Gadis Satu Malam

Gadis Satu Malam
Bertemu Anggun


__ADS_3

Gerry terus menggenggam erat tangan Keyla dan membawanya masuk kedalam rumah. Ketika melihat kakak perempuannya sedang duduk diruang tamu rumahnya Gerry sudah tidak lagi terkejut, karena mobil milik wanita terbaik setelah ibunya ini sedang terparkir rapi dihalaman rumahnya.


" Ka Anggun sedang apa disini ?" Tanya Gerry pada wanita yang sedang sibuk dengan beberapa berkas yang sudah berserakan di atas meja ruang tamu rumahnya.


" Itu kakak membawakan sarapan titipan dari mama," jawab Anggun sambil menujuk kearah makanan yang masih terbungkus rapi diatas meja.


Anggun melihat kearah Gerry sedikit terkejut ketika melihat ada gadis dibelakang Gerry.


" Keyla kan ? kok bisa ada disini ?" tanya Anggun


Gerry seketika menoleh kebelakang melihat Keyla yang juga terkejut ketika melihat siapa wanita yang menyapanya. sedangkan Gerry sama terkejutnya dengan mereka karena kakak perempuannya mengenal Keyla yang bahkan dengan dirinya baru bertemu semalam.


" Keyla adik Bram kak, teman aku ." Melihat Keyla yang masih diam dengan keterkejutannya Gerry memilih menjawab pertanyaan kakak perempuannya...


" Maksudmu Bramantyo anaknya om Handoko ?" Tanya Anggun tidak percaya, karena yang dia tahu Bram anak tunggal. Namun di jawab anggukan kepala oleh Gerry.


" Key kapan balik dari paris ?" Seakan tidak menghiraukan jawaban Gerry, Anggun kembali bertanya dan berharap kali ini Keyla yang akan menjawab pertanyaannya.


Sekitar tiga tahun lalu kak, setelah kuliahku selesai, aku langsung diminta Bram kembali ke Indonesia untuk membantunya di perusahaan." Jawab Keyla namun kali ini tidak setenang biasanya. Gugup tentu saja, dia sangat gugup kali ini kenapa rasanya dunia menjadi sekecil ini.


" Duduk sini Key, aku ngga tau loh kamu temannya Gerry." Kata Anggun sambil menepuk sofa kosong disampingnya.


Keyla berjalan perlahan dan duduk di samping Anggun.


"Kamu mengenal kakaku Key ?" tanya Gerry.


"Itu loh Ge dulu waktu kakak ambil spesialis di Paris, kakak menyewa Apartemen di Gedung yang sama dengan Key ini, kami sering sarapan bersama kadang kakak sering meminta bantuannya untuk mengetik karena dia sangat ahli dengan itu." Jawab Anggun


Gerry tidak lagi bertanya setelah mendengar penjelasan kakak perempuannya. "Tunggu sebentar disini Key aku mau ganti pakaian sebentar." kata Gerry yang kemudian melangkah menuju kamar tidurnya.


Melihat Keyla yang diam saja Anggun kembali memulai pembicaraan.


"Apa semua sudah baik - baik saja Key ? aku khawatir padamu saat itu namun kata Roby janin kamu memang sudah tidak bisa diselamatkan, aku turut berduka Key." kata Anggun


"Terimakasih Kak, aku sudah baik - baik saja sekarang." Jawab Keyla gugup. sungguh saat ini dia ingin menghilang, kehidupan tentramnya selama tiga tahun ini sudah mulai menjauh darinya semenjak pertemuannya dengan Gerry semalam.. sepertinya peringatan Baram semalam untuk menjauh dari Gerry memang benar adanya.


"Sudah bertemu dengan laki - laki brengsek itu ?" tanya Anggun lagi yang kembali menyadarkan Keyla dari lamunannya.

__ADS_1


Keyla mengangguk..


"Terus dia sudah tahu apa yang terjadi padamu di Paris ?" tanya Anggun.


