
Pernikahan adalah ikatan sakral yang di satukan oleh Tuhan..
Sepasang manusia yang akan berjanji saling menjaga, saling mencintai dalam keadaan apapun.
Seorang pria di atas altar kini sedang mengecup kening wanitanya. di saksikan keluarga yang hadir di sana, mereka tela selesai mengucapkan janji suci pernikahan. Beberapa orang sengaja mengabadikan momen ini, salah satunya Keyla. Dia ingin mengabadikan momen bahagia laki-laki yang dulu pernah mengistimewakan dirinya, meskipun dulu dia tidak pernah membuka hati pada laki-laki yang ada di atas Altar itu, namun Bagas salah satu orang terpenting dalam hidupnya. Keyla ikut bahagia, kini Bagas siap melangkah bersama wanita yang dia cintai.
Semua takdir mereka masing-masing sudah tertulis rapi disana, terkadang kita bertemu dengan orang tulus, bukan untuk menghabiskan sisa hidup bersama sebagai pasangan tapi hanya di takdirkan untuk menjadi sahabat yang akan mengisi kehidupan kita nanti.
Wajah yang paling bahagia di ruangan ini adalah papi Manaf, dia ikut bahagia ketika melihat binar bahagia dari putranya. Dia sudah menduganya jiga putranya akan jatu pada gadis sederhana itu, namun tetap saja saat Bagas mengatakan akan mencintai Rachel dan menjaga gadis itu sepanjang usianya, membuat Manaf merasa begitu lega dan bahagia. Dia kini sudah berani menemui sahabatnya di kehidupan selanjutnya, karena ada putranya yang akan menjaga Rachel dengan baik disini.
Semua orang yang ada disana ikut berfoto dengan sepasang pengantin baru. Termasuk Keyla dan Gerry ikut naik ke atas altar untuk ikut mengabadikan moment berharga ini.
Di kemudian hari, akan ada cerita berharga yang bisa di bagi untuk anak -anak mereka. Sebuah kisah yang rumit namun akhirnya semua orang bisa berlapang dada, untuk tidak egois melawan takdir dan membuat orang-orang yang mereka cintai terluka.
Di kemudian hari, akan ada cerita jika mengikhlaskan sesuatu yang memang tidak di takdirkan untuk kita itu perlu dilakukan, agar bisa kembali melangkah dengan yakin, menemukan takdir yang memang sudah di atur Tuhan dengan baik.
"Selamat berbahagia" Ucap Keyla pada Rachel saat sesi foto itu selesai. Keyla yang berdiri di samping Rachel dan Gerry berada di samping Bagas masih belum beranjak dari sana. Gerry merangkul laki-laki yang dulu hampir saja membuatnya menyerah untuk memeperjuangakan Keyla, dan Bagaspun kini membalas rangkulannya.
Anggun, Robby, Bram dan Rosa juga Kevin yang terus saja mengikuti Flora kemana-mana, kini sedang bercengkrama dibawah sana. Senyum bahagia senuanya ada di dalam ruangan ini.
Sayangnya Alisa dan Reyhan tidak bisa hadir karena mereka juga sedang mempersiapkan pernikahan mereka di Bali. Dan memang pernikahan ini hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat saja.
Semua sesi acara telah selesai, kini saatnya semua orang melepaskan sepasang pengantin baru menuju tempat yang sudah di siapkan keluarga untuk mereka menghabiskan waktu-waktu berharga setelah pernikahan.
Bagas dan Rachel akan menghabiskan waktu selama tiga hari di Villa milik keluarga yang ada di Bogor. Mobil yang kini sudah berhiaskan bunga dan pita sudah tersedia di depan tempat ibadah yang menjadi tempat pemberkatan pernikahan mereka hari ini.
__ADS_1
Senyum masih belum pergi dari bibir keduanya, lambaian tangan juga godaan dari beberapa kerabat yang ada di sana untuk Bagas, membuat mereka berdua semakin tersenyum malu.
"Sudah siap ?" Tanya Bagas.
Rachel mengangguk setelah selesai memasangkan sabuk pengaman pada tubuhnya yang masih berbalut gaun pengantin mewah itu.
"Terimakasih untuk hari ini." Ucap Racel.
"Aku yang harus berterimakasih." Ucap Bagas kemudian punggung tangannya membelai pipi istrinya dengan sayang.
Setelah mendaratkan kecupan di pipi Rachel, Bagas segera melajukan mobilnya diiringi teriakan dari para kerabat yang masih berdiri di depan tempat ibadah tersebut.
