
** Warning !! yang masih di bawah umur mohon di skip saja yaa ππΌππΌπ.. Selamat membaca semuanya π€π€
Restoran mewah di dalam hotel berbintang menjadi tempat sarapan mereka pagi ini. Setelah drama di dalam kamar beberapa menit lalu dengan sangat terpaksa Keyla mengalah dan menuruti keinginan Gerry. Sungguh Keyla sangat tidak nyaman bearada di tengah- tengah persahabatan mereka ini. Akan lebih baik jika dia sarapan di dalam kamar sendirian dari pada harus meladeni dua teman Gerry yang sama keponya. Belum lagi perasaan sedikit tidak nyaman, karena Alisa pernah di jodohkan dengan calon suaminya.
"Berapa lama tinggal di Prancis Key ?" Tanya Alisa di tengah menikmati sarapan mereka. Dia tidak tahan lagi dengan calon istri dari Gerry yang sedari tadi mmebungkam mulutnya dengan wajah datarnya dan sibuk menikmati sarapan seakan tidak ada orang lain di sekelilingnya.
"Dua tahun." Jawab Gerry singkat, karena melihat Keyla yang tetap fokus pada makanannya tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Alisa. Gerry sangat tahu, jika sedang makan Keyla tidak akan memperdulikan apapun sebelum makanany habis.
"Aku tidak bertanya padamu." Ketus Alisa.
"Sekitar dua tahun, aku tinggal di apartemen tidak jauh dari sini bersama Ka Anggun." Jawab Keyla sambil membersihkan mulutnya dengan sepotong kain yang sudah tersedia disana. Sarapannya sudah selesai dan dia ingin segera pergi dari sini buru -buru dia berdiri dari tempat duduknya.
" Oh ya ? Kamu kenal Ka Anggun ?" Tanya Alisa lagi.
"Mau keman ?" Tanya Gerry hampir bersamaan dengan Alisa ketika melihat Keyla yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
" Habiskan sarapanmu dulu nona Alisa." Kata Keyla mengalihkan pandangannya ke piring Alisa yang masih ada sepotong roti disana. "Aku duluan ke kamar, nanti beritahu aku jam berapa kita ke Bandara." Kata Keyla lagi yang sudah berdiri di samping meja makan mereka. Melihat ke arah Gerry sebentar kemudian berlalu dari sana.
" Duh sifatnya ga ada manis-manisnya, untung saja wajahnya sudah manis cantik pula." Kata Reyhan yang seketika mendapat pelototan mata dari Alisa dan Garry.
"Mau apa kemari ?" Tanya Gerry ketus. "Ganggu aja, akukan lagi kangen-kangenan sama dia." Sambungnya.
"Cie jadi udah proses Baby duluan sebelum nikah yaa." Goda Alisa.
"Boro-boro proses baby yang, aku yakin di kiss aja Keyla langsung ngamuk. Kamu ngga lihat wajah datar dan dinginnya tadi. Duh merinding aku." Ejek Reyhan.
"Aku tuh mau proses baby duluan sama dia pagi ini, tapi pengganggu tiba-tiba saja muncul dan mengacaukan segalanya." Ketus Gerry lagi.
__ADS_1
"Iya deh maafin aku dan Lisa yang sudah mengganggumu. Kami cuma mau bilang ga bisa ikut bareng hari ini karena ada masih ada yang harus kami urus sebelum kembali ke Indo, nanti langsung nyusul ke acara lusa." Kata Reyhan. "Ayo sayang kita ke kamar lanjutin ronde ke dua yang belum tuntas di kamar mandi pagi ini." Ajak Reyhan pada Alissa kemudian melihat kearah Gerry dengan senyum mengejeknya.
"Sialan, aku do'ain penganmu bocor biar tahu rasa gimana di pukulin sama om Gilang." Maki Gerry kesal pada dua orang berada di hadapan dengan senyum mengejek.
"Kita emnag sengaja ngga pake pengaman kok, kan mau buat Baby. Iya ga Yang ?" Ucap Alissa dan semakin membuat Gerry meradang.
Reyhan segera meraih tangan Alisa dan pergi dari sana agar tidak terkena amukan Gerry.
"Brengsek Reyhan." Umpat Gerry yang masih di dengar jelas oleh Reyhan namun sahabatnya itu hanya semakin terkekeh dengan umpatannya.
" Dia tidak tahu apa, aku harus menuntaskannya sendiri pagi ini dan dengan santainya mereka membahas bulan madu mereka yang belum menikah itu." Di lift Gerry terus mengomel hingga sampai di pintu kamar dimana Keyla berada.
Lutetia Hotel
Masih dengan wajah tanpa senyum di bibirnya Keyla melihat wajah tampan yang terlihat sangat kesal pagi ini.
"Mereka sudah pergi ?" Tanya Keyla kemudian kembali melihat kearah menara Eiffel yang berdiri kokoh di tengah kota Paris itu.
"Iya, katanya mereka mau melanjutkan ronde kedua yang belum sempat selesai pagi ini." Jawab Gerry sembari berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di samping Keyla.
" Ronde ke dua ?" Tanya Keyla sambil mengernyitkan dahinya tidak mengerti.
"Mereka mau proses Baby sebelum nikah". Jawab Gerry santai.
