Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 83 : Jangan Sayang! Bohong! Biar Aa aja!


__ADS_3

Jo kaget luar biasa! "Papa, maafin Jo... Sebenarnya itu semua bohong! Jo belum sampai..." Jo coba menjelaskan.


"Diam kamu!" bentak Papa "Papa tahu kamu memang belum melakukan nya! Tapi kamu sudah memaksa Lovely! Revan sudah cerita semuanya! Kamu menyekap Lovely di kamar kamu sampai dia nangis-nangis! Untung ada Revan saat itu! Kamu kok jadi jahat begitu sih Jo?! Kamu gak sayang sama Lovely?! Gak kasihan sama Lovely?! Gimana kalau Mama atau Oma sampai tahu?! Bisa sakit mereka! Papa juga kaget! Hampir copot rasanya jantung Papa!"


Jo jatuhkan diri berlutut di hadapan Papa nya. Sambil memegang tangan Papa, Jo meratap "Maafin Jo, Pa... Jo janji gak akan mengasari Lovely lagi"


"Papa gak percaya sama kamu! Kamu ke Amerika saja! Kuliah disana! Kalau nanti sudah lulus, baru kembali untuk menikah dengan Lovely!" bentak Papa.


"Jangan Papa! Jo Mana bisa kalau jauh sama Lovely?! Nanti Lovely di dekati cowok lain, Pa"


"Untungnya Lovely sayang dan cinta sama kamu! Kalau tidak pasti dia sudah bilang pada Papa nya! Mentang-mentang dia diam, kamu seenaknya saja sama dia! Jahat kamu ini! Kenapa sih kamu jadi begitu?! Nanti juga kan semua jadi milik kamu!"


"Habis Lovely nya cantik banget Pa. Badan nya bagus! Jo tidak tahan untuk tidak menyentuh nya!"


"Jadi kamu berniat melakukan nya?!"


"Enggak Pa, Jo janji gak akan berbuat begitu pada Lovely lagi! Maafin Jo, Pa"


"Janji?!"


"Iya Pa, janji. Jo juga malu. Tadi Papa nya Lovely juga bilang, kalau Lovely udah 17 tahun baru Jo boleh menciumnya. Jo merasa bersalah Pa..."


Papa menghela nafas "Ya sudah. Sekarang kamu pergi tidur! Besok Papa akan bicara pada Lovely dan meminta maaf. Papa merasa malu pada Lovely! Besok juga akan Papa atur perjodohan Lovely dengan Revan!"


Jo kaget sampai berdiri dari berlutut nya!


"Jangan gitu dong Pa! Lovely itu milik Jo! Jangan di kasih sama Kak Revan!" protes Jo.


"Tapi Lovely terancam bersama kamu!" kata Papa.


"Enggak Pa. Jo bisa menjaga Lovely!"


"Kita akan tanya besok pada Lovely! Dia pilih kamu atau Revan!"


*********


Keesokan harinya Lovely di jemput oleh Revan lalu di bawa ke kantor Papa. Lovely jadi bingung. Apalagi Jo belum menghubungi nya dari pagi.

__ADS_1


"Ada apa Kak Revan? Kak Jo mana?" tanya Lovely.


"Jo ada di rumah. Tadi sih dia lagi ngobrol sama Mama. Mama kan gak tahu kalau Jo pulang malam tadi" jawab Revan.


"Trus aku mau apa di bawa kesini?"


"Papa mau bicara sama kamu. Kamu tenang aja sayang"


Lovely di antar Revan ke ruangan Papa Jo. Lovely langsung mencium tangan Papa Jo. Papa langsung bercerita tentang kedatangan Jay kemarin sore dan tentang rekaman yang di buat Jay.


Wajah Lovely langsung memerah!


"Papa benar-benar malu sama kamu Lovely" kata Papa Jo "Jadi selama ini kamu tertekan pacaran sama Jo?"


