GAVIN (PERJODOHAN)

GAVIN (PERJODOHAN)
SELALU BEGITU + CAST GAVIN


__ADS_3

Tepat bel pulang berbunyi, Kenzie sudah stand by di dalam mobil. Kebetulan jam terakhir sebelum pulang sekolah, Kenzie sibuk di ruang OSIS.


Selama perjalanan, Kenzie sibuk mengunyah makan siangnya. Saking sibuknya, Kenzie sampai lupa makan siang. Hingga tak terasa mobil sudah terparkir di depan rumah, dengan grasa grusu Kenzie bangkit dari tempatnya.


"Makasih pak, jangan lupa makan siang." Ucap Kenzei kearah supir, dan berlari terbirit-birit masuk kedalam rumah.


Kenzie ingin melihat wajah tampan itu, hampir setengah hari mereka berpisah. Tepat pintu kamar terbuka, menampakkan tubuh kekar itu tidur di atas ranjang.


Dengan pelan, Kenzie masuk kedalam. Menutup pintu sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara. Melepas semua yang melekat di tubuhnya, menyisahkan tank top hitam dan celana pendek.


Berlalu masuk kedalam kamar mandi sebentar, dan naik keatas ranjang.


"Vin." Bisik Kenzie tepat didepan wajah tampan itu.


"Bangun yuk, kamu udah makan siang?"


Kenzie menepuk pelan pipi suaminya, hingga manik Gavin terbuka.


"Udah pulang?" Tanya Gavin dengan suara serak khas bangun tidur, yang sayangnya terdengar errrrr seksi.


"Udah, kamu udah makan siang?"


Gavin hanya mengangguk kan kepala, merosotkan tubuhnya kebawah, menyembunyikan wajahnya didada Kenzie.


"Tumben pakai baju terbuka, pakai celana sependek ini lagi." Ucap Gavin, seraya menepuk pelan punggung kecil istrinya.


"Emang gak bisa?"


"Gak, aku gak punya tenaga."


"Ck, ngawur. Udah minum obat?"


"Hm."


Kenzie menghela napas lega, mengelus lembut rambut suaminya, sesekali mencium pucuk rambutnya.


Aneh tapi nyata. Kenzie bucin dengan pria yang satu ini, manusia berkedok setan yang sekarang menjadi pangeran di hati Kenzei.


Wajah tampan yang tak sesuai dengan ucapan, ucapan yang tidak ada manfaatnya. Malah bikin pusing, otak polos hilang sekejap.


"Vin, kamu bandel banget yah."


"Kenapa?"


"Wallpaper hp aku loh Vin, astaga malu-maluin banget tau gak. Mana Fani sama Dian lihat lagi."


"Yah bagus dong yang."


"Bagus darimana nya?"


"Biar mereka tau, ketua OSIS galak itu istri si tukang bolos di sekolah."


Kenzie hanya tertawa kecil, memeluk erat kepala Gavin membuat siempunya tertawa kecil, seraya mengelus lembut punggung kecilnya.


"Kamu makin gemesin tau gak?"


"Iya, gak usah di kasih tau."


"Hp kamu mana?"


"Di bawah bantal coba lihat."


Kenzie meraba-raba bawah bantal suaminya, tanpa melepaskan pelukan dari kepala Gavin. Hingga jemarinya meraih apa yang ia mau, dan membuka layar ponsel Gavin yang langsung disambut wallpaper yang sama dengan ponselnya.


Kebetulan Kenzei tidak berniat menganti wallpaper nya, toh hanya dia dan Gavin yang menggunakan hp nya.


"Password nya apa tuan?"


"Nama kamu."


"Maksudnya?"


"Kenzie."

__ADS_1


"Wow, ternyata anda bucin dengan saya."


"Istri sendiri juga."


Kenzie hanya tertawa kecil, meletakkan kepalanya di atas kepala Gavin seraya sibuk mengotak ngatik ponselnya. Hal pertama yang Kenzie buka, album foto.


Ternyata pria yang satu ini lumayan hobi dalam berfoto, walau tetap saja wajahnya yang paling mendominasi. Kebanyakan fotonya di ambil diam-diam, bahkan tidur sekalipun.


"Aku izin buka Instagram."


"Iya."


"Bentar, kamu kok post foto aku sih Vin. Mana caption-nya bikin kesal, sakit mata aku baca nya."


"Yah, bukan nya senang juga."


"Senang darimana nya Vin? Mana followers kamu hampir 100k lagi."


"Biarin, padahal banyak betina yang pengen foto nya di sana. Lah ini malah gak mau."


Kenzie memilih diam, membuka sorotan story Instagram Gavin dengan judul '❤️' isi nya dia semua, foto yang sengaja diburamkan dan bagian tubuh tertentu.


Tepat foto terakhir, manik Kenzie melotot sempurna. Foto yang menunjukkan bagian rambut panjang nya dan bahu sedikit terekspos. Di tanggal tepat mereka melakukan hubungan suami-istri pertama kali nya.


