GAVIN (PERJODOHAN)

GAVIN (PERJODOHAN)
PELAKOR ADA DIMANA-MANA


__ADS_3

Selama di warung makan, Kenzie tidak henti-hentinya mengumpat kecil. Sedari tadi semua mata tertuju kearah mereka, sayangnya manusia dalang dibalik semuanya santai memakan nasi gorengnya.


Memang urat malu Gavin sudah putus, bisa-bisanya mengumpat ditempat umum. Mana hampir mengema seisi ruangan ini.


"Makan! katanya lapar."


Kenzie mengerucutkan bibirnya, menatap Gavin kesal. Na4su makan nya hilang, mulutnya tidak tahan untuk memarahi pria yang satu ini.


"Nasi goreng gue hilang entah kemana, gue yang pesan malah yang lain makan pesanan gue."


"Mau disuapin? Kenapa gak ngomong mulai dari tadi." Jawab Gavin asal.


Gavin menyendokkan nasi gorengnya, menyodorkannya kearah Kenzie.


"Buka mulut atau gue cium!"


"Ngancam mulu."


Kenzie menerima suapan itu, dengan menebalkan wajah dan urat malunya. Lagian mereka suami istri, apa salahnya.


Rian yang sedari tadi diam duduk disamping Gavin, tercegang melihat interaksi mereka berdua. Selama Rian mengenal Kenzie, gadis yang satu ini tidak mau melakukan hal yang memalukan di depan umum, kecuali dia nyaman dengan orang tersebut.


Tidak mungkin Kenzie nyaman dengan pria disampingnya, apalagi jatuh cinta.


"Ken–"


"Sayang nanti kita jalan-jalan." Sela Gavin memotong ucapan Rian.


"Dia–"


"Kita jalan-jalan kemana yah?"


"Siapa?"


"Kita ke taman aja gimana?"


Kenzie mengulum senyumnya melihat tingkah suaminya, ada-ada saja pria yang satu ini. Apa salahnya Rian ngomong, ini malah dipotong mulai dari tadi.


Kasian, mana wajah itu terlihat memerah menahan kesal. Apalagi Rian orangnya pendendam, takutnya suaminya dapat masalah dari Rian.


"Vin, biarin Rian ngomong bandel banget sih."


Gavin tertawa kecil, sembari mengacak-ngacak pucuk rambut gadisnya. Apa pun caranya, Rian harus menjauh dari gadisnya. Perhatian gadisnya hanya untuknya saja.


"Ngomong aja Rian, anggap angin berlalu. Dia memang gitu orangnya." Ucap Kenzie, tanpa memperdulikan tatapan tajam suaminya.


"Dia siapa sih?" Tanya Rian kesal.


"Gavin."


"Gue gak nanya sama Lo."


"Kenalin gue suami Kenzie, jadi jauhi istri gue. Pulang! Dek pulang."


Gavin menarik lengan Kenzie, sembari mengeluarkan dompetnya. Lama-lama emosi berdekatan pria yang satu ini, mana sok dekat dengan gadisnya. Untung Kenzie tidak menanggapi ocehannya mulai dari tadi, jadi Rian aman.


"Berapa pak?"


"75 ribu dek."


"Ini pak, sekalian saya bayar makanan manusia yang paling jelek disini. Kembaliannya ambil aja pak."


Gavin menyodorkan 2 lembar uang seratus ribu, dengan meninggikan suaranya.


"Aduh makasih dek."


"Sama-sama pak."


Gavin keluar dari warung kecil itu, dengan mulut yang tidak henti mengoceh tidak jelas. Ternyata suaminya lucu kalo cemburu. Padahal Kenzie tidak menanggapi ucapan Rian, dia mana berani.


Apalagi bundanya melarang keras, berdekatan dengan pria manapun kecuali suaminya.


"Bang Gavin."


"Iya." Sahutnya ketus.

__ADS_1


Kenzo berlari kecil, menyamakan langkahnya dengan Gavin. Mulai dari tadi Abang ipar nya marah-marah tidak jelas, entah apa yang terjadi Kenzo bingung sendiri.


"Bang beli es krim yuk."


"Sendiri aja, Abang masih kenyang."


"Yah."


Kenzo menghentikan langkahnya, mengerucutkan bibirnya menatap punggung Gavin dan Kenzie secara bergantian.


Merasa Kenzo menghentikan langkahnya, Gavin berbalik menghadap kearahnya tersenyum hangat kearah Kenzo.


"Besok aja yah, Abang janji."


"Oke."


Kenzo mengangguk kan kepalanya, mengengam jemari besar Gavin dan berjalan beriringan. Rian yang sedari tadi mengikuti langkah mereka bertiga, diam mematung melihat interaksi mereka bertiga.


Kenzo si anak nakal patuh dengan ucapan Gavin, Kenzie si gadis jutek, gadis yang paling sulit ditaklukkan, bisa nyaman dengan Gavin. Entah apa yang terjadi, mereka berdua bisa nyaman dengan orang baru.


Ternyata pria yang satu itu menghalangi rencananya mendekati Kenzie, mulai dari masa SMP sampai sekarang. Kenzie tidak pernah peka dengan perasaannya. Entah cara apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan hati gadis yang satu itu.


_________


Gavin pikir Rian akan mundur setelah mendengar ucapannya. Nyatanya, pagi ini Rian sudah stand by didepan pintu membawa dua helm.


