
Ken menghampiri Ryan dan memeluk sahabatnya itu. Sahabat terdekat yang paling dia percaya setelah Mark. Juga teman sekamar nya di asrama selama hampir 4 tahun.
"Makasih banget Yan. Kamu udah jaga Livi dengan baik. Aku gak tau lagi harus bilang apa sama kamu toh" kata Ken.
"Sama-sama Ken. Tenang saja toh" kata Ryan.
"Aku akan selalu menjaga Livi!"
"Lovely sama Jay mana?!" Jo bertanya panik pada Ryan.
"Aku gak tahu. Memangnya mereka hilang juga?!" Ryan kaget.
"Iya! Kalian berempat hilang! Padahal semua nya tiba dengan selamat!" Jo menatap curiga pada Ryan.
"Tim SAR sedang berusaha mencari. Kamu tenang dulu saja Jo" kata Papa Lovely yang juga khawatir Lovely belum ditemukan juga.
"Ada yang tidak beres. Tanda panah yang ada di pos 4 berubah arah. Itulah yang menyebabkan mereka tersesat. Saya sudah melapor ke pihak kepolisian dan akan segera di selidiki" kata ketua Tim SAR yang menemukan Livi dan Ryan.
Mendengar itu, wajah Delia langsung pucat!
Ken menemani Livi yang di rawat di ambulans. Papa Livi segera menelepon Mama Livi untuk mengabarkan kalau Livi sudah ditemukan dengan selamat.
Sementara itu Thony malah marah-marah pada Ryan di saat Ryan baru saja istirahat di bawah pohon.
"Ryan! Menurut Tim SAR arah panah di pos 4 berubah! Itu pasti kamu yang merubahnya kan?! Biar kamu tersesat berdua bersama Livi?! Akibatnya sekarang Livi celaka! Kurang ajar kamu!" bentak Thony.
"Kamu apa-apaan sih?! Gila kali aku menyesatkan diri sendiri!! Untuk apa?!" tanya Ryan marah.
"Jangan sok suci kamu Yan! Aku sudah yakin sejak awal! Kamu ular kepala dua! Di depan Ken kamu sok baik! Di belakangnya kamu godain Livi!"
"Masya Allah! Kapan aku godain Livi toh?!"
Papa Livi segera menghampiri lalu menegur Thony. "Thony! Kamu ini apa-apaan?! Marah-marah gak jelas sama Ryan! Ryan itu sudah menyelamatkan Livi!"
"Enggak Om! Dia sengaja menyesatkan Livi!"
Thony tetap pada tuduhannya.
Papa Livi habis kesabaran lalu meninju Thony! 'Buk!'
"Sekali lagi kamu memfitnah Ryan! Saya usir kamu dari klub!" ancam Papa Livi.
Thony mundur takut sambil pegangi pipinya.
Di sudut sana Rifky malah terbahak-bahak!
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 11 siang. Jo makin panik! Dia menelepon lagi Papanya. Papa Jo berjanji sepulangnya dari kantor nanti akan membawa helikopter untuk bantu mencari Lovely dari atas.
Hisyam dan Aura berusaha menenangkan Jo. Papa Lovely pun kini mulai panik dan marah-marah pada Om Daryadi dan Om Didi.
*********
Tepat pukul 12 siang, barulah Jay yang menggendong Lovely tiba di pos 1.
"Itu Jay sama Lovely!" seru Rangga.
Jo segera menghampiri Jay yang tersenyum padanya "Jo" sapa Jay. Tapi Jo tidak sudi membalas sapaan Jay.
"Wah! Tim SAR nya jadul banget!" komentar Rifky saat melihat Kakek yang menolong Jay.
Sementara Jo bukan main senangnya melihat Lovely. Dia segera merebut Lovely dari gendongan Jay. Lovely setengah sadar.
"My love sayang. Kamu selamat! Badan kamu demam!" kata Jo sambil memeluk Lovely.
Lovely berusaha tersenyum "Kak Jo..." bisiknya.
"Iya sayang. Ini aku, kak Jo mu ada disini"
Jay mengigit bibirnya sendiri sampai berdarah. Sadarlah dia saat-saat bersama Lovely sudah berakhir! Pemilik nya sudah menemukan Lovely lagi! Dan pasti tidak akan membiarkan Lovely dekat dengan Jay lagi!
