Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 67 : Tamparan


__ADS_3

Rasanya ingin Lovely bercerita kalau tadi siang Jo menyekap nya dan dengan kasarnya menggerayangi tubuhnya. Bukan hanya sekali ini. Tapi beberapa kali Jo sering menciumi Lovely dengan kasar. Tapi Lovely merasa malu. Apalagi ada Jay disana!


"Papa, aku tahu Papa dan Mama sayang sekali sama aku. Dan berharap yang terbaik untuk aku dan Kak Jo. Tapi aku mohon... Untuk saat ini biarkan aku menjauh sejenak dari Kak Jo... Aku lelah... Aku mau jadi Lovely yang dulu. Yang bebas bersahabat dengan siapapun dan tidak terikat dengan siapapun" tutur Lovely.


"Kamu mau mutusin aku Love?..." tanya Jo sedih.


Lovely juga memandang Jo dengan sedih. Lovely masih sangat menyayangi Jo. Bagaimana pun Jo adalah mimpi terindah nya yang diharapkan untuk menjadi pasangan hidupnya kelak.


Tapi saat ini Lovely merasa ada juga rasa benci pada Jo. Atas semua perlakuan Jo akhir-akhir ini. "Enggak Kak Jo. Aku cuma mau menjauh sejenak dari kamu... Aku perlu waktu buat berfikir... Apa aku benar-benar membutuhkan mu?..."


"Tante, Om, maafkan saya. Saya tidak bermaksud memisahkan Lovely dengan Jo. Semuanya kebetulan. Kejadian di gunung salak. Juga tadi siang itu " kata Jay coba ikut bicara.


"Diam kamu! Semua ini gara-gara kamu! Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Lovely mau berpisah dengan Jo! Lovely tidak pernah merasa ragu atau ingin menjauh dari Jo seperti saat ini! Tapi sekarang Lovely jadi nakal! Kamu punya apa untuk membahagiakan Lovely?! Sampai kapanpun saya tidak akan mengizinkan Lovely untuk berpacaran sama kamu! Jangan mimpi kamu!" bentak Mama Lovely dan wajah Jay menjadi pucat. Kata-kata Mama Lovely benar-benar menyakiti hati nya. Tapi Jay masih coba tersenyum.


"Sudah Ma, jangan bicara begitu" kata Papa Lovely menenangkan.


"Maaf Tante, tapi mungkin Lovely memang lebih nyaman bersama saya. Saya lihat tadi dia begitu senang bersama saya. Kami makan di warteg, naik bianglala, beli Arum manis" kata Jay.


Mama Lovely habis kesabaran! Dia maju lalu 'Plak!' di tampar nya wajah Jay!


"Mama!" pekik Lovely lalu berdiri di antara Mama nya dan Jay "Mama kok mukul Kak Jay?! Jangan Ma!"


Jay terperangah sambil mengusap-usap pipinya yang terasa panas. Tidak begitu sakit tapi membekas di hati Jay! Sementara Jo tersenyum puas melihat Jay di tampar Mama Lovely.


Papa merangkul Mama. "Sudah Ma. Lovely juga tidak pacaran dengan Jay! Mereka cuma berteman"


Mama Lovely melotot pada Jay! "Pergi kamu dari sini! Jangan pernah berani kesini lagi! Lovely tidak akan mendapatkan yang lebih baik dari Jo! Jo tampan, baik, sopan, kaya raya dan berasal dari keluarga terhormat! Kamu siapa? Beraninya kamu membawa anak saya makan di warteg!"


"Mama sudah! Kasihan Kak Jay!" kata Lovely dengan mata yang sudah basah.


"Udah Love... Aa pulang dulu ya?" kata Jay mengalah dan memilih pergi.


"Maafin Mama ya Aa Jay..."

__ADS_1


"Iya, gak papa kok Non" Jay berusaha mencium tangan kedua orang tua Lovely sebelum pergi. Tapi Mama Lovely menolak saat Jay hendak mencium tangannya.


Sepeninggal Jay. Lovely dan Jo di dudukan berdua. "Mulai hari ini Jo, kamu jauhi dulu Lovely. Biarkan dia sendiri dulu. Lovely kan masih kecil. Mungkin dia masih mau bebas bermain dengan teman-temannya" kata Papa.


