membahayakan, dan aku sangat menginginkan kehamilan ini." Mohon Keyla.


"Tapi tetap saja Key, kamu harus bilang padanya tentang ini. Ini bukan hanya menyangkut dirimu, tapi juga menyangkut hidupnya." Tekan Robby lagi. Dia salah memprediksi hal ini, dia fikir sama seperti kasus biasanya. Orang-orang yang mengalami abortus akan bisa kembali hamil normal, namun berbeda dengan rahim Keyla. Gejala-gejala penyakit mematikan ini, masih ingin dia pelajari lebih lanjut.


"Aku memilih janin ini Ka, aku akan menjaga janin ini dengan nyawaku. Jangan biarkan dia kembali terenggut sama seperti dulu. Aku mohon." Keyla terus memohon dan membuat Robby mendesah pelan. Keyla sangat bahagia dengan ini, dia berfikir akan lama untuk hamil namun ternyata Tuhan sangat cepat memberikan itu padanya.


"Kak Robby sangat tahu, aku mengharapkan ini, semua orang mengharapkan kehamilan ini jadi aku mohon, apapun itu tolong rahasiakan dari siapapun. Cukup aku dan Kak Robby saja yang tahu. Hanya pastikan saja janin ini sehat sampai lahir nanti." Ucap Keyla lagi dengan air mata mulai menetes dipipinya. Rasanya ujian tidak pernah pergi dari hidupnya.


"Baiklah Key, tapi kamu harus janji untuk tidak menolak pengobatan." Ucap Robby tegas.


"Iya, tapi jangan sampai Gerry tahu kak, dan pastikan pengobatan itu tidak akan mengganggu perkembangan janin." Jawab Keyla.


"Jangan terlalu khawatir, pengobatan belum pada tahap yang berbahaya. Kangker ini masih dalam tahap awal jadi kita bisa mengobatinya perlahan." Kali ini Robby hanya bisa memberikan semangat. Meminta Keyla untuk menggugurkan kandungan dan mengangkat rahim sepertinya akan sangat percuma. Karena wanita itu tetap saja kekeuh untuk membawa janin itu terlahir selamat kedunia.


"Hallo Gerry ?" Tanya Keyla segera menjawab getaran ponselnya yang ada di dalam tas.


"Key kamu dimana ? aku sudah di rumah. sesore ini kamu tidak ada dirumah kemana aja." Ucap laki-laki di sebrang sana dengan suara gusar. Keyla tersenyum mendengar suara suaminya itu.


"Aku ada di kliniknya kak Robby, jemput aku ya." Ucap Keyla.

__ADS_1


"Baiklah tunggu sebentar, aku akan segera sampai disana." Ucap Gerry cepat lalu Keyla segera mengakhiri panggilan. Karena hari sudah sore, Robby juga akan segera menutup kliniknya dan kembali kerumah.


Sebelum mereka keluar dari ruangan pemeriksaan, Robby lebih dulu menyerahkan hasil usg janin kembar itu pada Keyla. Kini mereka sedang duduk di kursi yang ada di teras depan klinik untuk menunggu Gerry datang menjemput istrinya.


"Katakan jika ada keluhan, apapun itu." Ucap Robby lagi sebelum Gerry tiba dia kembali memperingati Keyla. Resiko yang di ambil wanita di depannya ini tidak bisa di anggap remeh. "Datang kapanpun kamu mau, aku akan selalu memprioritaskan kamu." sambungnya lagi.


"Iya kak, tolong berhentilah membahas ini. Gerry sudah di depan." Ucap Keyla pelan karena kini mobil suaminya sudah berhenti di depan klinik.


"Apa ada masalah ?" Tanya Gerry saat melihat kaka iparnya ini diam. Dengan langkah pelan Gerry mendekat dan duduk di samping Keyla.


"Nggak kok, aku hanya konsultasi seperti biasa." Jawab Keyla.


