
Melihat Keyla yang masih sesegukan dengan air mata yang terus menetes, Gerry terpaksa mengehntikan mobil tepat di sebuah taman yang tidak jauh dari kantor milik orang tuanya.
Melepaskan sabuk pengaman yang melingkar ditubuhnya dan Keyla lalu membawa tubuh mungil tersebut kedalam dekapannya. Sedangakan Keyla, semakin terisak dengan air mata yang terus merembet keluar tanpa lagi bisa dicegahnya. Sungguh laki - laki yang sedang memeluknya erat ini, sudah menjungkir balikkan dunianya. Semuanya sudah tidak lagi berjalan dengan semestinya hati dan logikanya kini tidak lagi sejalan.
"Maafkan aku, maafkan aku Key. Aku mohon jangan membenciku karena sikap kasarku padamu tadi, aku mencintaimu Key sangat mencintaimu. Jangan mendorongku pergi dari kehidupanmu. " Ucap Gerry pelan namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Keyla yang semakin menambah isak tangisnya.
"Aku harus bagaimana Gerry, apa yang harus aku lakukan sekarang ? Aku tidak bisa menahanmu diduniaku, kamu bukanlah bagian dari impianku Gerry." Jawab Keyla lirih.
Tangannya meremas kemeja Gerry. Sungguh dia juga mencintai laki - laki yang memeluknya ini namun dia tidak ingin masuk kedunia yang ditawarkan Gerry padanya, karena memang itu bukanlah tujuan hidupnya.
Gerry terus mengecup kepala Keyla, menghirup dalam aroma harum dari rambut milik wanita yang sudah membuat hatinya berdesir hebat sejak malam panas itu. Aroma yang mungkin tidak akan dia dapatkan dari wanita manapun, wangi yang masih sama sejak lima tahun lalu.
" Key, kamu hanya tinggal menambahkan aku dalam daftar impianmu, meskipun aku akan berada diurutan terakhir yang akan kau tuju, sungguh itu bukanlah masalah bagiku, yang terpenting akulah akhir dari semua tujuanmu. Aku siap menunggu selama apapun itu, aku siap memberikan waktu sebanyak yang kau butuhkan, aku hanya meminta jangan mendorongku pergi saat ini. Biarkan aku tetap bisa meraih dan menggenggam tanganmu lalu memelukmu erat seperti ini. Sungguh Key aku tidak bisa jika kembali harus pergi jauh darimu, aku sudah menantikan sangat lama pertemuan kita ini aku tidak ingin membuat semuanya sia - sia. Aku hanya ingin kamu Key. Hanya kamu." Jelas Gerry panjang lebar
Namun ucapan panjang lebar Gerry membuat isak tangis Keyla semakin lirih terdengar dan itu membuat Gerry semakin merasa bersalah.. Yang biasanya hanya expresi datar yang selalu terlihat diwajah cantik Keyla kini isak tangis lirih membuat hati Gerry ikut terasa perih. Dia hanya ingin bersama wanita yang dicintainya apa itu salah, dia tidak berniat membuat Keyla merasa sedih seperti ini.
Entah sudah berapa lama waktu terlewati Keyla masih berada dalam pelukan Gerry namun tidak lagi terdengar isakan tangis seperti tadi, hanya sesegukan kecil yang masih terdengar juga nafas yang sudah teratur.
Wah gadis ini sungguh luar biasa.. ucap Gerry dalam hati ketika melihat Keyla justru sudah terlelap dalam pelukannya. Apakah pelukanku senyaman itu hingga dia sampai terlelap. Batin Gerry.
Entah dari sejak kapan Keyla tertidur dalam dekapannya "Apa dia sama sekali tidak mendengar ucapan panjang lebar yang keluar dari mulutku. Ckk aku harus memberinya medali karena keanehannya ini." Ucap Gerry ketika melihat sisi lain Keyla
Gerry kembali membawa tubuh Keyla pada kursi penumpang dengan hati-hati agar tidak mengganggu lelapnya sang putri tidur. Setelah memasangkan sabuk pengaman dengan baik pada Keyla juga dirinya, Gerry kembali membawa mobil Keyla menuju rumahnya..