"Iya Om..." kata Jo.


"Lovely, kamu juga gak boleh pergi lagi sama Jay tanpa minta izin dulu pada Papa dan Mama ya?!" kata Papa lagi.


"Iya Pa..." kata Lovely.


Papa mengacak rambut Lovely dan Jo. "Papa tahu kalian berdua masih saling menyayangi. Jo besok akan pergi ke Newzealand kan? Kalian pasti akan saling merindukan. Lihat saja minggu depan. Kalian pasti sudah berbaikan lagi"


"Amin..." kata Jo.


Papa dan Mama lalu meninggalkan Lovely bersama Jo agar bisa bicara berdua. Jo melirik Lovely. "My love sayang... Please jangan tinggalkan aku... Aku sayang banget sama kamu" kata Jo lembut.


"Bohong! Kamu gak sayang sama aku! Kamu cuma butuh tubuhku! Aku benci sama kamu!" bentak Lovely.


"Iya, aku memang butuh tubuh kamu. Tapi aku juga sayang banget sama kamu!"


Jo turun ke lantai. Berlutut dan menggenggam tangan Lovely. "Maaf... Aku emosi kemarin. Aku mengurung diri seharian di kamar asrama tapi kamu tidak perduli padaku. Kamu gak angkat telepon dari aku. Maafkan aku sayang..."


"Aku tidak tahu... Jauhi aku dulu! Aku harus berfikir. Apalagi kamu sudah berani membawa Gilsha naik mobil mu!"


"Itu di suruh Rifky. Dia meyakini aku kalau aku bawa cewek lain, kamu pasti akan menjauhi Jay. Aku bersumpah tidak akan membawa cewek lain naik mobil ku lagi! Kecuali keluarga ku"


"Kenapa kamu meminta saran dari Rifky?! Dia itu gila! Kan kamu bisa minta saran pada kak Ken atau kak Revan?!"


"Iya sih..."


"Sekarang kamu pulang saja! Jangan dekati aku lagi! Apalagi kamu sudah berani menyentuh dada ku! Kalau sampai Mamaku tahu! Dia tidak akan membela mu lagi!"


Jo menggaruk kepalanya "Maafkan aku Love... Aku gak tahu, Aku selalu bernafsu kalau sudah berdua dengan mu. Aku tadinya hanya berniat meraba. Tapi jadi gemas! Aku tak bisa menahan diri untuk tidak meremas dada kamu... Sakit ya sayang?..."

__ADS_1


"Sakit sekali! Tapi lebih sakit saat kamu membiarkan aku di bully semua fans kamu!"


Lovely meninggalkan Jo sendiri di ruang tamu. Lovely masuk kamarnya dan menangis tersedu-sedu karena teringat pada Jay yang tadi di tampar Mama.


"Ya Tuhan... Kalau saja Mama tahu... Yang seharusnya di tampar adalah Kak Jo! Bukan Aa Jay!"


Lovely meraba dadanya yang masih terasa sakit. Apa boleh dia memilih Jay kalau dadanya sudah di sentuh Jo?!


'Aku tidak mengerti... Kenapa orang yang katanya sangat mencintaiku bisa berlaku kasar kepada ku?...


Apa tidak ada rasa kasihan saat dia melakukan hal yang menyakiti hati dan tubuhku?...


Kenapa dia tidak bisa berhenti untuk menekan dan mencari-cari kesalahan ku?


Bukankah dia harusnya menjadi orang pertama yang datang membela ku jika aku tersakiti?...


Tapi dia malah menjadi sumber utama kesakitan ku...


Lalu kenapa juga aku merasa kalau hatiku mulai terbagi dua?...


Ada perasaan bahagia dan nyaman saat aku bersama orang lain....


Bahkan aku merasa sakit saat orang itu terluka...


Rasa apa ini?...


Bukankah cinta tidak bisa di bagi?...


Lalu perasaan apa yang aku rasakan pada Aa Jay?...


Senyuman nya mengalihkan duniaku...


Tawa candanya mampu menenangkan aku...

__ADS_1


Ya Tuhan... Apa aku boleh berpaling?...'


__ADS_2