Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 84 : Hanya lewat Laptop


__ADS_3

Jo memanyunkan bibirnya. "Apa sih mampir ke tempat lain?! Aku baru boleh keluar sama Papa" kata Jo.


"Oya? Masuk yuk?!" Lovely mengajak Jo masuk ke dalam rumah lalu membuatkan teh manis kesukaan Jo.


"Papa ku pulang kantor jam 5 sore. Kami makan dulu bersama. Barulah aku boleh kesini" kata Jo.


"Kenapa harus menunggu izin Papa untuk kesini?" tanya Lovely.


"Kan kata Papa hari ini dia mau ketemu kamu dulu. Mau nanya kamu, maafin aku atau enggak. Kamu sudah ketemu Papa ku kan? Kata Papa, kamu bersedia memaafkan aku dan menolak perjodohan dengan Kak Revan"


"Perjodohan dengan Kak Revan?! Papa Kak Jo gak bilang gitu kok! Malah katanya aku memang gadis sempurna yang di kirim Tuhan untuk Kak Jo" kata Lovely setengah bangga.


Jo terperangah. "Ah! Papa nyebelin! Bikin aku takut aja! Kirain beneran kamu mau di kasihin sama Kak Revan!" Jo memeluk Lovely "My Love... Aku kangen banget sama kamu"


Mereka berpelukan lama. Lucunya Lovely jadi ingin Jo mencium nya. Tapi Jo cuma memeluk dan mengelusi punggungnya.


Lovely yang bersandar di dada Jo, menengadahkan wajahnya. Jo melihat bibir Lovely yang merah segar! Jo menelan ludah sendiri.


"Kak Jo... Cium aku dong!" pinta Lovely sambil tangannya merangkul leher Jo.


"Kamu sudah gak marah masalah rekaman itu Love...?"


"Enggak, aku gak marah... Cium aku..."


Lovely membuka mulutnya. Jo tidak tahan lagi. Dia langsung merunduk dan mengunyah bibir Lovely dengan lembut. Lovely membalas dengan lembut juga.


Ciuman Jo mulai merambat ke leher Lovely. Tangan Jo mulai meraba dada Lovely. "Ih! Jangan!" pekik Lovely lalu menepis tangan Jo "Sekarang kamu gak boleh seperti itu lagi!"


Jo menghela nafas. "Oke sayang, bilang aku kalau kamu merasa tidak nyaman. Aku akan berhenti"


"Wah! Serius?!" tanya Lovely.


"Iya, dari pada kamu di kasihin sama Kak Revan!" rutuk Jo.


Lovely tertawa. "Kak Jo, kalau kamu lembut seperti ini aku tidak akan menyesal menolak Aa Jay"


Jo menatap Lovely. "Kapan Jay nembak kamu?! Berani sekali! Dia kan tahu kamu itu pacarku!"


"Dia menembak ku kemarin saat aku mau pulang. Dan dia juga akan pulang ke Bandung"


Jo mencium kening Lovely. "Aku sayang kamu Love... Aku janji gak akan kasar dan memaksa kamu lagi. Aku gak mau Papa mengirim aku kuliah ke luar negeri. Nanti aku susah ketemu kamu. Aku gak akan bisa hidup terpisah jauh dari kamu. Aku juga ingin kamu bahagia dan tidak merasa terpaksa bersama ku"


Lovely tersenyum "Aku tahu, kamu pasti bisa jadi cowok yang baik buat aku. Kita akan melewati semua bersama-sama!"

__ADS_1


"Tentu! Kita akan selalu bersama! Bodoh kalau Jay berani menebak kamu lagi! Kamu hanya mencintai ku seperti aku hanya mencintai kamu!"


Setahun Lovely bersama Jo. Melewati suka duka bersama. Kini dia mulai bisa memahami sifat dan mengenal Jo lebih dalam lagi. Menerima semua kelebihan dan kekurangan Jo.


Hari-hari menjelang Idul Fitri ini Lovely merasakan banyak perubahan pada diri Jo. Jo lebih lembut dan tidak pernah memaksa Lovely lagi. Saat Papa Jo menelepon untuk menanyakan bagaimana perlakuan Jo. Lovely mengatakan kalau Jo kini sudah jauh lebih lembut.


********


Liburan panjang Idul Fitri. Angela pergi ke Bali lebih dulu karena rumahnya disana. Sementara Livi menghabiskan waktu di Banyuwangi, ke rumah keluarga Ken. Lovely ke Bandung ke rumah Kakek Nenek nya. Jo ikut Lovely ke Bandung.


