Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Malam Kedua


__ADS_3

** Kerangka cerita yang sudah tersusun rapi tentang malam kedua terpaksa harus di rubah 😞😔 Dengan extra memutar otak karena episode sebelumya yang mengandung sedikit cerita 21 ++ saja beberapa kali di tolak dan sudah mendapat teguran dari pihak platform. Maafkan author amatiran ini, mungkin ngga terlalu srek tapi aku harap teman -teman tetap suka. Selamat membaca semuanya, jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya yaa,, biar lebih semangat otak dan jari bekerja 🤗❤ **


***********


"Morning wife." Kecup Gerry pada bibir Keyla.


Keyla tersenyum dengan pipi yang kembali merona sembari memperbaiki selimut yang menutupi tubuh polosnya. Wajah yang terlihat malu bercampur letih itu menatap lekat pada suaminya.


Kembali melakukan malam panas untuk kedua kalinya dengan orang yang sama, namun kali ini dengan keadaan yang berbeda. Meskipun Gerry melakukannya dengan lembut sama seperti bebrapa tahun lalu, tetap saja semalam jauh lebih nikmat dari yang pertama kalinya. Memang masih terasa sedikit perih di inti tubuhnya, karena laki-laki yang sedang memberikan usapan lembut dipipinya ini, sama sekali tidak merasa kelelahan hingga membuat tubuhnya remuk sampai pagi.


Keyla kembali bersemu malu ketika mengingat desahan nikmat yang ikut keluar dari mulutnya saat beberapa kali mencapai puncak kenikmatan itu. Tangan dan mulut lihai Gerry yang tidak membiarkan seinci tubuhnya terlewati begitu saja membuat Keyla semakin terbang ke puncak kenikmatan.


Cup,, kecup Gerry pada pipi merona yang selalu membuatnya gemas.


"Ngga usah malu Key, ini akan menjadi rutinitas favorit aku setiap hari, jadi biasakan dirimu." Ucap Gerry jujur. Aktivitas di ranjang bersama istrinya, ah itu sangat menyenangkan dan mungkin akan menjadi candu baginya. " Love you my wife." Ucap Gerry lagi sambil mendaratkan kecupan di bibir merah mudah alami istrinya.


Keyla hanya terus memandangi wajah suaminya, kemudian tubuhnya yang polos memeluk Garry yang sudah memakai baju lengkap. Laki-Laki itu sudah bangun sejak tadi dan segera membersihkan dirinya dari sisa-sisa pertempuran mereka semalam.


"Mandi sana." Kata Gerry.


"Memangnya jam berapa sekarang ?" Tanya Keyla yang sedari tadi membungkam mulutnya.

__ADS_1


" Jam tujuh." Jawab Gerry.


"Aku baru tidur dua jam, masih ngantuk." Kata Keyla yang masih terbenam di dada suaminya. Bau wangi sabun mandi dari tubuh Gerry membuatnya nyaman dan ingin kembali melanjutkan mimpi indahnya semalam.


" Nanti kita lanjutin lagi aktivitas di kamar, sekarang kamu harus mandi. Semua orang pasti sudah menunggu untuk sarapan bersama sebelum mereka berangkat ke Bandara." Gerry memberitahukan, namun dia juga masih memeluk tubuh istrinya. Memeberikan usapan-usapan lembut di punggung telanjang Keyla.


" Baikalah, bawah aku ke kamar mandi. Tubuhku malas di ajak jalan, terasa sakit dan semua itu karenamu." Rengek Keyla yang kini sudah membawa wajahnya keluar dari persembunyian ternyamannya dan menatap pada wajah tampan suaminya.


"Dengan senang hati Nyonya, kalau perlu aku bisa kok bantuin mandi plus plus." Ucap Gerry dengan mengedipkan mata menggoda .


"Huh ngga usah, dasar suka cari kesempatan dalam kesempitan." Ketus Keyla kemudian membawa tubuhnya beserta selimut turun dari ranjang dan segera masuk kedalam kamar mandi.


" Mulut kamu itu sudah seperti jepitan yang ada pada kepiting tau nggak, kalau tubuhku sudah seperti ini aku pakai baju yang mana ?" Omel Keyla. Sedikit kesal bercampur malu ketika mendapati tubuhnya penuh dengan jejak-jejak percintaan mereka semalam. "Aku sudah bilang Gerry, jangan memberi tanda di leher aku, orang-orang akan melihatnya nanti." Sambung Keyla masih dengan suara kesalnya.


