
Jumat malam adalah malam yang bebas di asrama. Mau bergadang juga boleh, karena esok hari libur.
Lovely malam itu makan sedikit, membuat PR juga tidak fokus. Ia terus memikirkan Jo yang tadi tampak marah sekali. Jo bahkan menyuruh Lovely merenung. Apa memang Lovely yang bersalah atas hal ini? Apa ikut motor Jay adalah sebuah kesalahan yang sangat besar?
Malam itu saat berkumpul di kamar. Lovely bersama Livi, Angela, dan Cecil. Juga ada Putri dan Indah yang main ke kamar. Semua nya prihatin melihat Lovely yang tampak pucat.
"Lovely, kata Kak Ken kamu ikut motor Kak Jay?" tanya Livi.
Lovely pun menceritakan semuanya, termasuk Jo yang saat ini masih marah dan tak bisa di hubungi.
"Aduh! Maaf ya! Gara-gara nungguin aku, jadi Kak Thony gak bisa anterin kamu pulang. Padahal kak Thony anterin kamu pulang aja, biar aku yang pulang sendiri" Livi menyesal sambil merangkul Lovely.
"Gak papa Livi... Tapi apa memang aku yang salah?" Lovely menatap teman-temannya.
"Kalau kamu sayang Kak Jo, mau gimana lagi? Terpaksa kamu turutin semua kata-katanya" kata Putri.
"Kalau terasa berat, lepaskan aja Kak Jo. Bersahabat aja dulu agar dia tak terlalu menekan kamu" kata Angela.
"Jangan! Sayang kalau Kak Jo di lepaskan! Susah nyari yang kayak gitu tau! Nanti di ambil Gilsha! Aku dengar dulu sebelum ada kamu, Kak Jo sempat dekat dengan Gilsha, anak kelas 3" kata Cecil.
"Tapi Kak Jo keterlaluan! Masa Lovely gak bisa ngobrol atau gaul sama yang lain? Emang nya penjahat?!" kata Angela.
"Aku belum siap untuk kehilangan kak Jo..." kata Lovely lirih.
"Udahlah! Dari pada bingung mending kita nonton film!" usul Cecil.
"Film apa? Film dewasa lagi? Gak mau ah! Jadi pengen! Hahahaha" Angela terbahak.
"Kalian pernah lihat film dewasa?" tanya Livi kaget.
"Dua kali" jawab Angela santai.
"Awas! Nanti di praktekin sama pacar!"
"Enggaklah Livi, aku baru putus sama pacar aku!"
"Kenapa?"
"Ya sejak aku masuk asrama disini, kami jadi LDR-an. Terus aku dapet kabar kalau dia sekarang jadian ama temen aku sendiri"
"Wah! Labrak dong!"
__ADS_1
"Ah biarin lah! Aku juga gak suka-suka amat! Dan untungnya aku orang yang 'rada-rada' gak punya perasaan"
Akhirnya mereka nekad nonton film horor yang mengandung unsur sadis! Air Terjun Pengantin !
Lovely gemetar dan masuk ke dalam selimut. Sementara Angela nonton sambil cekikikan.
Pagi pun tiba. Lovely berniat pulang ke rumahnya. Tapi apa Jo mau mengantar nya? Di telepon saja gak bisa! Kalau naik taksi nanti takut salah lagi! Beberapa teman ada yang sudah pulang sendiri atau di jemput pacar nya.
Ken juga sudah siap dengan mobil mewahnya untuk mengantar Livi pulang. "Oliv, ayo aku antar pulang" kata Ken.
"Aku mau nunggu Papa" kata Livi.
"Papa kamu tadi telepon. Katanya aku disuruh antar kamu pulang! Udah jangan banyak omong! Masuk mobil aku!"
"Iya deh" Livi seneng lalu melirik Lovely. "Lovely, aku duluan ya? Kamu pulang sama kak Jo kan?"
"Iya..." jawab Lovely lirih.
Livi berangkat bersama Ken. Lovely menghela nafas. Agaknya ia harus menelpon Kussoy, minta di jemput.
Tapi tiba-tiba mobil Jo muncul. Jo turun lalu menghampiri Lovely. "Pagi sayang" sapanya lalu membawa Lovely dalam pelukannya.
'Cup!' Jo mengecup pipi Lovely. "Jalan-jalan yuk?" ajak Jo.