"Maaf Papa, tapi aku memang merasa serba salah. Kak Jo selalu mengatakan kalau aku sudah jadi miliknya. Memang sulit untuk aku mempertahankan diri. Karena Kak Jo sering kasar pada ku. Sering memaksa ku. Tapi aku gak bisa meninggalkan dia. Aku sayang banget sama dia. Aku cuma bisa memohon agar dia jangan sampai kelepasan dan melakukan yang belum boleh dia lakukan padaku. Terserah dia kalau mau melakukan yang lain. Masalah ucapan nya sama Kak Rifky, aku sudah memaafkan. Kak Jo juga sudah berjanji tidak akan berkata seperti itu lagi" tutur Lovely.


Papa Jo memeluk Lovely dan mengelus-elus punggung nya. "Kamu anak baik Lovely. Papa sayang sama kamu! Papa gak salah memilih mu untuk jadi pasangan hidup Jo. Tuhan sudah kirim gadis sempurna untuk Jo. Makasih kamu mau sayang sama Jo. Kalau kamu gak nyaman dan merasa Jo kasar padamu. Kapanpun, di manapun kamu telepon Papa ya?! Jangan segan-segan!"


Lovely tersenyum "Makasih Papa" kata Lovely.


"Iya Pa, aku mau di antar ke rumah Livi aja. Mama Papa ku lagi ambil raport ke sekolah"


"Ya sudah. Kamu akan di antar Revan ke rumah Livi ya?!"


"Makasih Pa"


*********


Lovely dan Livi duduk berdua di sofa kamar Livi. Lovely cerita kalau kini Papa Jo sudah tahu dari Jay semua tentang apa yang Jo lakukan pada Lovely. Livi pura-pura baru tahu, padahal dia yang mengusulkan Jay untuk menemui Papa Jo.


"Baguslah! Semoga setelah ini Kak Jo akan lebih ramah pada tubuhmu. Dia pasti takut pada Papa nya. Biar bagaimanapun kamu kan sayang pada Kak Jo. Kamu sudah menolak Aa Jay yang begitu baik padamu" kata Livi.


"Iya Livi, bagaimana sekarang keadaan Kak Jo ya? Dia kan belum pernah di marahi Papa nya" kata Lovely.


Jo Livi berbunyi. Ada WA dari Jay:


Livi, aku udah bicara sama Papa nya Jo. Dia sudah berjanji akan melindungi Lovely

__ADS_1


Syukur deh. Oh ya, Aa udah sampai Bandung? : balas Livi.


Sudah, tadi malam. Ini lagi ngasuh ponakan


Oh ya. Ini Lovely juga ada di rumahku


Lovely melirik pada Livi "Livi, kamu ini lagi WA sama siapa sih?! Serius banget" tanya Lovely.


"Aa Jay" jawab Livi.


"Kok dia Wa sama kamu?! Sejak kapan dia suka menghubungi kamu?!" wajah Lovely berubah.


"Ini dia juga nanyain kamu kok"


Livi perlihatkan HP nya:


Bilangin ke Lovely, Aa sayang sama dia


"Bilangin, aku juga sayang sama Aa Jay!" kata Lovely.


Livi segera membalas sesuai apa kata Lovely. Tak lama ada balasan dari Jay :


Jangan sayang! Bohong! Biar Aa aja!


Lovely langsung merasa sedih. "Aku gak bohong. Aku sayang banget kok sama Aa Jay. Menolak dan meninggalkan nya itu berat!"


Lovely sorenya pulang dari rumah Livi. Begitu sampai di rumah, Lovely bertemu dengan Papa Mama nya yang ternyata sudah pulang mengambil raport nya. Lovely melihat raportnya. Hasilnya lumayan memuaskan. Dia masuk 10 besar.


Lovely pergi mandi lalu makan bersama Mama Papanya. Hari sudah mulai gelap.


"Lovely, kemana Jo? Ini kan malam minggu. Tumben belum datang" tanya Papa.


"Gak tahu Pa. Kak Jo juga belum menelepon ku dari pagi" jawab Lovely.


Baru saja Lovely usai bicara, mobil Jo sudah muncul di halaman rumah nya. Lovely segera menyambut Jo.


"Kok baru muncul sih my prince?! Mampir dulu ke tempat lain ya?!" goda Lovely.

__ADS_1


__ADS_2