
Acara ulang tahun Livi berjalan lancar dan mengesankan. Livi merasa bermimpi karena belum pernah rasanya melihat cowok seganteng Ken. Apalagi saat acara pesta dansa, rasanya canggung sekali saat Ken memegang tangan dan pinggul nya.
Selama berdansa, Ken terus menatap Livi seperti Livi yang terus menatap Ken. Ternyata dari dekat banyak sekali tahi lalat di wajah Ken, seksi!
"Nama kamu siapa?" tanya Ken sambil berdansa
"Liviane, panggil aja Livi" jawab Livi
"Besok kamu mulai sekolah. Aku adalah pelatih Badminton untuk anak-anak junior seperti kamu. Tahu aku kan? Aku atlet ganda putra, pasangan Mark. Kami juara Kejuaraan Nasional tahun ini"
"Tahu, Papa udah cerita"
"Kamu cantik ya? Anak tunggal bukan?"
"Iya aku anak tunggal" Livi berdebar di bilang cantik oleh Ken. "Oya Kak, makasih udah mau menemani aku dan jadi teman dansa aku malam ini ya"
"Oh iya, No Problem. Tapi ya gini, dansa nya kaku. Belum pernah sih" kata Ken dengan senyum tipis nya yang mahal sekali. Livi terpukau. Ken benar-benar cowok terganteng di pesta nya.
*******
Senin pagi Livi pun mulai bersekolah. Belajar sampai pukul 10:00, lalu latihan sampai pukul 12:00. Istirahat dan makan siang. Setelah itu sambung latihan kedua jam 13:30 sampai pukul 15:30. Setelah itu jam bebas. Boleh pergi les atau keluar, tetapi harus masuk kembali asrama karena asrama akan di kunci pukul 18:30. Murid kelas 1 terdiri dari 20 siswa dan 20 siswi.
Semua teman baru Livi ramah-ramah. Apalagi yang cowok. Tapi ada 3 cewek jutek yang tampak tidak suka pada Livi.
"Itu Agnes, Delia dan Syifa. Orang nya usil, sirik, dan rese. Anggap aja orgil!" bisik Angela pada Livi.
Benar saja! Seusai upacara dan gak ada guru, Delia menghampiri Livi.
"Hai anak baru! Malam pake pelet apa sampai Kak Ken jinak sama kamu?!" tanya Delia kasar.
"Siapa yang pake pelet? Biasa aja kali! Jangan asal ngomong! Masih untung kamu di undang ke pesta aku juga, agar aku bisa kenal dengan teman-teman sekelas aku disini!" hardik Livi. Delia mencibir dan rasanya ingin Livi tinju mulutnya itu! Tapi saat itu pak guru datang dan Livi di kenalkan sebagai murid baru.
Jam 10:00 semua sudah kumpul di lapangan. Ken dan Mark juga sudah ada disana.
"Oliv, sini kamu!" panggil Ken pada Livi
Livi bingung. Kening nya berkerut. "Oliv? Maksudnya aku?"
__ADS_1
"Iya, kamu! Sini!"
"Kok Oliv sih? Aku Livi Kak"
"Suka-suka aku dong! Udah cepet sini!"
'Aduh! Kok Kak Ken jadi galak sih?' fikir Livi. Ia segera menghampiri Ken
"Kamu kan anak baru, nanti sore beres latihan sama teman-teman kamu, kamu harus latihan lagi berdua sama aku selama 30 menit. Hitung-hitung latihan tambahan, karena kamu sudah ketinggalan banyak pelajaran selama ini! Harus latihan ekstra keras! Biar cepat bagus bertanding nya!" tutur Ken.
Livi cuma mengangguk. Ken bicara tanpa spasi, terus mengalir seperti ledeng bocor!
"Oya, kamu ingat peraturan disini! Jam 6 sore kamu harus sudah ada di asrama putri! Jam 9 malam kamu harus sudah tidur! Jangan bergadang karena besoknya kamu akan capek! Latihan harus rajin! Dan kamu gak boleh membantah latihan yang aku berikan sama kamu! Dan satu lagi! Kamu gak boleh bertindak konyol!"
"Konyol gimana?"
"Aku paling gak suka sama gadis konyol yang berantem di tengah latihan cuma karena memperebutkan Joshua!" kata Ken sambil melirik tengil ke arah Lovely! "Kamu tahu Joshua kan? Kamu jangan ikut-ikutan suka sama Joshua! Dan kamu tahu kan dia itu pacar Lovely! Jadi jangan ribut masalah Joshua seperti gadis-gadis yang lain! aku sudah bosan!"
