Girl Love Story'

Girl Love Story'
BAB 79 : XXX


__ADS_3

Saat itu Jo sedang istirahat di ruang pelatih junior bersama Rifky. Kebetulan Jay muncul dan ikut beristirahat sebelum shalat Dzuhur. Jo jadi teringat saat Jay dekat dengan Lovely beberapa waktu lalu.


Jay sering menemani Lovely. Meremas jari-jari Lovely. Bahkan mengelus punggung Lovely. Jo tidak akan pernah lupa akan hal itu!


'Gimana kalau aku panasin aja ya, si Jay?!' fikir Jo lalu bicara pada Rifky dengan suara yang di keraskan. "Apa sih yang gak aku lakukan pada Lovely waktu di Singapore Ky?! Waktu baru turun dari pesawat, Lovely langsung aku bawa menginap di sebuah hotel! Kami menginap sampai besok!"


"Wah! Asyik dong?! Berhasil Jo?!" tanya Rifky.


"Berhasil lah!" jawab Jo.


"Astaghfirullah..." batin Jay. Kalau pun memang Jo sudah berhasil meniduri Lovely, apa hal itu harus di umbar pada Rifky?! Keterlaluan! Jay diam-diam merekam pembicaraan Jo dan Rifky lewat HP nya.


"Gimana rasanya Jo?!" tanya Rifky.


"Gak tega sih sebenarnya aku. Tapi enak Ky" jawab Jo.


"Embat aja kali Jo! Asal Lovely nya juga enak! Hahahaha!"


"Kayaknya dia belum terbiasa Ky. Dia terus menjerit gak karuan! Untungnya kami di hotel yang kedap suara. Jadi gak kedengeran keluar"


"Pelan-pelan dong Jo!"


"Itu juga aku berusaha pelan-pelan. Tapi gemes Ky! Rasanya aku ingin terus mengacak-acak tubuh nya!"


"Sadis ih!"


"Tapi lama kelamaan dia mulai menyukainya. Mulai mendesah-desah! Tangan nya merangkul erat leher ku seolah meminta aku jangan berhenti untuk melakukannya. Luar biasa Ky! My Lovely benar-benar lezat dan menggairahkan! Keringat dan air liur ku bercucuran di atas tubuhnya!"


Jay tidak tahan lagi mendengar semua cerita Jo! Jay matikan HP nya lalu pergi dari sana dan menuju masjid untuk shalat dhuhur.


Usai shalat dhuhur Jay mencari Lovely yang ternyata sudah ada di lapangan untuk latihan siang. Saat itu Lovely bersiap latihan bersama Om Didi. Jay menunggu Lovely sampai usai latihan.

__ADS_1


Usai latihan Jay mendekati Lovely dan berbisik. "Non, kamu bisa ikut Aa?!"


"Ada apa Aa Jay?" tanya Lovely.


"Kita bisa bicara berdua? Dimana yang kamu mau?"


"Boleh, di taman asrama saja ya?"


Jay mengangguk lalu berjalan lebih dulu. Lovely mengikuti agak jauh di belakang. Sampai di taman Lovely duduk berdua bersama Jay. Mereka saling tatap sejenak. Banyak kata yang ingin di ucapkan. Tapi lidah mereka terasa kelu.


"Ada apa Aa?" tanya Lovely.


"Aku tadi siang hampir saja ingin memukuli Jo!" jawab Jay dengan penuh emosi.


Lovely kaget. Wajahnya panik. "Memangnya ada apa dengan Kak Jo?"


Jay keluarkan HP nya. "Nih kamu dengar sendiri obrolannya dengan Rifky! Padahal aku berada tidak jauh dari mereka! Apa pantas dia mengumbar rahasia pribadi seperti ini?! Apa sengaja agar aku tahu?!"


Jay menyerahkan HP nya untuk Lovely dengarkan. "Gimana rasanya Jo?" terdengar suara Rifky dan seterusnya. Lovely mendengarkan dengan dada berdebar-debar. Tak lama wajahnya merah menahan tangis dan malu! Tubuhnya bergetar hebat!


Saat itulah Jo muncul dan melihat Jay duduk berdua bersama Lovely. Lovely dalam keadaan menangis dan Jay terlihat merangkul bahunya!


Jo memang menyusul Lovely ke taman karena tadi mencari Lovely dan menurut Om Didi, Lovely pergi ke arah taman bersama Jay. Dan ternyata benar! Jay ada bersama Lovely!


