Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Dunia sekecil ini


__ADS_3

** Selamat Membaca **


* Gerry Pov's *


Aku pergi dari apartemen Keyla dengan kekesalan yang luar biasa, takut tempramenku kumat dan melampiaskan luapan emosiku padanya lebih baik aku memilih pergi, sedikit menjauh untuk melindunginya adalah pilihan yang lebih baik.


Aku pergi bukan karena aku percaya dia menjual diri pada laki - laki lain, sungguh aku tidak percaya semua hal menjijikan yang dia ucapkan tanpa beban itu, namun yang membuatku sangat kesal Keyla rela menjatuhkan harga dirinya dihadapanku hanya agar aku pergi dari kehidupannya.


Akan sangat tidak masuk akal jika dia akan berani menjual diri pada laki - laki lain, melihat Bram yang begitu sangat melindunginya. jika Bram yang membelinya mungkin aku akan sedikit mempercayainya. Brengsek, aku benar - benar akan menghancurkan Bram jika dia berani melakukan itu. membayangkannya saja sudah membuatku kesal, melihat bagaimana Keyla sangat takut tanpa bicara jika berada di samping Bram.


Masih dengan kekesalan luar biasa aku meninggalkan pelataran Apartemen Keyla menuju kantor papa yang memang sudah ada berapa panggilan yang aku abaikan sejak pagi tadi.


Sampai didepan bangunan megah menjulang tinggi seorang staf keamanan menerima kunci mobilku. Dan aku langsung masuk lift yang membawaku naik hingga sampai di lantai tempat ruangan papa berada, yang besok akan resmi menjadi ruanganku.


Sekertaris papa langsung berdiri dari tempat duduknya ketika melihat kedatanganku. Dia mengetuk pintu ruangan dan mempersilahkan aku masuk..


Sedikit terkejut karena papa tidak sendiri didalam ruangannya, ada seorang pria paruh baya juga gadis yang sangat aku kenal sedang berbincang santai di sofa tamu di dalam ruangan..


" Sini nak, ini om Gilang dan putrinya Alisa, kamu masih ingatkan ?" Papa memperkenalkan tamunya padaku


Aku mengangguk pada papa dan kemudia mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengan om Gilang dan Lisa. Aku kenal baik dengan Lisa, bahkan kami kuliah di Universitas yang sama di Inggris.


"Tentu saja Sanjaya, anakmu sangat mengenal putriku mereka kuliah di kampus yang sama di Inggris." kata Om Gilang dan papa terlihat tersenyum mendengar kata - kata om Gilang.


"Nanti kita atur jadwal untuk makan malam dirumahku agar bisa lebih dekat. " Kata papa


Om Gilang mengiyakan ajakan papa dengan tersenyum. Aku dan Lisa memang berteman meskipun tidak dekat, dia gadis yang lumayan supel dan pintar jadi sangat cepat berbaur dengan orang lain.


Setela berbincang singkat dengan om Gilang dan Papa, Lisa mengajakku makan siang di restoran depan kantor, bertepatan aku juga sedang lapar sepertinya ajakannya memang tepat waktu kali ini, karena seharian ini aku belum makan dengan benar...


Lisa meminta izin pada om Gilang akupun juga melakukan hal yang sama kemudian keluar dari ruangan papa. Tidak butuh waktu lama, hanya berjalan sekitar 10 menit menyebrang jalan akan langsung sampai di restoran..


Kami duduk menuju meja yang terlihat belum berpenghuni, siang ini memang sedikit ramai karena sudah waktunya jam makan siang untuk para pemburu dolar.


Ketika kami duduk seorang pelayan datang menghampiri kami dan menyerahkan buku menu, Lisa bukanlah seperti gadis kaya biasnya yang sangat ribet dengan masalah makanan. dengan cepat gadis itu memilih menu yang disukainya begitupun aku.


Menunggu makanan yang kami pesan datang, aku dan Lisa bercerita ringan, saling bertanya kesibukan masing-masing saat ini, aku menjawab seadanya karena memang aku baru saja pulang dari Inggris sedangkan Lisa sudah dua tahun berada di Indonesia membantu om Gilang diperusahaan.