Livi mengangguk-angguk
"Aku berharap banyak sama kamu! Mudah-mudahan kamu bisa bertindak normal!"
"Iya kak Ken. Masa aku suka sama pacar Lovely"
Sementara Lovely duduk di pinggir lapangan menunggu Livi selesai latihan. Di sampingnya sudah ada Jo dan ada Thony juga!
"Bagus latihan kamu Oliv. Anak Om Rezky sih ya?" kata Ken seusai latihan sambil senyum tipis.
"Kalau gitu besok gak usah latihan tambahan lagi dong?" tanya Livi sambil mengerling.
"Gak bisa! Kamu seminggu ini harus latihan tambahan dulu!"
Thony menghampiri Livi "Hai Livi, ini minum dulu, kamu pasti haus" Thony memberikan satu minuman dingin untuk Livi.
"Makasih Kak Thony" kata Livi lalu meminum minuman yang diberikan Thony.
"Makan bakso bareng Lovely sama Jo yuk?!"
"Boleh juga tuh!" Livi senang karena memang rindu makan bakso. Tapi di luar dugaan, Ken marah!
"Apa kamu Thony! Enak aja mau bawa-bawa Livi makan bareng!" hardik Ken.
__ADS_1
"Lho emang kenapa? Kan udah selesai latihan nya, udah jam bebas sekarang Ken" kata Thony
"Gak bisa! Aku udah dititipin Om Rezky untuk menjaga Livi! Mendidik nya menjadi atlet hebat! Jangan ganggu anak didik aku!"
"Aku juga gak ganggu kalau masih latihan. Ini udah jam 4, masa gak boleh ajak ngebakso"
"Pokoknya gak bisa toh! Sana pergi!"
Livi jadi bingung melihat Ken yang jadi berdebat dengan Thony. Lovely dan Jo segera menghampiri mereka.
"Ken, biarin aja Livi kami ajak makan bakso. Kasihan dia capek latihan terus" kata Jo.
Ken mencibir. "Aneh ya aku sama anak-anak tunggal putra?! Bukan nya prestasi yang di cari, malah sibuk nguber cewek! Aku aja yang udah sempurna masih males punya cewek!"
Livi kaget! Sombong sekali ternyata Ken! Kata-katanya sungguh menyakiti hati Thony!
"Sekarang mendingan Livi makan bakso bareng aku! Jadi kami bisa banyak ngobrol soal pertandingan! Pengalaman ku kan udah banyak! Livi mesti banyak belajar sama aku toh?! Pergi kamu Thony! Gak usah dekati Livi lagi!" kata Ken lalu colek bahu Livi. "Ayo Oliv, aku traktir makan bakso!"
Ken jalan duluan. Livi jadi bingung karena kasihan pada Thony. Tapi akhirnya Livi buru-buru mengikuti Ken lalu makan bakso bersama nya.
Sambil makan Ken banyak cerita tentang prestasi nya. Livi benar-benar kagum karena di usia 21 tahun, Ken sudah banyak menjuarai kejuaraan bergengsi.
"Kalau mau jadi atlet hebat harus fokus! Jangan dulu mikirin cowok! Apalagi tunggal putra gak penting seperti Thony! Kamu harus jadi anak didik kebanggaan aku! Aku melarang keras kamu untuk pacaran! Paham?!" kata Ken.
"Iya paham Kak. Aku emang belum niat punya pacar kok!" kata Livi.
Saat itu hampir semuanya yang di kantin memandang Livi yang sedang makan sama Ken. Lalu Mark pun muncul dan duduk bersama mereka.
"Hai Livi cantik" sapa Mark.
"Hai juga, makan yuk kak Mark" ajak Livi.
"Enggak ah, masih kenyang. Aku mau ngopi aja" kata Mark lalu memesan segelas es kopi "Kamu tahu gak kenapa saat ini cewek-cewek yang lagi makan semua ngeliatin kamu?"
"Enggak sih. Aku juga merasa. Ada apa ya?"
"Itu karena ajaib banget, Ken makan bareng cewek!"
Livi bengong "Oh gitu ya..." Livi jadi malu. Apalagi saat itu dia lihat Ken tersenyum tipis padanya.
"Banyak cewek yang suka sama Ken. Jadi mereka bingung, kamu bisa makan bareng Ken yang selama ini anti cewek" kata Mark lagi.
__ADS_1
"Ah biasa aja toh! Ini juga kan karena aku di titipin untuk jaga Livi sama Om Rezky" kata Ken santai. Livi sedih...