Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Rachel ^ Bagas ( First Night )


__ADS_3

** cerita mengandung 21++, yang masih di bawah umur tolong di skip 😊 semakin hari pembacanya semakin menurun 😔 padahal ceritaku ini sudah lulus kontrak. Tapi ga apa-apa terimakasih ya untuk yang masih suka dengan cerita receh aku ini dan selamat membaca semuanya 🤗🤗😘😘**



"Aku mohon berhati-hatilah." Ucap Rachel di sela-sela desahannya saat Bagas memaksakan sesuatu menerobos masuk kedalam inti tubuhnya.


"Aku tahu, bersabarlah sedikit." Bagas berhenti sebentar, kubangan gairah kini sedang menguasainya. Stelan piyama sepaha yang sejak tadi menggodanya, kini sudah berserakan di atas gazebo yang beralaskan kasur putih di pinggiran kolam renang itu.


"Gas ku mohon pelan-pelan." Desah Rachel lagi saat Bagas kembali melanjutkan aksinya. Berusaha menerobos selaput darah yang sejak tadi membuatnya menggila, sungguh ini sangat nikmat. Kenikmatan ini melebihi cumbuan mereka sejak tiba di Gazebo ini.


"Aku tidak bisa berhenti, ini sangat nikmat Rachel, dan nyaris membuatku gila. Bertahanlah ini hanya sebentar, setelah ini kamu juga akan menikmatinya." Ucap Bagas bersamaan dengan lenguhan yang keluar dari bibirnya saat darah segar itu mengalir hingga menetes di kasur lipat putih itu.


Tubuh polos keduanya kini sudah bermandikan keringat di tengah-tengah dinginnya angin malam puncak. Kini hanya kenikmatan yang sedang melanda keduanya, meskipun perih masih sedikit terasa saat Bagas menghujam memasuki tubuhnya berulang-ulang, namun kenikamatan juga terus terasa hingga rasanya menggelitik seluruh tubuhnya dan membuat perih itu terabaikan.


Lenguhan Rachel kembali terdengar saat puncak kenikmatan yang tiada taranya dan entah sudah yang keberapa kalinya. Bagas semakin bergerak liar di atas tubuh mungil itu sambil terus menyebutkan nama istrinya disela-sela desahanya. dan diiringi lenguhan nikmat yang meluncur dari mulutnya beserta cairan yang ikut keluar dari bawah sana. Entah berapa ribu sel reproduksi yang Bagas keluarkan, sel-sel yang akan saling berkejaran menuju tempat dimana dia tumbuh nanti.


"Terimaksih." Ucap Dimas masih dengan nafas memburu dari mulut keduanya. Bagas mencium seluruh bagian wajah istrinya.


Bagas melepaskan penyatuan mereka dengan perlahan agar tidak menyakiti istrinya, namun tetap saja rintihan itu lolos dari bibir Rachel, meraih tubuh istrinya untuk masuk kedalam dekapannya saat dia sudah terbaring di samping Rachel. Kembali memperbaiki selimut putih tipis yang sudah tidak beraturan untuk menutupi tubuh polos keduanya.


"Apa kita tidak akan pindah ke kamar ?" Tanya Rachel.


"Nanti saja, tidurlah." Jawab Dimas sambil mengeratkan pelukannya agar bisa mencegah dinginnya angin malam. Terus mencium puncak kepala istrinya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Rachel sudah terlelap dalam pelukannya. Bagian inti tubuhnya kembali meronta ingin di puaskan, namun Bagas berusaha menhan gejolak gairah. Dia tidak ingin menyakiti Rachel, gadis itu baru peryama kalinya melakukan ini sama aeperti dirinya. Birkan mereka istrhat dulu malam ini, masih akan ada waktu panjang menanti mereka kedepannya.


Setelah memastikan Rachel tertidur lelap, Bagas segera memungut celana pendek berbahan kain miliknya yang teronggok di bawah gazebo lalu kembali mengenakkannya.


Dengan hati-hati Bagas mengangkat tubuh polos istrinya dan di bawanya masuk kedalam kamar. Pagi buta sepasang suami iayri itu akan datang menyiapkan sarapan untuk mereka, dan akan sangat berbaya jika sepasang paruh baya itu mendapati.mereka dengan keadaan telanjang di luar kamar.