__ADS_1


" Jadi bagaimana wanita Indonesia, apakah ada yang menarik perhatianmu ?" Tanya Lisa


"Aku belum kepikiran melihat wanita, karena baru saja tiba di Indonesia sepertinya ada beberapa hal yang harus aku selesaikan lebih dulu." Jawabku bohong


" Kalau aku menurutmu bagaimana ?" Tanya Lisa lagi.


"Lumayan, gadis supel dan pintar juga putri dari seorang Om Gilang aku yakin banyak yang mengantri ingin memperistri kamu." Jawabku sambil tersenyum padanya


"Jika kamu adalah salah satu dari mereka, aku akan dengan senang hati menerimanya." jawab Lisa


Aku terdiam, ini maksudnya dia ingin aku menjadikannya istri.. No, aku tidak ingin menikah jika itu bukan Keyla.. batinku


"Sudah bertemu dengan Keylamu ?" Melihatku hanya diam Lisa kembali bertanya.


jangan heran jika lisa tahu tentang Keyla, aku memang sedikit menceritakan gadisku di Indonesia pada Lisa waktu kami di Inggris. yah sesama teman yang saling bertukar cerita dan tentu saja hanya menceritakan Keyla sebagai gadis yang aku sukai, tidak dengan malam panas dan transaksi jual beli yang kami lakukan..


aku mengangguk..


"Dan itu artinya aku tidak boleh berharap lebih padamu." Kata Lisa


"Memangnya apa yang kau harapkan dariku ?" Tanyaku.


" Oh ya ? tapi papaku sama sekali belum memberitahu apapun padaku, aku baru tiba di Indonesia tiga hari lalu." Jawabku jujur, karena papa belum membicarakan apapun soal ini.


" Aku sih terserah aja, tidak ingin memaksakan apapun dan membuatku sakit." k)Kata Lisa


"Aku tahu kamu gadis yang pintar, aku suka berteman denganmu karena kamu memang sangat pintar menempatkan dirimu." Kataku jujur.


Setelah menunggu pelayan yang membawa pesanan kami datang, dan kami makan dalam diam. Sedikitpun Lisa tidak merasa canggung dengan apa yang baru saja kami bicarakan, dia memang gadis sekeren itu. Jika gadis lain mungkin akan merengek marah karena responku yang seperti itu, tapi tidak dengan Lisa..


Setelah kami selesai makan, aku dan Lisa kembali bercerita ringan semasa kuliah kami di Inggris. Karena Lisa adalah teman cerita yang menyenangkan tidak terasa sudah berapa menit waktu kami lewati..


Aku sudah ingin beranjak dari tempat dudukku namun aku urungkan ketika melihat Om Gilang datang menghampiri kami. terlihat Om Gilang mengedarkan pandangannya namun karena memang ini jam makan siang juga restoran ini termasuk restoran favorite yang banyak dikunjungi hingga tidak lagi tersedia meja yang kosong dan aku mengerti dan mengajak Om Gilang untuk bergabung dengan kami. Aku memanggil seeorang pelayan untuk datang membersihkan bekas makanku dan Lisa..


" Maaf om mengganggu acara kalain berdua Gerry." Kata om Gilang


"Tidak apa - apa om, aku dan Lisa juga sudah selesai makan hanya berbicara ringan semasa kuliah dulu." Jawabku

__ADS_1


" Papa mau makan juga ? lisa pesanin sekarang ?" Tanya Lisa pada om Gilang.


" Nanti saja setelah klien papa sampai, sebelum kita kembali ke Bandung papa akan bertemu dengan klien terlebih dulu untuk membahas kelanjutan kontrak." Jawab Om Gilang


Om Gilang seorang kontraktor dan sudah punya perusahan Kontruksi sendiri, dan karena itu dia sering kali mengerjakan proyek dari beberapa perusahaan properti yang di percayakan pada perusahaanya..