Blushh.. Pipi Keyla seketika merona mendengar ucapan vulgar dari mulut laki-laki yang memang tidak memiliki filternya ini. Wajah datar dengan pipi yang sudah merona merah itu segera menatap laki-laki yang selalu saja membuatnya kesal juga salah tingkah yang dengan santainya juga menatap lekat kearahnya.
__ADS_1
"Mau ngga proses Baby sebelum nikah sama seperti mereka ? " Tanya Gerry dengan senyum jailnya karena melihat wajah datar bak robot di sampingnya ini semakin memerah.
"Kamu benar-benar mau mati hari ini yaa." Bugh... bugh... Pukulan kepalan tangan mulus Keyla mendarat di bahu Gerry. "Kamu tahu aku belum benar-benar puas mengamuk karena teman-temanmu tadi, aku kesal kamu baru datang sekarang dan membuatku hampir gila karena rindu selama beberapa minggu ini. Sialan Gerry aku akan membunuhmu hari ini." Umpat Keyla masih dengan pukulannya di tubuh Gerry. Dia benar-benar kesal dengan laki-laki yang sialnya selalu dia cintai ini.
"Aduh Key sakit, " Keluh Gerry karena sudah merasa benar-benar sakit di beberapa bagian tubuhnya. Kepalan tangan kecil itu menyakitkan tubuhnya. "Ini KDRT Key," Rengek Gerry lagi yang sudah terbaring di atas ranjang dengan Keyla yang sudah terduduk mengangkang di atas perutnya dan masih terus menghujamkan pukulan di tubuh yang sudah merasakan sakit dan gairah bersamaan.
Dengan cepat Gerry berusaha untuk duduk kemudian menangkap kedua tangan Keyla dan menatap wajah gadis kesayangnnya itu lekat.
"Apa itu ?" Tanya Keyla ketika merasakan menduduki sesuatu yang keras di bawah sana. Dia kembali menatap Gerry yang sudah menatapnya dengan penuh gairah. "Ya Tuhan Gerry, apa yang kamu lakukan ?" Teriak Keyla yang sudah mau beranjak dari tempat duduk yang tidak seharusnya dia duduki, namun tangan Gerry segera menahan pinggang ramping Keyla agar tidk beranjak dari sana.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya lagi. Tolong selesaikan Key, ngga perlu proses buat Babynya tidak masalah. aku sudah sejak pagi tadi tersiksa dengan ini, aku ngga tau tiba-tiba saja seperti ini." Mohon Gerry dengan mata yang masih di penuhi kabut g****h.
"Aku ngga tau harus melakukan apa, aku takut Gerry." Lirih Keyla pelan. Dia mengerti dengan apa yang sedang di alami Gerry saat in, namun dia juga tidak tahu harus melakukan apa sekarang. "Aku sama sekali tidak punya pengalaman dengan hal ini." Ucapnya lagi. Mereka sudah pernah melakukan hubungan intim, itu dulu dan itu hanya sekali. Menuntaskan tanpa hubungan badan sungguh dia belum pernah melakukan hal seperti ini.
Gerry segera membalik tubuh mungil yang sedang duduk diatasnya hingga terbaring di atas ranjang.. Dengan rakus penuh nafsu Gerry ******* bibir yang sudah sejak semalam menggodanya.
Ciuman yang terkesan terburu-buru itu sudah turun menjelajahi leher jenjang Keyla, mengigitnya pelan hingga siempunya ikut merintih.
"Jangan memberi tanda disana, orang-orang akan melihatnya." Ucap Keyla pelan di sela-sela lenguhannya.
"Di tempat lain boleh ?" Tanya Gerry dengan senyum jailnya namun g****h dimatanya belum pergi dari sana.
"Cepat selesaikan yang ingin kamu selesaikan, aaahhh..." Desah Keyla ketika mulut Gerry sudah menjelajahi dada dan meninggalkan jejak -jejak keunguan di atas benda kenyal yang masih terbungkus kain hitam berenda itu. Keyla tidak tahu sudah sejak kapan laki-laki itu berhasil melepaskan beberapa kancing di bagian depan dressnya.
Tangan Gerry yang sudah berada di tubuh bagian bawah Keyla dan hendak melucuti sepotong kain yang melindungi bagian inti tubuhnya segara di tahan Keyla.
"Lakukan tanpa melepaskan itu Gerry, tuntaskan hasratmu tanpa melakukan itu." Kata Keyla pelan, dia takut tidak bisa menahan dirinya jika penghalang itu keluar dari tempatnya. Dia tidak ingin melebihi batas. Hubungan badan yang kedua kalinya, dia akan melakukan itu setelah pernikahan dan sangat beruntung karena dia akan hanya akan kembali melakukan dengan orang yang sama..
__ADS_1
Gerry mengangguk mengerti, tanpa berhubungan intim bukanlah masalah. Hanya melihat Keyla dengan baju tidur tipisnya pagi tadi saja hampir membuatnya tidak bisa menahan diri lagi dan berakhir bermain solo di dalam kamar mandi. Jadi jika hanya ingin mencapai pelepasan itu mudah baginya apalagi kini Keyla memberikan akses penuh pada tubuhnya kecuali berhubungan intim.