Benar saja saat Bagas kembali dari kamar seusai meletakan tubuh iatrinya di atas ranjang dengan nyaman, kedua paruh baya itu maauk melalui pintu belakang villa. Entah berapa jam lamanya mereka habiskan untuk bercumbu lalu di lanjutkan bercinta di atas gazebo yang hanya beralaskan kasur tipis itu.


"Belum tidur den ? " tanya Laki-laki paruh baya saat melihat putra dari majikannya sedang berjalan kearah dapur dimana dia dan iatrinya berada.


"Baru mau tidur pak, haus mau ambil air minum dulu." Jawab Bagas.


"Pegantin baru memang harus menyediakan air minum di dalam kamar." Ucap Pak Udin sambil tersenyum karena mendapatkan delikan dari istrinya. Pak Udin segera berjalan menuju kulkas dan mengambil dua botol air mineral kemasan dari sana lalu memberikannya pada Bagas.


"Oh iya bu, bagian kolam ga usah di bersihkan dulu hari ini ya, cukup siapkan sarapan untuk kami saja." Ucap Bagas dan di angguki oleh istri dari pak Udin itu. Dengan langkah cepat Dimas segera berlalu dari dapur menuju kamar dimana istrinya terlelap.


Setelah meminum hampir setengah dari isi botol, Dimas kembali meletakkan air kemasan itu di atas nakas samping ranjang lalu ikut masuk kedalam selimut dan memeluk tubuh polos istrinya.


Terlelap setelah melakukan aktivitas yang memakan banyak tenaga. Kenikmatan yang tidak terkira namun juga harua di bayar dengan lelahnya tubuh.


***


Cahaya kemerahan dari matahari yang ada di atas puncak gunung menembus gorden tipis di dalam kamar. Rachel mebggeliat lalu perlahan membuka matanya. Dia tersadar sudah berada di dalam kamar, Rachel menarik tangannya dan menyentuh wajah suaminya yamg maaih terlelap. membiarkan tangan kekar itu masih melingkar di tubuhnya yang tidak terbalut apapun.

__ADS_1


Dengan hati-hati Rachel mengecup bibir Bagas, agar tidak mengganggu tidur lelapnya suaminya ini.


"Love You My Husband." Ucap Rachel di depan wajah yang tetap saja tampan walaupun sedang tertidur lelap.


Perlahan Rachel melepaskan diri dari pelukan suaminya. Meraih sebotol air minum yang ada di atas nakas lalu meminumnya.


Tubuhnya terasa sakit, sungguh sangat tidak nyaman melakukan aktivitas panas di gazbo sempit itu.


Dengan perlahan Rachel turun dari ranjang untuk segera membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.


"Aduh." Ucapnya dengan suara yang sedikit keras dan kembali terduduk diatas ranjang. Suara ringisan itu embuat Bagas segera terbangun dari tidurnya.


"Ada apa ?" Tanya Bagas cepat, dan Rachel segera menarik kembali selimut yang sudah dia lepaskan tadi untuk menutupi tubuh polosnya.


"Masih sakit." Jawab Rachel dengan wajah yang sudah memerah malu karena selimut yang dia tarik tidak bisa menutupi seluruh bagian tubuhnya. Tubuh bagian belakangnya terekspos begitu saja.


Bagas tersenyum melihat wajah memerah istrinya. Bagas memutari ranjang lalu membungkuk dan mebawa tubuh mungil itu kedalam kamar mandi. Sekimut putih itu terlepas begitu saja di ayas ranjang, Bagas semakin tersenyum gemas melihat tingkah istrinya.


Tubuh Rachel kini sudah terendam dindalam bathup dengan busa yang memenuhi tubuhnya. Bagas melepaskan celana kain yang menutupi tubuhnya lalu ikut masuk bergabung di dalam busa putih itu.


Hingga akhirnya suara ******* keduanya kembali memenuhi kamar mandi luas itu.


Dengan raut wajah bahagia bercampur malu Keyla keluar dari kamar mandi mengikuti Bagas dengan bathrobe yang kini membalut tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2