Jo menepis tangan Jay yang merangkul bahu Lovely. Mata Jo melotot sadis! "Ngapain kamu disini sama Lovely?! Keterlaluan! Kamu minta aku hajar lagi, Jay?! Kamu mau masuk rumah sakit lagi, hah?!" bentak Jo.


Jo juga menarik Lovely agar berdiri. "Kamu juga Love! Ngapain kamu berdua disini bersama Jay?! Keterlaluan kamu Love!"


Air mata Lovely tumpah! Bukannya menenangkan, Jo malah membentak Lovely.


"Kok kamu nangis? Diapakan kamu sama si Jay?!"

__ADS_1


'Plak!' tiba-tiba Lovely menampar keras wajah Jo! Jay sampai melonjak saking kagetnya! Apalagi Jo! Dia usap pipinya sambil menatap seolah tak percaya pada Lovely.


"Ada apa Love? Kok kamu malah nampar aku?!" tanya Jo.


"Kak Jo yang keterlaluan! Kak Jo jahat! Tega sekali Kak Jo menghinakan aku di depan Kak Rifky?! Di dekat Aa Jay juga?! Menjijikan sekali! Kamu bercerita seolah aku ini sudah tidak gadis lagi! Kamu bilang sudah mengacak-ngacak tubuhku?! Kapan kamu melakukan nya?! Apa maksud kamu?! Manasin Aa Jay? Atau membual pada Kak Rifky?!" Lovely mengatakan semua itu dengan berteriak-teriak sambil menangis. Untungnya keadaan taman sedang sepi.


Jo kaget luar biasa lalu memeluk Lovely erat-erat. "Maaf Love... Kak Jo enggak sengaja! Kak Jo tadinya cuma berniat manasin Jay aja!" ratap Jo.


Jay bengong. Hampir saja dia mengira kalau Jo memang sudah memperkosa Lovely! Keterlaluan Jo! Ya Allah...!!!


Lovely tak mengatakan apa-apa lagi. Dia merasakan sekitarnya berputar, lalu gelap!


Lovely pun jatuh pingsan di pelukan Jo!


Jo segera menggendong Lovely ke UKS. Jay mengikuti dari belakang. Saat Lovely mulai diperiksa petugas kesehatan, barulah Jo sadar kalau ada Jay di dekatnya!


"Heh 'oncom'! Ini semua gara-gara kamu tahu?! Kenapa kamu memberi tahu semua nya sama Lovely?! Pergi kamu dari sini! Kalau saja sedang tidak puasa! Sudah aku hajar kamu!" teriak Jo!


"Ini semua gara-gara kamu! Aku juga tidak menyangka kalau Lovely akan pingsan! Kamu yang keterlaluan! Ngomong-ngomong yang vulgar tentang dia! Padahal itu semua cuma bualan kamu! Hanya untuk memanasi aku! Kamu halu! Dengar Jo! Apapun yang sudah kamu lakukan, aku tidak akan pernah berubah! Aku akan tetap mencintai Lovely!" Jay balas berteriak!


Dokter yang memeriksa keadaan Lovely jadi kesal! "Kalian berdua bisa keluar dari ruangan ini?! Saya sedang memeriksa keadaan Lovely!"


Jo segera keluar. Jay ikut keluar lalu pergi dari sana. Jay merasa harus menenangkan segera hatinya yang panas!


Tak lama Angela dan Hisyam muncul.


"Lovely kenapa Jo?! Aku dengar Jay bercerita pada Ryan kalau Lovely pingsan?" tanya Hisyam.


"Kak Jo pasti cari masalah lagi ya?! Kapan sih Kak Jo mau coba bahagiain Lovely?! Sampai kapan Kak Jo akan selalu membuat Lovely tertekan?!" tanya Angela yang sudah punya dugaan kalau Lovely pasti pingsan karena ulah Jo!


"Ini semua gara-gara Jay! Dia yang menghasut Lovely!" kata Jo. Tapi Angela memandang Jo dengan wajah yang ragu dan tidak percaya.

__ADS_1


Saat dokter yang memeriksa Lovely keluar dari ruangan UKS. Jo segera bertanya. "Bagaimana keadaan Lovely, Dokter? "


"Lovely syok berat. Ada sesuatu yang membuat dia terguncang. Sekarang biarkan dia istirahat dulu. Jangan buat dia stres" jawab sang Dokter.


__ADS_2