Gerry memutuskan untuk membawa Keyla pulang ke rumahnya, karena jika mereka kembali ke apartemen Keyla dalam keadaan seperti ini, akan terlihat aneh karena bukan hanya Keyla saja yang berada di gedung itu.
Tidak butuh waktu lama mobil yang di kendarai Gerry perlahan memasuki halaman rumahnya, karena memang rumah pribadinya sengaja dibeli tidak jauh dari kantor tempatnya bekerja nanti, agar memudahkan aktifitasnya.
__ADS_1
Gerry membuka pintu mobil dengan dengan hati - hati kemudian membawa Keyla yang masih terlelap masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar tidurnya.
Meletakan Keyla dengan hati - hati diatas ranjang, sedikit merapikan kemeja Keyla yang sudah berantakan akibat ulahnya tadi kemudian memakaikan selimut untuk menutupi kaki mulus Keyla dari dinginnya AC ruangan.
Setelah Keyla sudah terlihat sangat nyaman di ranjang king size miliknya, Gerry masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnnya juga mengganti pakaiannya yang sudah basah dengan air mata Keyla tadi. Keluar dari kamar mandi menuju ruang gantinya dan sedikit kaget ternyata waktu yang mereka habiskan di dalam mobil tadi cukup lama setelah melihat jam di atas nakas diruang gantinya sudah menunjukan pukul lima sore sekarang.
Dengan hati - hati Gerry membuka pintu ruang ganti agar tidak mengganggu tidur Keyla, namun ternyata Keyla sudah bangun dan kini terlihat sedang duduk dipinggiran ranjang besar milik Gerry.
Dengan langkah perlahan, Gerry mendekati Keyla dan ikut duduk di ranjang disamping Keyla.
" Gerry tasku dimana ?" Tanya Keyla setelah menyadari Gerry sudah selesai dengan aktifitasnya dan kini duduk disampingnya.
"Maaf, aku meninggalkannya dimobil tadi, tunggu disini sebentar aku akan mengambilnya." Jawab Gerry.
" Tidak usah Gerry, aku akan langsung sekalian pulang." Kata Keyla
"Kita makan malam dulu, setelah itu aku antar kamu pulang." Kata Gerry tegas tanpa ingin di bantah.
Keyla berdiri dari duduknya, melihat sekeliling kamar yang begitu bersih dan rapi. meskipun baru kali ini dia masuk kesini, dia tidak susah menebaknya jika kamar luas ini adalah kamar Gerry. Terlihat foto Gerry dan wanita yang memintantanya untuk memanggil tante semalam tergantung didinding kamar.
Keyla dengan perlahan bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu yang terhubung dengan sebuah kolam renang berada tepat di belakang kamar. Ada sebuah taman kecil juga ada dua tempat duduk kecil disana, setelah duduk dikursi yang menghadap tepat dengan kolam renang, Keyla menarik nafasnya dalam. Seperti ada sesuatu yang mengganjal didalam dadanya, semua ketenangnya selama ini seakan mulai berlari pergi meninggalkannya ketika dia sedang bersama Gerry..
Saat masuk kembali kedalam kamarnya, Gerry tidak lagi mendapati Keyla di ranjangnya dan rasa takut kembali menyeruak , namun ketika melihat gadis itu sedang duduk di kursi di dekat kolam renang Gerry kembali bernafas lega.. dengan langkah cepat Gerry datang mendekat membawa tas milik Keyla dan ikut duduk di kursi yang satunya lagi tepat disamping Keyla yang hanya terpisah dengan satu meja kecil.
Gerry meletakkan tas Keyla di atas meja kecil, sedangkan Keyla seketika menoleh menatap pada laki - laki yang baru bebrapa jam mengatakan sangat mencintainya itu..
Melihat Gerry yang membalas menatapnya, Keyla segera memutuskan tatapannya dan beralih pada tas kecil miliknya yang baru saja diletakkan oleh Gerry di atas meja disampingnya. Meraih tas kecil tersebut dan mengambil benda pipih dari dalam tas dan segera menghubungi Bram..