"Tidak, aku memilih untuk tidak lagi membahasnya toh semuanya sudah berakhir, tidak ada lagi yang perlu aku ceritakan padanya, bayi itu tidak bisa aku selamatkan dan akupun sudah tidak punya hubungan apa - apa lagi dengannya." jawab Keyla jujur.


Tentu saja dia sudah bertemu dengan laki - laki sialan yang menipunya itu, sekarang mereka sedang bersama dan tidak lain adalah adik dari sang wanita yang sedang menginterogasinya saat ini.


Menipu, yah laki - laki itu menipunya. Sudah sangat jelas di awal pembicaraan mereka akan melakukannya dengan aman tanpa ada yang tertinggal namun laki - laki sialan yang mebuatnya jatuh hati malam itu membohonginya. meninggalkan benihnya dirahim Keyla yang sialnya Keyla sama sekali tidak mengetahui hal itu.


" Baiklah semoga kebahagiaan selalu menyertaimu Key, aku senang kamu sudah terlihat baik - baik saja sekarang. Aku tahu kamu gadis yang baik dan kuat." kata Anggun tulus. Anggun memilih tidak lagi melanjutkan membicarakan kejadian yang menimpa Keyla beberapa tahun lalu, karena terlihat Keyla yang tidak lagi nyaman dengan pembahasan mereka. "Dan aku harus segera ke rumah sakit Key." Kata Anggun sambil melihat jam tangan.


Sambil merapikan kertas - kertas di atas meja Anggun terus berceloteh dengan riangnya. mengatakan dokter laki - laki yang membantu Keyla saat itu sekarang sudah menjadi suaminya. Tentu saja itu berita yang bahagia, karena dokter Tampan itu seperti malaikat namun sekaligus semakin membuat Keyla ketakutan. Setelah merapikan berkas - berkas miliknya Anggun beranjak dari tempat duduknya menuju pintu keluar begitupun dengan Keyla yang ingin mengantar Anggun sampai didepan mobil.


" Kak bisa aku meminta tolong ?" tanya Keyla hati - hati.


" Tentu Key." Jawab Anggu yang masih menunggu apa yang ingin dibicarakan oleh Keyla.


"Apa yang terjadi padaku di Paris keluargaku sama skali tidak mengetahuinya, jadi bisakah aku meminta tolong cukup aku dan kak Anggun saja yang tahu, aku tidak ingin membuat masalah dan mengecewakan keluargaku lagipula semuanya sudah baik - baik saja." Kata Keyla memohon


"Tentu Key, jangan mengkhawatirkan hal itu. aku seorang dokter sekarang aku tau yang menjadi privasi seorang pasien." jawab Anggun lugas.


"Jangan terbebani dengan itu Key, aku menganggapmu keluarga karena hanya ada kita disana. Dan Key aku sangat berharap itu bukan perbuatan adikku, aku akan merasa sangat bersalah padamu jika Gerry yang melakukan itu padamu. Apalagi jika kamu memilih untuk tidak memberitahu tentang hal itu padanya." kata Anggun menebak karena adiknya baru tiga hari ini tiba di Indonesia, bagaimana bisa dengan waktu sesingkat itu bisa dekat dengan Keyla.


" Kak Anggun, ini hanyalah masalah pribadiku, dan tidak melibatkan siapapun didalamnya jadi tidak perlu merasa terbebani oleh apappun. jangan khawatirkan apapun, Aku dan Gerry hanya teman dan tidak akan mungkin sejauh itu." Kata Keyla bohong.