Sang kakek penyelamat menghampiri Jay.
berkumpul bersama rombongan. Kakek pulang dulu ya)
"Turnuhun pisan Ki" (makasih banyak Kek)
Jay mencium tangan sang kakek penyelamat.
Kakek itu menepuk pundak Jay. "Perjuangkeun cinta maneh nya!" (Perjuangkan cinta kamu ya!) Pesan sang kakek penyelamat lalu meninggalkan Jay yang bengong sendiri.
*********
Papa Lovely membelai pipi putri kesayangannya. "Jo, masukan Lovely ke dalam ambulans agar segera di rawat!"
"Iya Om" Jo memasukan Lovely ke dalam ambulans. Tapi di ciumi nya dulu wajah Lovely tanpa merasa malu pada dokter dan perawat yang ada di ambulans.
"Maaf. Pasien akan saya periksa! Tolong hentikan dulu ciuman nya!" kata Dokter itu dengan kesal.
"Maaf Dok, saya kangen" kata Jo lalu menjatuhkan satu ciuman lagi di leher Lovely.
Saat itulah tercium bau maskulin! Sadarlah Jo kalau saat itu Lovely mengenakan baju Jay! Bau maskulin Jay sampai menempel di leher Lovely!
__ADS_1
"Love! Kamu kok pakai baju Jay sih?!" Dalam keadaan setengah sadar begitu Jo masih juga menanyakan hal sepele pada Lovely!
Jo bertanya dengan gusar!
"Baju aku basah..." kata Lovely lemah.
"Di apakan kamu sama si oncom itu?!"
Lovely menggeleng lemah.
Jo tak sanggup lagi menahan emosinya. Dia keluar dari ambulans dan menghampiri Jay!
Lovely panik! Dengan sudah payah dia berusaha duduk di dalam ambulans.
"Kak Jo...! Kak Jo...!" teriak Lovely.
Tapi Jo tidak perduli! Dia tarik kerah baju Jay lalu dengan kalap memukuli Jay!
'Buk! Buk' di tinju nya pelipis dan pipi Jay!
"Jangan Kak Jo! Jangan pukul Kak Jay! Jangan!" jerit Lovely sambil menangis. Lovely hendak turun dari ambulans tapi tubuhnya terlalu lemah.
Lovely melihat pipi dan pelipis Jay mengucurkan darah!
"Kak Jay! Kak Jay!" jerit Lovely. Tak sanggup melihat orang yang sudah menyelamatkan nya di lukai oleh kekasihnya sendiri!
Lovely ambruk pingsan dalam ambulans. Dokter dan perawat segera memeriksa keadaan nya.
********
Jay tak berkata apa-apa. Dia cuma menyeka darah di wajahnya dengan tangan. Jadi ini balasan telah menyelamatkan nyawa Lovely yang amat di cintai Jo?!
Bukannya berterima kasih, Jo malah memukul Jay! Jay sekarang ini memang bukan siapa-siapa buat Lovely. Tapi kecerobohan Jo telah melukai Jay!
Luka yang tidak di sadari Jo akan membekas. Bukan di wajah Jay! Tapi di hati Lovely! Yang nantinya akan selalu mengingatkan Lovely pada Jay!
Luka yang akan mendekatkan dua hati yang awalnya tidak saling mengenal. Yang perlahan tapi pasti akan menuntun Lovely untuk selalu memperhatikan Jay.
Luka yang tidak Jo sadari akan merubah hidupnya dan hidup Lovely yang sudah dia rancang di masa depan.
Luka yang tidak akan Jay sesali tapi akan selalu di syukuri Jay!
Jay bukannya tidak berani untuk balik memukul Jo! Tapi Jay memilih untuk menjatuhkan dirinya secara sukarela. Karena dia yakin Lovely akan menangkap nya! Lovely akan mengajarinya cara mengeja luka ini dengan rasa tak bernama.
'Tunggu saja Jo! Aku akan membuat mu terperangah! Kamu akan menyesali luka ku ini sepanjang hidupmu! Luka yang akan membawa Lovely padaku! Dan akan memaksa Lovely untuk selalu mengingat aku!
__ADS_1
Sang Pejuang cinta nya!' Fikir Jay