
Pernikahan
" Jangan berjanji untuk tidak saling menyakiti, namun berjanjilah untuk tidak saling meninggalkan "
Gaun putih panjang yang mengekspos bahu, kini sudah terbalut indah di tubuh Keyla. Gaun yang terus saja di protes oleh Gerry namun tabokan dari sang mama juga terus melayang di kepalanya, dan akhirnya membuat dia harus menyerah dan memasrahkan gaun setan itu membalut tubuh istrinya. Sebentar lagi penantian panjangnya, keinginan terbesar dihidupnya akan dia raih. Keyla akan menjadi pusat kehidupannya mulai sekarang. Keyla akan resmi menjadi istrinya.
Dengan langkah hati-hati Keyla melangkah dengan di bantu oleh Bundanya menuju sang Ayah yang sudah menunggu di depan pintu ruangan tempat akan di langsungkan pemberkatan pernikahannya. Ayah Han yang akan menyerahkan dirinya langsung pada laki-laki yang sudah mampu membuatnya untuk tidak terus berjalan dengan egonya lagi. Laki-laki yang sudah mampu memutar arah perjalananya.
"Jangan merusak riasanmu lagi sayang, Gerry ngga akan suka nanti ketika melihat maskara sudah belepotan di mata cantik istrinya." Bisik Bunda Ratih pada putrinya dengan senyum yang masih terus terpancar di wajah cantik yang sudah tidak mudah lagi.
Di iringi deguban jantung yang terus memompa di dalam sana, Keyla tetap melangkahkan kakinya perlahan menuju Ayah Han yang sudah menanti di sana.
Namun Keyla lagi-lagi tidak bisa menahan haru yang sudah menyeruak di dadanya hingga membuat matanya terus saja berkaca-kaca. Bagaimana tidak, seluruh keluarga mempersiapkan semua ini dengan sangat baik tanpa dirinya. Juga sang ayah yang berdiri tidak jauh lagi, sudah berkaca-kaca membuat Keyla semakin tidak kuat menahan air matanya agar tidak menetes dan merusak riasannya hari ini.
Di atas Altar Gerry terus menatap kearah wanita yang kini terlihat jauh lebih cantik dengan gaun berwarna putih itu. Semua orang menatap pada pengantin wanita yang kini sedang di antarkan oleh Ayahnya menuju kehidupan barunya.
"I Love You." Ucap Gerry hanya dengan gerakan bibirnya ketika tatapannya bertemu dengan Keyla yang kini sedang berjalan kearahnya. Tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengekspresikan hatinya yang begitu membuncah. Jatuh cinta pada orang yang sama selama bertahun-tahun, bahkan dengan harapan kecil untuk mereka kembali bertemu, tidak membuat cinta itu pergi dan masih tetap setia bertahta di relung hati terdalamnya untuk orang yang sama.
Di saksikan keluarga besar juga kerabat dan teman-teman Keyla yang ada di Paris, mereka berjanji di hadapan Tuhan untuk selalu bersama dalam keadaan apapun. Bersedia menemani di susah dan senang mereka dan menua bersama.
Tepukan riuh dari para tamu undangan yang ikut menyaksikan pemberkatan memenuhi seisi ruangan juga kecupan lembut di bibir Keyla mengakhiri acara di ruangan itu.
__ADS_1
Setelah selesai acara pemberkatan, Gerry membawa Keyla menuju ballrom hotel yang memang sudah di siapkan oleh keluarga besar mereka. Lagi-lagi Keyla merasa sangat terharu dengan semua kejutan hari ini. Pernikahan terbaik di hidupnya, sungguh ini sangat jauh dari bayangannya. Dia berfikir semua akan di lakukan dengan seadanya karena waktu yang begitu mepet, namun entah kebaikan apa yang sudah dia buat hingga Tuhan menghadiakan orang-orang ini dalam hidupnya.
"Terimakasih." Bisik Keyla pada telinga Gerry ketika mereka sudah sampai di tempat resepsi pernikahan. Masih menggunakan gaun yang sama namun Wedding veil sudah di lepaskan dari kepalanyanya. Hanya menyisakan gaun yang mengekspos bahu mulusnya juga rambut yang di buat agar tetap tergerai di pundaknya.
"Berterimakasihlah dengan benar nanti." Ucap Gerry dengan senyum bahagia sembari mendaratkan kecupan di bahu istrinya.
Pemandangan yang sangat bahagia di ujung sana tidak lepas dari penglihatan Rachel. Di dalam ruangan ini ada dua hati yang ikut bahagia untuk mereka, namun dengan hati yang masih terasa perih. Rachel terus diam dan masih terus menatap ke arah pengantin baru dengan senyum bahagia yang belum pergi dari bibir mereka berdua. Sedangakan Bagas yang ada di sampingnya merasa sedikit sakit di dalam sana ketika lagi-lagi mendapati Rachel masih menatap Gerry dengan tatapan seperti itu.
Bagas segera meraih tangan Rachel untuk masuk kedalam genggamnya dan berjalan menuju kedua mempelai untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Seketika Rachel menegang, baru kali ini laki-laki yang katanya bersedia menikahinya ini menyentuh bagian tubuhnya. Masih dengan menatap tangan Bagas yang bertaut dengan tangannya Rachel di sadarkan dengan suara lembut Bagas yang tidak pernah tertuju untuknya.