"Kenzie mana?"


"Di kamar."


Gavin memasangkan sepatunya, tanpa berniat melirik sedikit pun kearah Rian.


"Gavin!" Teriak Kenzie dari kamar.


"Iya."


"Dasiku mana?"


"Dalam tas,"


"Lihat yang benar,"


"Gak ada Vin."


Gavin menghela napas panjang, melangkah lebar masuk kedalam kamar.


Ribet juga jadinya, mama nya lupa mengantar seragam sekolah semalam jadinya repot pagi ini. Gavin grasa grusu mengeluarkan isi tas, mencari dasi gadisnya.


"Ck, pakai dasi gue aja. Nanti keburu terlambat."


"Nanti Lo kena hukum."


"Udah biasa." ucap Gavin menyodorkan dasinya kearah Kenzie.


"Makasih."


Merasa penampilannya sudah rapi, Kenzie meraih ransel mereka berdua berlari terbirit-birit keluar kamar.


"Ken."


Sontak siempunya tersentak kaget, menoleh kearah pintu. Sepertinya Kenzie harus bicara empat mata dengan pria yang satu ini, takutnya Gavin salah paham.


"Bareng yok."


"Tapi–"


Kenzie menoleh kearah Gavin, yang kini berdiri tepat dibelakangnya.


"Vin,"


"Iya gak papa, gue ikuti dari belakang."


"Serius? gak marah?"


"Iya." Marah maksudnya, Lo mah gak peka. ucap Gavin yang sampai ditenggorokan.

__ADS_1


Kenzie menganggukan kepalanya, menyetujui ucapan Rian. Segan rasanya menolak, walau takutnya Rian malah berharap.


"Helm." Gavin melangkah mendekat, menjulurkan tangannya meraih helm dari Rian.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Gavin langsung memasangkan helm gadisnya. Sembari berbisik.


"Hari ini gue bolehin selingkuh, tapi mulai besok, gak. Coba aja ketahuan selingkuh, gue buat Lo gak bisa jalan satu bulan."


"Ngomong apaan sih."


"Lo harus milik gue seutuhnya, secepatnya."


Gavin menarik lengan Kenzie keluar rumah, berdiri tepat di samping motor Rian.


"Hati-hati bawa motornya, jangan sampai cewek gue lecet."


"Hm."


Gavin membantu gadisnya naik keatas motor, dengan cepat kilat mengecup bibir mungil itu.


"Morning kiss." Bisik Gavin, mengedipkan sebelah matanya.


"Gue ikuti dari belakang."


Gavin bergegas masuk kedalam mobil, melaju sesuai kecepatan motor Rian. Kebetulan Kenzo sudah berangkat sekolah, mertuanya berangkat ke toko seperti biasa. Jadi mereka tidak perlu repot-repot pamit.


Tepat motor itu berhenti didepan gerbang, Gavin sengaja ikut menghentikan mobilnya sesekali menyalakan klakson.


Semua mata tertuju kearah Kenzie dan Rian, terpaksa Rian mengalah pergi begitu saja, meninggalkan pekarangan sekolah Kenzie. Kebetulan sekolah mereka berbeda.


"Lagian istri orang di gebet," ucap Gavin, tertawa terbahak-bahak didalam mobil.


Tepat pintu mobil terbuka, suara cempreng langsung menyapa telinganya.


"Pagi bang Gavin."


"Masih pagi udah merinding aja." Ucap Gavin tanpa memperdulikan Tiara.


"Aku bawa bekal buat bang Gavin."


"Gila, gue makin merinding."


Gavin menutup pintu kembali, memilih keluar dari pintu samping kemudi. Gadisnya tidak boleh melihat interaksi mereka berdua, takutnya malah marah-marah. Apalagi Kenzie sudah melarangnya.


Tiara tidak mengalah, berlari kecil kearah Gavin menyodorkan bekal makanannya. Ingin rasanya Gavin mengehentikan drama ini, melempar langsung bekal pemberian Tiara.


Tapi sayangnya Gavin tidak sejahat itu, apalagi Tiara perempuan bukan laki-laki. Pantang untuknya bermain kasar dengan wanita.


"Ck, mau apa Lo?" Tanya Gavin ketus, tanpa melirik sedikit pun kearah Tiara.


"Sarapan buat bang Gavin."


"Gue udah sarapan, cewek gue yang masak sendiri."


"Bang Gavin udah punya pacar?"


Bini, bukan pacar lagi. Batin Gavin.


"Siapa bang?"


"Bukan urusan Lo."


Gavin melongos begitu saja meninggalkan Tiara, tepat maniknya bertemu dengan punggung kecil gadisnya.


Kelihatannya Kenzie tidak melihat drama barusan, jadi Gavin aman.


Merasa lorong sekolah sepi, Gavin menyamakan langkahnya dengan Kenzie. Melilitkan lengannya kepinggang ramping gadisnya.


"Bel istirahat, gue tunggu di gudang belakang." Bisik Gavin tepat ditelinga Kenzie, dan berlalu pergi dengan santainya.


___________


TERIMAKASIH TELAH MEMBACA CERITA INI:)


STAY TUNED 🌱

__ADS_1


TUNGGU PART SELANJUTNYA 🍓


__ADS_2