Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 12 : Janji Yang Diingkari


__ADS_3

Jumat malam, dirumah Lovely sudah sibuk dengan orang-orang yang sedang mempersiapkan pesta ultah nya. Semua teman SMP dan teman les nya di undang. Terbayang oleh Lovely akan banyak teman-teman nya yang berdatangan bersama pacar nya masing-masing.


"Mama, kenapa ulang tahun aku harus pesta sih? Aku malu, udah besar. Kalau mau pesta, Anniversary Mama Papa aja. Ultah aku gak usah" kata Lovely.


"Lho, justru kami lebih mengutamakan ultah kamu. Kamu sekarang sudah mau 15 tahun dan akan jadi murid SMU" kata Mama.


"Tapi kan pesta nya barengan sama Anniversary Mama Papa. Terus nanti ada pesta dansa. Aku gak bisa dansa karena belum ada pacar. Teman-teman ku sih udah pasti bawa pacar mereka"


"Lho kamu juga harus berdansa! Nanti pasti ada kan teman cowok kamu yang gak bawa pasangan" kata Papa.


Lovely dug-dugan karena diam-diam sudah mengundang Jo ke pesta ultahnya.


"Masa gak ada teman cowok kamu yang bisa di ajak dansa?" tanya Mama.


"Emang aku udah boleh dansa sama cowok Ma?"


"Boleh sayang"


"Papa mau lihat siapa teman dekat kamu. Kamu kan besok 15 tahun. Kamu udah boleh punya teman cowok yang bisa jaga kamu, ajak kamu kencan. Tapi bukan pacaran ya!" kata Papa.


"Aku... Aku sebenarnya udah mengundang seorang cowok Pa" kata Lovely.


"Oya? Siapa? Teman sekolah atau teman les?"


"Itu Pa, senior ku di eskul Badminton. Dia udah jadi atlet dan masuk klub"


"Senior di klub?" tanya Papa. Lovely mengangguk "Papa kira kamu suka sama cowok seusia kamu"


"Enggak lah Pa"


"Maksud kamu senior kamu itu pelatih eskul kamu? Ken? Atau Mark?"


"Bukan Papa, bukan mereka"


"Sayang sekali. Tadinya Papa harap kamu bisa dekat dengan salah satu dari mereka" Papa tampak kecewa "Ken dan Mark dulu waktu seusia kamu adalah anak latihan Papa. Dulu kan Papa masih aktif melatih. Mark anaknya penurut sementara Ken keras. Papa yang memasang kan mereka di ganda putra. Sekarang kan Papa lebih aktif di kampus, jarang ke klub. Jadi mereka lebih sering berlatih sama om Ery" cerita Papa.


"Papa.. Tak tahu kah Papa? Anak didik Papa yang bernama Ken itu galak sekali!" batin Lovely.


"Trus siapa teman dekat kamu itu?" tanya Mama.


"Aku dekat sama pelatih anak putra, namanya Joshua" kata Lovely.


Mama Papa saling pandang. "Tunggal putra nomor satu di Jakarta? Kamu dekat sama dia?" tanya Mama.


"Lumayan dekat Ma. Besok dia mau datang ke pesta ultah ku, bolehkan?"


"Kamu suka sama dia?"

__ADS_1


"Iya Ma..." Lovely mengangguk.


"Dia sendiri suka gak sama kamu?" tanya Papa.


"Dia sudah menyatakan cinta nya Pa, tapi aku belum bisa terima"


"Bagus itu"


"Tapi kami sudah berjanji untuk saling menyayangi, saling menjaga dan saling percaya sampai tiba saatnya nanti kita boleh berpacaran"


 


*******


 


Sabtu sore pukul 5 Lovely sudah masuk ruang makeup. Terakhir Jo telepon jam 2, katanya lagi cari kado. Sekarang Lovely sedang di dandani seusai Mama nya. Mama Lovely sangat cantik, gaun nya sangat indah dengan riasan makeup yang anggun.


Lovely sendiri akan memakai gaun kuning seperti Princess Belle. Rambutnya di Gelung ke atas. Ia lihat dirinya sendiri di cermin. Ia tampak seperti gadis yang akan bertunangan.


Saat itulah tiba-tiba seorang cowok datang ke ruang makeup dan menutup matanya dari belakang. Lovely menarik dua tangan itu lalu menoleh ke belakang.


"Hai Princess!" sapa cowok itu yang tak lain adalah Ricky, teman masa kecil nya sekaligus pelatih renang nya dari SMP.


"Kak Ricky, apa kabar?" seru Lovely.


"Emang selama ini aku gak cantik banget?" goda Lovely.


"Cantik banget lah! Dari 6 tahun juga udah cantik. Tapi malam ini sangat-sangat cantik!"


"Makasih" Lovely senang "Gimana di klub renang? Sibuk ya? Kak Ricky juara terus!"


"Sibuk banget, jadi jarang ketemu kamu. Udah sekitar 6 bulan ya kita gak ketemu? Aku ikut banyak kejuaraan"


"Iya..."


"Gimana latihan renang kamu? Kamu jadi kan masuk SMU renang?"