Usai berlibur di Banyuwangi, Livi menyusul Angela ke Bali bersama Ken. Lovely juga pergi ke Bali bersama Jo. Cedil juga ikut. Semua berkumpul di rumah Angela. Tapi Hisyam tak ada. Angela masih ragu untuk mengenalkan Hisyam pada keluarga besarnya.


Ken dan Jo tidak menginap di rumah Angela. Mereka menginap di sebuah hotel di kawasan pantai Kuta. Sementara Lovely, Livi, dan Cecil tidur di rumah Angela.


Siang itu, Ryan sempat video call Livi untuk mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Thony juga video call Livi tapi Livi tidak mau menerima nya.


"Angkat dong!" kata Cecil.


"Ogah!" kata Livi cuek.


"Tapi kadang aku kasihan sama Kak Thony" kata Lovely.


Tiba-tiba ada video call dari Jay.


"Aa Jay video call" kata Livi.


Livi menerima video call dari Jay.


"Assalamu'alaikum Livi. Eh ada yang lainnya juga?!" sapa Jay.


"Kumsalam Aa!" seru Livi.


"Minal aidzin wal Faidzin ya?!"


"Sama-sama Aa Jay"


"Mudik gak?"


"Aku baru dari Banyuwangi langsung kesini. Ini aku lagi ada di rumah Angela di Bali"


Livi jadi asyik video call dengan Jay. Lovely memilih mundur ke belakang. Livi merasa kalau Lovely pasti sedih karena Jay video call dengan nya. Livi coba memancing Jay.


"Kok tumben video call aku, Aa? Gak ke hp Lovely aja?"

__ADS_1


Jay tersenyum pahit "Aku lihat di live Instagram, setiap hari Lovely barengan sama Jo. Aku gak mau ganggu"


"Berarti Aa Jay nonton live Instagram Kak Jo?!"


"Iya, tapi aku gak komen"


"Komen dong" celetuk Cecil.


"Komen apa?! Tiap-tiap aku lihat pasti lagi mesra-mesraan. Di peluk, di belai" kata Jay.


"Aneh! Kenapa di tonton kalau jadi sakit hati?!" tanya Angela.


Lovely yang mendengar semuanya jadi gigit bibir sendiri. Jadi Jay sering menonton live Instagram nya bersama Jo?!


"Emang sakit hati liatnya. Tapi setidaknya aku tahu, dia bahagia..." kata Jay. Air mata Lovely menetes mendengar kata-kata Jay. Livi, Angela dan Cecil juga ikut sedih.


"Trus kenapa Non cantik diam aja di belakang?! Gak mau ya ngobrol sama Aa" tanya Jay. Livi, Angela, dan Cecil menyisi. Memberikan ruang untuk Lovely bisa melihat Jay. Walau cuma lewat laptop.


Angela mendorong pelan punggung Lovely. "Ayo! Ngobrol sama Aa Jay"


Livi menggeser laptop nya lebih dekat ke Lovely agar Lovely dan Jay bisa video call berdua.


"Aa Jay..." Lovely berucap begitu lirih... Sampai menularkan perih di hati Jay.


"Non... Jangan nangis atuh... Benar apa kata Ken, gak salah dia menyebut kamu Olaf. Boneka salju yang gampang mencair" goda Jay.


"Maafkan aku Aa Jay... Aku sayang Aa Jay..."


Masih bolehkah Lovely mengucapkan kata sayang pada Jay?! Entahlah... Yang ada kini Lovely mengulurkan tangannya. Membelai wajah Jay di laptop Livi. Hanya di laptop!


"Aa juga sayang kamu Non... Aa barusan dapat kabar dari Ryan, kalau kamu ada bersama Livi. Makanya Aa video call Livi. Seminggu ini kan kamu sama Jo terus. Aa gak berani menghubungi kamu"


"Maaf..."


"Gak papa Non sayang. Yang penting kamu bahagia dengan pilihan hati kamu"


"Makasih Aa Jay..."


"Kasih sayang Aa kekal buat kamu Non..."


Hatiku memang gila


Sekuat apapun aku melarangnya untuk berlari kearah mu

__ADS_1


Dia akan tetap berlari hanya untuk memelukmu


Fiersa Besari - Makhluk Pecicilan Bernama "hati"


__ADS_2