"Di rumah kamu gak ada siapa-siapa. Tadi Mama kamu nelepon, katanya mau kondangan ke Bandung"
"Oya, Mama Papa ku kan ada acara ke Bandung, ada Anniversary Tante aku. Aku lupa. Mereka berangkat tadi habis shubuh. Tapi Kak Jo kenapa gak bisa aku telpon? Gak mau bicara lagi sama aku?"
"Aku masih bete masalah Jay! Thony juga habis aku marahi! Kasihan juga sih si Thony, abis di marahin Ken juga"
"Kalau sama aku masih bete gak?"
"Enggak dong, malah aku mau ajak kamu jalan-jalan! Mama kamu bilang hari ini aku boleh ajak kamu pergi!"
Lovely bimbang.
Jo menarik nya masuk mobil "Udah, ikut aku aja! Kamu sekarang paham kan kalau kamu itu milik aku?! Mama kamu aja udah mercayain kamu sama aku hari ini! Jadi jangan pernah mengulangi kesalahan dengan bersama cowok lain! Mengerti kamu Love?"
"Iya kak Jo..."
Mobil Jo memasuki jalan tol. "Mau kemana sih Kak Jo?" tanya Lovely. "Kok masuk jalan tol sih?"
__ADS_1
"Mau ke puncak, ke villa keluarga ku" jawab Jo.
"Ke villa berdua?"
"Iya, kenapa? Mau nolak?"
"Enggak..."
Lovely dan Jo sampai di kawasan puncak pukul 9 pagi. Jo membawa Lovely ke sebuah wahana renang. Lovely senang sekali. Sudah lama dia tidak main ke wahana renang. Lovely pun asyik renang bersama para pengunjung lain. Jo tidak ikut, dia hanya memperhatikan di darat.
Usai renang, Jo mengajak Lovely makan siang lalu pergi ke villa keluarga nya yang mewah sekali.
"Bobo siang ya Love, abis renang kan capek, harus bobo" kata Jo lalu menggendong tubuh Lovely dan membaringkan nya di atas tempat tidur.
"Iya, aku bobo. Kak Jo jangan nakal ya" kata Lovely.
"Iya sayang" Jo duduk di sisi Lovely sambil membelai-belai rambut gadis itu hingga gadis itu tertidur.
Jo benar-benar kesal pada Jay! Enak saja dia membonceng Lovely tanpa seizin Jo! Jo pun menceritakan semuanya pada salah satu sahabatnya, Rifky.
"Kamu ajak aja Lovely ke puncak, Jo. Aku jamin dia gak akan berani berdekatan lagi sama cowok lain!" kata Rifky.
Jo pun membawa Lovely ke puncak. Dan saat ini Lovely tertidur. Jo memandangi sekujur tubuh Lovely. Badan Jo jadi gerah! Jo buka kaos nya lalu berbaring di sisi Lovely.
Lama di pandangi, Jo jadi tak tahan. Di jatuhkan nya ciuman di kening, mata dan pipi Lovely sambil tubuhnya menindih tubuh Lovely! Luar biasa! Dalam tindihan nya, tubuh Lovely mungil sekali! Wangi, hangat dan menggairahkan!
Saat dada jo menekan dada nya, mata Lovely terbuka lebar! "Kak Jo jangan begini!" mata Lovely berputar panik!
Jo tidak perduli. Di cium nya bibir Lovely dengan kuat! Lovely meronta-ronta mencoba melepaskan dirinya. Jo hentikan ciumannya lalu menatap Lovely yang ada di bawah tubuhnya. Mata Lovely memancarkan rasa takut! Nafasnya sesak dan Jo kembali mencium nya! Bibir Lovely bagaikan sebutir apel yang Jo kunyah habis-habisan! Manis sekali!
Jo tidak pernah menciumi Lovely sampai seperti ini. Tapi, kali ini naluri Jo menuntun Jo untuk melakukan nya.
Jantung Jo berdebar keras! Rasanya ingin dia meraba seluruh tubuh Lovely! Kepalanya manjadi pusing! Akhirnya ia takut tangan nya bertindak terlalu jauh. Jo segera menyudahi semuanya.
Wajah Lovely pucat! rambutnya berantakan.
"Love sayang, kamu gak apa-apa?" Jo memeluk Lovely. Lovely menggeleng lemah.
"Sayang, maafin aku ya?" bisik Jo sambil mengusap-usap rambut Lovely.
"Gak papa... Mungkin memang sudah takdir aku untuk jadi milikmu, Kak Jo... Kak Jo... Jangan tinggalkan aku ya..."
__ADS_1
"Yes! Kini Lovely sadar kalau dia memang milikku" seru Jo dalam hati.