"Jangan memaksakan diri Key, aku sudah bilang masih ingin menikmati kamu sendirian. Belum ingin berbagi dengan siapapun." Ucap Gerry sambil menatap teduh wajah istrinya.


"Pulang dan masuk kekamar kalian, ini tempat umum." Ketus Robby membuat keyla terkekeh. "Aku duluan" Sambungnya kemudian beranjak dari tempat duduk menuju tempat mobilnya terparkir.


"Apa ada keluahan ? Kok bisa tiba-tiba pergi sesore ini tanpa memberitahuku ?" Tanya Gerry.


"Aku menelfon Manda tadi, dan katanya kamu sedang ada pertemuan dengan klien. Lagi pula hanya ingin berkonsultasi seperti biasa, tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Keyla.


Gerry tidak lagi bertanya, hanya fokus pada jalanan yang padat sambil menggenggam tangan Keyla dan mengecupnya berulang. Sudah hampir dua bulan setelah pernikahan mereka, dan kini dia tidak lagi kesal saat terjebak macet di dalam mobil. Karena kini bisa sambil mencium tangan, pipi dan bibir istrinya.


"Kalau punya anak nanti, kamu pinginnya cewek apa cowok ?" Tanya Keyla. Membiarkan laki-laki disampingnya ini terus mencium tangannya.


"Aku mau kamu." Jawab Gerry singkat.

__ADS_1


"Aku serius Gerry." Rengek Keyla.


"Aku juga serius, kamu adalah yang paling aku inginkan." Jawab Gerry tidak mau kalah.


"Terserahlah." Kata Keyla sambil menarik tangannya dari gemgaman Gerry.


"Key, kembalikan milikku." Ucap Gerry kesal karena Keyla mengganggu aktivitas menyenangkan di dalam mobil.


"Ini tangan aku Gerry, apa bagusnya sih mencim tangan. Terus saja itu yang kamu lakukan sampai lupa sama aku." Ucap Keyla yang kini sudah membawa tangannya terlipat di dada.


"Baiklah, aku ingin laki-laki biar bisa bantuin aku buat ngejagain kamu." Ucap Gerry jujur. Keyla tersenyum dengan jawaban suaminya itu. Selalu saja seperti itu, namun dia senang mendengar kata yang keluar dari mulut Gerry, selalu mementingkan dirinya.


Kali ini Keyla yang meraih tangan Gerry dan mengecupnya lama. "Aku merasa jadi wanita yang paling beruntung karena bisa memiliki laki-laki sebaik kamu Gerry." Ucap Keyla.


" Tidak Key, aku yang jauh merasa beruntung karena malam itu Tuhan mempertemukan aku dengan gadis yang memiliki hati sebaik kamu. Aku cinta kamu." Ucap Gerry.


"Aku tahu." Balas Keyla lalu membuat mereka berdua tertawa di dalam mobil yang terus bergerak pelan menuju rumah mereka.


***


" Gerry.. ada bi Asih si belakang loh." Teriak Keyla saat Gerry mengangkat tubuhnya dari dalam mobil dan membawanya masuk. "Nanti bi Asih baper, kan kasian." Smabung Keyla sambil terkekeh. Kini tangannya sudah melingakar di leher Gerry, sesekali dia mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir suaminya itu.


"Jangan memancibgku nona, kamu tidak akan keluar dari kamar dengan cepat jika terua menciumku." Ucap Gerry gemas dengan tingkah manja yangbjarang sekali terlihat dari istrinya ini.


"Tidak masalah, aku ingin di kurung dikamarmu sampai pagi tuan." Ucap Keyla menggoda membuat Gerry semakin gamas..

__ADS_1


"Aku ingin cepat sampai ke kamar." Ucap Gerry lalu kembali megecup bibir Keyla.


" Kalau begitu berhenti menciumku, dan cepatlah berjalan menuju kamarmu tuan." Kata Keyla masih dengan senyum manisnya menggoda Gerry.


__ADS_2