" Aku fikir siapapun laki - laki itu dan meskipun sudah tidak ada lagi hubungan apapun dengannya, kamu harus memberitahu semua yang terjadi karena dia harus bertanggung jawab dengan semua penderitaanmu. Aku hanya memberimu saran ini namun jika kamu memilih untuk tidak ingin punya masalah lagi aku menghargainya. Dan tentu saja Key, aku percaya bukan adikku yang melakukannya, bahkan baru kali ini melihatmu bersamanya. jadi tidak ada yang perlu aku khawatirkan." Dengan senyum manisnya Anggun kembali membawa suasana yang tadinya sedikit tegang kembali santai. " Aku harus pergi Key sampai ketemu lagi, mainlah kerumah utama, mama pasti senang mendengar Gerry punya teman secantik kamu. atau jika kamu mau kamu bisa main kerumahku dan berkenalan dengan Putraku." Anggun kemudian melangkah masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan Keyla yang masih berdiri di halaman rumah Gerry


" Hei kenapa diluar ?" Suara Gerry sedikit membuat Keyla kaget


" Itu kak Anggun sudah balik ke rumah sakit, aku hanya ingin mengantarnya sampai mobil." jawab Keyla


"Ayo kita berangkat sekarang." Ajak Gerry yang kembali meraih tangan Keyla masuk dalam genggamannya.


" Kemana ?" Tanya Keyla sambil melihat kearah tangannya yang di gengam oleh Gerry.


" Supermarket." jawab Gerry singkat kemudian membuka pintu mobil dan meminta Keyla untuk masuk kedalam..

__ADS_1


" Key ?" Panggil Gerry.


"Hmmm ?" Keyla mengangkat kepalanya menatap Gerry setelah memasang sabuk pengaman ditubuhnya.


" Apakah kak Anggun memperlakukanmu dengan baik ?" tanya Gerry.


" Maksudmu ?" Tanya Keyla karena tidak mengerti dengan arah dari pertanyaan Gerry.


"Di Paris, apakah kakaku bersikap baik padamu ?" tanya Gerry lagi.


"Tentu saja, kak Anggun dan dokter Robby sudah seperti Bram dan Rosa, mereka sangat baik padaku." jawab Keyla jujur


" Syukurlah." jawab Gerry


Mendengar jawaban Gerry, Keyla mengerutkan dahinya merasa heran namun tidak lagi bertanya.


"Kemarikan ponselmu Key." Pinta Gerry.


"Buat apa ?" Tanya Keyla.


"Berikan ponselmu Key," kali ini Gerry tidak lagi meminta namun segera mengambil ponsel Keyla yang ada di saku celana pendeknya.


" Passwordnya Key ?" Tanya Gerry lagi.


" Sini aku yang akan membukanya." Keyla ingin meraih ponselnya namun di jauhkan oleh Gerry.


" Katakan saja Key ribet banget sih." Si laki - laki egois yang selalu mementingkan dirinya sendiri.


" Ulangtahunku. " Jawab Keyla singkat, memilih mengalah karena dia tidak akan pernah menang jika berdebat dengan laki - laki sialan yang ada di sampingnya ini.


Melihat Gerry dengan lancar menekan angka dilayar ponselnya membuat Keyla heran. Bagaimana bisa laki - laki ini tanpa bertanya padanya sudah tahu tanggal, bulan dan tahun kelahirannya.


" Kau ingin bertanya kenapa aku mengetahui ulang tahunmu ?" tanya Gerry karena melihat Keyla yang diam saja


"Tidak, aku tidak tertarik dengan apapun tentang kamu." Jawab Keyla tegas yang membuat Gerry sedikit kesal.


" Terserahlah Key, makanlah gengsimu itu. dan ini ponselmu aku sudah menyimpan nomorku diponselmu, kenapa sih kamu tidak menghubungiku Key ?" tanya Gerry dengan kesal.

__ADS_1


"Buat apa Gerry, lagipula tidak ada hal yang ingin aku bahas denganmu jadi untuk apa aku menghubungimu." jawab Keyla. "Kita jadi pergi tidak ? kalau tidak aku akan memesan taxi." Lanjutnya


"Terserahlah Keyla, terserah padamu. Lakukan apapun yang membuatmu merasa puas.. Sialan ! maki Gerry kesal. Dengan gerakan kasarnya Gerry melajukan mobil meninggalkan pelataran rumahnya sedangkan Keyla masih berusaha untuk tetap tenang di samping Gerry.


__ADS_2