"Key." Panggil Bagas masih dengan tatapan hangatnya pada Keyla.
"Gas, sudah makan ?" Tanya Keyla dan di angguki oleh Bagas.
"Selamat atas pernikahan kalian, bahagia selalu Key." Ucap Bagas lembut dengan mengulurkan tangannya dan di angguki oleh Keyla dan menerima uluran tangan Bagas. Rachel juga mengucapkan selamat pada pernikahan mereka namun tangannya masih di tahan oleh Bagas.
Rachel masih dengan senyumnya segera mengulurkan tangannya ketika Bagas sudah melepasnya. "Maafkan sikap kekanakan aku waktu itu Rachel." Kata Keyla tulus.
Rachel tersenyum pada Keyla dan mengangguk. "Aku juga minta maaf padamu Nona Keyla." Kata Rachel masih dengan hati yang begitu getir. "Panggil Key saja Rachel, mungkin saja kita bisa menjadi teman kedepannya." Kata Keyla dan Rachel mengangguk.
Flora kini berlari ke arah tante kesayangannya dengan Kevin terus mengikutinya dari belakang. Keyla terkejut ketika tubuh mungil itu kini memeluk erat bawahan gaunya yang menjuntai di lantai.
"Jangan lari-lari sayang, nanti jatuh." Kata Keyla pada gadis kecilnya kemudian membawa tubuh mungil itu kedalam gendongannya.
"Paman Gagas, Aunti cantik kayak plinses, ." Ucap flora pada pamannya.
__ADS_1
"Princess Flo" Interupsi anak laki-laki yang dengan setia mengikuti Flora dan kini berdiri di dekat Keyla. Keyla terkekeh sambil memberi usapan lembut pada anak laki-laki yang kini sudah menjadi keponakannya.
"Iya Aunti cantik hari ini, sperti princess." Kata Bagas melirik pada Gerry yang sudah memasang wajah garang miliknya sejak tadi.
"Pasti paman Gagas akan makin sayangkan sama Aunti ? " Suara cempreng gadis kecil itu membuat Keyla tidak enak dengan tiga orang dewasa yang berada disana.
"Flo mau makan kue ga, ayo ikut Aunti ambil kue disana." Ucap Keyla menyela percakapan paman dan keponakan itu.
Dengan tergesa-gesa Keyla meminta izin untuk pergi dari sana dengan Flora di dalam gendongannya juga Kevin yang berjalan sambil memegang tangannya.
"Kenapa ?" Tanya Rosa ketika Keyla sedang sibuk mengambilkan kue untuk dua keponakannya ini.
"Nih anak kamu mulutnya mirip kayak maminya." Dengus Keyla yang kemudian membawa dua bocah untuk duduk di kursi dan menikmati kue di masing-masing piring yang sudah Keyla ambilkan.
Rosa terkekeh melihat wajah kesal Keyla namun masih terus melakukan aktifitasnya. "Ga usah mara-marah, nanti aura pengantin barunya hilang, dan takutnya buat anaknya malam ini gagal." Goda Rosa pada adik iparnya itu dan seketika mendapat pelototan mata dari Keyla..
"Mulutmu itu Sa, Ya Tuhan ada anak kecil loh disini." Rengek Keyla kesal. Sungguh dia masih sangat malu untuk membahas hal-hal seperti ini. Apalagi ketika ingatannya kembali terlintas aktifitas panas yang dia lakukan dengan Gerry selama dua hari ini. Meskipun tidak sampai melakukan hubungan badan, namun laki-laki itu seakan tidak ada habisnya membuat tubuhnya lengket dengan cairan sialan itu.
"Lagi ngelamunin jorok ya." Goda Rosa lagi ketika melihat Keyla yang terdiam dengan wajah yang sudah semerah tomat.
"Apa sih, udah ah kamu tuh senang banget godain aku." Ketus Keyla kesal dan berjalan kearah dua bocah yang sedang asik dengan kue cokelat mereka.
"Bahagia selalu Key, ingat jika terjadi apapun denganmu aku dan Bram masih berada di tempat yang sama. Aku berharap kami berdua akan selalu menjadi tempatmu berbagi ketika kamu sudah tidak bisa lagi menampungnya sendiri." Ucapan Rosa membuat Keyla kali ini bukan lagi berkaca-kaca. Namun air mata yangbsejak tadi dia tahan kini sudah menetes di pipinya. " Butuh pelukan ?" Sambung Rosa dan dengan cepat Keyla membenamkan tubuhnya pada Rosa.
"Terimakasih untuk segalanya Sa, kau dan Bram akan selalu menjadi orang spesial dihatiku." Ucap Keyla di sela isakannya.
__ADS_1
Bram yang ikut mendekat ketika melihat istri dan adiknya berpelukan, kini memberikan usapan lembut pada pundak adiknya. Dia ikut bahagia hari ini, sedikit merasa lega karena Keyla kini menikah dengan orang yang dia cintai juga mencintainya.