Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Isi Hati Rachel


__ADS_3

Gaun rancangan tante Meyke yang harusnya Keyla gunakan di hari pertunangan mereka, kini sudah terpasang di tubuhnya.


"Jangan pakai itu sayang," Rengek Gerry lagi. Entah sudah berapa lama mereka selesai berpakaian, namun Gerry masih merengek untuk meminta Keyla tidak menggunakan gaun itu. Gaun yang hampir sama dengan gaun pengantin namun kali ini berwarna merah, dengan seutas rantai putih di bahunya membuat Gerry semakin resah. Di tambah lagi belahan yang mencapai paha istrinya membut Gerry hanya ingin mengurung Keyla di dalam kamar saja.


"Ini hanya sebentar Gerry. Lagipula kita hanya akan makan malam keluarga kok, ngga ada orang lain disana." Ucap Keyla masih menahan kekesalannya. Entah sudah berapa puluh menit waktu yang mereka habiskan hanya untuk memperdebatkan gaun ini.


"Ada Bagas disana Key, aku ngga suka di ngeliatin kamu seperti tadi. Apa katanya cantik seperti princess, dia itu sadar ngga sih lagi muji-muji istri orang." Kesal Gerry. Mengingat tatapan Bagas yang selalu hangat pada istrinya membuatnya semakin ngga rela.


"Sayang,, aku ngga enak sama mama nanti. Mama sudah bersusah payah menyiapkan ini untukku, terus aku dengan seenaknya tidak memakainya, nanti mama marah." Bujuk Keyla dengan rayuannya. Kini dia sudah tersenyum manja dan duduk di atas pangkuan suaminya. "Malam ini saja, setelah ini aku hanya akan menggunakan pakaian seksi di hadapan kamu." Ucap Keyla dengan senyum menggodanya dan bibir merah merona itu segera di hancurkan oleh pemiliknya.


"Kamu merusak lipstikku Gerry," Ucap keyla Kesal. Dengan wajah datar bercampur kesal Keyla kembali memeperbaiki penampilannya lalu keluar bersama Gerry yang masih tersenyum menuju ruangan tempat keluarga sudah berkumpul.


"Senyum menggodamu tadi mana ?" Bisik Gerry di telinga istrinya.


"Udah yah, nanti kalau ada yang kepincut dengan senyum menggodaku, kamu jadi ngga waras lagi." Kata Keyla masih kesal.


Gerry hanya terkekeh kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Keyla ketika sudah mendekati orang-orang yang sudah menunggu. Dia ingin menegaskan pada laki-laki di ujung sana jika Keyla hanya miliknya.


Bagas tersenyum lucu melihat kelakuan Gerry. Sungguh dia mencintai Keyla dengan tulus dulu, dan jika bahagia Keyla adalah Gerry, maka dia sama sekali tidak punya keinginan untuk mengganggunya.


Sedangkan Rosa tersenyum melihat rona merah di wajah Keyla, gadis itu sedang menahan malu juga kesal.


"Duduk sini sayang." Ajak mama mertuanya pada Keyla. Keyla berjalan dan duduk di samping mama mertuanya itu.

__ADS_1


"Kamu cantik." Bisik Mama Nia di telinga menantunya.


"Terimakasih Ma, aku suka gaunnya." Ucap Keyla sambil tersenyum pada mama mertuanya itu.


"Gerry, bibir kamu tuh. Lupa ya membersihkannya." Kekeh Reyhan sembari menyodorkan sapu tangan pada Gerry.


Sontak semua orang menatap pada Gerry penasaran, dan semua tertawa ketika mendapati lipstik merah itu menempel di bibirnya. Keyla semakin ingin meneggelamkan wajahnya di bawah meja makan ini.


"Cih sempat-sempatnya kamu tuh, ngga sabaran banget. Orang tua sudah pada nungguin kamu mala masih asik-asikan di dalam kamar." Pukul Mama Nia di belakang Putranya.


"Namanya juga pengantin baru tante," Timpal Reyahan mengejek yang semakin membuat Keyla malu.


Sungguh mereka tidak melakukan lebih dari ciuman di dalam kamar tadi, waktu hanya terbuang dengan perdebatan karena gaun yang dia kenakan ini.


Reyhan dan Alisa yang paling dominan mengejek Gerry dan yang lain hanya terus tertawa dengan celotehan Alisa.


Para pelayan hotel sudah mulai menyajikan makanan di meja panjang yang memang sudah masuk dalam reservasi mereka dalam daftar pernikahan beberapa minggu lalu.


Sanjaya merasa begitu beruntung karena keluraga besar Handoko tidak lagi memepermasalahkan semua kejadian yang menimpa Keyla beberapa bulan lalu. Senyum bahagia juga binar mata yang terus terpancar dari wajah putranya, membuatnya semakin menyesali perbuatannya beberapa bulan lalu.


Semuanya menikmati pesta ini, Sanjaya sesekali berbicara dengan hangat pada Handoko dan orang-orang tua yang ada di sana.