__ADS_1
" Iya Key." Suara laki - laki dari balik ponsel yang masih bisa di dengar jelas oleh Gerry.
" Maaf Bram mengganggu liburanmu, aku sudah bertemu dengan pak Gilang tadi dan dia mengajukan untuk memperpanjang kontraknya dengan kita." Kata Keyla
" Terimakasih Key, kita akan bicarakan nanti ketika di kantor, istirahatlah suaramu terdengar serak. Apa ada sesuatu yang terjadi ? Apakah kau sakit ? tunggu aku dan Rosa pulang, kami akan kembali besok dengan penerbangan pagi dan kami akan mampir ke apartemenmu besok." Kata - kata Bram yang begitu perduli pada Keyla sedikit membuat kecemburuan Gerry muncul lagi.
" Tidak Bram, tidak ada yang terjadi semua baik - baik saja, mungkin aku hanya sedikit mengantuk, tidak perlu ke apartemenku aku akan bertemu kalian di kantor lusa, lagipula kalian butuh istrahat jangan terlalu mengkhawatirkan aku, aku baik - baik saja." Jawab Keyla
" Jangan lupa makan dulu sebelum tidur." belum selesai Bram dengan ulimatumnya suara anak kecil terdengar.. "Haii Aunti aku lindu." Suara cempreng anak kecil yang belum bisa menyebutkan huruf R dengan baik itu membuat senyum terbirit dari bibir Keyla. Juga kekehan bahagia dari Rosa terdengar jelas.
" Haii Flo aunti juga rindu padamu, nanti jika sudah pulang dari bali ajak mami ke kantor papi yahh, aunti akan menemui kalian disana and happy fun flo, aunty harus mandi sekarang, bau." Jawab Keyla tidak kalah riangnnya dengan suara kecil di balik ponsel itu
" Baiklah Aunti, harus lajin mandi bial paman gagas makin sayang sama aunti." Kali ini bukan hanya Rosa yang tertawa juga ada laki - laki dewasa yang ikut tertawa disana yang tidak lain adalah Bram.
Baiklah aunti akan rajin mandi dan sekarang aunti tutup yah Flo.. Bye.. Keyla segera memutuskan panggilan. karena tidak ingin Flora semakin berbicara asal, mengingat laki - laki yang sedang duduk disampingnya ini sulit untuk ditebak apa maunya.
" Siapa Gagas ?" Dan baru saja Keyla meletakkan ponsenya di atas meja suara Gerry sudah terdengar menyeramkan di telinganya.
" Bukan siapa - siapa Gerry, bisakah kita pulang ke apartemenku ? aku ingin mandi dan mengganti pakaianku." Kata Keyla sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Key, siapa Gagas itu ?" Seakan tidak memeperdulikan permintaan Keyla, Gerry kembali bertanya tentang siapa Gagas yang dibicarakan anak kecil tadi.
" Ckk.. Bagas Gerry bukan Gagas kau seperti Flora saja.. dia bukan siapa - siapa, hanya keponakannya tante Tania kaka sepupunya Rosa." Jawab Keyla yang tidak ingin mencari keributan lagi.
" Apa dia menyukaimu ?" Tanya Gerry yang kali ini sudah terdengar lirih.
" Aku tidak tahu Gerry, Bagas tidak pernah mengatakannya padaku." Jawab Keyla jujur. "Sudahlah jangan membahasnya lagi, aku ingin mandi, ganti pakaian makan dan istirahat." Sambung Keyla.
__ADS_1
" Pakai bajuku saja, malam ini tidur disini besok aku akan mengantarmu pulang." Jawab Gerry santai
" Terserah Gerry, terserah padamu." Keyla segera berdiri dan masuk lagi kedalam kamar diikuti Gerry. Membuka pintu kamar mandi dengan kesal, segera masuk dan kembali menutupnya dengan kasar yang membuat senyum tipis dari bibir Gerry.