
Seminggu sudah Lovely mengenal Jo. Saat itu ada beberapa menit waktu sebelum di mulai latihan. Lovely ngobrol bersama Angela dan Cecil yang beberapa waktu ini agak jauh karena Jo selalu menempel terus.
"Aku kangen banget sama kamu Lovely. Abis latihan kamu selalu sama Kak Jo" kata Cecil.
"Maaf ya. Aku bingung menghindari nya" kata Lovely.
"Kamu udah jadian sama dia?"
"Belum..."
"Kalau dia nembak gimana? Terima atau tolak?" tanya Angela.
"Aku belum boleh pacaran. Dan Kak Jo udah tahu kok. Aku udah bilang"
"Trus dia bilang apa?"
"Kata nya jalani aja dulu"
"Keren banget!"
"Aku ini calon pacar masa depan nya" kata Lovely setengah bangga. Angela dan Cecil menatap kagum.
"Trus nanti kamu mau jadi pacar masa depan nya?" tanya Cecil.
"Gak tau. Kayak nya mau sih"
Tiba-tiba Agnes muncul dan berkata pada Lovely "Lovely! Kamu itu belum boleh punya pacar kan?!"
"Iya, emang kenapa?"
"Ya udah, jauhin aja Kak Jo! Nanti aja kalian jadian nya, pas kamu udah boleh pacaran! Sekarang biar aku dulu yang jadi pacar Kak Jo!"
Kaget nya Lovely mendengar kata-kata Agnes itu! "Apa? Kamu mau jadi pacar Kak Jo sekarang?! Jangan mimpi kamu! Aku gak akan membagi perhatian Kak Jo dengan siapa pun! Apa lagi cewek centil seperti kamu!"
"Tapi kan kamu belum boleh pacaran! Masa Kak Jo harus nunggu kamu! Kasihan dong!"
"Pokoknya apapun yang terjadi kamu gak akan bisa jadi pacar Kak Jo! Siapa yang mau sama kamu? Apalagi Kak Jo!"
Suasana jadi ramai. Semua mengerubuti Lovely yang sedang berdebat dengan Agnes.
"Dasar egois! Sok cantik! Belum boleh pacaran tapi menggantung Kak Jo!" bentak Agnes.
Yang lain mulai melerai. "Udah Lovely!"
Ada juga yang bilang "Agnes udah!"
Lovely mencibir "Aku memang cantik! Pokok nya Kak Jo milik aku! Kamu ambil yang lain aja! Kak Ken sekalian!"
"Ih! Ngapain ngegebet Kak Ken! Dia kan walau ganteng tapi galak dan tengil! Amit-amit!" kata Agnes.
"Tapi kamu mendingan sama dia! Dia bawel nya sama kayak kamu!"
"Kamu aja sama Kak Ken! Aku sama Kak Jo!"
"Mana mungkin aku sama Kak Ken! Dia itu bawel nya persis banget sama kayak Opah aku yang di Medan!"
__ADS_1
Tiba-tiba sesosok tubuh muncul menyeruak di antara Lovely dan Agnes.
"Siapa yang kayak opah kamu?!" bentak sosok itu yang tak lain adalah Ken!
"Mati aku!" batin Lovely sambil menatap panik!
Ken melotot melihat Lovely! " Kamu lagi! Dasar Olaf!"
"Apa? Olaf? Enak aja!"
"Iya kamu itu kayak Olaf! Boneka salju konyol di film Frozen! Nakal! Rese! Beraninya kamu bilang aku kayak opah kamu!" dengan gemas Ken mencubit lengan Lovely!
"Aduh! Sakit Kak!" Lovely mengaduh sambil mengusap lengan nya yang perih.
"Harusnya kamu tuh di jewer tahu! Di maafin malah berbuat ulah lagi!"
"Hukum aja kak!" seru Agnes.
"Kamu juga sama! Tadi aku dengar kamu bilang aku amit-amit kan?!" bentak Ken.
Agnes langsung terdiam.
"Kalian berdua harus di hukum! Hari ini tidak usah latihan! Lari keliling lapangan ini 50 kali! Lakukan sekarang juga!" bentak Ken!
Kaget nya Lovely dan Agnes mendengar itu!
"Kak Ken, mana mungkin aku lari keliling lapangan ini 50 kali? Capek dong Kak! Perasaan Kakak dimana? Kaki aku kan baru sembuh!" tolak Lovely.
"Mungkin-mungkin saja kok! Kamu kan nakal! Harus di hukum biar kapok!"
"Tapi tadi Kak Ken udah nyubit aku kan?!"
"Tapi apa salah aku? Itu kenyataan Kak! Kamu seperti Opah ku! Bawel dan galak! Suka ngatur seenaknya juga! Beneran! Gak bohong!"
"Cukup! Tutup mulut kamu! Lari sekarang juga sama Agnes! Kalau menolak akan aku laporkan pada kepala sekolah! Biar gak usah jadi murid disini!"
"Apa? Aku tidak diterima sekolah di sini? Papa ku kan donatur di sekolah ini!!!" teriak Lovely dalam hati!
"Oke! Aku lari sekarang!" jerit Lovely kesal lalu melirik Agnes "Ayo lari! Barengan!"
"Ya udah ayo" kata Agnes.