Rachel mulai belajar menerima kenyataan, meskipun hatinya masih ada Gerry disana, namun Rachel berusaha untuk tidak lagi memaksakannya, karena memang seperti itu seharusnya. Cinta yang akan di paksakan, percayalah tidak akan ada kebahagiaan disana. Bukankah dia hanya akan berusaha mencari kebahagiaanya, menanti takdir yang sudah Tuhan tetapkan untuknya datang menyapanya.

__ADS_1


Selesai acara makan malam keluarga, para orang tua sudah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Handoko dan sanjaya sudah membawa cucu-cucu mereka yang sudah mau terlelap keadalam kamar mereka, dan menyisahkan lima pasang pasangan mudah yang sudah berpindah tempat agar lebih santai bercengkrama. Sebuah sofa di ruangan private mereka pilih untuk menghabiskan malam ini. Mereka akan kembali ke Indonesia besok kecuali Gerry dan Keyla yang masih ingin melanjutkan bulan madu mereka di negara fahsion ini, dan waktu seperti ini mungkin akan sangat sulit untuk mereka nikmati lagi karena kesibukan masing-masing.


Bram memesan minuman untuk menemani mereka bercerita. Ada beberapa jenis minuman yang pelayan hotel sediakan dimeja mereka. Semua orang sibuk dengan cerita mereka, Bram yang selalu memberitahu Gerry untuk menjaga adiknya, sedangkan Keyla yang sudah terlelepa di dada suaminya dengan jas yang menutupi pundaknya. Reyhan memeberitahu pernikahannya dengan Alisa akan di lakasanakan di Bali 2 bulan lagi dan berharap mereka bisa kembali berkumpul kembali di pesta pernikahannya.


Semua orang sibuk dengan cerita mereka hingga tidak ada orang yang menyadari jika Rachel sudah meminum minuman dengan kadar alkohol yang tinggi lalu wajahnya terjatuh di atas meja.


Bagas yang melihat itu segera membantu calon istrinya itu, semua orang panik melihat Rachel yang kini sudah bercucuran air mata disana.


Karena keributan itu Keyla terjaga dari lelapnyan dengan wajah mengantuknya, dia terkejut melihat Rachel yang sudah meracau dengan air mata yang sudah bercucuran dipipi gadis itu.


"Kenapa minum itu ?" Kata Bagas yang sudah terlihat khawatir pada keadaan Rachel dan ingin segera membawa gadis itu kembali kekamar.


" Jangan berpura-pura baik padaku, kamu selalu baik pada Keyla tapi tidak denganku. Kamu selalu menatapnya hangat, tapi selalu menatap dingin padaku." Kata Rachel menepis tangan Gerry yang hendak meraih tubuhnya, dengan air mata yang terus jatuh di pipinya Rachel terus saja meracau . "Kenapa semua orang mencintainya, Gerry juga tidak akan lagi baik padaku padahal aku sangat mencintainya, dan yang katanya calon suamiku juga mencintainya. hikkss.. hikkss.. Ibu aku rindu, aku ingin ikut denganmu." Sambung Rachel dengan tangisnya yang menyayat hati.


Keyla sudah berkaca-kaca namun masih dengan wajah datarnya, dia merasa sangat bersalah pada gadis itu. Dia masih jauh lebih beruntung dari Rachel, namun dia juga mencintai Gerry, sangat mencintai suaminya.


Bagas tidak lagi meminta persetujuan atau apapun dari Rachel, dengan cepat dia mengangkat tubuh mungil yang terus saja meronta dan membawanya keluar dari ruangan itu. Rachel terus sesegukan di dada Bagas, dia merasa dunia begitu sangat kejam padanya. Semua orang tidak ada yang baik padanya, hanya ibu yang mencintainya, namun wanita itu sudah pergi meninggalkan dia sendirian disini.


"Maafkan aku." Ucap Bagas dengan terus melangkahkan kakinya membawa Rachel, tidak peduli ada orang-orang yang memeperhatikan mereka di dalam hotel yang dia lalui menuju kamar.


Sedangkan di ruangan yang Bagas tinggalkan tadi, semua orang yang ada disana tidak lagi melanjutkan acara mereka, dan memilih kembali ke kamar mereka masing-masing. Meskipun mereka sudah tahu pemicu kemarahan Keyla beberapa minggu lalu, tetap saja mereka terkejut ketika mendengar semuanya keluar dari mulut Rachel langsung.

__ADS_1


"Jangan mengkahawatirkan apapun Key, ini malam pernikahan kalian jangan merusaknya dengan hal seperti ini." Kata Anggun, dia mengerti kegusaran yang kini melanada adik iparnya. "Tidak semua hal yang kita inginkan, akan menjadi milik kita. Tuhan tahu mana yang terbaik buat kita." Ucap Anggun lagi dan di angguki oleh Keyla.


__ADS_2