Mendengar ocehan istrinya, Gerry segera beranjak dari tempat tidur menuju lemari dimana Keyla sedang memilih baju yang bisa dia kenakan.


Gerry kembali mendaratkan ciuman di pipi istrinya, kemudian ikut membantu Keyla memilih dres selutut dengan bagian atas yag sedikit tertutup.


"Aku sengaja meninggalkan jejak ini." Tunjuk Gerry pada leher Keyla yangbsudah seperti di pukuli. "Biar kamu ngga akan biarkan orang lain melihat leher menggodamu itu selain aku, apalagi si Bagas sialan itu." Sambung Gerry kesal.


Setelah mendengar nama itu keluar dari mulut suaminya, Keyla kembali teringat dengan Rachel. Bagaimana kabar gadis yang semalam mengacaukan acara kebersamaan mereka.

__ADS_1


***


Di kamar lain masih di hotel yang sama, Rachel terbangun dari tidur lelapnya ketika mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Duduk terdiam di ranjang dengan tubuh yang sudah memakai stelan piayama selututnya. Gaun yang dia kenakan semalam sudah tidak lagi terbalut ditubuhnya, dan dia lupa segalanya. Semua yang terjadi semalam tidak ada satupun yang teringat di otak pintarnya. Kepalanya begitu nyeri ketika memaksa mengingat apa yang sudah dia lakukan semalam.


Bagas sudah keluar dari kamar mandi dan kini sedang menatap ke arah wanita yang entah sejak kapan mulai mengusik hatinya ini. Binir bagas tertarik lebar ketika mendapati Rachel sudah bangun dan kini sedang duduk melamun di atas tempat tidur.


"Berhenti melamun hal jorok, pergilah bersikan tubuhmu. Papi sudah menelfon tadi, untuk mengajak sarapan dan kita akan segera ke Bandara." Ucap Bagas masih sama ketusnya seperti biasa.


"Apa yang sudah kita lakukan ? " Tanya Rachel memberanikan diri. Dia ingat semalam menghadiri acara makan malam keluarga, dan dia memakai gaun bukan baju tidur ini.


" Kita ? bukan kita tapi kamu. Harusnya kamu tanya apa yang sudah kamu lakukan." Kata Bagas menyeringai. Dia tahu apa yang sedang di fikirkan oleh gadis bodoh di hadapannya ini.


"Aku ngga macam-macam kan ?" Tanya Rachel lagi.


" Tidak macam-macam, hanya satu macam saja." Kata Bagas sambil tertawa di dalam hatinya ketika melihat wajah cantik itu langsung pias. "Apa yang kamu takutkan ? sebentar lagi kita akan menikah, jadi sepertinya bukan masalah jika sudah melakukan ritual malam pertama sebelum pernikahan, nanti kita akan melakukan lagi malam kedua setelah pernikahan." Sambung Bagas masih menatap lekat wajah gadis yang semakin pias dan ketakutan. Sungguh ini adalah pagi yang menyenangakan menurutnya. Mengerjai gadis yang semalam membuatnya semakin jatuh cinta ini membuat hatinya senang. Beruntung sekali punya mami yang begitu pengertian, hingga mau membantunya untuk mengganti pakaian Rachel. Bagas yang tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita sebelunya, merasakan kedekatannya dengan Rachel sangat begitu special. Gadis itu terus meracau, menangis mengeluarkan seluruh isi hatinya hingga terlelap dalam pelukannya. "Cinta akan datang dengan perlahan, cinta akan datang dengan berjalannya waktu. Kalian hanya belum saling mengenal saja." kata-kata sang mami semalam kembali terngiang di ingatannya. Dan dia memutuskan untuk mencobanya, mencoba untuk membuka lembaran baru bersama Rachel dengan perlahan-lahan.


"Bukan itu masalahnya, jika aku hamil dan kita tidak saling cinta begini akan jadi apa anak aku nanti." Lirih Rachel lagi.


"Sudah ku bilang bukan kita, tapi kamu." Tegas Bagas.


Rachel memberanikan menatap pada tubuh yang kini sedang berdiri menghadapnya. Seketika rona merah di wajahnya muncul ketika melihat tubuh itu hanya terbungkus dengan handuk. Bagaspun ikut salah tingkah, dengan langkah cepat menuju lemari. Sedangkan Rachel segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2