Lovely menggeleng. "Udah 3 bulan ini latihan renang aku keteteran. Aku ikut eskul Badminton di SMU Cahaya Pelita. Aku akan masuk sekolah disana. Di latih jadi atlet Badminton"


"Apa?! Kamu kan passion nya di bidang renang! Kata Mama kamu, kamu akan jadi atlet renang?!"


"Itulah! Tapi Papa bilang untuk sekarang ini aku di SMU Badminton dulu. Kalau aku lulus dengan baik, berarti aku harus jadi atlet Badminton. Tapi kalau aku tidak lulus Klub artinya aku akan jadi atlet renang. Menjadi atlet renang kan tidak harus sekolah dulu di SMU renang karena aku bisa dapet koneksi Mama"


"Aku ada jadwal melatih eskul renang di SMU renang. Aku bisa ketemu kamu 2 kali seminggu. Kalau kamu masuk SMU Badminton, aku gimana mau ketemu kamu?"


"Ya gimana lagi?"

__ADS_1


"Tapi Princess, kamu gak lupa kan janji kamu sama aku?"


"Janji apa?"


Ricky jadi bingung. Apa Lovely lupa? Dia sudah bersama Ricky sejak kecil. Mereka terpaut usia 6 tahun. Ricky selalu datang untuk melatihnya renang di rumah. Saat Ricky lulus SMU dan jadi atlet renang, Lovely baru mau masuk SMP.


Saat itu Ricky bilang. "Princess, aku akan jarang ketemu kamu, aku pasti akan ikut banyak kejuaraan. Tapi aku akan menemui kamu kalau aku lagi senggang dan bisa keluar asrama. Kamu cepet lulus SMP ya? Nanti kita akan sering ketemu di SMU renang"


"Kak Ricky..." Lovely sedih dan berkaca-kaca.


"Kalau kamu udah lulus SMP dan kamu berumur 15 tahun, aku akan datang dan menjadikan kamu pacar aku, kamu mau kan?"


"Mau..."


"Janji?"


"Janji..." Mereka saling mengaitkan jari kelingkingnya masing-masing.


"Aku sayang kamu Lovely"


"Aku juga sayang Kak Ricky"


Lovely saat itu masih kecil sekali. Baru berusia 12 tahun. Dan dia tak mengerti kalau rasa kehilangan nya saat itu adalah rasa kehilangan Kakak laki-laki nya. Sementara Ricky yang saat itu sudah berusia 18 tahun merasa kalau dia benar-benar jatuh cinta pada gadis cilik itu.


Rasa itu tumbuh seiring berjalan nya waktu. Lovely kecil sering datang ke sekolah renang karena Mama nya melatih disana. Tak ada yang menjaga nya di rumah. Ricky saat itu adalah murid Mama Lovely. Kalau Mama sedang melatih, Lovely sering kesepian. Main di taman sendirian. Ricky yang berinisiatif mengasuh Lovely, mendorong ayunan, mengajak jajan, dan meniup balon.


Hingga akhirnya Mama melihat kedekatan mereka dan sering mengajak Ricky ke rumah untuk melatih Lovely renang secara pribadi.


Ricky pun jatuh cinta pada Lovely dan berjanji akan menjadikan Lovely pacar masa depan nya kalau Lovely sudah 15 tahun. Bagaimana Ricky selama ini menemani Lovely, melihat nya tumbuh dewasa, menahan rasa untuk memeluk karena Lovely masih terlalu kecil. Tapi kini, saat Lovely ultah ke 15 dan Ricky datang untuk menagih janji, Lovely malah lupa!


"Kak Ricky, janji apa yang Kakak tanyakan tadi?" kata Lovely, membuyarkan lamunan Ricky.


"Janji..."


Belum sempat Ricky mengatakan, Jo menelpon Lovely dan Lovely tampak berbicara manis terhadap Jo di hadapan Ricky!


"Iya Kak Jo? Masih cari kado? Ih...! Jangan lama-lama! Pesta nya udah mau di mulai! Jam setengah 7! Ini udah jam 6! Awas telat! Aku gak akan sayang lagi!"


Ricky bengong dan menatap Lovely dengan perasaan sakit! "Siapa itu yang telepon kamu Princess?"


"Calon pacar aku, namanya Kak Joshua! Senior aku di SMU" seru Lovely riang.


Joshua? Siapa yang tidak mengenal dia? Atlet Badminton Nasional nomor satu di Jakarta! Lovely dekat dengan Joshua pasti karena ikut eskul di SMU Badminton dan lupa akan janji nya pada Ricky!


Padahal Ricky sudah menunggu 3 tahun untuk bisa menjadikan Lovely pacar nya! Malah mungkin dari Lovely SD, Ricky sudah mencintai Lovely yang artinya dia sudah mencintai dan menunggu Lovely selama 9 tahun!


"Kak Ricky? Janji mana yang kamu tanyakan tadi?" Lovely bertanya lagi selesai bertelepon ria dengan Jo.

__ADS_1


"Lupakan saja...Tidak penting!" desis Ricky pahit. Malang......


__ADS_2