" Oh itu dia sudah sampai." Kata om Gilang mengangkat tangannya ke arah pintu masuk restoran


Deg.. Keyla.. Batinku


Terlihat gadis yang baru beberapa jam lalu membuatku kesal berjalan kearah kami dengan Hills juga rok hitam selutut dan kemeja berwarna krem juga rambut yang tadi hampir saja menggoda imanku kini terikat rapi.


"Pak Gilang Prasetyo ?" Tanya Keyla sambil mengulurkan tangannya pada om Gilang.


" Nona Keyla Aprilia ?" tanya Om Gilang.


" Iya benar sekali pak." Jawab Keyla.


Silahkan duduk nona Keyla, maaf pertemuan yang tidak terencana karena besok saya harus kembali ke Bandung." Kata Om Gilang


Terlihat Keyla duduk disamping om Gilang tepat menghadap kearahku yang berusaha untuk setenang mungkin. Melihat Keyla yang dengan santainya ketika melihatku membuatku kesal, apa benar - benar tidak ada arti apapun baginya kejadian malam itu, membayangakan itu hatiku sakit. Apa cuma aku yang jatuh cinta padanya. ckk miris sekali hidupku yang tergila - gila pada gadis yang bahkan tidak menganggapku ada...


" Oh iy Nona Keyla kenalkan ini Putriku Lisa dan calon menantuku Gerry." kata Om Gilang yang seketika membuatku menegang.


Shit calon menantu dari hongkong.. Sialan... Aku terus saja memaki dalam hati. Terlebih lagi ketika melihat wajah Keyla yang biasa - biasa saja semakin membuatku kesal saja.


" Senang bertemu denganmu Nona Lisa." Keyla mengulurkan tangannya pada Lisa dan Lisa mengucapakan hal yang sama .. "Senang bertemu denganmu Pak Gerry." Katanya santai sambil mengulurkan tangannya padaku dan aku menjabat tangannya dengan kesal.


Aku dan Lisa diam saja ketika om Gilang dan Keyla sedang membahas beberapa soal penting.. Ternyata Keyla punya saham di HG Group, dan Bram memberikan kepercayaan dan wewenang setinggi ini pada Keyla hingga Keyla bisa langsung menyetujui pembahasan mereka tanpa Bram.


Setelah selesai dengan pertemuan kerja sama mereka yang kata om Gilang dadakan itu, kami keluar dari restoran.. Keyla juga ikut mengantar om Gilang dan Lisa hingga kemobil mereka dan setelah mobil yang membawa om Gilang dan Lisa pergi, Keyla pun tanpa menyapaku dia segera berlalu dan masuk kedalam mobilnya.


Dan dia fikir aku akan membiarkannya pergi semudah itu.. Jangan mimpi.! Aku mengikutinya, ketika dia membuka pintu mobil mewah miliknya aku segera mendorongnya ke kursi penumpang dan aku ikut masuk kedalam mobil miliknya.


Keyla tetap terlihat tenang dan itu membuatku semakin kesal, akan lebih baik jika dia marah atau memakiku.


Dengan gerakan cepat aku mendorong tubuhnya hingga terhimpit di pintu mobil dan ******* bibirnya kasar. Tangannya memukul dadaku sangat kuat, dan aku tidak perduli. Dengan sigap aku membawa tangan yang terus saja memukulku keatas kepalanya.

__ADS_1


Aku sangat kesal kali ini, dan inilah akibatnya jika terus membuatku kesal. Aku melepaskan bibirku, untuk meraup sedikit oksigen lalu kembali melanjutkan aksiku. Kali ini tidak hanya bibirnya yang jadi sasaranku, leher jenjangnya yang terus menggodaku menjadi sasaranku berikutnya. Dua kancing kemeja dengan cepat bisa aku buka, terdengar rintihan saat aku memberikan bebrapa tanda diatas dadanya, aku merasa cairan bening yang menetes di atas tangan kananku yang berada diatas pahanya seketika membuat aksiku terhenti.


Aku langsung menjauh darinya, mengambil tas tangannya yang terjatuh di dekat kaki kami, mencari kunci mobil dan pergi dari parkiran restoran itu.


__ADS_2