***
Penjaga Villa yang menunggu ledatangan mereka, kini mulai memindahkan barang-barang dari dalam mobil muju villa. Karena hari sudah mulai petang, sepasang suami istri yang biasanya tinggal disini untuk menjaga Villa harus berpamitan pulang. Mereka tahu kedatangan anak dari pemilik Villa ini untuk menghabiskan waktu berdua disini.
" Ibu sama bapak mau pulang ?" Tanya Rachel heran. Karena ini sudah menjelang petang, dia fikir sepasang suami istri ini akan menginap disini.
"Iya Non, kami permisi." Jawab si Ibu. "Sudah ada makan malam di meja, silahkan menikmati waktunya non." Sambungnya lagi. Dan Rachel mengangguk, dia berdiri dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya, memandang sepasang suami istri itu turun menuju jalanan kecil di bawa sana.
Setelah keeprgian sepasang suami istri penjaga villa, Rachel kembali menutup pintu utama lalu berjalan menuju kamar yang sudah di tunjuk oleh ibu tadi.
Ternyata Bagas sudah berada di dalam kamar mandi. Setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan ini, tubuh memang harus di guyur dengan air agar lebih segar.
__ADS_1
Bagas keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian lengkap, bergantian Rachel yang kembali masuk kedalam kamar mandi dengan piyama selutut andalanya yang ada dalam dekapannya juga ikut di bawanya masuk.
Gerry memilih duduk di ranjang besar yang ada di dalam kamar menunggu istrinya selesai. Namun entah sudah berapa puluh menit waktu yang terlewati, gadis itu belum juga keluar dari dalam kamar mandi.
"Rachel." Panggil Gerry sambil mengetuk pintu kamar mandi. Namun tidak ada suara yang menyahut dari dalam sana. Untung saja pintu tidak terkunci dari dalam, perlahan bagas membuka pintu kamar mandi dan itu dia. Gadis itu terlelap di bathup dengan busa yang menutupi tubuh, hanya bagian kepala yang terlihat disana.
"Hei,, bangun." Panggil Bagas saat sudah berjongkok merendahkan tubuhnya di samping bathup tempat Rachel terlelap.
Hampir saja Rachel berteriak saking kagetnya, namun dengan cepat dia menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. Bagas hanya tersenyum melihat rona merah di wajah istrinya itu.
"Maaf membuatmu menunggu, karena terlalu nyaman aku sampai ketiduran." Ucapnya penuh sesal.
"Ngga apa-apa, ayo keluar dari sana. Nanti kedinginan." Ujar Bagas. "Kenapa masih disitu ? Ayo cepat keluar dari sana, udara disini akan semakin dingin." Sambungnya.
"Iya tapi bisa kamu keluar dulu, aku mau membilas tubuhku." Kata Rachel pelan. Bagas tertawa mendengarnya.
"Aku suami mu, melihatmu seperti itu bukan hal yang terlarang. Tapi baiklah, aku akan keluar sekarang dan kamu cepat pakai pakaianmu. Kita harus makan malam." Perintah Bagas kemudian dia keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di atas ranjang.
Dengan cepat Rachel membilas sisa-sisa busa sabun di tubuhnya, lalu segera memakai pakaian yang dia bawa kedalam kamar mandi tadi dan keluar menuju suaminya berada.
"Kamu punya piyama lain ga ? celana panjang atau sejenisnya ?" Tanya Bagas saat tatapannya kinintertuju pada paha yang sudah mulai menggodanya. Rachel yang kini masih berdiri di depan pintu kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil terdiam sejenak. Namun sekuat apapun dia mengingat, dia sama sekali tidak memiliki piyama yang tadi di tanyakan Bagas.
"Aku ngga punya Gas, aku lebih nyaman dengan ini." Jawab Rachel jujur.
"Ya sudah, cepat aku lapar." Ucap Bagas namun kini sudah fokus dengan benda pipih di tangannya. "Sialan" Umpatnya dalam hati. Godaan setelah menikah sungguh luar biasa.
__ADS_1
Rachel segera berjalan menuju meja rias lalu mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer agar cepat.
"Sudah selesai ?" Tanya Bagas saat melihat Rachel kini sudah berdiri di samping ranjang. Racel mengangguk, kemudian Bagas segera turun dari ranjang dan meraih tangan Rachel kedalam genggamannya lalu berjalan menuju ruang makan.