"Ya ampun Vin, harus banget gitu ini di post?"


"Harus."


"Ck, malu-malu in banget tau gak."


"Biasa aja, bang Rendi aja ngedukung."


"Bentar, aku lupa nanya. Kamu kenal bang Rendi darimana?"


"Tempat latihan karate."


Kenzie hanya diam, terlalu fokus menatap foto suami nya satu persatu. Pantasan banyak yang suka, di foto aja ganteng nya gak ketulungan. Gak alay, biasa aja tapi sempurna menurut Kenzie.


Apalagi saat bibir nya membentuk sebuah senyuman manis, 1 foto 1k komentar dan itu semua para betina.


"Vin."


"Kenapa?"


"Gak ada niat selingkuh?" Tanya Kenzie penasaran.


"Buat apaan, sama aja masuk ke goa singa. Bini aja kayak singa, apalagi papa sama mama. Keluarga Megantara juga dilarang selingkuh, cukup menikah sekali seumur hidup. Kamu aja udah cukup, buat apa dua?"


"Siapa tau, fans kamu cantik-cantik semua."


"Jangan nilai orang dari sampul nya, contoh nya aku. Muka tampan, tapi kamu tau sendiri aku banyak kekurangan nya."


Dari segi mana nya? Gak ada yang kurang juga. Batin Kenzie.


Hingga sore menjelang, Kenzie hanya fokus mengotak ngatik ponsel suami nya. Hingga ketukan pintu terdengar, bersahutan suara Erwin.


"Tuan, boleh saya masuk?" Teriak Erwin dari luar.


Spontan Gavin menarik selimut, menutupi tubuh istri nya yang hampir terbuka gara-gara ulah nya.


"Ck, makanya jangan mesum mulu ih, yang buka pintu nya siapa?"


"Gak tau, kamu juga ngapain pakai baju terbuka."


"Lah terserah aku, kamu aja yang terlalu mesum."


"Jelas, kamu nawarin sendiri jelas aku mau."


"Terserah, hp kamu mana?"


"Ditangan kamu loh yang."


"Eh, lupa. Aku telepon aja kamu yang ngomong."

__ADS_1


Kenzie menekan ikon telepon, menyerahkannya ke arah Gavin dan masuk kedalam selimut menyembunyikan seluruh tubuhnya.


"Masuk aja pak." Ucap Gavin.


Hingga terdengar pintu terbuka, bersahutan derap langkah masuk kedalam kamar.


"Makan malam tuan."


"Iya pak, makasih." Balas Gavin.


"Saya permisi dulu."


Tepat Erwin membalikkan tubuhnya, senyuman yang ditahan sejak tadi tercetak jelas dibibirnya. Pasangan muda yang satu ini memang lucu, Erwin tau Kenzie hanya bersembunyi dibalik selimut.


Karena sejak tadi, Gavin mengulum senyum, sesekali terdengar bisikan dari balik selimut.


Tepat pintu tertutup, Kenzie langsung bangkit dari tempatnya, seraya merapikan penampilan yang berantakan gara-gara ulah suami nya.


"Mesum. Di bilangin juga, masih aja bandel."


"Aku gak ngapa-ngapain juga."


"Aku gak ngapa-ngapain juga." Cibir Kenzie, sembari bercakak pinggang.


"Yang tadi itu apa, ha? Memang kamu yah benar-benar, katanya sakit tapi tangannya masih aja pegang-pegang."


Gavin hanya mengangkat bahunya acuh, bangkit dari tempatnya perlahan. Dengan sigap Kenzie berdiri disampingnya, memopong tubuhnya ke arah sofa.


Meraih piring yang berisi nasi, dan menyendokkan kedalam mulut suaminya.


"Yang."


"Apa?"


"Lah masih marah?"


"Gak."


"Katanya gak, tapi ngengas."


"Aku masih kesal, diam."


"Iya-iya, aku minta maaf."


"Terlambat, keburu ketahuan pak Erwin. Lagian tangan kamu nakal banget, masih sempatnya pegang-pegang."


"Mumpung ada kesempatan, kalo kita punya debay itu mana punyaku."


"Terserah."


_____________


TERIMAKASIH TELAH MEMBACA CERITA INI:)


#TUNGGU PART SELANJUTNYA 🍓



#PAPA GAVIN



#AKU CAPEK



#MATA KU HAMPIR KELUAR DARI TEMPATNYA, 6000 KATA LEBIH DUA HARI. 1 PART 1000 KATA LEBIH



#SELAMAT BERAKTIVITAS UNTUK ESOK.


#SEMANGAT PEJUANG DOLLAR

__ADS_1


#SELAMAT MALAM


#CRAZY UP CUKUP UNTUK HARI INI, BESOK AKU HARUS KERJA CARI UANG💔


__ADS_2