"Dua cewek nyebelin! Masuk kesini niat jadi atlet apa bukan sih?! Jangan-jangan cuma niat gebet Joshua! Apa sih bagusnya Joshua? Prestasi juga minim! Cuma gara-gara seorang cowok aja sampe berantem kayak dua kucing berebut tikus! Padahal kan masih jauh lebih baik aku kemana-mana toh!" umpat Ken. Padahal Lovely dan Agnes sudah mulai berlari.
Ken membuktikan ancaman nya. Lari Lovely dan Agnes di hitung sampai-sampai murid yang lain tidak di latih nya! Dalam hati Lovely berdoa semoga Mark datang. Tapi sampai putaran ke 50 doa Lovely tidak terkabul...
Kaki Lovely rasanya patah! Nafas nya habis! Agnes malahan langsung pingsan dan di bawa ke UKS. Angela dan Cecil memberi Lovely minum dan membantu menyeka keringat nya.
Ken menghampiri Lovely. "Kapok kamu Olaf?!" bentak Ken.
Lovely memandang benci kepada Ken! "Iya! Aku kapok! Puas kamu sekarang?!" jawab Lovely.
"Masih melawan ya kamu?! Aneh kamu ini! Sama Jo kelihatan nya lembut banget kayak kelinci! Sama aku kok kayak kucing garong sih!"
Lovely diam saja karena kalau melawan akan tambah lama urusan nya!
__ADS_1
"Mulai sekarang lupakan Jo! Gara-gara dia kamu sampai berantem dan kelepasan ngeledekin aku! Jangan mikirin cowok dulu! Belajar yang rajin!" tutur Ken marah. Ken mengambil sesuatu lalu di berikan pada Lovely, sebotol minuman dingin. "Nih minum" kata Ken.
Lovely mengambil nya. Ken langsung pergi dari lapangan. Dengan kesal Lovely membanting botol minuman itu sampai pecah berantakan!
"Apa-apaan ini! Sudah menghukum! Ngasih minum! Rasanya sangat menghina!" batin Lovely kesal. Rasanya mau menangis.
Tak lama setelah Ken berlalu, Jo muncul di lapangan. Jo kaget sekali melihat Lovely duduk di sisi lapangan dengan nafas terengah-engah dan baju basah oleh keringat.
"Love... Kenapa?" tanya Jo seraya merangkul bahu Lovely. Lovely hanya bisa menggeleng. Belum mampu bicara. Masih sesak.
Terngiang kembali kata-kata Ken di telinga Lovely.
"Apa sih bagusnya Jo? Prestasi aja
minim!"
"Mulai sekarang lupakan Jo!"
Jo tampak khawatir. Di tepuk nya pipi Lovely. "Love, kamu kenapa sayang? Ini kenapa minuman dingin ini pecah berantakan?"
"Lovely di hukum lari Kak Ken karena berantem sama Agnes" kata Putri.
"lho kenapa?" tanya Jo.
"Berebut Kak Jo" kata Indah.
Jo meraih kepala Lovely dalam pelukannya lalu mengangkat dagu Lovely. Wajah nya amat dekat dengan wajah Lovely. Jo tiba-tiba merunduk dan hendak menekan bibir Lovely dengan bibirnya! Terdengar beberapa teman memekik! Beberapa teman yang lain menutup mata.
"Jangan!!!" teriak Lovely lalu mundur dari dada Jo. Mana mungkin ciuman pertama nya di lakukan di lapangan dan di tonton oleh teman-temannya?!
"Enggak Love. Maksud nya mau kasih kamu nafas buatan. Biar kamu gak sesak lagi" kata Jo lalu merangkul lagi.
"Gak usah Kak, please... Udah mendingan" kata Lovely karena bagaimanapun juga bibir mereka pasti menempel dan artinya sama saja dengan di cium oleh Jo!
"Keterlaluan Ken! Nanti aku akan bicara sama dia. Kamu jangan berantem cuma karena berebut aku Love. Aku milik kamu seutuhnya" kata Jo yang langsung di ikuti 'ehem-ehem' dari teman-teman lain nya!
Wajah Lovely langsung merah padam! Pasti Jo ge-er banget Lovely dan Agnes sampai memperebutkan nya! Lovely langsung memelototi Indah yang tadi bilang begitu pada Jo.
"Agnes nya mana Sekarang?" tanya Jo.
"Pingsan di bawa ke UKS" kata Tissa.
"Bilang sama Agnes dan juga sama kalian semua. Aku sudah memilih Lovely sebagai pacar masa depan! Jadi jangan ada yang berani jahatin Lovely lagi, paham?!" kata Jo.
"Paham Kak!" seru semuanya.
Lovely benar-benar bingung. Jo terlalu ge-er dan berlebihan! Ampun deh! Bagaimanapun Lovely kurang suka seperti ini! Lovely malu pada yang lain nya!
"Nanti aku bilang ke Ken agar jangan berani menghukum kamu lagi ya Love" kata Jo.
"Udahlah, aku gak papa kok" kata Lovely.
"Tapi aku gak mau calon pacar aku di hukum!"
"Terserah! Aku pusing!"
__ADS_1
"Oh ya, sayang?"
Aduh! Udah manggil Love sekarang Jo mulai manggil sayang! Apa Jo benar-benar naksir pada Lovely?